Home » Ilmu Psikologi » Psikologi Keluarga » 15 Fakta Kepribadian Anak Pertama

15 Fakta Kepribadian Anak Pertama

by Tiffany

Apakah anda merupakan anak pertama ? Bagaimana rasanya menjadi anak pertama, apakah melelahkan atau justru menyenangkan ? Menjadi anak pertama nyatanya memiliki keunikan dan kelebihan tersendiri yang tidak akan pernah anak lain ketahui. Apalagi anak pertama merupakan anak yang diharapkan ataupun sebaliknya yakni anak yang diinginkan.

Baca:

Namun tak jarang anak pertama juga menjadi anak yang tidak diinginkan dan diharapkan. Karena hal seperti inilah menyebabkan anak pertama memiliki fakta kepribadian yang mungkin berbeda dengan anak lainnya. Apa saja ?

1). Penasehat Yang Baik

Anak pertama sudah terbiasa melihat tingkah saudara kandungnya, apalagi jika jumlahnya banyak. Maka mereka memiliki sifat dan karakter yang tentu saja berbeda-beda, bersamaan dengan kasus atau masalah yang sering terjadi. Karena hal itulah anak pertama dituntut untuk menjadi penasehat dan pengarah yang baik menggantikan ibu dan juga ayahnya. Dengan pengalaman yang lebih banyak dari adik-adiknya, membuat anak pertama menjadi sosok yang bisa memberi nasihat baik kepada adik atau bahkan teman-temannya. Cobalah jika anda memiliki masalah untuk meminta nasihat yang baik karena mereka sering kali mengharuskan untuk bisa menyelesaikan masalah yang ada.

Baca:

2). Kuat

Anak pertama selalu kuat, kuat disini tidak hanya dilihat dari fisik. Anak pertama cenderung memkiki sifat kuat dalam dirinya, kuat dalam mental atau secara kepribadian. Jika dibandingin dengan adik-adik lainnya, mereka lebih kuat dalam menghadapi segala permasalahan. Selain orang tua pastinya, anak pertama terbiasa sendiri menyelesaikan masalah yang ada.

3). Cenderung Baik-Baik

Bila kita perhatikan dengan cermat, jarang kita jumpai anak pertama yang berperilaku nakal, mungkin hanya 1 dari 8 kasus yang kemungkinan anak pertama mengalami masalah dan dianggap anak membangkang. Umumnya inilah yang terjadi, anak pertama merupakan anak yang memiliki perilaku lebih sopan serta perhatian bila dibanding dengan adik-adiknya.

Baca:

Hal semacam ini karena anak pertama lebih sering melakukan interaksi pada kedua orangtua sebelum mengambil tindakan sehingga tidak ceroboh dan langsung mengurutkan bagaimana mengasuh atau menjadi kakak dan anak yang baik. Baginya, setiap apa yang akan ia perbuat nanti akan di contoh oleh adik-adiknya.

4). Perhatian

Sifat anak pertama yang mempunyai rasa perhatian besar ini dapat dikarenakan adanya rasa tanggung jawab pada adik-adiknya. Mungkin sebagian besar terlihat diam atau cenderung cuek, namun mereka tetap memiliki rasa peduli yang tinggi.  Selain itu, sifat perhatian yang tinggi membuat anak pertama lebih mudah untuk mengerti perasaan orang lain di sekelilingnya. Anak pertama juga akan mudah mengerti karena mempunyai sifat perhatian yang tinggi.

Baca:

Jika seseorang atau anak pertama memiliki sikap yang paling bermasalah maka ia mungkin mengalami trauma atau mengalami hal yang tidak sesuai dengan kehendak mereka. Cukup banyak kasus yang menyebabkan anak pertama menjadi nakal atau mengalami masalah seperti terlalu dimanja dan tidak pernah dibebani tanggung jawab.

5). Memilih Diam

Anak pertama akan lebih memilih untuk diam ketika ia marah atau mengalami hal yang bertentangan dengan perasaan mereka atau mungkin kurang mengenakan di hati. Terlebih bila si sulung ini adalah seorang perempuan. Hal semacam ini dirasa akan lebih menenangkan hatinya, diam sejenak untuk menenangkan hati serta pikiran. Namun tenang, diamnya tidak akan lama kok, di balik diamnya, masih tersimpan kasih sayang yang begitu dahsyat. Seringkali sifat diamnya ini membuat banyak saudara atau adiknya menjadi takut. (Baca: Cara Mudah Bergaul Bagi Orang Pendiam)

6). Lebih Kreatif

Menurut penelitian keuntungan atau kelebihan dari anak pertama cenderung kreatif. Sejak kecil anak pertama sudah sering ditanya oleh adik-adiknya, selain itu pelajaran yang didapat dari orang tua masih maksimal. Sang adik sering kali meminta bantuan kepada sang kakak.  Hal ini yang membuat pola pikir anak pertama lebih kreatif dan lebih berkembang dalam memecahkan suatu permasalahan.

