Sponsors Link

13 Aplikasi Psikologi Humanistik Dalam Pendidikan

Sponsors Link

Masih membahas mengenai psikologi nih sobat. Seperti yang sudah penulis utarakan dalam artikel sebelumnya, bahwasanya psikologi tersebut sangatlah luas dan kompleks cakupannya ya sobat, untuk itu dalam kesempatan kali ini penulis akan membahas mengenai aplikasi psikologi humanistik dalam pendidikan.

ads

Apakah sobat semua sudah pernah mendengar psikologi humanistik sebelumnya? Jika belum pernah mari sobat kita simak ulasan berikut ini, karena penulis akan memaparkannya secara gambling. Check it out.

Adapun pengertian psikologi humanistik adalah sebuah cabang dari ilmu psikologi yang melakukan suatu pendekatan  multifaset terhadap pengalaman dan tingkah laku manusia, yang memusatkan perhatian pada keunikan dan aktualisasi diri manusia.

Psikologi humanistik ini memberikan sumbangannya bagi pendidikan alternatif yang dinamakan dengan sebuatan pendidikan humanistik ( humanistic educatioan ). Dalam ilmu psikologi, teori humanistik ini dipandang sebagai alternatif kekuatan ketiga dari kedua kegiatan teori yang sepanjang sejarah selalu menjadi teori yang dominan yaitu teori psikoanalisis dan behavioristik.

Teori ini dinamakan humanistik karena memfokusikan diri secara khusus pada tingkah laku manusia.  Selain itu teori humanistik ini dapt juga diartikan sebagai orientasi bersifat teoritis yang menekankan pada keunikan kualitas manusia khususnya yang berhubungan dengan free will atau kehendak bebas dan  potensi untuk mengembangkan diri.

Psikologi humanistik ini berusaha mengembangkan individu secara keseluruhan melalui pembelajaran nyata. Pegembangan aspek emosional, sosial, mental, dan keterampilan dalam berkarir menjadi fokus dan model psikologi humanistik ini.

Nah sobat semua, ada beberapa aplikasi psikologi humanistik dalam pendidikan. Adapun aplikasi yang dimaksud adalah sebagai berikut :

1. Open Educatioan ( Pendidikan Terbuka )

Pendidikan terbuka adalah proses pendidikan yang memberikan kesempatan kepada murid untuk bergerak secara bebas di sekitar kelas dan memilih aktivitas belajar mereka sendiri. Guru hanya berperan sebagai pembimbing. (Baca juga mengenai konsep intelegensi dalam psikologi pendidikan)

2. Cooperative Learning ( Belajar Kooperatif )

Belajar kooperatif merupakan fondasi yang baik untuk meningkatkan dorongan berprestasi murid. Dalam prakteknya, belajar kooperatif memiliki tiga karakteristik, yaitu : murid bekerja dalam tim –  tim belajar yang kecil ( misalnya 4 sampai dengan 6 orang ), murid di dorong untuk saling membantu untuk mempelajari bahan yang bersifat akademik dan melakukannya secara berkelompok dan murid diberi imbalan atau hadiah atas dasar prestasi kelompok. (Baca juga mengenai implikasi psikologi perkembangan dalam pendidikan)


3. Independen Learning ( Pembelajaran Mandiri )

Pembelajaran mansiri adalah proses pembelajaran yang menuntut murid menjadi subjek yang harus merancang, mengatur dan mengontrol kegiatan mereka sendiri secara bertanggung jawab. (Baca juga mengenai urgensi psikologi agama dalam pendidikan islam)

4. Student Centered Learning ( Belajar yang Terpusat Pada Siswa )

Student centered learning atau yang disingkat dengan SCL merupakan strategi pembelajaran yang menempatkan peserta didik secara aktif dan mandiri, serta bertanggung jawab atas pembelajaran yang telah di lakukan. Dengan adanya SCL ini diharapkan dapat mengembangkan keterampilan berpikir secara kritis. (Baca juga mengenai landasan filosofis psikologi pendidikan)

5. Confluent Education Cooperative Learning

Yaitu pendidikan yang memadukan atau mempertemukan pengalaman –  pengalaman efektif dengan melakukan pembelajaran secara kognitif di dalam kelas. Hal ini merupakan cara yang tepat untuk melibatkan para siswa secara pribadi di dalam bahan pelajaran. (Baca juga mengenai peranan pendidikan agama dalam psikologi sosial)

6. Penentuan Tujuan Pembelajaran

Yaitu pendidikan atau pembelajaran yang bisa ditetapkan dengan menggunakan konsep dari psikologi humanistic ini. Mengingat semua orang memiliki potensi, maka tujuan ini akan ditetapkan sesuai dengan bagaimana seseorang bisa belajar sesuai dengan kemampuannya.

