Sponsors Link

Fase – Fase Perkembangan Dalam Psikologi Perkembangan

Sponsors Link

Manusia mengalami banyak perubahan dalam perkembangan hidupnya. Perkembangan menggambarkan pertumbuhan manusia pada rentang waktu kehidupannya, dari mulai berada di kandungan hingga kematiannya. Para psikolog mencoba memahami dan menjelaskan bagaimana dan mengapa orang mengalami perubahan dalam hidupnya. Sementara banyak dari perubahan ini normal dan dapat diprediksi, mereka tetap dapat menghadapi tantangan sehingga terkadang membutuhkan bantuan ekstra untuk mengatasinya. Dengan memahami proses perkembangan normatif, para profesional dapat menemukan masalah potensial dan melakukan intervensi sejak awal agar dapat memberikan hasil yang lebih baik.

ads

Psikologi perkembangan bisa diterapkan pada orang – orang dalam semua usia untuk mengatasi berbagai masalah dan dukungan pertumbuhan walaupun sebagian orang memilih untuk mengkhususkan diri dalam bidang yang spesifik seperti masa kanak – kanak, masa dewasa atau usia lanjut. Psikologi perkembangan adalah cabang psikologi yang berfokus kepada bagaimana orang bertumbuh dan berubah di sepanjang hidupnya. Tidak hanya kepada perubahan fisik, tetapi juga terkait dengan sosial, emosional dan perkembangan kognitif yang timbul di sepanjang kehidupan seseorang.

Tahap – tahap Dalam Psikologi Perkembangan

Para ahli membedakan proses perkembangan menurut beragam fase yang ada di kehidupan seseorang. Setiap periode perkembangan ini mewakilkan waktu ketika ada tahap tertentu yang dicapai. Pada saat itu sebagian orang mungkin akan mengalami tantangan dan para ahli psikologi perkembangan dapat membantu dengan masalah yang dialami. Fase – fase perkembangan dalam psikologi perkembangan berupa tahap perkembangan manusia dalam ilmu psikologi antara lain:

1. Prenatal Stage

Dari awal sebagai struktur makhluk satu sel hingga kelahiran, perkembangan pra natal Anda berlangsung dalam urutan tertentu di tahapan psikologi perkembangan. Ada tiga tahap dari perkembangan pra natal, yaitu:

  • Germinal Stage

Tahap ini berlangsung pada minggu pertama hingga kedua di dalam kandungan yang dimulai ketika sperma bertemu dengan sel telur dan membentuk Zigot yaitu struktur bersel satu hingga jenis kelamin dan susunan genetik janin ditentukan pada saat ini. Selama minggu pertama di dalam kandungan, zigot akan membelah dan memperbanyak diri menjadi dua, empat, delapan sel, dan seterusnya. Proses pembelahan sel ini disebut Mitosis, sebuah proses yang rentan dan hanya sedikit zigot yang berhasil bertahan di dua minggu pertama. Setelah lima hari mitosis menghasilkan 100 sel dan setelah 9 bulan ada miliaran sel yang menjadi semakin khusus membentuk organ dan bagian – bagian tubuh. Pada tahap germinal, massa sel belum melekat pada lapisan rahim ibu. Ketika itu terjadi, maka sudah waktunya untuk tahap berikutnya.

  • Embryonic Stage

Berlangsung pada minggu ke 3 hingga minggu ke 8 dalam kehamilan. Setelah zigot membelah selama 7-10 hari dan menghasilkan 150 sel, maka zigot akan turun melalui tuba falopi dan menempel pada dinding rahim dan disebut embrio. Kemudian terjadi pertumbuhan pembuluh darah, membentuk plasenta. Plasenta adalah struktur yang tersambung dengan rahim yang menyediakan nutrisi dan oksigen dari ibu kepada embrio yang berkembang di umbilical cord. Struktur dasar embrio mulai berkembang menjadi area – area yang akan menjadi kepala, dada, dan perut. Selama tahapan ini jantung mulai berdetak dan terbentuk organ tubuh yang juga mulai berfungsi. Saluran saraf membentuk di bagia belakang embrio, berkembang menjadi otak dan tulang belakang.

