Sponsors Link

10 Komponen Dalam Kognisi Untuk Membentuk Pengetahuan

Sponsors Link

Kognisi merupakan keyakinan seseorang mengenai sesuatu yang diperoleh dari proses berpikir mengenai seseorang ataupun sesuatu. Proses tersebut dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan dan memanipulasi mengenai pengetahuan lewat kegiatan mengingat, memahami, menganalisa, menilai, membayangkan, menalar dan juga berbahasa sehingga nantinya bisa menghasilkan manfaat berpikir positif.

ads

Kemampuan kognisi sendiri umumnya diartikan sebagai intelegensi atau kecerdasan dan terdapat banyak bidang yang mempelajari tentang kognisi ini seperti filsafat, psikologi, komunikasi, neurosains dan juga kecerdasan buatan. Sedangkan komponen dalam kognisi untuk membentuk pengetahuan ini terdiri dari beberapa jenis seperti yang akan kami berikan berikut ini.

Pengertian Kognisi

Istilah kognisi diambil dari bahasa Latin yakni cognoscere dengan arti mengetahui. Kognisi juga bisa diartikan sebagai pemahaman pada pengetahuan atau kemampuan dalam memperoleh sebuah pengetahuan. Istilah ini digunakan filsuf untuk mengetahui pemahaman pada cara agar selalu berpikir positif pada manusia. Plato dan Aristoteles sudah mengemukakan tentang kognisi sebab salah satu tujuan dari filsafat adalah untuk memahami semua gejala alam lewat pemahaman dari manusia tersebut.

Kognisi juga bisa diartikan sebagai sebuah proses mental sebab kognisi juga mencerminkan pemikiran dan tidak bisa diamati secara langsung.

Untuk itu, kognisi tidak bisa diukur langsung tetap lewat perilaku yang diperlihatkan dan bisa diamati. Sebagai contoh, kemampuan seorang anak agar bisa mengingat angka dari 1 hingga 20, kemampuan untuk menyelesaikan sebuah teka teki, kemampuan untuk menilai perilaku yang patut dan tidak untuk diimitasi.

Fungsi Kognisi Untuk Membentuk Pengetahuan

Dalam dunia psikologi, belajar tentang psikologi kognitif sangatlah penting sebab peran kognisi dalam diri manusia merupakan proses mental atau pikiran yang memegang peran penting dan paling dasar bagi psikologi manusia. Selain itu, pandangan psikologi kognitif bisa mempengaruhi banyak bidang psikologi lainnya seperti pendekatan kognitif yang banyak digunakan dalam psikologi konseling, psikologi konsumen dan masih banyak lagi.

Lewat beberapa prinsip kognisi, seseorang nantinya bisa mengelola informasi dengan lebih efisien dan lebih terorganisir dengan sangat baik.

Komponen Dalam Kognisi Untuk Membentuk Pengetahuan

Dalam kognisi untuk membentuk pengetahuan dilihat dari konsep psikologi, maka terdapat beberapa komponen komponen seperti yang akan kami berikan berikut ini.

  1. Konsep

Konsep merupakan representasi mental dan konsep termasuk dalam kategori mental memori dalam psikologis yang dikelompokkan dalam sejumlah objek, aktivitas, hubungan, abstraksi ataupun kualitas yang mempunyai kesamaan properti seperti contohnya biru, merah dan kuning yang merupakan contoh dari konsep warna dan contoh lainnya adalah pelung, jago, kate yang merupakan contoh konsep dari ayam.

  1. Konsep Dasar

Konsep dasar atau basic concept merupakan sebuah konsep yang mempunyai jumlah contoh sedang atau moderate dan lebih mudah untuk didapatkan dibandingkan dengan konsep yang mempunyai contoh yang lebih sedikit atau sebaliknya yakni lebih banyak.

Sebagai contoh, buah durian akan lebih sederhana dibandingkan dengan konsep buah sebab buah mempunyai jumlah objek yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan durian yang spesifik. Contoh berikutnya adalah komik lebih sederhana dibandingkan konsep buku sebab konsep buku lebih abstrak dan juga luas serta bermacam objeknya dibandingkan dengan komik.

Sponsors Link

  1. Proporsisi

Proporsisi merupakan unit yang mempunyai arti dan juga terbentuk dari berbagai konsep dan menggambarkan ide yang utuh. Proporsi merupakan komponen dalam kognisi yang menggambarkan banyak macam pengetahuan. Sebagai contoh, Sandi memelihara ayam jago atau menggambarkan keyakinan jika ayam jago merupakan ayam petarung.

  1. Ingatan

Ingatan juga masuk ke dalam komponen kognisi atau teori belajar kognitif untuk membentuk pengetahuan yakni kemampuan untuk mengingat informasi atau pengetahuan dengan cara membaca akan jauh lebih lama dibandingkan dengan mendengar.

Membaca membutuhkan pikiran atau otak sehingga akan bekerja lebih keras untuk memahami sebuah pengetahuan kemudian menyimpan informasi tersebut dibanding dengan mendengar yang hanya menggunakan telinga sehingga lebih mudah dihafal bahkan tanpa diikuti dengan pemahaman.

  1. Kematangan Biologis

Kematangan biologis menjadi salah satu komponen penting dalam kognisi untuk membentuk pengetahuan. Kematangan nantinya akan berpengaruh pada bagaimana seseorang bisa memahami sebuah pengetahuan dan untuk proses pematangan biologis ini umumnya akan dikendalikan oleh gen.

