Home » Gangguan Psikologi » Gangguan Disosiatif – Penyebab – Cara Mengatasi

Gangguan Disosiatif – Penyebab – Cara Mengatasi

by Ina

Pernahkah Anda mendengar tentang kepribadian ganda? Seperti yang ada di film film mengenai orang dengan kepribadian ganda, dimana kepribadian satu adalah baik dan kepribadian dua adalah buruk. Gangguan identitas disosiatif atau kepribadian/ multiple personal disorder merupakan suatu kondisi dimana seseorang memiliki dua atau lebih jenis kepribadian.

Orang  dengan gangguan kepribadian memiliki perubahan sikap yang mencolok dan berbeda. Kondisi ini bisa berubah dipicu oleh suatu situasi atau kondisi dan dibawah kendali dari penderita. Gangguan disosiatif identitas tentu merepotkan untuk orang sekitar penderita dan juga merupkan hal yang tidak diinginkan oleh penderita. Pada kondisi yang parah sampai mengakibatkan kerugian pada orang lain, maka gangguan ini harus segeta diatasi dengan para ahli. Berikut ini 0penjelasan lebih mendalam mengenai gangguan disosiatif yang bisa Anda pelajari.

Pengertian

Gangguan disosiatif identitas, yang dikenal juga dengan gangguan kepribadian majemuk merupakan salah satu gangguan jiwa yang berasal dari trauma masa kecil dan remaja. Pengalaman traumatis masa lalu yang cukup ekstrim mampu membentuk dua atau lebih kepribadian seseorang dengan pola pikir, sikap, kepercayaan, dan cara pandang tersendiri. Misalnya ketika pada masa kecil anak memiliki pengalaman kekerasan rumah tangga, kepribadian yang muungkin terbentuk adalah pertama, anak menjadi lebih pendiam, mudah takut, tidak memiliki percaya diri.

Kepribadian kedua yaitu anak membenci sosok laki- laki, anak menjadi kasar, mudah marah, dan bersikap menentang sebagai bentuk pertentang diri dari situasi yang tidak disukainya di masa lalu. Perubahan kepribadian tersebut dapat terjadi secara tiba- tiba apabila ada stimulus situasi yang membuatnya tidak nyaman. Perubahan kepribadian ini memegang kendali penuh atas tubuh individu dan tidak bisa dikontrol.

baca juga:

Penyebab

Penyebab gangguan disosiatif bisa bermacam- macam. Berikut ini adalah faktor yang memungkinkan terbentuknya kepribadian multiple.

  • Kemampuan bawaan untuk memisahkan jenis kepribadian dengan mudah, misalnya kepribadian baik baik saja dia bentuk dalam satu karakter dan sikap yang buruk buruk dia bentuk menjadi satu karakter.
  • Pelecehan seksual atau kekerasan rumah tangga di masa kecil
  • Tidak adanya dukungan dari orang orang disekitarnya, tidak mendapatkan perlindungan yang diinginkan, pengalman buruk masa lalu.
  • Pengaruh yang bersifat keturunan. Gangguan psikologis juga dapat bersifat menurun, apabila terdapat anggota keluarga yang memiliki gangguan maka ada kemungkinan anggota keluarga lain juga. Hal tersebut bisa terjadi dengan faktor pencetus yang berbeda dan juga jenis gangguan yang berbeda.
  • Trauma berkepanjangan di masa lalu, khususnya di masa anak- anak.

Penyebab penyebab terbentuknya kepribadian ganda atau multiple pada intinya merupakan trauma berkepanjangan di masa anak anak. Kurangnya kepedulian orang tua yang tidak mampu menyadari trauma tersebut dan menanganinya sehingga individu mencoba membentuk sosok pribadi lain yang mampu menemani dan memberikan dukungan seperti yang dia inginkan. Maka terbentuklah beberapa kepribadian lain yang memiliki pikiran sikap dan pandangan berbeda.

baca juga:

Gejala

Gejala gejala yang timbul dari orang dengan gangguan disosiatif menunjukkan sikap yang cukup mencolok di antara kelompok sosialnya. Berikut ini gejala gejala yan gmungkin muncul:

