Sponsors Link

8 Jenis-jenis Metode Penelitian dalam Psikologi Perkembangan

Sponsors Link

Beragamnya jenis-jenis metode penelitian dalam psikologi perkembangan dapat memberikan kebebasan kita dalam menentukan jenis yang tepat pada saat akan melakukan riset. Kita dapat menyesuaikan metode apa yang cocok dengan kerangka yang kita buat. Psikologi perkembangan memang membahas banyak mengenai bagaimana proses perkembangan seorang individu di tiap-tiap tahap usia.

ads

Kita mungkin akan banyak mengetahui hal itu saat membaca tentang teori psikologi perkembangan atau teori psikologi kepribadian. Dalam metode penelitian psikologi perkembangan, akan dibahas lebih banyak lagi mengenai hal-hal yang mungkin bisa menjadi penghambat dalam perkembangan seseorang. Tujuannya jelas, yakni untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut.

Berikut ini merupakan beberapa jenis dari metode penelitian yang umum diterapkan terkait dengan psikologi perkembangan. Kita bisa memilih mana yang sesuai untuk digunakan bila kita sudah membuat rancangan penelitian. Tentu saja, ini akan banyak membantu manakala kita akan melaksanakan penelitian tersebut. Dengan menggunakan metode yang sesuai, maka kita juga bisa mendapatkan hasil yang lebih akurat.

  1. Metode Cross-sectional

Metode cross-sectional digunakan terutama sebagai metode yang secara spesifik meneliti pada tingkatan atau kelompok umur yang berbeda-beda. Metode ini bermanfaat terutama dalam meneliti subjek pada rentang umur tertentu sehingga hasil yang didapatkan juga akan lebih spesifik. Seorang peneliti akan mengumpulkan sekelompok subjek dengan kriteria umur yang tertentu. Nantinya, tugas perkembangan akan diteliti sehingga akan terlihat apakah sudah sesuai atau belum. Metode ini juga biasa dikenal sebagai metode transversal. Waktu yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode ini relatif singkat.

  1. Metode Longitudinal

Metode longitudinal merupakan pendekatan penelitian yang digunakan untuk meneliti perkembangan psikologi anak dalam rentang waktu yang cukup lama. Proses ini akan melibatkan satu atau beberapa subjek yang sama hingga beberapa tahun lamanya. Gunanya tentu saja akan melihat bagaimana proses gambaran perkembangan yang terjadi pada individu tersebut. Metode ini akan sangat berguna, terutama dalam memberikan gambaran yang menyeluruh dan juga lebih rinci terhadap tugas perkembangan seorang anak.

  1. Metode Sequential

Metode squential merupakan gabungan dari metode cross-sectional dan juga metode longitudinal. Dalam metode ini, pengkajian akan melibatkan beberapa subjek dalam rentang waktu tertentu terlebih dahulu dan dilakukan dengan singkat. Subjek kemudian kembali diteliti dalam jangka waktu yang lebih lama, untuk melihat perubahan perkembangan dari penelitian terakhir yang telah dilakukan. Catatan perubahan ini kemudian akan diteliti menggunakan model cross-sectional kembali untuk melihat apakah ada perubahan yang signifikan atau belum. Peneliti akan kembali meneliti dalam jangka waktu yang lama lagi untuk melihat proses perubahan.

  1. Metode Cross-culture

Metode cross-culture dikenal juga sebagai metode lintas budaya. Dalam metode ini, pendekatan yang digunakan adalah dengan mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan budaya yang bisa saja berpengaruh pada perkembangan anak-anak. Pendekatan dalam metode penelitian ini digunakan terutama dalam rangka mengetahui persamaan maupun perbedaan dari pengaruh berbagai macam budaya terhadap perkembangan anak-anak. Lingkupnya memang luas, sehingga metode ini termasuk dalam jenis-jenis metode penelitian dalam psikologi perkembangan yang tidak spesifik.

  1. Metode Observasi

Bila empat poin metode penelitian sebelumnya merupakan metode yang tidak spesifik, maka metode observasi merupakan metode yang lebih spesifik untuk meneliti tugas perkembangan seorang anak. Tingkah laku individu akan diamatai secara langsung untuk mendapatkan data berupa perkembangan psikologi anak selama proses pertumbuhan. Metode ini memang terdengar lebih mudah untuk dilakukan, durasi waktu juga peneliti bebas menentukan. Hanya saja, kita mungkin harus lebih rinci dalam menggunakan metode ini.


  1. Metode Klinis

Sama halnya dengan metode observasi, metode klinis merupakan metode yang digunakan khusus untuk anak-anak dengan cara mengamati, mengajak berbicara dan juga tanya jawab. Metode ini digunakan terutama dengan pertimbangan bahwa seorang anak belum tentu bisa menjawab pertanyaan dengan lancar. Bisa dibilang, metode ini sebenarnya adalah pengembangan dari metode observasi. Kita tidak hanya mengamati saja, namun juga ikut berinteraksi secara langsung kepada anak-anak. Psikologi konseling mungkin akan mirip dengan metode ini.

  1. Metode Test

Metode penelitian selanjutnya yang mungkin sudah tidak asing lagi untuk kita adalah metode test. Dalam metode ini, test menjadi sebuah instrumen yang akan diberikan kepada subjek penelitian. Test tersebut akan berupa pertanyaan atau pun perintah yang harus dijalankan. Hasil atau jawaban dari subjek penelitian kemudian akan dirinci oleh peneliti untuk diambil sebagai kesimpulan dari data yang didapat. Sebenarnya metode ini sudah sangat familiar dan bisa digunakan sebagai salah satu cara untuk mendapatkan data yang lebih spesifik.

  1. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data merupakan metode penelitian dengan cara mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya tentang seorang individu untuk mengetahui perkembangannya. Metode ini bisa dilakukan menggunakan tiga macam cara yaitu cara angket, biografis dan buku harian. Kesemuanya pada intinya digunakan untuk mendapatkan data lebih banyak seputar tugas psikologi perkembangan anak usia dini hingga usia seterusnya.

Berbagai macam cara untuk penelitian psikologi perkembangan tersebut memang masih sebagian saja. Ada banyak lagi metode yang bisa digunakan, terutama terkait dengan spesifik atau tidak spesifiknya penelitian tersebut bisa dilakukan. Yang pasti, jenis-jenis metode penelitian dalam psikologi perkembangan tersebut sudah bisa menggambarkan secara umum apa saja metode yang bisa kita gunakan.

Sponsors Link
, , ,




Oleh :