Home » Ilmu Psikologi » Psikologi Komunikasi » Bahasa Tubuh Dalam Public Speaking : Fungsi dan Macamnya

Bahasa Tubuh Dalam Public Speaking : Fungsi dan Macamnya

by Rahmati

Bahasa tubuh adalah segala sesuatu yang datang melalui tubuh kita ketika kita berbicara di depan umum. Jadi bahasa tubuh adalah apa yang kita tunjukkan dengan wajah kita, cara kita memandang audiens, melihat orang lain, ekspresi wajah termasuk  gerakan tangan, cara kita berdiri dan bergerak semuanya adalah bahasa tubuh.

Fakta bahasa tubuh menurut psikologi yang baik memperkuat pesan yang kita sampaikan, memberikan kepercayaan kepada audiens akan pentingnya topik yang dibicarakan sehingga membuat berhasil berhasil menghipnotis audiens. Namun apabila bahasa tubuh yang ditampilkan kurang baik, maka pesan yang baik  tidak tersampaikan secara maksimal.

Audiens tidak  percaya dengan apa yang kita tampilkan. Itulah mengapa menguasai bahasa tubuh sangat penting bagi kita semua.

Fungsi bahasa tubuh dalam public speaking

1. Pengembangan Diri

Jika kita bisa berbicara di depan umum, kita tidak perlu takut setiap kali menghadapi kemungkinan diminta untuk berbicara di depan banyak orang, di manapun, di tempat kerja atau di lingkungan keluarga. Kita juga dapat mengkomunikasikan ide-ide kita secara lebih efektif kepada orang lain sehingga kita bisa mendapatkan kepuasan menerima atau mengimplementasikan ide-ide kita.

Saat ini banyak perusahaan yang meminta pencari kerja untuk mengajukan dan mempresentasikan program kerja yang akan dilaksanakan. Ide yang disajikan dalam  proposal tampak menarik atau tidak, tergantung  bagaimana pembicara menyajikannya.

Dapat dipastikan bahwa kandidat yang dapat mempresentasikan idenya dengan baik  akan dipekerjakan. Semakin banyak kita berlatih, semakin baik kita dapat mempresentasikan ide-ide kita kepada orang lain. Kita juga belajar lebih percaya diri karena orang lebih sering mendengar dan menerima ide tersebut.

2. Mempengaruhi dunia sekitar 

Perubahan dalam masyarakat sering kali dimulai ketika pikiran satu orang diteruskan ke orang lain. Cara mempengaruhi pikiran lawan bicara secara psikologis inilah yang sangat penting. Jika kita memiliki keterampilan berbicara, kita dapat lebih mudah mempengaruhi orang lain untuk menerima dan menerapkan ide-ide kita, yang mengarah pada perubahan dalam kelompok.

Contohnya dalam skala kecil, perubahan ini bisa menjadi ide untuk menggerakkan warga sekitar untuk melakukan kegiatan bersih-bersih bersama. Dalam skala yang lebih besar, perubahan dapat terjadi dalam komunitas yang lebih besar seperti dalam tempat kerja/perusahaan.

3. Meningkatkan karier

Public speaking yang baik mampu mempengaruhi orang lain, termasuk atasan kita, sehingga dapat meningkatkan karier kita. Meskipun rekan kerja dan supervisor kita melihat kita pandai berbicara dengan orang lain, mereka melihat kita memiliki banyak kredibilitas dan peluang untuk promosi yang  lebih tinggi.

Macam-macam bahasa tubuh dalam public speaking

Sebelum berbicara di depan umum, kita juga perlu  memahami berbagai jenis cara berbicara dengan lancar di depan umum agar kita bisa lebih percaya diri saat berbicara di depan umum. Jenis-jenis bahasa tubuh dalam public speaking adalah sebagai berikut:

1. Kepala

Gerakan kepala yang benar membuat kita  lebih percaya diri saat berbicara. Perbaiki apa yang kita katakan dengan mengangguk atau menggelengkan kepala. Dalam berbicara di depan umum, penting agar orang lain merasa nyaman, merasa percaya diri dengan apa yang kita katakan dan menggerakkan kepala mereka sesuai dengan kata tersebut.

2. Wajah

Bahasa tubuh (wajah) Kita dapat dilakukan dalam beberapa hal, seperti “tersenyum”. Jadi, selalu awali percakapan dengan senyuman untuk membuat audiens nyaman dan kita (pembicara) senang. Ini juga  mengurangi kegugupan. Selain itu, sebagai pengisi acara, kita dituntut untuk siap menghadapi audiens karena kita melakukan hal yang terbaik.

