Sponsors Link

15 Ciri-Ciri Anak Hiperaktif dan Cara Mengatasinya

Sponsors Link

Sebagian orang tua tidak ingin anaknya mengalami hal yang mungkin dianggap tidak normal atau tidak serupa dengan anak seusianya. Semua orang tua menginginkan anak yang terbaik dan bisa tumbuh dan berkembang hingga dewasa. Namun Tuhan terkadang memberikan anugerah pada beberapa anak. Salah satunya adalah sikap hiperaktif yang mungkin membuat anak tersebut berbeda dengan anak lainnya. (Baca: Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini)

ads

Apa itu hiperaktif ? Anak hiperaktif yaitu anak yang memiliki sikap aktif atau sikap yang tidak tenang dan aktif melebihi sikap anak normal. Pengertian hiperaktif lainnya menggambarkan perilaku yang sulit berkonsentrasi dan sering dipoplerkan dengan nama ADHD atau “Attention Deficit Hyperaktivity Disorder“.

baca juga:

Adapun Ciri-Ciri Anak Hiperaktif adalah :

1). Tidak Mudah Lelah

Bagaimana biasanya anak-anak bersikap ? sudah jelas aktif dan memiliki rasa ingin tahu lebih tinggi dibandingkan orang tua. Tetapi bagaimana dengan anak-anak penderita hiperaktif ? mereka merupakan anak-anak yang benar-benar aktif dan tidak mempedulikan atau bahkan tidak memiliki rasa lelah. Anak kecil mungkin sering dianggap “baterai” karena tidak memiliki rasa lelah dalam bermain.

Namun ada saatnya sang anak merasa ngantuk atau kelelahan ataupun jatuh sakit. Tidak dengan anak penderita ADHD atau hiperaktif, mereka cenderung tidak mudah lelah dan terus mencari kegiatan untuk menyibukan dirinya.  Cara mengatasinya adalah dengan memilihkan kegiatan sesuai minatnya sehingga keinginannya tersalurkan ke arah yang positif. (Baca: Fakta Kepribadian Anak Bungsu)

2). Sering Menyela Pembicaraan

Ciri-Ciri Anak Hiperaktif selanjutnya adalah suka menyela pembicaraan. Sikap menyela pembicaraan mungkin hal yang dianggap tidak sopan jika hidup di Indonesia. Namun nyatanya menyela pembicaraan merupakan ciri kedua yang bisa mengindikasikan anak anda mengalami gangguan mental yakni hiperaktif. (Baca: Gangguan Mental Pada Anak)

Mereka senang menjadi pusat perhatian dan juga senang menyela pembicaraan yang sedang dilakukan orang lain. Mereka juga senang memperkeras suara mereka dan ingin didengar. cara mengatasinya adalah dengan memberi contoh kembali pada anak tersebut bagaimana cara berkomunikasi yang baik dan benar.

3). Tidak Bisa Tenang

Tidak bisa tenang mungkin ciri selanjutnya yang bisa kita kenali dari anak-anak hiperaktif. Dimana mereka selalu mencari hal yang menurut mereka menarik dan tidak bisa duduk manis dalam satu kegiatan. Hiperaktif sama saja dengan super aktif yang mengartikan tenang bukanlah salah satu sikap yang mereka miliki. cara mengatasinya adalah memberikan kegiatan yang membutuhkan ketenangan secara bertahap agar anak mulai beradaptasi dengan kegiatan tersebut. (Baca: Cara Mendidik Anak Hiperaktif)

4). Tidak Suka berteman Banyak

Ciri-Ciri Anak Hiperaktif lainnya adalah termasuk anak yang tidak memiliki teman yang banyak. Anak hiperaktif cenderung berlaku sesuai hati mereka, Penderita juga tidak senang diperintah atau berkompromi dan bekerja sama. Mereka lebih senang dengan dunianya sendiri dan melakukan apa yang mereka mau. Terutama karena mereka lebih agresif rata-rata anak seusianya tidak suka bermain dengan mereka karena rasa takut atau sulitnya berbaur. cara mengatasinya adalah dengan membantunya berbaur dengan teman seusianya dan memiliki minat yang sama terlebih dahulu.

