Sponsors Link

10 Cara Menghentikan Diri Untuk Menyalahkan Diri Sendiri

Sponsors Link

Ketika orang lain menyalahkan diri Anda, maka Anda akan merasa bersalah dan menjadi sangat kepikiran. Memang sebagian orang adalah mereka yang tidak suka menanggapi pendapat orang lain, namun sebagian lain adalah tipe orang yang suka memikirkan pendapat orang lain. Ikut menyalahkan diri sendiri adalah sesuatu yang sangat menguras tenaga dan pikiran kita.

ads

Padahal ada beberapa hal yang bisa kita lakukan daripada hanya memikirkan pendapat orang lain saja. Jika memang Anda termasuk ke dalam tipe orang yang sering menyalahkan diri sendiri, maka simak cara-cara berikut sebagai tips menghentikan diri Anda untuk menyalahkan diri sendiri.

  1. Mengenali apa yang terjadi

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mengenali segala hal yang terjadi sebab kesadaran adalah kunci utama dari sebuah penyelesaian. Jika Anda kurang memahami apa yang sebenarnya terjadi, maka Anda pun tak bisa mencari solusi untuk memperbaikinya.

Mulailah untuk bertanya pada diri Anda sendiri mengenai apa yang sedang pikirkan sekarang dan keadaan apa yang sedang terjadi untuk menghindari ciri-ciri depresi ringan atau tanda-tanda stress. Belajarlah untuk tidak menyalahkan diri Anda sendiri, lalu menyadari segala sesuatu yang terjadi kemudian pikirkan cara untuk memperbaikinya.

  1. Maafkan diri Anda

Saat Anda sibuk menyalahkan diri sendiri, maka Anda akan menemui kesulitan untuk memperbaiki masalah Anda. Oleh karena itu, maka Anda perlu memaafkan diri Anda sendiri. Jika hal ini tidak segera Anda lakukan, maka Anda akan terus menyalahkan diri Anda. Anda hanya perlu mengakui masalah yang terjadi dan dengan tegas katakan bahwa Anda bersedia memaafkan diri Anda sendiri.

Dengan melakukan hal ini, Anda akan merubah energi negatif menjadi energi positif sehingga memungkinkan Anda untuk senantiasa bergerak maju. Anda hanya perlu mengatakan dengan tegas bahwa Anda sudah memaafkan diri Anda sendiri, dan sisanya biarkan semesta yang melakukannya.

  1. Mulailah proaktif untuk diri Anda sendiri

Hindari untuk mengungkapkan suasana hatimu kepada orang lain dan mulailah untuk memegang kendali. Berhentilah untuk menempatkan diri Anda menjadi korban sebab hal ini akan menyebabkan Anda menjadi lebih mudah tersinggung, cepat sekali marah, sering menyalahkan orang lain dan lebih suka mengeluh. Menjadi lebih proaktif memang sulit, namun mulai membiasakan diri bukanlah hal yang sulit. Pertama, cobalah sadar bahwa setiap manusia memiliki kekurangan.

Jangan hanya mampu menerima kekurangan orang lain, namun tidak menyadari kekurangan diri Anda sendiri. Selanjutnya, mulailah untuk memperbaiki masalah perlahan dan jangan memaksakan diri Anda untuk cepat berubah. Biasakanlah diri Anda untuk menjadi proaktif pada diri Anda sendiri dan belajar untuk melihat dunia dengan berbagai pandangan agar kedewasaan semakin tumbuh dalam diri kita sendiri.

  1. Berhenti menyalahkan keadaan dan move on

Anda harus menyadari bahwa segala sesuatu yang terjadi mungkin tak selalu berjalan sesuai dengan rencana. Kegagalan mungkin akan selalu terjadi dan akan membuat seseorang merasa frustasi dan akhirnya depresi. Terkadang seseorang akan mencari sesuatu untuk disalahkan dan dijadikan sebagai alasan. Oleh karena itu, daripada harus terlalu sibuk menyalahkan keadaan, Anda perlu untuk berinstropeksi diri.

Apa benar Anda sudah menyelesaikan maslaah dengan baik? Apa benar pilihan Anda sudah diputuskan dengan baik? Hal yang harus Anda lakukan adalah segera bangkit dan move on! Sebab memikirkan masalah dan terus menyalahkan akan membuat Anda memperlihatkan tanda-tanda depresi dan keadaan akan menghambat masa depan Anda.

  1. Buat rencana secara matang

Realitas agaknya menjadi sesuatu yang menjengkelkan sebab dia ditempatkan pada hal-hal yang tak sesuai dengan keinginan. Maka dari itu, terkadang ketika segalany terjadi di luar rencana, maka realitaslah yang paling banyak disalahkan. Anda sudah merasa bahwa Anda telah melakukan hal yang terbaik, namun Anda tidak ditakdirkan untuk mendapatkannya.