Orang yang tersenyum dengan tulus biasanya memiliki mata yang sedikit lebih kecil dan  kerutan di sudut mata dan bibirnya, hal inilah yang dapat kita baca bahwa cara melihat kejujuran seseorang dari gerakan mata dan bibir. jadi jika seseorang tersenyum tetapi matanya kosong, itu mungkin hanya senyuman kecil, meskipun itu masih lebih baik daripada tidak tersenyum. .

3. Berkedip

Orang yang mengedipkan matanya  secara teratur (sekitar 10-20 kali per menit). Hal ini menunjukkan bahwa informasi yang diterima audiens tersalurkan  ke dalam otak. Menurut penelitian, seseorang yang  menerima informasi atau  menyerap informasi sama  seperti ketika kita  memasukkan informasi ke dalam hardisk. Saat hardisk dimasukkan, lampu didalam hardisk tersebut akan berkedip ini sama halnya seperti manusia.

4. Badan/Tubuh

Ketika berbicara tentang posisi tubuh, pastikan kita  bergerak, dengan perut atau dada dibelokkan ke kiri dan ke kanan. Semakin kita mengarahkan bagian tubuh kita kepada audiens, semakin penonton akan  merasa nyaman dan mendengarkan apa yang kita sampaikan.

Hadapkan tubuh, terutama bagian perut (pusar), kepada orang yang  kita ajak bicara atau kepada orang yang paling penting di antara audiens. Ini  membuat seseorang merasa dihargai dan diperhatikan, yang mengarah pada lebih banyak perhatian. Ini tidak berarti bahwa kita harus selalu benar-benar tegak seperti dalam upacara bendera, tetapi dengan tubuh tegak atau berdiri membuat penampilan kita lebih meyakinkan audiens.

5. Tangan

Tangan adalah salah satu hal terpenting ketika kita menjadi public speaker. Tangan adalah elemen terpenting dalam bahasa tubuh saat berbicara, karena menggunakannya membuat kita  lebih rileks dan memiliki efek positif dalam berbicara. Sebuah studi menemukan bahwa orang merasa nyaman melihat pembicara ketika ekspresi wajah mereka tidak terlihat.

Tetapi ketika mereka sering menggunakan gerakan tangan untuk mencocokkan kata atau kalimat kita, itu menunjukkan bahwa kita sebagai pembicara publik yang berwibawa dan lebih karismatik. Bagian dari gerakan tangan ini adalah bagian dari materi pidato yang kita  bawakan, sehingga  lebih nyaman bagi audiens untuk memperhatikan dan audiens merasakan antusiasme ketika kami berbicara.

6. Kaki

Kaki juga sangat penting bagi public speaker Bergerak sambil berbicara. Ini dimulai ketika kita memasuki ruangan. Dengan melangkah dengan penuh percaya diri dan teratur, kita menjadi jauh lebih percaya diri dan audiens merasa dihormati. Untuk posisi duduk, pastikan kaki kita menyentuh lantai, jangan sampai menggantung di  bawah kursi.

Intinya adalah bahwa gerakan, ketika kita berbicara, penting karena membuat seseorang menjadi pembicara yang karismatik dan pembicara yang lebih dihargai publik.

Hal yang Harus diperhatikan dalam public speaking

  • Tersenyum

Jika kita tidak tersenyum pada audiens,  mereka mungkin akan melihat kita serius, bahkan mungkin mengira kita pemarah. Membuat mereka dapat malas untuk bertanya dan mereka mungkin tidak akan terlibat dalam percakapan yang mungkin ingin kita mulai.

Jadi tersenyumlah, karena tersenyum adalah cara yang bagus untuk membuat audiens merasa nyaman dan  mendengarkan pembicaraan kita. Ketika kita tersenyum, kita tidak hanya tampak lebih menyenangkan dan sopan,  tetapi juga lebih berwibawa. Tersenyumlah dengan tulus karena  itu akan memperkuat kinerja kita. Tersenyumlah secara alami. Senyum kita menunjukkan kepercayaan diri dan meyakinkan audiens untuk mendengar.

  • Kontak mata

Menghindari kontak mata adalah tindakan yang tidak pantas, yang secara tidak sadar dilakukan oleh public speaker selama pertunjukan untuk menghindari konfrontasi. Namun, public speaker perlu merasa aman dan percaya diri, dan salah satu cara untuk menunjukkannya adalah dengan menatap mata orang lain.

