Home » Gangguan Psikologi » Fonofobia (Fobia Suara Keras): Pengertian, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Fonofobia (Fobia Suara Keras): Pengertian, Penyebab dan Cara Mengatasinya

by Dwi Agiarti

Fobia merupakan rasa takut yang sangat sulit untuk dikendalikan, bahkan akan berimbas pada beberapa penderita. Mulai dari kesulitan menjalankan aktivitas harian, sulit untuk berkegiatan, sekolah/bekerja jika fobia berkaitan dengan hal tersebut. Termasuk salah satunya jika seseorang takut terhadap suara yang keras atau dikenal dengan nama fonofobia.

Apakah ada fobia seperti itu? Faktanya tentu saja ada. Penderita mengalami kesulitan untuk mendengar suara dengan hertz tinggi serta suara yang keras. Ada banyak penyebabnya dan cara mengatasinya dengan sistem yang berbeda-beda.

Pengertian Fonofobia (Fobia Suara Keras)

Fonofobia merupakan salah satu fobia yang dialami oleh seseorang. Dimana ia akan takut terhadap suara yang keras dan tidak terduga, dan sulit untuk mengendalikan dan mengontrolnya. Dalam pembelajaran manusia, takut terhadap suara keras sering disebut sebagai fonofobia atau sonofobia atau ligyrophobia.

Semua kondisi ini takut pada suara yang keras, bahkan dengan suara yang dikeluarkan oleh diri sendiri. Selain itu, jika seseorang menderita fonofobia maka kebenciannya bukan sekedar tidak suka, atau kurang nyaman mendengarnya. Namun lebih ke arah cemas, kurang nyaman, takut, dan panik secara berlebihan.

Fobia ini masuk kedalam tipe ekstrim dan juga tidak rasional. Sehingga wajar jika seorang penderita fonofobia kesulitan dalam mengelola emosi jika mendengar suara yang tinggi. Ditambah lagi, objek atau fobia ini tidak akan melihat area dan tempat. Kecemasan bisa terjadi dimana saja dan kapan saja.

Gejala Fonofobia (Fobia Suara Keras)

Setelah memahami pengertian dari fonofobia, maka selanjutnya adalah gejala yang akan dialami oleh seseorang yang didiagnosa sebagai penderita fonofobia. Berikut penjelasannya:

Fisik

  • Jantung berdebar kencang
  • Nafas sesak dan beberapa kondisi nafas pendek hingga kesulitan untuk bernafas normal dalam jangka pendek/panjang
  • Mual dan muntah
  • Rasa pusing yang melanda selama suara keras terdengar
  • Sulit mengendalikan pikiran yang berdampak pada kondisi tubuh seperti keringat dingin, telapak tangan dan kaki berkeringat hebat
  • Sulit tidur hingga insomnia karena terbayang akan terkejut suara keras/kaget akan suara keras

Non Fisik

  • Panik saat mendengar atau mulai mendengar suara yang keras
  • Kurang nyaman hingga menimbulkan kondisi gelisah saat mendengar suara yang keras
  • Terkejut, rasa trauma karena takut dan terkejut
  • Fikiran tidak jernih, ingin segera pergi dari termpat terdengar suara tanpa memperhatikan kondisi dan lingkungan sekitar
  • Sulit mengendalikan diri dan memberikan sugesti pada diri akan isu dan masalah tersebut

Penyebab Fonofobia (Fobia Suara Keras)

Lalu apa saja penyebab dari fonofobia? Sebenarnya ada beberapa penyebab walaupun belum dapat dikatakan penyebab pasti. Namun berdasarkan kondisi beberapa penderita ada penyebab yang dapat dikenali:

  1. Tertekan

Hal pertama adalah tekanan dan rasa stress kronis yang terjadi akibat suara. Mereka yang mengalami lingkungan kurang nyaman, dimana mereka selalu mendengar suara keras dan memaksakan diri untuk melakukan itu pada akhirnya menjadi stress dan tertekan. Tertempa suara keras berulang-ulang dimana telinga dan diri sendiri tidak dapat mentoleransi namun tetap menahannya sering berakhir buruk bahkan menjadi fonofobia.

2. Trauma

Selanjutnya adalah trauma, dimana penderita mengalami hal buruk dan juga rasa kurang nyaman. Mereka seringkali trauma akan suara keras dan juga kondisi tertentu. Misalnya mereka mengalami hal buruk saat mendengar suara keras benturan/tabrakan, bisa juga karena ambulan. Sehingga tingkat stress dan tekanan akan suara menjadi tinggi, dan berakhir pada fobia.

