Home » Teori Psikologi » Kepribadian » Gangguan Kepribadian Histrionik

Gangguan Kepribadian Histrionik

by Khanza Savitra

Tidak bisa dipungkiri lagi jika pada era modern ini banyak individu yang sering menunjukkan atau mengekspresikan sesuatu dengan kadar yang berlebihan agar mendapatkan perhatian yang besar ataupun terobsesi menjadi pusat perhatian dan akan sedih atau kecewa jika tidak mendapatkan itu semua. Peran sosial media sangat mendukung, dimana pada era digital ini sosial media menjadi wadah yang sangat ideal untuk mengekspresikan semua hal yang kita inginkan. Namun, tingkah laku seperti itu bukanlah sebuah kewajaran di dalam ilmu psikologi. Mungkin saja individu tersebut mengalami HPD (Histrionic Personality Disorder).

Baca juga:

HPD adalah suatu gangguan kepribadian yang melibatkan emosi yang berlebihan dan kebutuhan yang besar untuk menjadi pusat perhatian.  Istilah histrionik ini berasal dari bahasa latin yaitu histrio yang berarti “aktor”. Orang dengan gangguan kepribadian histrionik ini cenderung lebih bersikap seperti aktor, dramatis dan emosional. Namun, emosi mereka sangatlah dangkal, dibesar-besarkan dan mudah berubah.

Gangguan ini pada umumnya lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Orang yang mengalami gangguan kepribadian ini bisa merasakan kekecewaan yang sangat dalam, padahal sumber kekecewaan nya adalah suatu hal yang mayoritas orang akan mengatakan hal tersebut merupakan hal yang sepeleh. Mereka juga dapat menggambarkan ekspresi riang yang kadar nya sangat berlebihan.

Individu yang mengalami gangguan kepribadian ini biasanya memproses dunianya secara efektif, menghargai efek dari emosi, dan menunjukkan emosi mereka dengan mudah dan terbuka. Mereka mengalami hidup melalui sensasi dan romansa, dengan sengaja membuat mereka menarik secara fisik, secara sadar berpakaian dengan berlebihan sehingga menjadi menarik, menawan, atau bahkan menggoda lawan jenis. Sebagian besar penderita gangguan ini akan mempercayai orang lain dengan mudah dan siap sedia untuk melibatkan diri mereka dalam suatu hubungan.

Ciri-Ciri

Untuk mengenali seseorang mengalami gangguan kepribadian histrionik, berikut ciri-cirinya:

1. Melihat diri mereka sebagai sosok yang optimis

Individu yang mengalami gejala ini melihat diri mereka sendiri sebagai individu yang ceria dan optimis. Kegembiraan mereka dalam hidup akan ditularkan atau menggugah orang lain untuk sama gembiranya. Banyak yang bertindak dan berpikir seperti remaja, bahkan pada usia yang lebih tua. Sebagian besar terbuka pada pengalaman atau hal yang baru dan akan menemukan kesenangan yang luar biasa ketika menemui pengalaman baru.

2. Mudah merasa tertekan juga mudah marah

Sperry (1995) mengemukakan bahwa Individu yang mengalami gangguan kepribadian ini biasanya menjadi marah, tertekan, dan merasa iri ketika tidak menjadi pusat perhatian, sementara individu normal akan menikmati pujian dan sanjungan tanpa bergantung pada tersebut. la juga menikmati menghibur orang lain, tapi bisa menyerahkan panggung menjadi bagian dari penonton. Secara interpersonal, individu histrionik bergantung pada selimut pesona seksual.

Baca juga:

3. Hidup sesuai perubahan tren

Pada sebagian kasus, individu yang mengalami gangguan ini pada dasarnya hidup sebagai komoditi, menunjukkan dirinya layaknya seekor bunglon pada tuntutan sosial, dan mengubah karakteristik yang ditampilkannva agar sesuai dengan penonton dan keadaan. Bagi mereka, tidak ada yang intrinsik. Sebaliknya, diri berada di bawah persyaratan ekonomi sosial diubah, disintesis, dibuat, dan dikemas untuk mengoptimalkan daya tarik mereka dalam segmen pasar yang diberikan.

