Home » Gangguan Psikologi » Gangguan Kepribadian Menghindar

Gangguan Kepribadian Menghindar

by Khanza Savitra

Gangguan kepribadian menghindar atau avoidant merupakan salah satu jenis gangguan kepribadian yang mana membuat penderitanya cenderung untuk menghindari segala situasi sosial bahkan terkadang menjadi penyendiri. Namun gangguan kepribadian menghindar berbeda dengan gangguan kepribadian schizoid meskipun sama sama menarik diri dari kehidupan sosialnya.

Gangguan kepribadian menghindar dapat ditandai dari adanya perasaan yang tertahan untuk melakukan sosialisasi, ketidak mampuan serta sensitivitas pad apenolakan serta ktirik yang negatif yang diajukan pada dirinya. Namun gejala yang ditimbulkan pada gangguan kepribadian ini terasa lebih rumit dibandingkan hanya menjadi malu ataupun kikuk secara sosial. Gangguan ini juga menyebabkan kemampuan seseorang untuk berinteraksi dan mempertahankan hubungan sosialnya  sangat menurun. Setidaknya sekitar 1% populasi manusia di dunia yang memiliki gangguan kepribadian menghindar ini.

Gangguan kepribadian ini juga dapat terjadi bersamaan dengan gangguan kesehatan mental lainnya yang cukup membahayakan. Beberapa kondisi yang seringkali terjadi pada penderita gangguan kepribadian menghindar ini adalah:

  • Fobia sosial, dimana seseorang dapat mengalami rasa cemas yang luar biasa serta kesadaran di dalam situasi sosial yang umum.
  • Kepribadian dependen, dimana seseorang terlalu bergantung dan mengandalakan orang lain hanya untuk memberi saran demi keputusan yang diperuntukkan untuk dirinya sendiri.
  • Gangguan kepribadian borderline, gangguan dimana seseorang mengalami kesulitan di berbagai bidang, mulai dari perilaku, suasana hati, hubungan sosial, hingga citra diri.

Faktor Penyebab

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab dari gangguan kepribadian menghindar. Meskipun tidak diketahui secara pasti faktor penyebab dari gangguan kepribadian ini, namun banyak penelitian yang menjelaskan keterkaitan antara penolakan yang dialami semasa anak-anak oleh orang tua menjadi salah satu faktor pendukung dari munculnya gangguan kepribadian menghindar ini. Penolakan tersebut akhirnya membuat anak cenderung untuk berhati hati, menjaga dirinya agar tidak melakukan kesalahan di depan orang lain dan menyebabkan hal tersebut berkembang dan membentuk penyimpangan perilaku hingga memasuki masa dewasa.

Gejala-Gejala

Ada beberapa gejala-gejala yang diperlihatkan oleh penderita gangguan kepribadian menghindar, antara lain adalah:

  • Menghindari aktivitas dan pekerjaan yang membutuhkan kontak interpersonal. Hal ini dilakukannya karena takut akan kritikan, penolakan, dan celaan.
  • Tidak ingin terlibat hubungan apapun dengan orang lain, terkecuali mereka yakin jika disenangi.
  • Menujukkan adanya keterbatasan di dalam hubungan intim, mereka merasa takut untuk dipermalukan ataupun ditertawakan.
  • Preokupasi dalam ktirik, sehingga mereka selalu merasa jika diri mereka sedang diktirk ataupun ditolak di dalam kehidupan sosial.
  • Memandang dirinya sendiri janggal dalam kehidupan sosial
  • Terhambat di dalam situasi interpersonal baru, dikarenakan tidak kesesusaian yang dirasakannya.
  • Engga untuk mengambil resiko secara pribadi, dikarenakan dapat menimbulkan hal-hal yang sifatnya merugikan semisal kritik maupun penghinaan.

Cara Mengatasi

Salah satu fokus utama bagi mereka yang memiliki gangguan kepribadian menghindar ini adalah pada masalah kecemasan serta pada masalah kognitif. Sehingga untuk mengatasi gangguan ini diutamakan pada  cara menghilangkan kecemasan berlebihan. Penderita seringkali merasa cemas untuk bisa masuk ke dalam lingkungan sosialnya, bahkan ini disebabkan karena adanya pikiran-pikiran yang membuatnya takut untuk dikritik serta takut untuk diterima di dalam lingkungan sosialnya.

Terapi yang berkaitan dengan gangguan kepribadian menghindar ini adalah terapi kognitif maupun kecemasan. Selain itu,  terapi farmakologi dan terapi perilaku kognitif yang digunakan untuk mengatasi kecemasan yang dialami oleh penderita gangguan kepribadian ini.

1. Terapi Obat-Obatan

Sebenarnya tidak ada obat-obatan yang dapat menyembuhkan gejala-gejala yang ditimbulkan pada penderita gangguan kepribadian menghindar ini secara langsung. Hanya saja dokter biasanya akan menganjurkan untuk memberikan obat-obat anti cemas atau antidepressanti yang mana diberikan ketika pasien yang bersangkutan disertai dengan rasa kecemasan. Dalam beberapa kasus baisanya penderita gangguan kepribadian menghindar akan merasakan kepanikan serta agoraphobia.

2. Psikoterapi

Terapi psikoterapi ini juga cukup efektif untuk menyembuhkan gangguan kepribadian menghindar. Terapi yang seringkali digunakan adalah Cognitive Behavioral Therapy  yang mana secara umum dapat membantu pasien untuk mengenal segala perilaku serta sikap yang tidak sehat yang dilakukannya. Selain itu pasien juga akan mulai dikenalkan tentang pikiran dan kepercayaan negatif dari dalam dirinya yang mana nantinya akan dikembalikan secara positif. Dalam terapi kelompok CBT ini biasanya individu akan dilatih untuk bisa menyesuaikan diri dengan orang lain di sekitarnya. Belajar untu saling menghargai serta mengenal cara berpikir kepada orang lain dengan positif.

Nah itu tadi penjelasan mengenai gangguan kepribadian menghindar. Tentu saja peran serta keluarga akan sangat membantu sebagai  cara meningkatkan kepercayaan diri yang mana nantinya membuat seseorang dapat menyatu dengan kehidupan sosialnya. Semoga penjelasan diatas dapat bermanfaat untuk anda.

You may also like