Baca:

5). Tidak Sabar

Anak-anak hiperaktif tidak memiliki rasa sabar. Mereka tempramen, cepat kesal atau marah dan sulit dikendalikan. Terutama jika mereka tidak pernah anda terapi atau anda sekolahkan, atau mungkin baru terdeteksi saat besar saja. (Baca: Cara Mengendalikan Emosi Wanita)

Anak-anak hiperaktif sulit untuk menunggu karena mereka memiliki rasa bosan yang luar biasa tinggi. Jika sudah bosan maka mereka akan mencari cara untuk menyibukan diri mulai dari menarik perhatian anda hingga melakukan hal yang berbahaya jika tidak dihentikan. cara mengatasinya adalah dengan meberikan aktifitas yang bisa membuat ia tertarik namun membutuhkan kesabaran yang tinggi.

6). Suka Melawan

Mungkin beberapa anak ada yang memiliki karakter atau perangai yang buruk. Namun sayangnya ciri anak hiperaktif pun suka melawan dan tidak suka diperintah. Hal ini karena mereka memiliki perkembangan otak yang terhambat dan mereka merasa hidup di dunia sendiri. Ciri ini hanya melengkapi ciri lainnya untuk mendeteksi apakah anak anda hiperaktif/ ADHD atau tidak. (Baca: Gejala ADHD pada Bayi)

Cara mengatasinya adalah dengan memberikan contoh sebab akibat apabila sang anak melawan. hal ini bertujuan untuk menerapkan ilmu praktek langsung agar mudah diserap oleh anak. terutama anak hiperaktif

7). Sulit Fokus

Kesulitan fokus merupakan poin utama dalam mendeteksi anak hiperaktif. Dimana fokus merupakan gangguan utama dari anak-anak penderita penyakit ini. Fokus masih bisa dilakukan pada anak aktif, jika mereka memiliki perkembangan yang normal. Mereka menyukai hal-hal yang menurut mereka menarik dan duduk manis memperhatikannya atau bermain. Tidak dengan anak hiperaktif, karena mereka cenderung memilih untuk menggerakan tubuh mereka.

Cara mengatasinya adalah dengan memberikan kegiatan yang membutuhkan sang anak untuk fokus kepada satu hal. sehingga dengan sendirinya fokus sang anak akan terlatih.

8). Menyukai Hal Terlalu Atraktif

Semakin menantang atau semakin berbahaya menurut anak hiperaktif semakin menarik. Dimana mereka yang senang menggunakan hal-hal yang berbahaya kemungkinan menderita hiperaktif. Menurut mereka hal yang menantang atau berbahaya merupakan hal menarik dan tidak membosankan. Karena faktor inilah anda harus mengawasi anak anda secara ekstra.

Cara mengatasinya adalah dengan memberikan permainan yang tidak terlalu berbahaya namun tetap menarik minat sang anak.

9). Peduli pada Diri Sendiri

Anak hiperaktif lebih mempedulikan diri sendiri. Kesenangan mereka adalah segalanya sehingga apa yang mereka lakukan terkadang diluar batas untuk menyenangkan hati mereka. Selain itu anak hiperaktif tidak peduli pada area sekitarnya. Mereka tidak berpikir dampak atau efek jika melakukan A atau tidak melakukan B. Menurut mereka hidup hanya untuk mereka sendiri.

Kemudian cara mengatasinya adalah dengan kembali mengajarkan teknik learning by doing serta sebab akibat. semakin anak tenggelam dalam praktek, semakin cepat pula daya serap anak mengingat hal – hal tersebut. (Baca: 10 Pengertian Empati Menurut Para Ahli)

10). Perkembangan Terhambat

Anak hiperaktif cenderung memiliki perkembangan yang terhambat, sama seperti halnya autis mereka memiliki dunianya sendiri dan sulit berbaur dengan dunia kita. Perkembangan terhambat juga pasti terjadi disemua anak hiperaktif. Kecuali, anda mengetahuinya sejak dini dan membantu mengendalikannya dengan cara terapi, dan sekolah serta menemukan bakat yang memang dia bisa atau dia miliki. (Baca: Peran Keluarga Dalam Pendidikan Anak)

11). Tidak Bisa mengontrol Gerakan

Apabila anda merasa anak anda terlalu ringan tangan atau tidak merasa bersalah maka patut diwaspadai. Dimana, anak-anak penderita hiperaktif seringkali tidak bisa mengontrol gerakan tubuh mereka. Misalnya asal pukul, asal rusak atau sengaja menjambak dan hal lainnya. (Baca: Jika tidak diarahkan dan dikatakan bahwa apa yang mereka lakukan salah. Bisa menyebabkan anak tersebut dianggap semakin “liar” atau semakin tidak terkendali sikapnya.\

