Sponsors Link

13 Hubungan Psikologi dengan Sosiologi

Sponsors Link

Seperti yang telah kita ketahui, ilmu psikologi merupakan salah satu ilmu yang cakupannya sangat luas melingkupi kehidupan manusia.

ads

Hampir setiap sendi kehidupan manusia bersentuhan dengan ilmu psikologi. Bagaimana tidak jika psikologi itu sendiri membahas tentang manusia, baik perilakunya, kondisi psikisnya, dan lain sebagainya.

Namun, tahukah Anda bahwa psikologi tidak hanya berhubungan dengan kehidupan manusia, melainkan juga berhubungan dengan ilmu lainnya, termasuk sosiologi.

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku sosial antara seorang individu dengan individu lainnya atau antara suatu kelompok dengan kelompok lainnya.

Karena sosiologi ini mempelajari tentang perilaku, maka pasti erat kaitannya dengan psikologi itu sendiri. Berikut ini adalah 13 hubungan psikologi dengan sosiologi yang bisa diketahui:

  1. Memahami hubungan kemasyarakatan

Seperti yang dibahas singkat sebelumnya, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari manusia dalam hubungan bermasyarakatnya, sementara psikologi mempelajari manusia sebagai individu. Kedua hal ini saling bertemu karena sama-sama membahas tentang manusia yang memiliki hubungan sosial dengan manusia lainnya.

  1. Mempelajari tingkah laku manusia

Hubungan antara psikologi dan sosiologi yang pertama adalah keduanya sama-sama mempelajari manusia dengan segala tingkah lakunya.

Misalnya saja dalam gejala sosiologi terkait urbanisasi atau konflik yang terjadi antarkelompok, dimana gejala-gejala seperti ini membutuhkan penjelasan dari sudut pandang psikologi. Dengan demikian, muncullah cabang ilmu psikologi yang secara khusus membahas mengenai masalah-masalah sosial. Percabangan ilmu psikologi ini sering disebut sebagai psikologi sosial.

  1. Saling melengkapi ilmu tentang manusia

Ilmu psikologi yang mempelajari tentang manusia, sementara sosiologi yang mempelajari tentang masyarakat, tentu sangat berhubungan.

Manusia yang menjadi komponen pembentuk masyarakat adalah bagian yang berperan penting dan sangat kompleks untuk dipahami. Akan sangat sulit bagi sosiolog untuk memahami hubungan dan aktivitas manusia dalam masyarakat jika tidak memiliki pemahaman yang cukup tentang psikologi manusia.

Sebaliknya, akan sangat sulit pula bagi psikolog untuk memagami hubungan sosial, kebiasaan dan perilaku manusia tanpa memahami ilmu sosiologi.

  1. Membantu menentukan strategi konseling atau terapi sosial

Dalam psikologi terdapat sebuah cabang ilmu yaitu psikologi konseling. Dalam psikologi konseling ini diketahui bahwa penyakit yang dialami secara psikis atau kejiwaan tidak hanya dipengaruhi oleh kelainan secara biologis, melainkan juga kelainan mental atau emosional yang bisa terjadi akibat tekanan dari lingkungan di sekitarnya.


Hal ini, lebih jauh lagi, berhubungan dengan aspek-aspek sosial dan budaya di sekita orang tersebut, dimana hal ini dipelajari dalam ilmu sosiologi. (Baca juga: Hubungan Psikologi Konseling dengan Sosiologi dan Antropologi)

  1. Berperan dalam keseharian manusia

Psikologi dan sosiologi sama-sama memiliki peran dalam keseharian manusia. Hal ini terlihat dari manusia dengan segala kepribadian dan sifatnya yang berinteraksi dengan lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.

Psikologi yang mempelajari tentang respon, emosi, dan kejiwaan seseorang sangat berhubungan dengan sosiologi yang mempelajari interaksi atau hubungan orang tersebut dengan lingkungannya. Dalam hal inilah psikologi dan sosiologi sangat berhubungan dalam keseharian manusia.

  1. Membantu interaksi dan komunikasi manusia

Hubungan psikologi dengan sosiologi juga terjadi dalam proses komunikasi dan interaksi manusia. Dalam sebuah interaksi dan komunikasi, terjalin hubungan antara dua individu serta lingkungan di sekitarnya yang juga mempengaruhinya.

Semua komponen ini saling mempengaruhi dan berkaitan, sehingga semakin terlihat pula bahwa hubungan antara psikologi dengan sosiologi sangatlah erat.

  1. Menyatu menjadi pembentuk perilaku

Kita mungkin sering melihat teman atau orang lain di sekitar kita yang sedang sakit. Masing-masing dari mereka mungkin menunjukkan respon atau perilaku untuk menyikapi sakit yang dialaminya dengan berbeda-beda.

