Home » Gangguan Psikologi » Fobia » Thalassophobia : Faktor Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

Thalassophobia : Faktor Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya

by Rahmati

Fobia adalah jenis gangguan kecemasan yang mungkin dialami beberapa orang. Namun, ada banyak fobia, salah satunya adalah thalassophobia atau hydrophobia, ketakutan akan laut dan samudera. Penderita thalassophobia mungkin takut pada laut karena tampak begitu besar tetapi terasa kosong, atau mereka takut pada berbagai makhluk laut.

Bahkan, pengidap thalassophobia juga bisa takut dengan dua hal ini. Jika demikian, penderita thalassophobia mungkin tidak ingin diajak ke laut, apalagi jika harus berenang dan bepergian dengan kapal laut. Namun, thalassophobia tidak sama dengan aquaphobia. Pasalnya, orang yang mengalami kondisi ini tidak takut air, tapi takut laut.

Thalassophobia sering dikaitkan dengan rasa takut akan air asin, takut akan ombak besar, takut berada jauh dari daratan, atau takut akan kehampaan yang besar. Beberapa orang dengan thalassophobia bahkan mungkin tidak takut pada laut, tetapi mereka hanya takut pada makhluk yang bersembunyi di laut.

Faktor Penyebab Thalassophobia

Ada beberapa faktor penyebab yang dapat meningkatkan seseorang mengalami thalassophobia atau fobia air laut yaitu:

1. Faktor Genetik/Keturunan

Seseorang akan lebih beresiko mengalami thalassophobia ketika ada anggota keluarganya yang juga mengalami fobia terhadap laut maupun samudera.

2. Faktor Pengalaman Traumatik

Ketika seseorang mengalami secara langsung melihat atau mendengar hal-hal buruk mengenai laut, seperti tenggelam atau hewan yang ada didalam laut, hal tersebut bisa membekas diingatannya dan memicu terjadinya thalassophobia.

3. Faktor Perkembangan Otak

Jika bagian otak yang berfungsi merespon rasa takut belum berkembang dengan baik, fobia lebih mudah muncul termasuk fobia laut, dampaknya rasa takut ini dapat merespon secara langsung (otomatis) dan menyebabkan tindakan irasional melihat atau membayangkan laut.

4. Faktor Pola Asuh

Anak dengan pengasuh yang memiliki fobia laut dapat meningkatkan resiko ketakutan yang sama pada anak. Berdasarkan pengamatan seiring berjalannya waktu atau dalam jangka waktu yang lama, inilah faktor yang menyebabkan fobia air alam pada anak-anak.

Orang dengan gangguan thalassophobia memiliki gejala cemas, takut, atau panik ketika menghadapi ketakutannya. Selain itu, pengidap thalassophobia dapat mengalami gejala seperti: jantung berdebar, sakit kepala, mual, keringat dingin, sesak napas dan lain sebagainya.

Gejala Thalassophobia

Gejala fobia laut dapat terjadi pada berbagai keadaan, namun biasanya penderitanya berada di pantai, memandang ombak besar atau di kapal atau pesawat yang melintasi laut. Pada kasus yang parah, gejala thalassophobia terjadi ketika penderitanya hanya melihat foto atau televisi yang menunjukkan suasana laut, atau bahkan mendengar kata “laut”.

1. Jantung berdebar

Gejala jantung berdebar terasa seperti detak jantung yang kuat, cepat atau tidak teratur. Sensasi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan pada penderita thalassophobia. Penderita dapat mengalami gejala ini dalam keadaan aktif dan istirahat. Gejala ini tidak hanya dirasakan di dada, tetapi juga di tenggorokan atau leher.

Kondisi ini biasanya terjadi dalam hitungan detik atau menit. salah satu gejala jantung berdebar-debar juga bisa dirasakan oleh penderita thalassophobia, biasanya keadaan ini terjadi secara tiba-tiba ketika penderita thalassophobia merasa takut, cemas, khawatir dan takut akan laut yang berlebihan. Tapi jangan khawatir, itu hanya terjadi dengan ketakutan sesaat dan bisa diobati dengan terapi teratur.

