Sponsors Link

Terapi Perilaku Kognitif – Cara – Tujuan

Sponsors Link

Terapi perilaku kognitif atau yang dikenal dengan Cognitove Behavioural Therapy (CBT) merupakan salah satu terapi yang digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan teruatama pada mental dalam jangkauan yang lebih luas, misalnya saja seperti fobia, depresi, OCD, dan masih banyak lainnya. Teori ini memang lebih memfokuskan pada pasien agar dapat melihat diri anda sendiri dari sudut pandang yang berbeda dibandingkan sebelumnya. Teori ini memang cukup efektif untuk mengatasi gangguan mental yang sehari hari terjadi dan membuatnya lebih baik dibandingkan sebelumnya. Nah untuk mengetahui teori perilaku kognitif ini lebih jelasnya, berikut ini penjelasan yang dapat disampaikan.

ads

baca juga:

Cara Terapi Perilaku Kognitif

Terapi perilaku kognitif atau CBT sebenarnya memiliki prinsip yaitu permasalahan yang dialami oleh pasien bukanlah berawal dari sebuah situasi melainkan bagaiaman orang tersebut menginterpretasikan masalah yang ada ke dalam pikirannya. Hal ini lah yang akhirnya akan berpengaruh pada perasaan serta tindakan yang dilakukannya. Misalnya saja, ketika anda berpapasan dengan teman lama namun teman anda tersebut tidak menyapa anda maka akan membuat anda berpikir jika dirinya tidak menyukai anda. Hal ini pula lah yang akan berlanjut di kemudian harinya, sehingga anda akan berusaha menghindarinya saat bertemu kembali.

Pikiran pikiran negatif ini yang akhirnya muncul diantara anda dan teman anda sendiri. Jika hal ini terus dikembangkan dan membuat anda merasakannya pada banyak teman anda, maka anda akan dikucilkan nantinya di dalam pertemanan. Di dalam terapi ini, bertujuan untuk dapat menghentikan pola pikiran pikiran negatif tersebut dengan cara mengidentifikasi reaksi negatif yang nantinya diproses oleh otak anda. (baca juga: Ciri Ciri Wanita Psikopat)

Masalah emosional seringkali menjadi penyebab dari pemikiran positif dan negatif dari seseorang. Sehingga terkadang membuat orang meraas jika pikirannya tersebut adalah hal yang benar. Di dalam terapi CBT ini, anda akan mengganti pola pikir negatif anda ini ke sesuatu yang lebih bermanfaat dan realistis tentunya. Cara ini sebenarnya juga menjadi tantangan tersendiri bagi orang orang yang sering mengalami masalah kesehatan pada mentalnya.

Lalu bagaimana cara menghentikan pemikiran pemikiran yang negatif tersebut? Menurut  beberapa teori psikologi yang ada, pola pikiran negatif seseorang tersebut akan melalui proses yang dinamakan negative reinforcement. Misalnya saja, ketika anda memiliki fobia pada ruangan kecil dan sempit, maka secara tidak langsung anda belajar jika untuk mengatasi hal tersebut anda harus menghindari ruangan kecil dan sempit. Cara ini memang efektif namun hanya akan memberikan ketenangan sesaat saja, dan bahkan akan semakin membuat rasa takut menjadi berlebihan. Hal ini lah yang dinamakan dengan negative reinforcement.

baca juga:

Dalam terapi perilaku kognitif ini, anda akan diobat secara bertahap untuk menghadapi hal hal yang anda takuti tersebut. Selain itu, anda juga akan diyakinkan jika tidak akan terjadi hal yang buruk saat anda melawan ketakutan anda tersebut. Dengan keyakinan yang ada maka secara perlahan akan membuat pikiran pikiran takut anda menghilang.

