Home » Gangguan Psikologi » Gangguan Kepribadian Paranoid – Gejala

Gangguan Kepribadian Paranoid – Gejala

by Khanza Savitra

Gangguan kepribadian paranoid atau GKP merupakan jenis gangguan kepribadian eksentrik yang mana membuat penderitanya akan terus memiliki rasa curiga dan tak percaya kepada orang lain di sekitarnya. Paranoia lama kelamaan akan menjadi delusi saat pemikiran serta keyakinanya menjadi tidak rasional. Sehingga membuat apapun hal yang anda lakukan untuk meyakinkan penderita ini akan sia-sia saja.

baca juga:

Belum diketahui pasti apa yang menjadi penyebab dari GKP ini. Namun kebanyakan berpikir penyebabnya dapat merupakan kombinasi psikologis dan biologis. Biasanya gangguan kepribadian ini akan sering terjadi pada seseorang yang memiliki keluarga penderita schizoprenia. Selain itu, pengalaman di masa awal anak anak serta trauma emosional dan fisik juga menjadi penyebab dari GKP. Biasanya ini terjaid pada anak-anak yang tumbuh dengan didikan yang penuh dengan ancaman. Perilaku orang tua yang cenderung kasar, berantakan serta merendahkan akan sangat mempengaruhi pembentukan dari karakteristik gangguan anak di kedepannya. Nah berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai gangguan kepribadian paranoid. (baca juga: Cara Mendidik Anak Usia 2 Tahun)

Gejala-Gejala

Berikut ini beberapa gejala-gejala yang mudah terlihat pada gangguan kepribadian paranoid:

  • Memiliki rasa khawatir jika orang lainnya memiliki motif tersembunyi.
  • Ekspetasi jika mereka akan digunakan (eksploitasi) oleh orang lain.
  • Sering merasa ragu pada komitmen, kesetiaan, serta kepercayaan orang lain. Selalu takin jika orang lain akan menipu mereka.
  • Merasa enggan untuk bercerita kepada orang lain. Merasa enggan untuk mengungkapkan informasi pribadia mereka dikarenakan rasa takut yang dimilikinya jika informasi tersebut digunakan melawan mereka.
  • Hipersensitif, menerima kritik dari orang lain dengan buruk. (baca juga: Ciri-Ciri Kepribadian Ganda)
  • Tidak mampu memaafkan serta menyimpan dendam kepada orang lain.
  • Menangkap serangan pada karakter yang mungkin tidak tampak pada orang lain umumnya. Biasanya mereka akan bereaksi dengan marah serta cepat membalas.
  • Memiliki rasa curiga yang terus berulang.
  • Terisolasi secara sosial.
  • Membaca makna tersembunyi dari segala pernyataan biasa yang diungkapkan orang lainnya.
  • Biasanya bersikap dingin serta jauh dari hubungan dengan orang lain.
  • Tidak bersahabat dan keras kepala.
  • Tidak merasa kelekatan. (baca juga: Pengertian Minat Menurut Para Ahli)

Baca juga:

Cara Mengatasi Gangguan Paranoid

Untuk mengatasi gangguan paranoid ini, ada dua pengobatan yang bisa anda lakukan yaitu medikasi dan psikoterapi. Berikut ini penjelasan mengenai dua pengobatan tersebut.

1. Medikasi

Sama seperti gangguan kepribadian lainnya, memang tidak ada obat-obatan yang dapat langsung menyembuhkan gejala gangguan kepribadian ini. Namun penggunaan obat-obatan akan diberikan bila penderita memiliki gangguan kecemasan seperti diazepam (pada batasan waktu tertentu), penggunaan haloperidol dan thioridazine sebagai anti psikotik untuk mengurangi tingkat delusi dan agitasi pada pasien.

2. Psikoterapi

Gangguan kepribadian paranoid juga bisa diatasi dengan melalui psikoterapi yang dilakukan oleh terapist. Hal yang perlu diperhatikan dalam menjadi terapis pada penderita gangguan kepribadian ini tentunya adalah dengan menjaga sikap, perilaku, serta pembicaraannya sehingga membuat pendeirta gangguan kepribadian tidak menaruh rasa curiga berlebih.

baca juga:

Terapi yang biasanya digunakan adalah CBT (Cognitive Behavioral Therapy), umumnya terapi ini memang akan membantu individu untuk bisa mengenal sikap serta perilaku tidak sehat yang dimilikinya. Selain itu akan pula membahas terkait kepercayaan dan pikiran negatif serta membantu mengembalikan semua hal tersebut secara positif. Dalam terapi kelompok CBT, seseorang akan dilatih untuk bisa mampu menyesuaikan diri dengan orang lainnya. Berusaha untuk saling mneghargai serta mengenal cara berpikir dari orang lain secara positif. Terlebih lagi dalam mengontrol emosi dan amarahnya sehingga individu tersebut dapat membuat hubungan interpersonal yang lebih baik lagi.

Namun tentu saja pengobatan-pengobatan tersebut tidak akan berhasil tanpa dilakukan pengobatan di rumah oleh keluarga dan kerabatnya. Penderita paranoid biasanya cenderung utnuk menaruh ketidak percayaan serta rasa curiga kepada orang lain. Sehingga butuh bantuan dari keluarga sebagai motivasi yang dapat membantu pasien menyembuhkan gangguan yang dideritanya. Semoga penjelasan diatas dapat bermanfaat untuk anda.

baca juga:

You may also like