Sponsors Link

Tipe Kepribadian Melankolis – Kelebihan – Kekurangan

Sponsors Link

Tidak disangka sudah lebih dari 400 tahun sebelum Masehi Hippocrates, seorang tabib dan juga ahli dalam filsafat yang pandai mengemukakan suatu teori mengenai kepribadian (Baca: Psikologi Kepribadian ). Filsuf tersebut berasal dari negara ilmu pengetahuan yakni Yunani. Dimana filsuf tersebut mengatakan bahwa ada empat tipe kepribadian atau tipe tempramen yang dimiliki manusia.

ads

Sebenarnya teori (Baca: Teori Psikoanalisis klasik )  ini sudah populer, hanya saja terus dikembangkan oleh teori (Baca: Teori Cinta Sternberg) Hipocrates-Galenus yang merupakan pengembangan dari teori (Baca: Teori Nativisme) Empedokretus. berdasarkan pemikirannya ia mengatakan bahwa keempat tipe temperamen dasar itu diakibatkan empat cairan tubuh yang sangat penting dari manusia. Diantaranya :

  • Sifat kering terdapat pada Chole atau empedu kuning.
  • Sifat dingin terdapat dari phlegma atau lendir. (baca: Pola Asuh Anak Usia Dini)
  • Sifat panas terdapat dari sanguis atau darah.
  • Sifat basah terdapat pada melanchole atau empedu hitam.

Baca:

Diantara semua sifat dan kepribadian manusia, disini banyak orang yang ingin tahu mengenai tipe melankolis, dan dalam artikel ini akan dibahas mengenai sosok kepribadian melankolis. Anda yang termasuk orang melankolis adalah seseorang yang serius dan juga tertutup, namun disisi lain anda juga cerdas serta bisa berpikir kritis dalam menghadapi berbagai masalah dan juga situasi. Mereka dapat mengerjakan suatu hal dengan jauh dan juga sikap yang tekun dibandingkan tipe lainnya. (baca: Psikologi Perkembangan Anak Usia Dini)

Untuk mencapai target, tipe ini memang jagonya. Mereka sangat memahami setiap hal tahap demi tahap, dan mereka menjalani sebagian besar hidupnya dengan hal-hal yang cenderung serius. Selain itu orang melankolis merupakan sosok yang sangat kritis dalam permasalahan, bagi mereka berbagai hal haruslah masuk akal dan diterima penalarannya. Selain penjelasan diatas, apalagi ciri dari tipe kepribadian ini ?

  1. Perfeksionis

Orang dengan tipe melankoli selalu berpikir bahwa mereka harus mengerjakan berbagai hal dengan sebaik-baiknya. Tidak dilakukan dengan asal-asalan meskipun hal tersebut sebenarnya tidak penting atau hal remeh yang bisa dikerjakan dengan santai, seperti melipat baju membereskan buku dan sejenisnya.

  1. Suka Beranalisis

Orang melankolis merupakan tipe dengan kepribadian yang penuh pikiran dan senang menganalisa. Mereka selalu melakukan analisis secara mendalam terhadap suatu tugas ataupun kegiatan dan pekerjaan. Mereka akan merinci terlebih dahulu tahapan dari awal bagaimana pekerjaan itu dilakukan serta resiko yang mungkin menghampiri. Karena hal inilah mereka bekerja dengan penuh kehati-hatian. (baca: Gejala ADHD pada Bayi)

  1. Nyaman Bekerja Sendiri

Ketika anda memiliki kepribadian melankolis, anda cenderung menyukai pekerjaan untuk diselesaikan secara pribadi atau sendiri. Mereka menetapkan standar yang sangat tinggi terhadap suatu hal yang mereka anggap milik mereka. Seringkali orang melankolis sulit mempercayakan berbagai hal yang mereka kerjakan pada orang lain. Sehingga mereka cenderung untuk memilih menyelesaikan segala hal sendiri dibandingkan harus merasa tidak puas dengan hasil kerja orang lain. (baca: Psikologi Industri dan Organisasi)