7. Pengidentifikasian Kemampuan Awal

Melalalui aplikasi psikologi humanistik yang satu ini, saat seseorang akan belajar maka ia akan di identifikasi terlebih dahulu kemampuan awaknya. Hal ini dianggap cukupu penting, sebab bagaimanapun kemampuan awal seseorang akan menjadi dasar untuk menilai seberapa tingkat kemampuanya dalam mengikuti proses pembelajaran nantinya.

8. Pengidentifikasian Topik Sesuai dengan Keinginan

Adapun kebutuhan untuk berkembang biasanya akan lebih didasarkan pada sebuah keinginan. Pada saat proses pembelajaran mengutamakan keinginan seseorang dari pada target, maka proses pembelajaran bisa berjalan dengan lebih baik.

9. Pelibatan Siswa Untuk Aktif

Siswa yang dilibatkan untuk aktif adalah salah satu sistem penerapan atau aplikasi dari psikologi humanistik dalam berbagai pelajaran. Dengan melakukan atau menggunakan aplikasi atau sistem ini, maka kita bisa melihat atau memperhatikan bagaimana siswa yang lebih antusias ketika kemampuaanya dianggap sangat berguna dan sangat dihargai.

10. Experiental Freedom

Yaitu sebuah penerapan aplikasi yang memberikan penentuan hidup secara bebas sesuai dengan cara yang diinginkannya sendiri, tanpa adanya perasaan tertekan atau takut terhambat untuk menggeluti suatu pendidikan yang menurutnya lebih penting baginya. Individu seperti ini melihat banyaknya pilihan hidup dan merasa mampu mengerjakan apa yang ingin dikerjakan atau dilakukannya.

11. Organismik Trusting

Yaitu suatu penerapan penggunaan aplikasi dengan cara seseorang mengambil keputusan berdasarkan pengalaman organismiknya sendiri, mengerjakan atau melakukan apa yang menurutnya benar sebagai bukti dari kompeten pendidikan yang dimilikinya dan dapat digunakan sebagia faktor pembuatan keputusan dalam hidupnya.

12. Existensial Living

Yaitu sebuah penerapan dari sistem aplikasi psikologi humanistik yang memiliki kecendrungan untuk  hidup sepenuhnya dan semaksimal mungkin dalam mengisi setiap eksitemsi dalam semua hal terutama dalam hal pendidikan. Dengan menerapkan aplikasi psikologi yang satu ini, maka diharapkan seseorang dapat lebih fleksibel, adaptable, toleran,dan spontan.

13. Openens to Experience

Yaitu sebuah penerapan aplikasi psikologi dengan beranggapan bahwa orang yang terbuka untuk mengalami mampu mendengar dirinya sendiri, merasakannya dengan mendalam, baik secara emosional maupun kognitif tanpa adanya perasaan terancam, karena sifat keterbukaan tersebut dalam semua hal terutama dalam hal pendidikan sudah ada dalam dirinya.


Adapun bentuk –  bentuk aplikasi psikologi humanistik dalam pendidikan ini, berisi tentang bagaimana cara berupaya menggabungkan keterampilan informasi dan kognitif, dengan segi efektif perilaku antar pribadi.

Oke sobat semua, itulah beberapa aplikasi psikologi humanistik yang boleh penulis share pada kesempatan kali ini ya sobat. Terima kasih bagi sobat semua yang sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel ini, semoga saja tulisan ini dapat memberikan manfaat dan bisa menambah wawasan anda ya sobat. Sampai ketemu diartikel selanjutnya, tentunya dengan pembahasan  yang tidak kalah menarik. Sampai jumpa sobat, salam psikologi selalu.

Sponsors Link
, , , , ,