Sponsors Link

Regulasi Emosi Dalam Psikologi (Pengertian, Tata Cara, Penerapan)

Sponsors Link

Di dalam psikologi, kita mengenal yang namanya emosi, gangguan mental yang paling berbahaya ini sebenarnya pengertian emosi itu sendiri adalah rasa amarah serta rasa kecewa yang terlalu dalam sehingga kita mengekspresikannya dalam sebuah cara tertentu. Nah, untuk emosi ini sebenarnya ada keterkaitan juga dengan sebuah hal yang dinamakan dengan regulasi emosi.

ads

Sebenarnya apa sih regulasi emosi dalam psikologi itu? Untuk yang masih belum paham mengenai pengertiannya, kita akan membahas mengenai hal- hal yang berkaitan dengan regulasi emosi. Regulasi emosi jika kita artikan merupakan sebuah kapasitas untuk bisa mengontrol dan juga menyesuaikan hal- hal yang biasanya timbul pada tingkat intensitas diri kita sendiri.

Cara ini bisa berkaitan dengan pencapaian diri yang memiliki tujuan tertentu. Untuk regulasi emosi sendiri jika kita ketahui bisa terdiri dari sebuah hal- hal yang berhubungan dengan emosi dan juga sebuah reaksi fisiologis dan juga kognisi dengan hal- hal yang berhubungan dengan emosi (Shaffer, dalam anggraeniy, 2014).

Di sisi lain pengertian regulasi emosi dijelaskan juga oleh gross, 2007. Dimana pengertiannya merupakan strategi yang bisa dilakukan secara sadar maupun tidak sadar untuk bisa mempertahankan dan juga memperkuat atau bisa juga Mengurangi satu atau lebih dari aspek dari respon yang ada di dalam emosi diri kita, sehingga kita bisa lebih mempertahankan emosi agar bisa merasa positif. Selain itu ada juga orang yang bisa Mengurangi emosi yang positif.

Baca juga :

Aspek Regulasi Emosi

Kita mengenal beberapa aspek regulasi emosi dalam psikologi yang biasa diterapkan di dalamnya, misalnya dalam kemampuan diri kita untuk bisa mempertahankan emosi seseorang. Misalnya:

  • Startegis to emotion regulation
    Dalam hal ini regulasi emosi bisa berkaitan dengan hal yang mengatasi suatu masalah yang di dalamnya memiliki dasar kemampuan agar bisa menemukan sebuah cara agar bisa Mengurangi emosi negative yang bisa menenangkan diri kita agar bisa kembali yang berlebihan.
  • Control emotional response
    Dalam kemampuan individu yang bisa mengontrol sisi emosi di dalam diri kita yang merasakan dengan sebuah respon dan juga hal yang ditampilkan dan dirasakan, musalnya hal yang berkaitan respon fisiologis, nada suara dan juga tingkah laku yang ditunjukkan oleh orang lain. Sehingga dimana diri kita juga merasakan sisi emosi yang bisa menunjukkan sisi sifat yang berlebihan.
  • Engaging in goal directed behavior
    Dalam hal ini kita berbicara mengenai kemampuan seseorang yang bisa terpengaruh oleh sisi emosi di dalam diri kita, sehingga bisa jauh lebih berfikir dan juga melakukan sesuatu hal yang baik yang negative maupun hal hal positif.

Tata Cara Dalam Regulasi Emosi

Beberapa peneliti juga mengungkapkan mengenai hal- hal yang berkaitan dengan tata cara untuk mengemukakan dan juga tahapan sebuah regulasi emosi.


  • Pemilihan cara mengatasi emosi di dalam diri
    Dalam hal ini adanya situasi yang berkaitan dengan pertimbangan dan juga adanya manfaat yang diketahui dalam jangka panjang bisa kita kaitkan dengan hal- hal secara alamiah. Misalnya saja dalam pemilihan dan juga peningkatan yang tergantung dengan diri sendiri. adanya situasi yang diharapkan juga bisa kita lihat dari kebiasaan dan juga kepribadian diri kita untuk mengatasi dan mengetahui tata cara penerapan regulasi emosi.
  • Modifikasi situasi
    Untuk tata cara yang satu ini bisa membentuk diri kita untuk bisa menjadi hal- hal yang kita inginkan, misalnya melakukan segala hal mengenai penerapan yang bisa secara langsung dilakukan. Untuk modifikasi yang satu ini juga sisi emosi menjadi lebih teralihkan lagi.

Baca juga:

Penerapan

Dalam penerapan regulasi emosi kita bisa melihat mengenai hal- hal yang menjadi faktor terbaik yang bisa kita lakukan, salah satunya ketika terjadi dengan individu lainnya, sehingga perlu mengatur dari keberadaan dan juga kondisi yang ada di dalam diri kita.

Beberapa hal yang mempengaruhi adanya regulasi emosi dalam psikologi juga bisa dipengaruhi dengan faktor lingkungan serta penerapan self control dalam modifikasi perilaku, dimana untuk yang satu ini kita bisa melihat sisi psikologi lingkungan yang ada di dalamnya. Misalnya dalam kehidupan bermasyarakat dan juga kondisi yang bisa mempengaruhi emosi dan juga perkembangan yang ada di dalam diri kita. Untuk yang berikutnya adalah dengan adanya pengalaman.


Nah, pengalaman yang satu ini bisa dilihat dari seberapa lama kita memiliki referensi bagi setiap individu yang bisa memperlihatkan emosi di dalam diri kita. Yang berikutnya harus kita perhatikan juga mengenai pola asuh yang dimiliki, hal tersebut juga bisa berkaitan dengan rasa memanjakan dan rasa acuh tidak acuh yang adalah rasa kasih sayang yang ada di dalam diri kita, dalam bentuk pola asuh yang satu ini juga bisa sangat mempengaruhi perkembangan emosi yang dikembangkan dalam individu.

Kemudian yang perlu dilakukan lagi adalah mengenai pemberian kesan emosi pada diri seseorang, misalnya dengan adanya rasa takut dan juga sikap diri kita yang memiliki rasa waspada yang berlebihan, serta mempengaruhi juga adanya kondisi emosional yang ada di dalam diri kita.

Dalam penerapan lainnya yang perlu anda perhatikan mengenai adanya rasa traumatic, atau rasa pengelaman yang ada di dalam diri kita, hal ini bisa berkaitan dengan kejadian dan juga kesan traumatis yang ada di dalam diri kita, sehingga secara tidak langsung akan mempengaruhi perkembangan emosi anak juga nantinya bisa sangat mempengaruhi dari sisi emosional yang ada di dalam diri kita.

Baca juga:

Regulasi emosi dalam psikologi inilah yang memang harus kita pelajari dengan tepat, karena harus kita ketahui juga tanda- tanda stres bahwa setiap orang memiliki sisi emosinya yang berbeda- beda. Ada yang memang bisa mengontrolnya dengan baik, namun juga ada seseorang yang sulit mengontrol dan melakukannya regulasi emosinya dengan baik.

Seringkali juga kita temui hal- hal seperti ini di lingkungan kita, bahwa setiap orang belum tentu memiliki kemampuan emosi yang bisa digunakannya dengan baik. Sehingga mau tidak mau hal tersebut juga kembali lagi pada pikiran kita masing-masing. Dimana kita memiliki rasa atau kemampuan yang akan membuat kita jauh lebih baik jika menyesuaikannya dengan diri kita sendiri serta keadaan yang tidak akan menyertakan kita juga nantinya.

Sponsors Link
, ,