Selain penyebab diatas, cara mengatasi trauma sosial ada juga yang menjelaskan bahwa kerentanan biologis umum memberikan alarm palsu atau peringatan palsu akan hal yang berkaitan dengan ketakutan. Begitu juga kecemasan dan juga rasa kurang nyaman saat mendengar suara yang keras dan menjengit atau menyakitkan.

Sehingga dalam ilmu psikolog mereka yang mengalami gejala tersebut belum langsung masuk dan didiagnosa sebagai fonofobia, namun bisa saja terjadi dan berimbas pada fonofobia jika sudah dalam kondisi buruk.

Cara Mengatasi Fonofobia (Fobia Suara Keras)

Setelah memahami mengenai penjabaran terkait fonofobia. Lalu bagaimana cara mengatasi fobia suara keras dengan tepat? Kita akan bahas mengenai Fonofobia (Fobia Suara Keras): Penyebab dan Cara Mengatasi.

  1. Profesional

Cara pertama jelas tidak dapat dilakukan sendiri, atau menggunakan cara-cara berbahaya diluar medis. Paling aman jelas dengan menggunakan cara profesional. Penderita yang sudah memiliki gejala wajib berkunjung ke konsultasi psikologi untuk memastikan diagnosa, namun disisi lain jika sudah mendapatkan diagnosa akan lebih baik lagi.

Penderita bisa berkunjung ke psikiater/psikolog untuk mendapatkan pengobatan yang tepat dan sesuai. Ada beberapa metode untuk  yang bisa dilakukan selama berkonsultasi dengan profesional:

  • Hubungan Terapeutik

Cara ini dilakukan saat sesi pertama yang membangun aliansi terapeutik dan ikatan yang baik. Dengan begitu pasien akan yakin dan merasa berada di lingkungan, dimana ia menghadapi hal yang kompleks namun tetap bisa menjaga hubungan dengan profesional yang menanganinya. Misalnya saja menciptakan situasi yang keras dan berat, namun tetap terhandle dengan baik.

  • Proses terapeutik

Proses terapeutik yang mungkin menimbulkan rasa traumatis. Dimana pasien akan menghadapi hal yang kurang nyaman dikarenakan mereka tidak mendapatkan alat yang diperlukan untuk menghadapi kondisi ketakutan tersebut. Sehingga respon juga mulai meningkat dan diharapkan rasa takut dan fobia turun sedikit demi sedikit.

  • Pekerjaan terapeutik

Diharapkan untuk dapat memberi pasien alat yang membantu mengurangi rasa kecemasan. Misalnya penderita akan diajarkan relaksasi dan menemukan cara stimulus serta penanganan yang tepat. Selain beberapa cara diatas, fobia harus dilawan dari diri sendiri.

Cara mengatasi trauma ini paling ampuh dan paling tepat, karena datang dari kesadaran diri. Jangan sampai terus menerus kabur dari isu dan poin utama yang menyebabkan ketakutan kita semakin luas dan meluas. Sedangkan memaksakan diri untuk hal tersebut juga tidak baik, penanganan dan toleransi masing-masing orang berbeda.

Jangan sampai memaksakan diri dan memperburuk diri hingga timbul rasa stress. Minta pendampingan dan dukungan keluarga, orang yang disuka untuk bisa mendapatkan solusi terbaik dari kondisi penderita.

  1. Hindari Suara Keras Disengaja (Musik, Konser, Suara Pertengkaran)

Selanjutnya cara mengatasi fobia keramaian dan fonofobia dengan menghindari suara yang bisa memicu fobia dan rasa takut tersebut muncul. Selain itu, Jika memang dirasa ingin beradaptasi usahakan untuk memulai dari level yang paling mudah. Misalnya usahakan mendengar musik dengan tingkatan level. Setelah itu jika dirasa sudah bisa beradaptasi, tidak ada rasa panik dan cemas maka naik ke tingkat selanjutnya.

Suara apapun bisa digunakan sebagai latihan, selama suara keras yang dimaksud bukanlah suara keras yang berbahaya dan hal negatif. Misalnya suara pertengkaran, suara teriak masa, konser musik karena terlalu kencang dan suara negatif lain.

You may also like