Sponsors Link

5 Teori Religiusitas Dalam Psikologi Paling Lengkap

Sponsors Link

Hello sobat semua, masih selalu setia ya sobat membaca artikel yang selalu penulis berikan yang tentunya sangat benambah wawasan serta informasi anda dalam berbagai aspek, begitupun dengan penulis nih sobat senantiasa selalu setia memberikan ulasan demi ulasan melalui artikel buat sobat semua yang penulis rindukan.

ads

Tidak jauh berbeda dengan artikel sebelumnya nih sobat, pada kesempatan kali ini yang akan kita bahas melalui artikel kali ini adalah mengenai psikologi. Sobat semua tentunya sudah tidak asing lagi ya sobat jika mendengar kata psikologi ini.

Namun yang akan menjasi pemahasan utam kita dalam artikel kali ini adalah mengenai teori religiusitas dalam psikologi. Apakah sobat semua sudah pernah mendengar atau bahakan sudah familiar dengan teori religiusitas ini sobat jika belum, ada baiknya sobat semua menyimak ulasan berikut ini yah, karena pada artikel kali ini penulis akan mengulasnya secara lengkap. Yuk sobat mari kita simak dengan seksama. Check It Out !

Sebelum kita masuk ke pembahasan utama, ada baiknya kita membahas terlebih dahulu mengenai pengertian psikologi tersebut. Seperti yang sudah kita ketahui bersama nih sobat, psikologi merupakan sebuah cabang ilmu pengetahuan yang di dalamnya mempelajari atau mengamati tentang kejiwaan, sikap, perilaku, mental serta hubungannya dengan lingkungan sosial seseorang.

Dalam ilmu psikologi ini, yang dinilai adalah sesuatu yang bersifat abstrak, namun harus bisa di deskripsikan dalam bentuk kalimat atau bahasa, karena yang dinilai atau diamati adalah keadaaan jiwa atau mental serta perilaku seseorang.

Nah sobat semua, anda juga bisa melakukan penelitian ini dilingkungan sekitar anda. Kini kita akan membahas topik atau materi utama kita ya sobat, yaitu mengenai teori religiusitas dalam psikologi. Berikut ulasannya untuk anda.

Adapun  religiusitas berasal dari kata “ religi “ dalam bahasa Latin “ religio “ yang berasal dari kata “ religure “ yang berarti mengikat. Dengan demikian, religio itu mengandung makna bahwasanya religi atau agama pada umumnya memiliki aturan – aturan dan kewajiban – kewajiban yang harus dipatuhi dan dilaksanakan atau dikerjakan oleh segenap pemeluknya.

Dari semua hal tersebut berfungsi untuk mengikat seseorang atau kelompok seseorang dalam hubungannya denagn Tuhan, sesama manusia, dan juga alam sekitarnya. Atau dengan kata lain, religiusitas juga bisa dartikan sebagai keberagaman yang berarti, yang meliputi berbagai macam sisi atau dimensi yang bukan hanya terjadi ketika seseorang melakukan perilaku ritual ( beribadah ).

Tetapi juga pada saat melakukan aktivitas yang lain yang didorong oleh kekuatan supranatural yang ada dalam dirinya. Sumber jiwa keagamaan itu sendiri adalah rasa ketergantungan yang bersifat mutlak, adanya ketakutan akan ancaman di lingkungan alam sekitar serta keyakinan manusia tersebtu akan keterbatasan dan kelemahan yang ada dalam dirinya.


Nah sobat semua, dalam religiusitas tersebut, terdapat beebrapa teori di dalamnya. Adapun teori yang dimaksud adalah sebagai berikut :

1. Teori Keyakinan

Teori yang pertama adalah teori keyakinan. Teori ini merupakan dimensi ideologis, yang memberikan gambaran sejauh mana seseorang menerima hal – hal yang dogmatis dari agamanya. (Baca juga mengenai pendekatan psikologi dalam perbandingan agama)

