Sponsors Link

13 Manfaat Belajar Sosiologi dalam Psikologi

Sponsors Link

Sosiologi adalah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang ilmu kemasyarakatan beserta pola-pola yang ada di dalamnya. Sosiologi berasal dari Bahasa Latin ‘socius’ dan ‘logos’ yang artinya ‘teman’ atau ‘masyarakat’ dan ‘ilmu pengetahuan’. Artinya, di dalam sosiologi terdapat komponen kemasyarakatan yang tidak juga lepas dari ilmu psikologi, sehingga pasti ada keterkaitan antara sosiologi dan psikologi. Jadi, apa manfaat belajar sosiologi dalam psikologi?

ads

Menurut Paul B. Horton sosiologi adalah ilmu untuk menelaah kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok. Sementara itu, menurut John Broadus Watson, psikologi adalah ilmu tentang tingkah laku manusia yang terlihat dengan observasi objektif pada rangsangan dan respon.

Meski kedua ilmu ini berbeda, terdapat manfaat yang bisa diberikan satu sama lain saat mempelajarinya. Berikut ini akan dibahas mengenai manfaat belajar sosiologi dalam psikologi yang bisa kita ketahui. Simak terus, ya!

  1. Hubungan dalam bertingkah laku

Ketika kita ingin meneliti tentang perilaku atau tingkah laku manusia, kita mengetahui bahwa faktor internal di dalam diri manusia bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhinya. Terdapat pengaruh dari lingkungan dan masyarakat yang juga mempengaruhi tingkah laku. Maka, dengan mempelajari sosiologi, kita dapat mengetahui bagaimana hubungan dalam bertingkah laku serta apa dorongan dari masyarakat yang memunculkan tingkah laku tertentu. (Baca juga: Penerapan Psikologi Transpersonal dalam Tingkah Laku)

  1. Melihat dampak perilaku di lingkungan

Tidak hanya lingkungan yang memberi pengaruh terhadap tingkah laku manusia, perilaku manusia pun memberi dampak tertentu ke lingkungan. Ilmu sosiologi yang dipelajari juga akan membantu kita memahami bagaimana perilaku akan memberi dampak ke lingkungan. Nantinya hal ini akan sangat bermanfaat untuk mengidentifikasi perilaku yang seperti apa yang berguna untuk kehidupan bermasyarakat.

  1. Pengaruh kepribadian dalam bermasyarakat

Psikologi tidak hanya melihat kepribadian seseorang untuk melihat bagaimana pola sikap orang tersebut. Dengan sosiologi, tidak hanya melihat kepribadian, kita juga bisa melihat bagaimana respon seseorang terhadap situasi yang dia alami dan bagaimana respon orang tersebut mempengaruhi situasi tersebut.

Secara psikologi memang kepribadian seseorang sulit untuk diubah, namun dengan pendekatan sosiologi kita bisa menciptakan pola situasi tertentu untuk nantinya bisa mengubah kepribadian seseorang secara perlahan. (Baca juga: Fungsi Sifat Manusia Dalam Psikologi)

  1. Memahami kondisi psikologi yang mempengaruhi tindakan

Seringkali kita melihat banyak tindak kejahatan yang merupakan ketidaksengajaan akibat dari kondisi psikologis yang tidak stabil. Melalui ilmu sosiologi, kita bisa lebih memahami bagaimana perasaan seseorang yang bisa menentukan tindakannya. Dengan demikian, kita bisa mengantisipasi banyak hal agar tidak terjadi tindakan-tindakan yang tidak diinginkan akibat kondisi psikologi yang tidak stabil.

  1. Melihat hubungan kejiwaan dengan perilaku

Sosiologi dan psikologi memiliki hubungan yang sangat erat dengan perilaku seorang individu. Manfaat belajar sosiologi dalam psikologi berikutnya adalah untuk mengetahui kondisi kejiwaan seseorang dan bagaimana hal tersebut berpengaruh terhadap perilakunya.


  1. Mengetahui cara berkomunikasi yang tepat

Begitu banyak manusia di sekitar kita yang memiliki keunikannya masing-masing. Mereka juga memiliki kondisi psikologi, sifat hingga kepribadian yang berbeda-beda. Semua hal itu bisa tercermin dalam perilaku mereka sehari-hari, serta bagaimana cara mereka berinteraksi dengan lingkungan.