2. Sesak napas

Sesak napas dapat disebabkan oleh berbagai sebab, seperti olahraga yang berlebihan atau berada pada ketinggian tertentu dan fobia. Orang dengan fobia, terutama thalassophobia, mengalami gejala sesak napas. Ini karena mereka yang menderita thalassophobia mengalami ketakutan dan kepanikan yang berlebihan, yang menderegulasi sistem detak jantung dan ritme pernapasan tidak teratur dan menyebabkan kekurangan.

Jika sesak napas disebabkan oleh gangguan kesehatan seperti asma, pilek, demam, dan lain sebagainya sebaiknya ditangani secara medis langsung, tetapi jika berhubungan dengan phobia ini bisa sembuh dengan sendirinya, atau jika phobia tersebut sudah masuk stadium akut, perlu konsultasi kepada bidang psikiater untuk segera penanganan yang lebih khusus.

3. Keringat dingin disertai mual

Gejala ini dapat disebabkan oleh banyak penyakit lain, tetapi terutama pada penderita thalassophobia, gejala ini muncul karena disebabkan oleh hormon adrenalin yang mulai dikeluarkan sehingga menyebabkan peningkatan pada jantung, pernapasan tidak teratur, dan gejala lain muncul, seperti kecemasan, ketakutan, ketidakpastian dan pusing.

Cara Mengatasi Thalassophobia

Langkah yang paling tepat dalam mengatasi fobia laut adalah dengan melalui terapi psikologis, jenis terapi yang disarankan adalah sebagai berikut:

  1. Terapi perilaku kognitif

Terapi kognitif ini bertujuan untuk mengubah pola pikir dan respon thalassophobia yang tadinya negatif terhadap laut akhirnya menjadi positif dan realistis. Langkah pada terapi ini adalah

  • Psikiater akan menunjukan gambar atau Vidio laut baik itu permukaan maupun suasana di dalam lautnya, setelah itu pasien akan diminta untuk mencoba menyentuh gambar tersebut sembari psikologis bercerita tentang melihat tindakan irasional bahwa laut atau pantai bukanlah tempat yang berbahaya.
  • Setelah beberapa sesi terapi dan penderita dirasa cukup siap, penderita thalassophobia akan diajak untuk mengunjungi pantai dan penderita akan diajak keliling sambil bercerita atau memberikan motivasi terapis terkait hal-hal positif tentang lautan.
  • Jika terapi ini dilakukan dengan rutin maka seiring dengan berjalannya waktu ketakutan thalassophobia terhadap laut akan hilang total, penderita bukan hanya menjadi berani untuk bermain di pinggir pantai tetapi juga berenang di laut.

2. Terapi exposure

Terapi ini bertujuan untuk menunjukan pada penderita thalassophobia bahwa sesuatu yang ia takutkan bukanlah hal yang berbahaya. Jenis terapi ini bisa tergolong kedalam jenis terapi gangguan psikologis. Terapi ini dapat dilakukan baik secara terapi individu atau secara terapi kelompok sehingga membantu penderita lebih percaya diri dengan kemampuannya dengan situasi yang ia takuti.

  • Obat-obatan

Kebanyakan orang dalam melakukan terapi dapat menghilangkan gejala thalassophobia sepenuhnya, namun bagi beberapa orang masih memerlukan kombinasi terapi dan obat-obatan untuk mengatasi kondisinya. Beberapa obat-obatan dari SSRIs dan SNRIs meliputi: citalopram, escitalopram, flu oxetine, paroxetine, sertraline, desvenlafaxine, duloxetine, levominacipran, dan venlafaxine.

Jika kalian mengalami thalassophobia atau memiliki anggota keluarga penderita thalassophobia, cobalah konsultasi dengan psikolog atau psikiater terbaik di Indonesia untuk mendapatkan penanganan yang optimal dan apabila ada saudara atau kerabat kalian yang mendengar kata laut saja sudah takut itu memasuki thalassophobia pada tipe akut.

You may also like