Home » Gangguan Psikologi » Gangguan Identitas Gender (Gender Identity Disorder)

Gangguan Identitas Gender (Gender Identity Disorder)

by Khanza Savitra

Gangguan identitas gender merupakan gangguan yang mana penderitanya merasa jika dirinya adalah pria atau wanita, terjadi konflik aantara identitas gender nya dengan anatomi gendernya. Identitas jenis kelamin disini adalah kondisi psikologi yang mana mencerminkan perasaan dari dalam diri seseorang entah itu sebagai laki-laki ataupun wanita. Identitas gender ini adalah refleksi dari dalam diri seseorang yang mana berkaitan dengan keberadaan dirinya, entah itu sebagai pria ataupun wanita. Sehingga identitas jenis kelamin atau gender identity adalah berkaitan dengan sikap, perilaku, serta atribut lainnya yang penentuannya dilakukan secara kultural baik itu maskulinitas ataupun feminitas.

Konsep tentang normal dan abnormal ini biasanya berkaitan dengan pengaruh sosial budaya. Perilaku seksual yang mana dianggap normal bila memang sesuai dengan norma yang ada di masyarakat dan dianggap menyimpang jika di luar dari kebiasaan masyarakat. Nah berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai gangguan identitas gender. (baca juga: Gangguan Kepribadian Paranoid)

baca juga:

Penyebab

Gangguan identitas gender ini berawal ketika masa kanak-kanak, biasanya akan teramati pada rentang usia 2-4 tahun. Gangguan identitas gender ini sering dikaitkan dengan perilaku lintas gender semisal sering berpakaian layaknya lawan jenisnya, lebih senang bermain dengan lawan jenis, serta melalukan permainan yang biasanya dinggap sebagai permainan yang dilakukan lawan jenisnya.

Belum ada teori ataupun penelitian yang pasti apakah hal yang menjadi penyebab gangguan identitas gender ini. Meskipun beberapa hal diantaranya dikaitkan faktor biologis, terkait dengan hormon seseorang hanya saja belum ada data yang tersedia mengenai hal tersebut. Faktor biologis lainnya merupakan kelainan yang terjadi pada struktur otak ataupun kromosom, namun ini pun juga tidak ada penjelasan yang lebih konklusif. (baca juga: Fakta Kepribadian Anak Kedua)

Selain itu hal lainnya yang menjadi penyebab dari munculnya gangguan ini juga bisa berasal dari faktor sosial serta psikologis. Lingkingan rumahmemberikan pengaruh yang cukup besar bagi anak terkait dengan identitas genderi ini. Meskipun begitu, faktor sosial tersebut tidak menjelaskan dengan detail mengapa seorang pria dapat dibesarkan sebagai wanita bahkan dengan organ seks wanita, memiliki identitas gender sebagai seorang wanita namun memilih hidup sebagai pria. Pada teori belajar, menekankan jika kondisi ini dikarenakan tidak adanya figur ayah dalam kasus anak laki-laki, sehingga menyebabkan tidak mendapatkannya model seorang pria yang baik dan benar.  (baca juga: Gangguan Kepribadian Histrionik)

Teori belajar dan teori psikodinamika menjelaskan jika orang yang mengalami gangguan identitas gender tidak akan berkaitan dengan tipikal dari sejarah keluarganya. Faktor keluarga mungkin akan berperan serta dalam mengkombinasikannya dengan kencederungan dari faktor biologisnya. Penderita gangguan identitas gender seringkali memperlihatkan gender yang berlawanan dengan alat bermain serta pakaiannya ketika masih anak-anak. Hormon penatal di dalam dirinya juga tidak seimbang.

baca juga:

Karakteristik

Ada beberapa kriteria atau karakteristik yang cukup kuat serta menetap pada penderita gangguan identitas gender ini, antara lain adalah:

  • Memiliki keinginan kuat untuk menjadi anggota gender dari lawan jenisnya. Mereka memiliki keyakinna jika dirinya memiliki indetitas gender dari lawan jenisnya.
  • Menggunakan pakaian yang sesuai dengan stereotip dari lawan jenisnya.
  • Berfantasi untuk menjaid lawan jenisnya, senang melakukan permainan yang mana umumnya dilakukan lawan jenisnya.
  • Memiliki keinginan untuk berpartisipasi di dalam aktivitas permainan yang memang sesuai dengan lawan jenisnya.
  • Berkeinginan kuat memiliki teman bermain dari lawan jenisnya, biasanya ini terjadi pada masa kanak-kanak. Pada remaja atau dewasa diidentifikasikan jika mereka berharap untuk bisa menjadi sosok dari lawan jenisnya.
  • Memiliki perasaan kuat serta menetap mengenai ketidaknyamanannya pada gendernya sendiri ataupun tingkah laku yang berkaitan dengan gendernya.
  • Tidak ada kondisi interseks
  • Menyebabkan gangguan kecemasan yang cukup serius dan mempegaruhi kehidupan sosialnya.
  • Gangguan identitas gender berakhir pada masa remaja saat anak anak bisa mulai menerima identitas gendernya. Namun juga bisa berlangsung hingga dewasa dan berkemungkinan menjadi lesbian atau gay.

baca juga:

Cara Mengatasi

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan dalam mengatasi gangguan identitas gender ini, antara lain adalah:

1. Body Alternations

Dalam terapi ini, usaha yang dilakukan bertujuan untuk mengubah bentuk tubuh seseorang agar memang sesuai dengan identitas gendernya. Untuk melakukan terapi ini, setidaknya penderita gangguan ini harus mengikut psikoterapi 6-12 bulan dan menjalani hidup sesuai dengan yang memang diinginkannya. Perubahan yang dapat dilakukan mulai dari bedah kosmetik, elektrolisis untuk pembuangan rembut wajah, pengisian hormon dan lainnya.

2. Mengganti Kelamin

Meskipun cara ini cukup kontroversial dan bertentangan dengan aturan yang ada, namun banyak penderita identitas gender yang memilih hal tersebut untuk mengatasi gangguan yang dideritanya. Tentu sebelum memutuskan untuk melakukan operasi penggantian kelamin, benar benar dipikirkan terlebih dahulu dengan matang. Jika penderita mengalami delusi paranoid, maka ahli bedah bisa menolak permintaannya. Pria yang ingin mengubah dirinya menjadi wanita biasanya akan ditingkatkan hormon estrogennya. Sedangkan wanita, ditingkatkan hormon androgennya. Sebelum operasi dilakukan, wajib bagi pasien untuk hidup sebagai lawan jenisnya kurang lebih satu tahun.

Nah itu tadi penjelasan mengenai gangguan identitas gender. Tentu saja cara mengatasi yang paling tepat adalah mengembalikan penderita sesuai dengan gender yang dimilikinya. Dan tentu dukungan dari keluarga adalah hal terpenting. Semoga informasi diatas bermanfaat untuk anda.

baca juga:

You may also like