Baca:

7). Giat Mencapai Target

Orang tua benar-benar mengharapkan anak pertama menjadi anak yang berhasil. Apalagi jika orang tuanya sudah tua dan anak pertama diharapkan menjadi orang yang bisa menggantikan fungsi utama atau tugas utama untuk menjaga adik-adiknya dan membiarkan orang tuanya beristirahat. Selain diharapkan mampu meringankan biaya dikeluarga, anak pertama juga merupakan contoh bagi adik-adiknya. Jika anak pertama menjadi anak yang mapan, tentunya sangat memotivasi adik-adik mereka.

8). Perfeksionis

Point ini bisa iya atau tidak, namun kebanyakan anak pertama memang cenderung perfeksionis. Hal ini terjadi karena kebiasaan mereka untuk melakukan berbagai hal dengan sempurna atau jangan sampai ada cacat. Memang karena tekanan ini menyebabkan beberapa anak pertama menjadi depresi (Baca: Depresi dalam Psikologi) Namun juga membuat anak pertama menjadi kuat seara fisik dan juga mental. Tak jarang orang tua, meminta anaknya untuk menggapai cita setinggi-tingginya. Hal tersebut yang biasanya membuat anak pertama cenderung perfeksionis. Sayangnya jika tidak sesuai atau tidak sampai tak jarang membuat anak tersebut justru memiliki sifat dan perangai yang akhirnya buruk.

9). Egois

Rasa egois anak pertama sangatlah tinggi dan tidak bisa terkalahkan. Namun sudah pasti sikap ini perlahan akan hilang disaat anak itu beranjak dewasa, apalagi bila anak perempuan tersebut perempuan. Tetapi meskipun mereka keras kepala atau egois namun anak pertama melakukan karena hal yang peduli.

Baca:

Walau tampak salah, dia akan lebih peduli ke orang-orang yang disayanginya. Ketika ia mulai berkembang menjadi dewasa, rasa egoisnya akan ia sadari serta memulai belajar untuk memahami perasaan orang lain, di dalam hal prinsip anak pertama yang konsisten serta teguh dengan pendiriannya.

10). Sering Sakit

Faktanya unuk anak pertama, mereka memiliki pekerjaan yang banyak dan juga berbagai tugas yang harus dilakukan. Mungkin karena faktor ini membuat anak pertama mudah sakit dan badan kamu rentan terhadap penyakit apalagi yang namanya alergi. Ada penelitian untuk anak pertama, bahwa gen yang diturunkan orang tua kamu cenderung menurunkan daya tubuh. Tetapi ini kembali lagi pada pribadi masing-masing.

11). Pemecah Solusi

Menjadi anak pertama perempuan berarti harus pintar-pintar menjadi jembatan komunikasi antara orang tua dan adik-adik yang lain.  Orang tua akan memahamkan terlebih dahulu kepadamu. Setelah itu diharapkan engkau akan menjadi corong atau jembatan agar adik-adikmu juga paham lewat tangan-tanganmu dan contoh yang kamu berikan.

12). Bijaksana

Bijaksana merupakan hal yang paling disuarakan oleh banyak orang terhadap anak pertama. Ini merupakan sifat dasar anak pertama, dewasa serta mempunyai banyak ilmu. Anak pertama dapat memberi saran yang bijak untuk adik-adiknya, serta sering kali anak pertama bertindak sebagai konsultan serta bahkan seorang konselor untuk adik-adiknya.

Di dalam kehidupan sosial, kebijaksanaan yang tumbuh dari sifat anak pertama ini banyak juga membantu orang lain. Dalam satu kelompok bila terjadi konflik, sering kali anak pertama dapat untuk menjadi penengah dari suatu permasalahan.

13). Mengalah

Anak pertama akan bersedia turun tangan dan mengalah jika sang adik merengek atau memperebutkan mainan, mungkin hal ini sering dipendam dan sering direngekan jika anak pertama bisa merengek atau bisa mengatakan apa keluhan mereka. Kebiasaan dan pengalaman ini membuat anak pertama menjadi kakak dan akhirnya memilih mengalah. Anak pertama terbiasa untuk melapangkan hati mereka dan lebih mendulukan kebahagian adik-adiknya dibandingkan mengutamakan kebutuhan dan kepentingan mereka.

14). Kesayangan Orang Tua

Mungkin karena berkah kasih sayang yang berlimpah maka harus dibayar timpal dengan peran anak pertama. Terkadang memang anak pertama  lebih dispesialkan. Mungkin karena hal ini anak lainnya merasa bahwa orang tua lebih pilih kasih dengan mereka.  Bayaran ini didapatkan karena dia terlahir di saat orang tuanya masih berjuang untuk mencapai kesuksesan.

15). Saksi Perjuangan 

Umumnya anak pertama menjadi saksi perjuangan orang tua atau keluarganya menjadi sebuah keluarga yang lebih baik, baik dilihat secara kehidupan ataupun lebih baik dilihat dari material. Nah karena saksi perjuangan ini berdampak pada karakter dari anak pertama, mereka lebih rendah hati, mengalah, dan juga lebih dipercaya oleh orang tua dalam melakukan atau menentukan berbagai hal dan permasalahan. Selain itu, karena mereka saksi perjuangan anak pertama cenderung menghargai berbagai proses dan juga perjuangan.

Baca:

Demikan penjelasan terkait beberapa fakta terkait kepribadian anak pertama yang mudah dikenali, semoga memberikan wawasan.

You may also like