Jika kita memahami ilmu sosiologi, maka kita tidak akan kaget dengan segala perbedaan yang kita hadapi untuk bisa berkomunikasi dengan mereka. Kita akan lebih mudah menentukan gaya komunikasi apa yang tepat sekaligus lebih mudah membaur dalam kehidupan bermasyarakat tersebut. (Baca juga: Peranan Psikologi Komunikasi dalam Hubungan Antar Manusia)

  1. Menumbuhkan rasa empati dengan orang lain

Sedikit berkaitan dengan poin sebelumnya, dengan memahami sosiologi dalam psikologi, kita juga lebih mengerti bahwa setiap tindakan dan perilaku seseorang merupakan hasil dari begitu banyak hal. Maka, dengan memahami hal ini kita bisa lebih memahami dan berempati dengan orang lain.

Kita juga bisa lebih peka untuk memahami situasi yang dialami seseorang untuk nantinya bisa ikhlas membantu orang tersebut menjadi manusia yang lebih baik.

  1. Memudahkan adaptasi

Dengan kita lebih bisa berempati dengan orang lain, maka kita pun akan lebih mudah untuk beradaptasi. Bagaimanapun, rasa empati akan memudahkan kita menyesuaikan diri dengan masyarakat di sekitar kita dengan berbagai macam sifat mereka. Dengan bersikap demikian, orang di sekitar kita juga akan lebih mudah dan senang hati menerima keberadaan kita. (Baca juga: Cara Mudah Beradaptasi dengan Lingkungan Kerja Baru)

  1. Mempermudah kehidupan bersosial

Berkaitan dengan poin-poin sebelumnya, dengan sosiologi kita bisa akan lebih mudah bersosialisasi. Bagaimana bisa? Sebagai contohnya jika kita bersikap tidak peduli dengan orang lain, maka hal itu pula yang akan kita dapat dari orang lain. Dengan sosiologi, kita bisa paham bahwa sikap orang lain terhadap kita juga merupakan buah dari sikap kita kepada orang lain.

  1. Menjaga dan memperbaiki kesehatan mental

Tidak bisa dipungkiri bahwa status sehat tidak hanya dibutuhkan oleh kondisi fisik kita, melainkan juga dibutuhkan oleh kondisi mental kita. Untuk bisa menjaga kesehatan mental, tidak hanya dibutuhkan dukungan dari dalam diri kita, melainkan juga dibutuhkan dukungan dari lingkungan.

Dengan kedua ilmu ini, sosiologi dan psikologi, maka kita akan lebih bisa melakukan cara yang lengkap untuk bisa menjaga segala komponen kesehatan mental. Hal ini dikarenakan kesehatan mental dan jiwa juga sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek sosial di masyarakat yang banyak dipelajari di ilmu sosiologi. (Baca juga: Cara untuk Meningkatkan Kesehatan Mental)


  1. Membuat kebijakan dan peraturan

Bagi seorang pembuat kebijakan, pemahaman tentang kehidupan sosial bermasyarakat merupakan hal yang sangat penting. Dalam hal ini, penggabungan ilmu sosiologi dengan psikologi akan sangat bermanfaat karena tidak hanya mempertimbangkan faktor psikologis masyarakat dalam pembuatan kebijakan dan peraturannya, melainkan juga akan memperhatikan nilai dan adat yang berlaku di masyarakat tersebut.

Dengan memperhatikan semua hal ini, tidak hanya kebijakan dan peraturan yang baik, masyarakat pun bisa mengikuti peraturan yang dibuat dengan senang hati. (Baca juga: Peran Sosiologi Dalam Psikologi)

  1. Memahami fenomena sosial

Selanjutnya, belajar sosiologi dalam psikologi juga akan membantu kita memahami fenomena sosial yang terjadi di masyarakat. Jika dengan psikologi saja kita hanya akan melihat dari sisi mental dan kejiwaan manusia, dengan juga  mempelajari sosiologi kita akan bisa melihat fenomena yang terjadi dari sisi kemasyarakatan serta interaksi yang terjadi antar manusia yang menyebabkan fenomena tersebut.

  1. Memperkaya kajian atau hasil penelitian

Begitu banyak penelitian yang perlu untuk dilakukan untuk bisa menjawab fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat. Jika hanya dengan psikologi, kita akan melihat fenomena yang terjadi dari sisi kejiwaan yang dia miliki. Namun, dengan tambahan ilmu sosiologi, sudut pandang yang bisa diberikan untuk permasalahan tersebut bisa semakin lengkap.

Tidak hanya melihat dari sisi manusia sebagai subjek, melainkan juga melihat dari lingkungan sosial dimana manusia tersebut berada. Hal ini bisa membuat kajian atau penelitian yang dilakukan lebih mendalam dan kaya akan manfaat. (Baca juga: Manfaat Mempelajari Sosiologi)

Demikian pembahasan mengenai manfaat belajar sosiologi dalam psikologi. Semoga bermanfaat, ya!

Sponsors Link
, , , ,




Oleh :