Ada yang menjadi pendiam, putus asa, atau justru merengek dan mengeluh tanpa henti. Kita sebagai orang di dekatnya mungkin akan datang menghibur dan mencoba berempati dengan menyemangati orang tersebut agar segera sembuh dan melawan penyakitnya. Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara psikologi dengan sosiologi.

Baca juga:

Kejiwaan manusia memiliki kecenderungan untuk merasa dan bersikap sesuai dengan karakternya masing-masing. Namun, perasaan dan sikap atau perilaku manusia tersebut bisa berubah, atau sedikit berubah, akibat pengaruh orang-orang di sekitarnya.

  1. Saling melengkapi dalam memahami pola pikir manusia

Pola pikir manusia terbilang sangat kompleks. Manusia tidak hanya berpikir dari A ke B, melainkan juga memikirkan begitu banyak kemungkinan yang bisa terjadi berikut solusi-solusi yang mungkin bisa diambil berdasarkan segala situasi yang mungkin muncul.

Psikologi dan sosiologi sangat tidak bisa dipisahkan untuk bisa memahami hal ini dikarenakan kita perlu memahami keadaan sosial dan budaya seseorang untuk memperkirakan respon atau perkembangan pola pikir seseorang tersebut. (Baca juga: Hubungan Psikologi Dengan Logika Dalam Proses Berpikir)

  1. Merupakan studi tentang masa lalu dan masa kini manusia

Psikologi mempelajari masa lalu dan masa kini manusia termasuk nenek moyang terdekatnya untuk lebih memahami sejarah kejiwaan orang tersebut dan bagaimana masa lalu orang tersebut dapat membentuk dirinya yang sekarang.

Demikian pula sosiologi juga mempelajari masa lalu dan masa kini manusia untuk mempelajari perkembangan masyarakat, bahasa dan budaya yang terbentuk.

  1. Mempelajari perkembangan manusia

Perkembangan adalah sebuah proses yang dilalui oleh manusia dari tekanan-tekanan lingkungan yang dia dapatkan.

Perkembangan manusia ini merupakan hasil dari interaksi kepribadian manusia dengan segara isu atau permasalahan yang dia hadapi di lingkungannya dalam keseharian. Maka, sudah pasti bahwa ini menunjukkan bahwa psikologi dan sosiologi memiliki hubungan yang erat.

Baca juga:

Manusia termasuk makhluk yang sangat mudah beradaptasi dan berkembang. Dengan segala background kepribadian dan sifat manusia, mereka akan mampu mempelajari lingkungannya dan beradaptasi agar bisa sesuai dengan sosial dan budaya tempat dia tinggal.

  1. Membantu pendekatan ke masyarakat yang dituju

Seringkali kita merasa kesulitan untuk mendekati atau masuk ke dalam suatu masyarakat. Akibatnya, kita pun kesulitan untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada target market yang sesuai karena telah mengalami penolakan terlebih dahulu.

Dalam hal ini, psikologi dan sosiologi secara bersama-sama membantu kita mencari pendekatan yang pas untuk masyarakat yang dituju, dengan memahami tingkah laku manusia, kebudayaan serta kebiasaan yang ada di lingkungan tersebut secara lengkap. (Baca juga: Ciri Pendekatan dalam Psikologi Komunikasi)

  1. Mengatasi konflik dengan tepat

Tidak jarang konflik terjadi antara satu individu dengan individu lainnya akibat ketidakcocokan perilaku, kesalahan komunikasi dan lain sebagainya. Dengan psikologi dan sosiologi, kita bisa memahami mengapa perilaku tersebut terbentuk atau bagaimana gaya komunikasi yang diharapkan oleh pihak lain agar terjadi hubungan baik dan damai.

  1. Mengatasi isu sosial

Isu sosial muncul akibat adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan yang terjadi pada suatu masyarakat. Psikologi dan sosiologi yang sama-sama mempelajari manusia dan lingkungannya dengan segala komponen kemasyarakatan di dalamnya dapat membantu kita memahami hal-hal yang ada di balik isu sosial sehingga kita pun bisa mencari strategi yang tepat untuk mengatasi isu sosial tersebut.

Baca juga:

Demikian pembahasan mengenai 13 hubungan psikologi dengan sosiologi. Dengan mempelajari hal ini, kita akan semakin paham bahwa psikologi merupakan ilmu yang sangat luas dan berperan penting untuk disiplin ilmu lainnya. Semoga bermanfaat, ya!

Sponsors Link
, , , ,




Oleh :
Kategori : Ilmu Psikologi