  • Fetal Stage

Tahap ini berlangsung selama 9-40 minggu yang dimulai pada minggu ke 9 ketika embrio mulai disebut sebagai janin. Pada tahap ini, janin hanya berukuran kecil dan mulai menyerupai manusia ketika bentuknya berubah. Sejak minggu ke 9 – 12, alat kelamin mulai terbentuk dengan berbeda. Sekitar usia 16 minggu, janin telah memiliki jari tangan dan kaki, juga mulai ada sidik jari. Ketika mencapai usia enam bulan atau 24 minggu, beratnya dapat mencapai 1,4 pounds. Pendengaran juga sudah berkembang, begitu juga organ dalam sehingga janin yang lahir prematur di usia ini memiliki kesempatan hidup diluar kandungan ibunya.

2. Infancy Stage

Sejak kelahiran sampai tahun pertama seseorang, itu berarti ia berada pada fase bayi. Sebagian besar dari bayi yang baru lahir menghabiskan waktunya dengan tidur. Pada awalnya ia akan menghabiskan waktu siang dan malam untuk tidur, tetapi setelah beberapa bulan bayi akan mulai terjaga pada siang hari. Periode ini berada pada usia kelahiran hingga 18 atau 24 bulan. Banyak sekali kegiatan yang terjadi sebagai awal seperti kemampuan berbahasa, berkembangnya pemikiran simbolis, mulai koordinasi sensorimotor, dan juga belajar sosial yang akan dialami. Ketahui juga mengenai perkembangan psikologi pada bayi dan tahap perkembangan kognitif anak.

3. Early Childhood

Periode dalam fase – fase perkembangan dalam psikologi perkembangan ini berlangsung dari bayi sampai usia lima atau enam tahun, juga dikenal sebagai periode prasekolah. Masa – masa sejak bayi hingga anak usia dini adalah waktunya pertumbuhan dan perubahan  yang luar biasa. Anak – anak kecil pada masa ini akan belajar untuk mandiri dan menjaga dirinya semdiri, keterampilan mengenai kesiapan untuk bersekolah, misalnya mengikuti perintah dan mengenali huruf, juga bermain dengan teman sebayanya. Para psikolog perkembangan biasanya mengamati hal – hal fisik, kognitif, dan pertumbuhan emosional yang terjadi pada periode perkembangan ini. Orang tua dan ahli kesehatan seringkali fokus untuk memastikan agar anak tumbuh dengan layak, menerima nutrisi yang cukup dan mencapai tahapan yang sesuai usianya.

4. Middle and Late Childhood

Fase – fase perkembangan dalam psikologi perkembangan ini berlangsung dari usia enam hingga sebelas tahun atau sama dengan tahun yang dilalui anak di sekolah dasar. Pada masa ini anak telah menguasai keterampilan dasar seperti menulis dan berhitung, juga secara formal berhubungan dengan dunia yang lebih luas dan kebudayaan manusia. Pengendalian diri juga semakin berkembang. Periode ini ditandai oleh kematangan fisik dan peningkatan pengaruh sosial ketika anak bersekolah di tingkat dasar. Mereka mulai menjalin pertemanan, mendapatkan kompetensi melalui pekerjaan sekolah dan terus mengembangkan diri mereka sendiri yang unik. Ketahui juga mengenai perkembangan psikologi pada masa pubertas, dan pendekatan dalam psikologi perkembangan peserta didik.