Melakukan kontak mata membantu kita terhubung dengan audiens. Selain itu, kontak mata juga akan membantu mengukur respons audiens. Perhatikan audiens kita saat presentasi. Jika audiens tersebar di sekitar ruangan, arahkan pandangan kiri, tengah, dan kanan. Dengan begitu, seluruh audiens akan merasa diperhatikan dan merespon dengan memperhatikan presentasi kita.

  • Melihat lebih dari satu arah ke penonton

Melihat hanya satu arah audiens bukanlah pilihan yang baik karena audiens melihat kita, jika kita tidak melihat siapa pun dan kita melihat ke atas, melihat ke satu titik, sepertinya kita tidak yakin dengan diri kita sendiri. Sebaliknya, cobalah melihat orang yang berbeda di antara audiens. Dengan begitu, audiens akan merasa penting dan membalas perhatian kita.

  • Menyilangkan tangan/kaki

Saat menyilangkan tangan, kita mengirimkan pesan halus bahwa kita tidak terbuka kepada orang lain dan merasa terancam. Audiens terlihat defensif dan itu justru kebalikan dari pesan yang ingin kita sampaikan. Sedangkan Menyilangkan kaki sambil berdiri juga tidak baik. Ini menunjukkan kegugupan dan kurangnya profesionalisme.

Tentu saja, kita tidak ingin memberikan kesan pada audiens. Saat melakukan presentasi, kita harus memfasilitasi komunikasi. Kita harus mudah didekati dan kita harus terlihat seperti meyakinkan. Untuk mencapai ini, jaga punggung tetap lurus, kepala tegak, dan dada serta lengan terbuka.

  • Jangan terlalu banyak bergerak

Meskipun disarankan untuk berjalan di tempat kita berada, jangan terlalu banyak bergerak. Jika kita terus berjalan terlalu cepat, audiens akan mengira kita gugup dan mereka juga akan merasa gugup. Tentu saja, itu bukan tujuan yang ingin dicapai dalam sebuah pembicaraan yang akan kita sampaikan. Kita harus bergerak sewajarnya dan itu masuk akal sehingga membantu menyampaikan pesan.

Misalnya, jika kita menyapa seseorang di antara hadirin, pindahlah ke tempat di mana kita lebih dekat dengan orang itu. Jika kita membuat daftar tiga poin yang berbeda, pertama, bicarakan poin 1, lalu ambil dua langkah dan bicarakan poin 2, lalu ambil tiga langkah lagi untuk membicarakan poin 3.

  • Jangan Mengulangi gerakan tangan

Mungkin kita pernah melihat pembicara yang selalu membuat gerakan tangan yang sama terlepas dari pesannya Apakah itu masuk akal atau tidak, gerakan tangan kita harus menekankan pesan dan tidak bertindak sebagai penopang jika kita tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan tangan kita.

Kita harus memberi isyarat untuk membantu menyampaikan pesan. Jika tidak, gerakan tangan hanyalah penghalang komunikasi. Jadi cobalah untuk memvariasikan gerakan tangan kita sebanyak mungkin, tetapi biarkan mereka datang secara alami untuk menekankan pesan yang kita sampaikan.

  • Jangan Memalingkan muka dari audiens

Memalingkan muka dari audiens adalah hal terburuk. Jangan pernah membelakangi audiens kecuali kita ingin kehilangan mereka. Memalingkan kepala memberi tahu audiens bahwa kita tidak peduli dengan mereka dan itu membuat kita tampak tidak sopan kepada mereka. Pastikan kita memiliki catatan pada slide yang kita presentasikan, atau cukup lihat slide saat ini.

Bicaralah dengan audiens dengan sopan.Audiens perlu melihat wajah, mata, dan mulut kita jika mereka ingin berinteraksi. Proses interaksi sosial dalam kajian psikologi ini yang bisa kita lakukan jika kita ingin menampilkan sesuatu di layar, buka halaman dan tunjukkan. Penunjuk laser dapat membantu dalam situasi ini.

  • Bergerak berbagai posisi sepanjang acara

Jika kita seorang juru bahasa yang berdiri di posisi yang sama dengan rasa takut tersandung dan jatuh, kita harus tahu bahwa kemungkinan ketakutan ini sangat tinggi. Untuk menghindari ketakutan ini, kenakan sepatu yang nyaman.

Otak kita membutuhkan gerakan untuk tetap terjaga dan bergerak di tempat duduk kita selama pertunjukan adalah cara yang efektif untuk menjaga perhatian penonton. Jadi jangan sia-siakan metode ampuh ini karena kita takut akan sesuatu yang hampir tidak pernah terjadi.

You may also like