Sebagai akibatnya, mereka menampilkan gambaran akan niat baik yang absolut, seseorang yang menganggap penghargaan adalah kepentingan moral. Ketika ketidakcocokan terjadi, mereka dengan cepat mulai melancarkan masalah kembali, bahkan ketika mereka harus berkorban, mengkompromikan keinginan mereka sendiri, atau menyetujui poin yang penting. Daripada menyerang mereka yang tidak bisa didamaikan, mereka memilih untuk merasakan luka, menggambarkan diri mereka sebagai korban yang tidak bersalah.

Baca juga :

4. Senang menuntut dan berperilaku ganda

Ciri lain yang ditampilkan oleh penderita ini adalah mereka biasanya bersifat menuntut agar orang lain memenuhi kebutuhan mereka akan perhatian dan berperan sebagai korban saat orang lain mengecewakan mereka. Contoh kasus, ketika mereka sakit atau katakanlah sedang demam, mereka akan mendesak orang lain agar meninggalkan seluruh aktivitas dan segera merawatnya atau mengantarkannya ke dokter.

5. Cenderung memaksakan kebahagiaan

Individu ini kebanyakan bersifat self-centered dan tidak toleran terhadap penundaan kesenangan, dengan kata lain mereka ingin apa yang mereka inginkan saat itu juga. Penderita gangguan ini cenderung bersifat cepat bosan dengan rutinitas dan haus akan hal atau pengalaman yang baru. Mereka sangat memiliki ketertarikan yang lebih terhadap dunia mode dan ingin orang lain memandang mereka sebagai menyombongkan diri atau sedang berakting.

Pada umumya penderita gangguan ini akan gagal jika diminta untuk menceritakan tentang dirinya atau kisah hidupnya secara spesifik. Mereka cenderung menggunakan penampilan fisik sebagai cara untuk menunjukkan dirinya dan menarik perhatian orang lain. Jika penderita adalah seorang pria maka mereka akan menunjukan nya dengan penampilan yang terlihat macho dan maskulin dan untuk penderita wanita mereka akan menunjukan nya dengan cara yang se feminim mungkin dan berbusana yang banyak perhiasannya agar terkesan berkilau dimata orang lain.

Orang dengan kepribadian ini biasanya tertarik dengan profesi modeling atau akting, dimana mereka dapat mendominasi lampu sorot. Meski tampak sukses diluar, sebenarnya mereka memiliki self-esteem yang kurang dan berjuang untuk memberi kesan pada orang lain dengan tujuan untuk meningkatkan self-worth mereka. Bila mereka mengalami kemunduran atau kehilangan perhatian publik, keraguan yang menyedihkan akan muncul dalam diri mereka.

Gejala-Gejala

Para ahli mengatakan ada beberapa gejala gejala klinis gangguan kepribadian histrionik, yaitu:

  • Perilaku mencari perhatian yang tinggi.
  • Memiliki disfungsi psikoseksual: wanita mungkin anorgasmik dan laki-laki mungkin impoten.
  • Dengan gangguan kepribadian histrionik adalah represi dan disosiasi.

Kriteria Diagnostik 

Pola pervasif emosionalitas dan mencari perhatian yang berlebihan, dimulai pada masa dewasa muda dan tampak dalam berbagai konteks, seperti yang ditunjukkan beberapa hal sebagai berikut :

  • Merasa tidak nyaman jika tidak menjadi pusat perhatian.
  • Berpakaian berlebihan bertujuan untuk menggoda lawan jenis dan menjadi pusat perhatian.
  • Perubahan emosi secara cepat.
  • Bertingkah laku dramatis atau mendramatisir sesuatu agar menarik perhatian orang lain.
  • Menunjukan penampilan fisiknya dengan cara yang berlebihan.
  • Sangat muda tertipu atau terpengaruhi orang.
  • Sangat sensitif terhadap suatu penolakan atau ketika menerima kritik.
  • Bertindak secara spontan tanpa dipikir terlebih dahulu.
  • Selalu gegabah dalam mengambil keputusan.
  • Selalu terlihat palsu atau terlihat sedang berpura-pura.
  • Mengancam atau mencoba bunuh diri jika tidak mendapatkan perhatian.