  1. Depersonalisasi dan derealisasi

Penderita merasa kesulitan membedakan mana yang nyata dan tidak nyata. Penderita selalu memiliki perasaan tidak nyata dan merasa terpisah dari dirinya sendiri baik secara fisik maupun psikis atau mental. Penderita merasa tidak bisa mengendalikan tubuhnya dan pikiran sendiris ehingga terasa seperti menjadi orang lain yang hanya bisa menonton dirinya sendiri. Penderita merasa tidak menguasai tubuhnya dan pikirannya sendiri sehingga adanya pertentangan dalam diri dan bingung siapa yang asli. Penderita bisa juga menganggap dirinya tidak nyata apabila kepribadian lainnya cenderung sering muncul dan lebih dominan karena faktor pemicu.

  1. Distorsi waktu, amnesia, dan penyimpangan waktu

Penderita mengalami kehilangan waktu dan ketika kembali dalam kesadarannya mereka menemukan sesuatu yang tidak diketahui, ataupun tersadar di suatu tempat yang tidak diketahui karena mereka tidak sadar pergi ke tempat terebut. Hal ini terjadi karena perubahan kepribadian terjadi secara tiba- tiba dan ketika kepribadian tertentu mengambil alih, maka pikiran, tindakan, pandangan, persepsi juga merupakan miliki kepribadian tersebut. Seperti layaknya dua orang atau lebih yang sedang berada di dalam satu tubuh. Ketika kepribadian satu melakukan sesuatu, kepribadian lain tidak bisa mengontrol.

  1. Sakit kepala berlanjutan

Penderita biasanya mengalami sakit kepala yang sering dan juga mendengar banyak suara di keplanya hampir seperti gangguan halusinasi pada skizofrenia. Banyak pikiran yang melintas dan dengan bermacam macam tipe sesuai kepribadian yang terbentuk. Ketika pikiran pikiran dari kepribadian lain terbersit, maka bisa menyebabkan pusing dan bingung pada penderita.

  1. Keinginan bunuh diri

Benntuk kepribadian yang buruk biasanya memiliki sifat buruk yang cenderung merugikan orang lain. Kepribadian ini bisa muncul karena keinginan penderita untuk menjadi lebih kuat dan kokoh agar tidak tidak dapat disakiti. Namun kepribadian yang dibentuk ini menjadi lebih kuat dan mampu mengendalikan tubuh penderita untuk melakukan hal- hal buruk. Beberapa pikiran dari kepribadian yang buruk bahkan mendorong penderita untuk melakukan bunuh diri. Pada kepribadian yang terbentuk dari perasaan takut menunjukkan dirinya sangat lemah dan putus asa seolah tidak bisa menjalani hidup lagi. Maka keinginan untuk bunuh diri bisa benar- benar dilakukan oleh kepribadian ini.

  1. Fluktuasi tingkat kemampuan dan gambaran diri

Berubah ubahnya kepribadian yang muncul atau bertukar. Pemicu tertentu bisa merubah kepribadian yang lain muncul tiba tiba. Ketika kepribadian satu muncul, maka kepribadian lain menghilang begitu juga sebaliknya. Gambaran diri seseorang juga tergantung kepribadian mana yang muncul.

Gambaran diri sepenuhnya mencerminkan bentuk kepribadian yang sedang muncul saat itu. gambaran diri yang berubah ubah memungkinkan orang disekitarnya bingung atau justru menyangka penderita sebagai orang aneh. maka dari itu orang dengan bentuk kepribadian ini sulit sekali diterima di lingkungan sosial dan butuh adanya dukungan.

  1. Perilaku menyimpang: menyakiti diri sendiri atau orang lain

Kepribadian yang cenderung negatif mampu menyakiti diri sendiri ataupun orang lain. Dari sekian banyak kepribadian yang dimiliki, salah satunya merupakan kumpulan dari perasaan atau pengalaman buruk yang membentuk kepribadian buruk yang lebih kuat. Apabila penderita di paparkan pada situasi yang tidak menyenangkan, kepribadian ini bisa mengambil alih dan membalas. Misalnya ada teman yang mengejek, penderita tidak menyukainya. Apabila kepribadian yang muncul setelah pemicu tersebut adalah kepribadian buruk, bisa saja penderita memiliki perilaku kasar. Namun apabila kepribadian yang muncul adalah yang sebaliknya, maka perilaku penderita akan mengurung diri atau menyakiti dirinya sendiri.