  1. Senang Akan Data

Bagi para melankolis sebuah data, grafik atau diagram bagaikan seni dimata mereka. Semua hal yang berbau pasti dan berkaitan dengan data merupakan kesukaan mereka. Untuk itu orang melankolis memang cocok bekerja dibidang analisa dan juga yang melibatkan data dan hitungan. (baca: Gejala Penyakit Alzheimer)

  1. Pendendam

Dalam jangka pendek ataupun panjang, kepribadian melankolis sulit melupakan kejadian yang pernah mereka alami. Terutama jika mereka mengalami sakit hati atau perasaan tidak suka terhadap seseorang atau suatu kejadian. Karena hal inilah mereka cenderung pendendam dan ingin membalaskan apa saja yang mereka bisa, baik dengan cara positif maupun dengan cara negatif. (baca: Konsep diri Ilmu Psikologi)

  1. Senang Dibalik Layar

Ketika anda bertemu orang melankolis, mereka tidak senang publikasi dan juga perhatian. Bagi orang melankolis dalam bekerja yang penting adalah caranya. Ketika mereka berhasil, maka mereka akan membawa kesenangan tersebut untuk diri sendiri bukan untuk publikasi. Kepribadian ini cocok bekerja dibalik layar, dimana mereka bekerja sebagai konseptor dan mematangkan apa yang harus dijalankan. Sehingga jika mereka mendapatkan pekerjaan di balik layar tanpa harus menarik perhatian, orang melankolis cenderung akan senang.

Melankolis Menurut Florence Littauer

Ada beberapa tambahan dan penelitian yang dilakukan Florence Littauer dalam menilai pribadi melankolis, yang dikutip dalam bukunya dengan judul “Personality Plus”. Kepribadian (Baca: Kepribadian Ganda) melankolis cenderung introvert atau sulit berkembang dilingkungan sosial, pemikir yakni mereka lebih senang memikirkan hal-hal sebelum melakukannya dan terakhir adalah pesimis atau cenderung berpikir kearah negatif. (Baca: Big Five Personality). Ini dia ciri-cirinya :

Kelebihan Tipe Melankolis

Sedangkan untuk kelebihan emosi yang dimiliki seorang melankolis yaitu :

  • Analitis.
  • Serius dan juga tekun.
  • Cenderung memiliki pemikiran yang jenius.
  • Mendalam dan penuh pikiran. (baca: Kecerdasan Emosional dalam Psikologi)
  • Filosofis dan juga puitis.
  • Penuh kesadaran serta idealis dan menghargai hal-hal mengenai keindahan.
  • Cenderung perasa atau tersinggungan dan senang berkorban. (baca: Persepsi dalam Psikologi)

Jika melankolis menjadi orang tua, maka sikap yang akan dilakukan adalah :

  • Menetapkan standar tinggi untuk anak-anaknya.
  • Ingin segalanya dilakukan dengan benar dan juga teratur. (baca: Kode Etik Psikologi)
  • Merapikan barang anak-anak agar sesuai dengan tempatnya dan teratur.
  • Mendorong intelegensi dan bakat anak secara maksimal. (baca: Teori Nativisme)

Baca:

Jika kepribadian melankolis berada di lingkungan pekerjaan dan menjadi teman :

  • Melihat masalah dengan baik dan mencari solusi dengan sempurna, namun memakan waktu yang lama.
  • Perfeksionis, rinci, gigih dan juga berorientasi pada jadwal yang teratur.
  • Suka akan diagram, grafik dan juga bagan. (baca: Psikologi Anak)
  • Punya standar yang tinggi dan juga perlu menyelesaikan apa yang sudah mereka mulai.
  • Untuk menjadi teman mereka akan memilah dengan hati-hati siapa yang mereka percaya.
  • Puas tinggal di latar belakang dan mudah merasa kasihan dengan orang lain.
  • Setia dan berbakti serta menghindari perhatian yang berlebih. (baca: Psikologi Faal)

Kekurangan Tipe Melankolis

Sayangnya setiap kepribadian (Baca: Fakta Kepribadian Anak Bungsu ) pasti memiliki sisi negative yang mungkin bisa menjadi introspeksi untuk masing-masing pribadi. Apa saja hal yang membuat tipe melankolis justru mengalami hal yang dianggap “jelek” dari sisi psikologi (Baca: Trauma Psikologis).