5. Adolescence

Ini adalah fase – fase perkembangan dalam psikologi perkembangan yang memasuki masa transisi dari masa awal anak – anak sampai awal dewasa, sekitar usia 10 hingga 12 tahun sampai 18 atau 22 tahun. Pada tahap ini terjadi pubertas yang ditandai dengan perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat, tinggi badan, perubahan bentuk tubuh, juga mulai muncul karakteristik seksual seperti pinggang membesar, tubuh kumis, buah dada, dan sebagainya. Secara intelektual, pemikiran juga akan menjadi semakin logis, abstrak dan mulai idealis, juga semakin banyak bergaul di luar keluarga. Adolescence adalah periode dimana seseorang akan mulai mampu menarik kesimpulan berupa hipotesis atau proposal, mengujinya dan membuat evaluasi yang rasional. Pemikiran formal dari remaja dan dewasa cenderung deduktif, rasional dan sistematis. Pada usia ini, anak – anak seringkali menguji batasan dan eksplorasi identitas baru ketika mereka mulai mempertanyakan siapa dirinya dan mereka ingin menjadi siapa.


6. Early Adulthood

Fase – fase perkembangan dalam psikologi perkembangan ini berawal dari usia sekitar 35 tahun sampai 45 tahun hingga ke usia 60 tahunan. Pada masa inilah waktunya memperluas keterlibatan dalam kegiatan sosial dan memperluas kegiatan pribadi. Membentuk ikatan, keintiman, pertemanan dekat, memulai keluarga seringkali menjadi tahapan yang kritis selama masa ini. Mereka yang dapat membangun dan mempertahankan hubungan cenderung mengalami keterkaitan dan dukungan sosial sementara yang mengalami kesulitan dengan beberapa hubungan mungkin bisa berakhir merasa terasing dan kesepian. Ketahui juga mengenai peranan psikologi perkembangan dalam perubahan sikap dan perilaku, perkembangan kognitif pada dewasa awal dan faktor hereditas dalam psikologi perkembangan.

7. Middle Adulthood

Perkembangan kognitif pada dewasa akhir di fase ini cenderung berpusat pada pengembangan tujuan dan kontribusi terhadap masyarakat. Menurut Erikson, konflik ini berada pada stagnasi dan generativitas. Mereka yang dapat terhubung dengan dunia akan memberikan kontribusi pada hal yang akan bertahan lebih lama darinya dan meninggalkan tanda untuk generasi berikutnya dengan suatu tujuan. Aktivitas seperti karir, keluarga, kelompok keanggotaan dan keterlibatan komunitas adalah semua hal yang dapat berkontribusi pada perasaan generativitas ini.


8. Late Adulthood

Ini adalah salah satu dari fase – fase perkembangan dalam psikologi perkembangan yang berada pada masa dewasa akhir atau pada usia 60-70 tahun hingga kematian. Disini waktunya penyesuaian diri ketika kekuatan dan kesehatan berkurang, menata kehidupan, pensiun dan juga menyesuaikan diri dengan peranan sosial baru yang mungkin saja dialami. Tahun – tahun senior ini seringkali dianggap sebagai periode kesehatan yang menurun, tetapi masih banyak orang usia lanjut mampu untuk tetap aktif dan sibuk di usia 80 tahun dan 90 tahun. Masalah kesehatan yang meningkat mulai menandai periode perkembangan ini, dan beberapa orang mungkin akan mengalami penurunan mental seperti demensia dan alzheimer.

Psikologi perkembangan adalah suatu pendekatan yang bertujuan untuk menjelaskan pertumbuhan, perubahan dan konsistensi melalui rentang waktu kehidupan. Psikologi perkembangan mengamati bagaimana pola pikir seseorang, perasaan, dan perilakunya dalam kehidupannya. Teori – teori dalam bidang ilmu ini difokuskan pada perkembangan di masa kanak – kanak, karena ini adalah periode dalam rentang kehidupan seseorang ketika perubahan paling banyak terjadi. Para ahli mempelajari bidang yang luas mengenai biologis, sosial, emosi dan proses kognitif dari berbagai fase – fase perkembangan dalam psikologi perkembangan.

Sponsors Link
, ,