  1. Kecemasan berlebihan dan depresi

Individu umumnya merasa cemas yang berlebihan karena penderita terus merasa bingung dalam menjalani aktivitas hariannya. Penderita merasa ingat sebagian aktivitasnya namun juga tidak mampu mengingat sebagian lagi aktivitasnya. Kecemasan juga muncul ketika penderita merasa tidak melakukan sesuatu hal atas namanya, namun hal tersebut memberikan dampak tertentu pada dirinya.

  1. Perubahan mood

Mood penderita bisa berubah ubah sesuai dengan kepribadian mana yang sedang berkuasa. Misalnya lebih mudah parah, panik, menjadi sensitif, menarik diri, atupun lainnya. Mood lebih cepat berubah dengan paparan pemicu tertentu diiringi perubahan kepribadian.

  1. Gangguan ingatan/ memori

Ketika kepribadian satu yang sedang aktif dan melakukan aktivitas, maka kepribadian dua menghilang begitu sebaliknya. Kepribadian satu tidak tahu apa yang dilakukan kepribadian dua sehingga tidak dalam kurun waktu dimana kepribadian satu tidak aktif dia tidak akan ingat apapun. Penderita merasaseperti kehilangan sebagian ingatannya. Aktivitas penderita menjadi terganggu karena tidak ada koordinasi dalam dirinya sendiri.

baca juga:

Cara Mengatasi

Terapi atau penanganan untuk mengatasi gangguan disosiatif ini bisa berlangsung secar kontinu karena tidak mudah untuk dihilangkan. Beberapa jenis terapi disarankan dan dilakukan oleh ahli.

  1. Psikoterapi

Psikoterapi bisa berlangsung selama tiga atau tujuh tahun dengan tujuan menyatukan beberapa kepribadian sehingga menjadi satu yang utuh. Tahapan yang dilakukan biasanya dengan menelusuri penyebab inti trauma di masa allu, kemudian mengatasi trauma dan membantu individu menemukan kepribadiannya yang sebenarnya, kemudian menyatukannya.

  1. Terapi keluraga

Terapi ini dilakukan dengan mengedukasi keluarga terhadap gangguan yang dialami penderita. Keluarga kemudian dilatih untuk mengamati tanda tanda perubahan kepribadian dan juga gejala yang muncul. Keluarga diberikan edukasi untuk memberikan dukungan pada penderita agar apapun bentuk kepribadian yan gmuncul, tidak bersikap menyimpang. Bentuk dukungan seperti ini sangat dibutuhkan untuk penderita dalam membentuk kepribadian aslinya kembali. Terapi keluarga memberikan pemahaman lebih pada keluarga bagaimana cara merawat dan memberi dukungan pada anggota keluarga yang memiliki kepribadian ganda.

  1. Pengobatan

Pengobatan khusus untuk menghilangkkan gangguan disosiatif mungkin tidak ada, namun beberapa pengobatan efektif untuk menekan munculnya kecemasan berlebihan, depresi, sebagai gejala dari gangguan disosiatif. Obat obtan hanya menekan timbulnya gejala namun tidak menyembuhkan.

baca juga:

Penjelasan mengenai gangguan disosiatif diatas memberikan banyak pengetahuan mengenai penyebab, gejala dan cara mengatasinya. Perubahan kepribadian bisa muncul kapan saja akibat trigger atau pemicu tertentu. Apabila dukungan dari orang orang terdekat tetap diberikan secara penuh, maka bentuk kepribadian yang negatif akan bisa ditekan dan bentuk kepribadian asli bisa didorong untuk muncul lebih dominan. Sehingga penderita mampu menguasai dirinya lebih sering dan mampu mempertahankannya.

Dengan begitu, bentuk kepribadian negatif akan terlupakan dan jarang muncul. Keluarga juga perlu lebih peka melihat gejala gejala yang ada dalam perubahan masing masing kepribadian terebut. Maka kepribadian dalam gangguan disosiatif dapat disatukan.

You may also like