Cara mengatasinya adalah dengan memberikan batasan waktu main dan menerapkan sistem jadwal. agar anak terbiasa belajar disiplin dan teratur terhadap waktu, sehingga mampu mebagi antara waktu main dan istirahat. (Baca: Cara Menghilangkan Trauma Pada Anak)


12). Tidak Kreatif

Berbeda dengan anak aktif biasa, mereka cenderung kreatif bahkan memiliki perkembangan otak yang baik. Namun berbeda dengan anak hiperaktif dimana anak-anak menyukai hal yang mereka sukai dan bersifat monoton. Mereka tidak memiliki daya kembang yang bisa disebut kreatif. Jika diberikan mainan susun, mereka justru lebih kearah merusak dibanding membangun sesuatu. Maka anak hiperaktif tidak suka akan hal yang membangun daya kreatifitasnya seperti itu.

Cara mengatasinya adalah dengan menemaninya main bersama serta memberikan contoh yang benar agar sang anak mudah mengikutinya dan menghapal semua yang telah dicontohkan.

13). Impulsif

Anak hiperaktif cenderung impulsif, dimana mereka tidak pernah berpikir panjang untuk melakukan berbagai hal atau suatu hal. Misalnya seorang anak normal akan menghindari api kompor karena benda tersebut panas. Namun bagi anak hiperaktif, rasa penasaran mereka lebih dominan dan anak hiperaktif tidak takut akan bahaya.

Cara mengatasinya adalah membiarkan sang anak untuk merasakan hal – hal yang berbahaya namun dalam tahap ringan. hal ini bertujuan agar sanag anak mampu membedakan terlebih dahulu mana yang berbahaya mana yang tidak.

Baca ini :

Jika anak anda memiliki ciri ini maka tugas sebagai orangtua tentu mengawasinya dengan ekstra agar tidak terjadi hal yang aneh atau mungkin berbahaya.

14). Mudah Kesal

Perasaan kesal dan marah bagi anak-anak merupakan hal wajar, dimana mereka terkadang tidak bisa mencapai apa yang mereka inginkan. Namun bagi anak hiperaktif rasa kesal yang dimiliki terlalu mudah untuk dipancing. Salah sedikit maka mereka akan meluapkannya pada kekesalan bukan pada tangisan layaknya anak-anak. Jika dengan ciri ini saja sudah terlihat maka kemungkinan anak anda adalah hiperaktif. (Baca: Jenis Emosi)

Cara mengatasinya adalah memberikan permainan, atau kegiatan yang membutuhkan kesabaran yang tinggi. hal ini bertujuan agar sang anak mengerti tentang pentingnya arti sebuah proses.

15). Senang Merusak

Terakhir dari Ciri-Ciri Anak Hiperaktif adalah sifatnya yang suka merusak. Bagi anak hiperaktif, bermain merupakan hal yang disenangi sama seperti anak lainnya. Namun mereka cenderung suka bermain dengan alat atau mainan sendiri hingga merusaknya. Bagi anak hiperaktif, rasa penasaran mereka lebih tinggi dan tanpa memiliki kira-kira atau logika yang pas. Sering sekali barang yang mereka miliki pasti berakhir rusak dan hal tersebut justru menimbulkan kepuasan sendiri untuk anak hiperaktif. Berbeda dengan anak biasa yang mungkin akan menangis jika mainannya rusak. (Baca:Tahap Perkembangan Emosi Anak)

Cara mengatasinya adalah dengan membuat ia melihat sekeliling yang sangat menghargai suatu barang. hal ini untuk sang anak mau belajar untuk menjaga barangnya lebih teliti karena banyak barang yang ia miliki juga diinginkan oleh orang lain.

Ciri anak hiperaktif sebenarnya bukan karena ingin menakuti para orangtua. Banyak orangtua yang menolak menerima kenyataan anaknya mengalami hiperaktif dan akhirnya mereka kewalahan sendiri karena tidak ditangani sejak dini.

baca juga:

Bukan hal yang salah bukan mendeteksi atau mengenali sikap anak kita sendiri sedari kecil dan meneliti apakah ada hal yang mungkin berbeda dengan anak-anak lainnya. Jika memang ada, khususnya hiperaktif cobalah untuk membawanya ke terapis, dokter anak dan sejenisnya untuk mendapatkan konsultasi dan nasehat. Penanganan yang dini lebih baik dibandingkan dibiarkan dan menjadi liar.

Demikian penjelasan terkait beberapa ciri-ciri anak hiperaktif yang perlu diketahui. semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, , , ,




Oleh :
Kategori : Psikologi Anak