  1. Tertekan

Orang melankolis cenderung mudah tertekan, hal ini terjadi karena mereka harus menetapkan standar yang tinggi dan cenderung melakukan berbagai hal dengan sempurna. Sayangnya banyak orang yang mungkin bekerja atau melakukan berbagai hal dengan santai dan menunjukan hasil yang sama.  Bagi orang melankolis hal seperti ini menimbulkan tekanan yang besar.

  1. Menghabiskan Waktu

Orang melankolis sangat tidak cocok untuk bekerja di lapangan. Dimana mereka mengambil merupakan pribadi yang sangat mendalam dalam memutuskan berbagai hal, pikirannya pun dipenuhi resiko dan hal buruk sehingga menyebabkan kepribadian (Baca: Kepribadian Ambivert ) melankolis terlalu menghabiskan waktu dalam kegiatannya. Mereka tidak bisa bergerak cepat dan dinamis, dan justru malah tertekan dalam keadaan tersebut. Menurut orang dengan tipe melankolis, terburu-buru membuat mereka tidak merasa puas dan tertekan.

  1. Sulit Bersosialisasi

Pengalaman sulit bersosialisasi sangat sering terjadi pada orang yang memiliki kepribadian (Baca: Teori Psikologi Kepribadian ) melankolis. orang lain cenderung lelah atau justru menghindar jika bertemu dengan mereka, hal ini terjadi karena ketidakpercayaan mereka pada orang lain dan cenderung meremehkan orang lain yang tidak akan mencapai standar mereka. Orang melankolis juga memiliki sifat tersinggung yang membuat banyak orang harus ekstra hati-hati jika bersosialisasi dengan mereka.

  1. Pesimis dan Curiga

Rasa curiga yang besar dan sifat pesimis memakan waktu dan sebagian sifat positif dari tipe melankolis. Mereka cenderung memikirkan bahwa orang lain tidak mengerti mereka, memikirkan resiko terhadap pekerjaan dan hal buruk  yang menanti dalam kehidupan mereka. Dengan begitu, orang melankolis seringkali merasa stress dan ketakutan serta melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan. Sayangnya hal seperti ini agak sulit diubah oleh tipe melankolis karena sudah menjadi wataknya. (baca: Psikologi Sosial)


  1. Tak Mudah Disenangkan

Alasan terakhir menjadi jawaban dimana orang melankolis seringkali tidak memiliki teman. Bagi mereka memuji merupakan hal yang terselubung dan mencurigakan, sedangkan menghibur sama halnya dengan menghabiskan waktu untuk hal yang tidak berguna. Sulit menghibur dan menyenangkan (Baca: Cara Menjadi Pribadi yang Menyenangkan)  hati orang-orang melankolis karena mereka cenderung sulit dimengerti. Baiknya jika bertemu pribadi ini maka biarkan dia asik dengan hal yang menurut mereka baik, dan jika anda tipe melankolis. Cobalah untuk sedikit membuka mata, bahwa kesenangan tidak berasal dari dunia atau apa yang anda ciptakan saja.

  1. Tidak Mau Disalahkan

Terakhir ciri utama yang paling terlihat dari orang melankolis adalah tidak ada kata salah bagi mereka. Orang melankolis cenderung memiliki ide sebelum berbicara, dan mereka akan mengatakan bahwa diri  mereka salah jika semua sudah terbukti dan ada hal yang valid untuk membantah kenyataan bahwa apa yang mereka pikirkan atau mereka katakan cenderung salah. (baca: Psikologi Pendidikan)

Tipe melankolis memang cukup banyak di dunia, namun mereka juga pribadi yang dibutuhkan di lingkungan sosial. Meskipun memiliki hal positif dan juga negatif, tetapi tipe melankolis merupakan bagian dari kehidupan sosial (Baca: Fobia Sosial ).

Sponsors Link
, , , ,




Oleh :