Setiap gen akan memperlihatkan aksi secara perlahan dan akan terlihat sebagai sesuatu yang sudah diprogram secara genetis. Hal ini umumnya akan diwarisi dari orang tua anak yang bersangkutan.

ads

  1. Aktivitas Fisik

Tidak hanya banyak peran kognisi dalam perkembangan bahasa, namun perkembangan kognisi juga dipengaruhi dengan aktivitas fisik khususnya dalam perkembangan kognisi anak. Pada saat seseorang sudah mulai melakukan berbagai gerakan fisik dan beraktivitas cukup banyak, maka secara tidak langsung juga akan meningkatkan kemampuan belajar untuk memahami sebuah pengetahuan.

Saat seseorang melakukan aktivitas fisik dan berinteraksi dengan lingkungan khususnya pada anak, maka eksplorasi juga akan terjadi sehingga uji coba akan terjadi, mengamati dan juga mengkoordinasikan informasi yang didapatkan.

  1. Ekuilibrasi

Ekuilibrasi atau penyeimbangan juga merupakan komponen dalam kognisi untuk membentuk pengetahuan. Penyeimbangan bisa terjadi pada saat seseorang secara terus menerus memproses informasi yang baru didapat lalu memeriksa informasi atau pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya.

Saat sebuah informasi baru memiliki perbedaan dengan informasi lama, maka orang tersebut juga harus menyeimbangkan sehingga bisa menentukan informasi mana yang paling tepat sehingga struktur pengetahuan atau psikologi kognitif seseorang masih bisa diubah ubah dan bisa disesuaikan dengan informasi yang baru didapat.

  1. Keterampilan Berpikir

Keterampilan berpikir atau thinking skills yang merupakan satu dari macam macam bakat melibatkan manipulasi dan juga perubahan informasi pada memori otak. Manusia akan berpikir untuk membentuk sebuah konsep, berpikir kritis, alasan, membuat keputusan dan juga berpikir kreatif untuk memecahkan masalah. Berpikir bisa dibedakan menjadi penalaran atau reasoning. Penalaran merupakan pemikiran logis yang memakai metode induksi dan deduksi untuk memperoleh atau menarik sebuah kesimpulan.

Berpikir dan nalar merupakan dua hal yang menjadi pembeda antara manusia dengan makhluk lain. Keterampilan berpikir biasanya diarahkan untuk memecahkan masalah dan ini digambarkan sebagai upaya eksplorasi banyak model pembelajaran supaya nantinya bisa lebih baik dan memuaskan.

Keterampilan berpikir dan nalar bisa digunakan dengan maksimal supaya bisa hidup adaptif. Terkadang sebuah model bisa mendorong seseorang untuk berpikir lebih jauh atas dasar informasi perseptual yang didapat dari lingkungan dan bisa mengantisipasi hasil tanpa lewat perlakuan mencoba salah atau trial and error.

Secara umum, keterampilan berpikir bisa diklasifikasikan dalam 4 tipe yakni berpikir kreatif atau creative thinking, berpikir kritis atau critical thinking, pemecahan masalah atau problem solving dan juga pengambilan keputusan atau decision making.

  1. Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan atau decision making merupakan kebutuhan setiap hari bagi setiap orang dalam hidup bermasyarakat sehingga membutuhkan penerapan psikologi kognitif dalam tingkah laku. Dimulai dari usia yang masih dini, seseorang sudah dituntut untuk mengambil sebuah keputusan dan akan terus berlangsung seumur hidup. Hal ini juga berlaku pada akademik dan profesional dimana setiap orang harus mengambil sebuah keputusan yang penting.

Akan tetapi tanda seseorang sudah pada tingkatan tertinggi dari pekerjaan atau sebuah profesi merupakan kepentingan untuk mengambil keputusan yang paling tepat. Kompetensi pengambilan sebuah keputusan sebenarnya meruapakan bagaimana menjadi seseorang bisa memilih solusi terbaik dalam permasalahan yang sedang dihadapi.

Pengembangan kompetensi ini merupakan keputusan yang berkualitas secara sistematis, mempunyai teknologi yang tepat untuk memecahkan sebuah masalah dan asat keputusan sudah diambil maka pembuat keputusan harus berdiri di belakang keputusan tersebut dengan komitmen.

  1. Berpikir Kreatif

Kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk berpikir mengenai pengetahuan atau sesuatu dengan menggunakan cara yang baru dan tidak umum dan bisa datang dengan solusi yang unik yang menjadi salah satu ciri ciri anak cerdas istimewa. Berpikir kreatif adalah kegiatan untuk menghasilkan pemikiran tertentu dengan tujuan untuk memperkaya atau menghasilkan sebuah pemikiran yang baru. Proses kreatif yang merupakan salah satu komponen dari kognisi untuk membentuk sebuah pengetahuan ini dilukiskan sebagai beberapa langkah berurutan seperti:

  • Persiapan dimana seseorang akan larut dalam sesuatu yang menarik dan akhirnya membuat rasa ingin tahu menjadi terpicu.
  • Inkubasi yakni menanamkan beberapa ide dalam pemikiran dan titik saat terjadi kecenderungan membuat beberapa koneksi yang tidak biasa pada pemikiran.
  • Insight yakni ketika semua potongan dari teka teki akan tampak terlihat saling sesuai antara satu dengan yang lainnya.
  • Evaluasi yakni saat untuk memutuskan apakah pengetahuan tersebut berharga dan layak untuk diteruskan.

Komponen dalam kognisi untuk membentuk pengetahuan sangat penting dalam setiap kehidupan manusia mengingat kemampuan orang dalam memahami dan menyerap sebuah pengetahuan memiliki perbedaan tingkatan mulai dari sangat lambat, sedang dan juga sangat cepat. Namun apapun pilihan cara yang digunakan, perbedaan dalam gaya belajar memperlihatkan cara paling cepat dan terbaik untuk setiap individu agar bisa menyerap segala informasi atau pengetahuan dari luar.

Sponsors Link
, , , ,