Namun, sebelum Anda menganggap bahwa kegagalan adalah realitas,cobalah untuk menganalisa apakah rencana yang sudah Anda buat adalah rencana yang benar-benar  matang.

  1. Temukan lalu manfaatkan kesempatan dengan baik

Tanpa Anda sadari bahwa Anda sering melewatkan banyak sekali kesempatan yang datang. Saat rencana sudah Anda susun dengan matang, namun seringkali Anda mengatakan bahwa tidak ada kesempatan lagi untuk mewujudkannya. Padahal terkadang Anda telah banyak melewatkan kesempatan yang datang.

Kesempatan pada umumnya mungkin memang datang sendiri, namun Anda juga harus aktif dalam mencari. Bila Anda tidak memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya, maka Anda akan merasa bersalah secara terus menerus.

  1. Jangan mudah menyerah

Selain menghindari untuk menyalahkan keadaan, janganlah suka menyerah dengan keadaan. Sebab musuh utama Anda adalah bukan dari luar melainkan dari diri Anda sendiri. Rintangan yang paling berat yaitu rasa mudah menyerah yang timbul dari Anda sendiri.

Sepeti halnya Anda yang bisa mengambil banyak jalan untuk mencapai tempat kencan, maka Anda juga memiliki banyak cara untuk mewujudkan impian. Sudah banyak kisah-kisah orang sukses yang berawal dari kegagalan, mereka malah dapat mewujudkan apa yang mereka impikan.

Dengan tidak mudah menyerah dan menghentikan diri untuk terus menyalahkan keadaan, maka Anda akan mulai berhenti untuk menyalahkan diri Anda sendiri. Peliharalah pengetahuan Anda akan cara mengatasi anxiety disorder, cara menghilangkan kecemasancara mengatasi psikologis terganggu,  cara menghilangkan ketakutan berlebihan atau metode lain agar meminimalisir upaya Anda untuk menyalahkan diri sendiri.

  1. Jangan memperdulikan omongan orang

Saat orang lain meremehkan atau menyepelekan Anda, hal ini mungkin akan membuat Anda mendapatkan perasaan yang buruk. Bahkan hal ini akan mengurangi rasa percaya diri Anda sehingga Anda semkain menyalahkan diri Anda sendiri. Padahal sebenarnya memang seperti itulah dunia. Sekeras apapun Anda melakukan hal-hal yang positif dan berguna, orang lain akan tetap saja mencari kesalahan dan terus berkomentar. Sekuat dan sekeras apapaun usaha Anda, orang lain pasti ada yang tidak suka.

Tetapi, rasa disepelekan dan diremehkan tergantung pada dirimu sendiri. Jika Anda dengan tegas memutuskan untuk tidak peduli, langkah akan tetap tegap meski caci maki menerjang di kanan kiri. Perhatikan pula cara memelihara kesehatan mental anak agar anak nantinya tidak menyalahkan dirinya sendiri.

  1. Terima kekurangan diri

Sekali kali lagi ditekankan, kegagalan-kegagalan yang terjadi bukanlah sepenuhnya berasal dari kesalahan-kesalahan Anda. Hindari untuk memperparah keadaan dengan membandingkan diri Anda sendiri. Kenapa saya tidak seperti dia? Kenapa saya harus melakukan hal tersebut? Jika saya menjadi dia mungkin masalahnya tidak akan seperti ini. Perbandingan-perbandingan seperti ini bukanlah sebuah solusi. Jangan terus menerus menyalahkan diri Anda sendiri. Belajarlah menerima kekuarangan diri sendiri lalu memaafkannya.

  1. Segera rubah keadaan

Setelah Anda dapat memaafkan diri Anda sendiri dan tidak menyalahkan segala hal yang terjadi, maka segeralah merubah keadaan. Tanpa Anda yang merubahnya, keadaan tidak akan pernah berubah. Tidak ada perencanaan yang matang hanya sekali mengedipkan mata. Akan tetapi sebagai manusia, Anda punya kekuatan daya dan upaya untuk merubah keadaan yang terjadi.

Segala keadaan bisa Anda rubah, apabila Anda tidak menyukai keadaan Anda sekarang, Anda bisa berpindah atau merubah keadan tersebut. Anda bukanlah makhluk yang tidak bisa merubah takdirnya sendiri. Apapun yang terjadi, Anda selalu memiliki pilihan menjalani dan menghadapi kehidupan Anda sendiri. Anda yang mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada Anda.

Demikian cara menghentikan diri untuk menyalahkan diri Anda sendiri. Setelah kita mengetahui seperti psikologi perkembanganpsikologi olahragapsikologi sosialpsikologi faalpsikologi forensik, dan psikologi lain, kita juga sudah mengetahui cara mengendalikan diri untuk tidak menyalahkan diri sendiri. Apapun itu, menyalahkan diri sendiri bukanlah suatu solusi. Semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, , , ,




Oleh :
Kategori : Ilmu Psikologi