2. Teori Keperibadatan dan Praktek Agama

Teori yang kedua adalah teori keperibadatan dan praktek agama. Teori ini merupakan dimensi ritual, yakni sejauh mana seseorang menjalankan kewajiban – kewajiban ritual agamanya, sesuai dengan ritual yang diajarkan oleh agama dan kepercayaannya. (Baca juga mengenai manfaat psikologi agama dalam kehidupan sehari hari)

3. Teori Pengalaman atau Konsekuensi

Teori yang ketiga adalah teori pengalaman atau konsekuensi. Teori ini merupakan teori yang menunjuk pada seberapa tingkatan seseorag berperilaku yang dimotivasi oleh ajaran – ajaran agamanya. Yaitu tentang bagaimana individu itu bisa melakukan relasi yang baik dengan lingkunagn sekitarnya ataupun dengan dunianya secara umum, tetapi terutama dengan hubungan sosialnya dengan sekitarnya.

Teori ini pada umumnya meliputi perilaku yang suka menolong, bekerja sama, bederma, menegakkan keadailan dan kebenaran, berlaku jujur, memaafkan, tidak mencuri, mematuhi norma –  norma secara umum sesuai dengan ajaran agamanya. Wah sobat, teori ini sungguh kompleks untuk menguah kepribadian kita untuk kearah yang lebih baik ya. Yuk sobat, mari kita terapkan. (Baca juga mengenai urgensi psikologi agama dalam pendidikan islam)

4. Teori Pengetahuan

Teori yang keempat adalah teori pengetahuan. Teori pengetahuan ini merupakan teori yang menunjuk pada seberapa tingkat pengetahuan seseorang terhadap ajaran – ajaran agamanya, terutama mengenai ajaran – ajaran pokok mengenai norma yang ada dalam agamanya tersebut yang mana keseluruhan norma tersebut sudah tersurat dalam kitab suci agama itu sendiri. (Baca juga mengenai konsep kepribadian dalam psikologi agama)

5. Teori Penghayatan

Teori yang kelima adalah teori penghayatan. Teori ini merupakan teori yang menunjuk pada seberapa jauh tingkat seseorang dalam merakan dan mengalami perasaaan – perasaan dan pengalaman yang bersifat religious tersebut. Teori ini biasanya terwujud dalam bentuk perasan dekat atau akrab dengan Tuhan, perasaan yang meyakini dan merasakan bahwasanya doanya sering terkabul, perasaan tentram dan bahagia, perasaan tawakal, perasaan husuk ketika beribadah, dan beberapa perasaan lainnya yang dirasakan oleh sang pemeluk agama tertentu.

Nah sobat semua, itulah yang menjadi teori religiusitas dalam psikologi. Sobat semua bisa mengaplikasikan dan merasakannya dalam kehidupan anda sehari – hari ya sobat. Sebagai tambahan informasi, selain beberapa teori religiusitas dalam psikologi tersebut di atas, ada beberapa faktor yang mempengaruhi religiusitas tersebut. Berikut ulasannya untuk anda. (Baca juga mengenai peranan pendidikan agama dalam psikologi sosial)

 Faktor Internal 

Faktor internal ini terdiri atas beberapa sub faktor, antara lain :

  • Faktor hereditas
  • Tingkat usia
  • Kepribadian
  • Kondisi kejiwaan
  • Pengaruh pendidikan
  • Pengaruh pengalaman
  • Pengaruh pemikiran

Faktor eksternal

Faktor ektsternal juga terdiri atas beberapa sub faktor, antara lain :

  • Lingkungan keluarga
  • Lingkungan konstitusional
  • Lingkungan masyarakat

Nah sobat semua itulah beberapa faktor internal dan faktor internal yang mempengaruhi religiusitas tersebut. Oke sobat semua, setelah membaca ulasan diatas, apa kira – kira yang ada dalam benak anda sobat? Tentunya yang ada dalam pemikiran kita adalah bahwasanya teori religigusitas ini sangat penting untuk kita terapkan ya sobat. Sekian informasi mengenai teori religiusitas dalam psikologi yang  penulis share pada kesempatan ini. Sampai jumpa diartikel selajutnya, salam religiusitas.

Sponsors Link
, , , , ,




Oleh :
Kategori : Psikologi Sosial