Baca juga:

Penyebab

Berikut adalah beberapa penyebab seseorang bisa mengalami gangguan jiwa jenis histrionik, diantaranya:

1. Pengalaman masa anak-anak

Pengalaman masa lalu si penderita, termasuk pengalaman masa anak-anak yang pada masa itu kurang mendapat perhatian dari orang tua ataupun teman-teman akan menjadi pemicu terjadinya gangguan ini. Munculnya gangguan ini bisa jadi akibat peran orang tua yang terlalu bersifat memanjakan anak dan akhirnya menjadi kebiasaan si anak hingga dewasa.

Baca juga:

2. Faktor genetik

Faktor genetik juga mempengaruhi terjadinya gangguan histrionik ini. Dimana, para ahli psikodinamika mengungkapkan gangguan ini merupakan hasil dari kebutuhan-kebutuhan akan ketergantungan yang sangat kuat dan merupakan penggambaran dari emosi, hambatan dari resolusi setiap tahapan oral atau oedipal. Keterlibatan emosi saat berpikir akan megakibatkan orang histrionik ini merepresentasikan perasaannya sendiri.

Berdasarkan Behavioral, orang dengan gangguaan ini biasanya berasal dari keluarga yang terlalu memanjakan dan membiarkan sifat manjanya berakar hingga dewasa..

3. Lingkungan adaptasi

Faktor lingkungan juga sangat mempengaruhi timbulnya gangguan ini. Lingkungan dan pengaruh teman-teman sekitar memicu timbulnya gangguan ini. Terutama pada individu yang berada lingkungannya hidupnya di kalangan menengah ke atas mau tidak mau akan beradaptasi secara negatif dan mengikuti arus pergaulan pada level menengah keatas.

Cara Mengatasi Gangguan Kepribadian Histrionik

Belum diketahui dengan pasti cara pencegahan kelainan kepribadian histrionik ini namun para ahli merekomendasikannya dengan perancangan suatu cara yang disesuaikan dengan penyebab-penyebab terjadinya gangguan kepribadian seperti yang telah di jelaskan di atas. Cara lain juga di lakukan dengan mendorong mereka dalam aspek psikososialnya.

Baca juga:

Dalam penyembuhan gangguan kepribadian histrionik, para ahli menyarankan untuk menempuh cara dengan mengkombinasikan penyembuhan secara medical dan psikoterapi. Penyembuhan dengan cara medical bisa dilakukan dengan pemberian obat. Namun, para ahli juga mengatakan bahwa tidak ada obat yang pasti untuk pengobatan gangguan kepribadian ini, namun biasanya dokter akan menganjurkan si penderita untuk mengobati kelainan ini dengan jenis obat-obat seperti Antidepressant, selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs), seperti fluoxetine (Prozac, Sarafem), sertraline (Zoloft), paroxetine (Paxil) dan nefazodone namun tentu nya dengan resep dokter dan lebih penting lagi obat diberikan dengan catatan jika si penderita mengalami gejala yang disertai dengan kecemasan dan depresi.

Langkah penyembuhan selanjutnya yaitu dengan psikoterapi oleh ahlinya. Dalam langkah psikoterapi ini terdapat penghalang utama yaitu dalam melakukan terapi si penderita tidak boleh bersikap tertutup kepada terapis. Keberhasilan langkah penyembuhan ini sangatlah bergantung pada individu si penderita. Si penderita harus benar-benar sadar bahwa si penderita tengah mengalami gangguan kepribadian ini dan memiliki motivasi tinggi untuk sembuh serta mengikuti seluruh anjuran yang telah di berikan oleh terapis.

Pada era modern saat ini, hampir tidak ada yang tidak mungkin termasuk kemungkinan anda terkena gangguan kepribadian seperti ini. Dikarenakan tren ber- sosial media menjadi wadah yang sempurna untuk keberlangsungan jalannya kelainan kepribadian ini. Kebiasaan ber-sosial media menjadi faktor utama kemungkinan anda terkena gangguan kepribadian histrionik terutama tren hedonisme dikalangan sebagian besar anak muda.

Kenali dengan baik gejala-gejala dan ciri-ciri pada gangguan kepribadian histrionik ini karena bisa saja gejala dan ciri-ciri diatas ada pada diri anda. Sekian artikel kali kali ini semoga memberikan dampak psoitif bagi pembaca dan terima kasih.

You may also like