Insting yang ada pada manusia akan secara alami diproses oleh sistem limbik yang meliputi amiglada, yaitu bagian yang berkaitan dengan emosi serta hippocampus yang merupakan bagian yang berfungsi mengingatkan rasa trauma pada seseorang. Pada kasus kasus fobia misalnya, terjadi aktivitas yang berlebih pada kedua bagian tersebut. Sehingga dengan CBT ini, akan mampu menyeimbangkan bagian emosional dan logika dalam pikiran kita. Bahkan tingkat keberhasilan dari terapi ini hampir sama dengan pengobatan yang mengguanakan obat obatan terlarang. (baca juga: Cara Mengatasi Anak Pemarah)

Pada terapi perilaku kognitif, ada dua aspek yang akan ditawarkan kepada pasien yaitu aspek kognitif dan aspek behavioral. Tentunya kedua hal ini memiliki tujuan yang berbeda, namun intinya adalah untuk membuat pasien menjadi lebih baik dari sebelumnya.

1. Aspek Kognitif

Dalam aspek kognitif ini, akan lebih ditekankan pada bagaimana pasien dapat memiliki pola pemikiran yang berbeda. Tak hanya pada pola pikir saja, namun juga pada sikap, imajinasi, serta asumsi yang berbeda. Pasien juga diharapkan untuk mampu memfasilitasi diri dalam hal belajar untuk mengetahui kesalahan kesalahan dalam aspek kognitif sehingga membuat pasien dapat memperbaiki kesalahannya tersebut.

2. Aspek Behavioral

Aspek behavioral dalam terapi perilaku kognitif akan menjadi sebuah jembatan untuk pasien yang digunakan untuk mengubah hubungan yang sudah menjadi kebiasaan yang salah dalam memperlihatkan reaksi permaslaahan dengan realita yang ada dari kondisi tersebut. Pasien juga akan dibimbing untuk belajar mengubah tingkah lakunya sendiri agar menjadi lebih positif dari sebelumnya. Terapi ini dapat menjadikan pasien menjadi lebih tenang serta mampu mengendalikan tubuh serta pemikirannya sendiri. Sehingga lebih mudah untuk menghindari resiko stress karena pasien akan mampu berpikir secara realistis.

baca juga:


Tujuan Terapi Perilaku Kognitif

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, terapi perilaku kognitif bertujuan untuk memcahkan masalah melalui fokus pada diri pasien tersebut. Nah berikut ini penjelasan lebih jauh mengenai tujuan cara kerja terapi ini. (baca juga: Cara Membentuk Karakter Anak Usia Dini)

  • Dalam terapi ini, akan membuat segala pikiran negatif dalam diri pasien muncul serta dengan self talk, dialog internal, dan interpretasi yang terkait dengan kejadian kejadian yang dialaminya tersebut. Memunculkan pikiran negatif memang menjadi awal dari terapi ini agar pasien dapat mengingat segala hal yang sudah terjadi di masa lalu. Pikiran negatif ini nantinya akan muncul dengan sendirinya saat pasien dihadapkan pada situasi yang membuat tertekan. (baca juga: Peran Ibu Dalam Keluarga)
  • Kemudian pasien akan dibimbing oleh spesialis untuk mencari bukti dan fakta yang nantinya dapat melawan dari interpretasi yang selama ini ada dalam diir pasein. Pikiran negatif tersebut datang hanya karena kesalahan logika yang dipikirkan oleh pasien, sehingga pasien akan dibimbing untuk mengenali distorsi kognitif tersebut lalu berusaha untuk mengubahnya. Terapis akan membantu pasien untuk mengenali pemikirannya sendiri dan mendukungnya untuk membuat interpretasi yang lebih rasional. (baca juga: Konsep Diri Dalam Ilmu Psikologi)
  • Proses akhirnya adalah dengan menguji validitas terhadap interpretasi pasien, yaitu dengan menyusun  eksperimen dan pekerjaan rumah yang dapat membantu proses penyembuhan. Tak hanya pengujian saja, pasien juga diharapkan dapat ikut mendiskusikan mengenai terapi yang akan dilakukan selanjutnya.

baca juga:

Nah itu tadi penjelasan mengenai terapi perilaku kognitif, beserta prinsip dan tujuan dari setiap cara kerjanya. Terapi ini sangat disarankan bagi anda yang memiliki permasalahan kesehatan dalam hal mental sehari harinya. Semoga informasi diatas bermanfaat untuk anda.

Sponsors Link
, , , ,




Oleh :
Kategori : Psikologi Kognitif