Home » Ilmu Psikologi » Psikologi Pendidikan » 7 Tujuan dan Fungsi Evaluasi Dalam Psikologi Belajar

7 Tujuan dan Fungsi Evaluasi Dalam Psikologi Belajar

by Khanza Savitra

Dalam dunia pendidikan, dikenal istilah evaluasi. Menurut Mehrens & Lehman (1978) evaluasi adalah proses merencanakan, memperoleh, dan menyediakan informasi yang diperlukan untuk membuat alternatif-alternatif keputusan.

Sedangkan menurut Tardif (1989), evaluasi adalah proses penilaian untuk menggambarkan prestasi siswa sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Baca juga: psikologi pendidikan.

Dari kedua definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah seluruh proses penilaian yang dimulai dari perencanaan, proses penilaian hingga diperoleh hasil penilaian yang digunakan untuk mengukur sejauh mana siswa berkembang.

Berdasarkan hasil penilaian, maka dibuatlah alternatif-alternatif keputusan untuk menentukan treatment yang dapat membantu perkembangan belajar siswa.

Secara rinci, terdapat 7 tujuan dan fungsi evaluasi dalam psikologi belajar. Baca juga: konsep belajar dalam psikologi pendidikan.

Tujuan Evaluasi

Terdapat 4 tujuan evaluasi menurut Chittenden (1994), yaitu:

  1. Keeping track, yaitu mendapatkan rekam jejak proses belajar siswa selama menjalani proses pembelajaran. Oleh karena itu, guru mengumpulkan data dan informasi dari awal siswa belajar  hingga akhir masa penilaian dengan metode dan teknik penilaian yang sesuai sehingga diperoleh gambaran pencapaian siswa selama kurun waktu tersebut. Proses penilaian ini dilakukan sejak awal tatap muka guru dan siswa hingga akhir periode belajar. Penilaian diperoleh dari interaksi dan tugas yang diberikan selama proses pembelajaran berlangsung, PR dan hasil ulangan harian, UTS dan UAS.
  2. Checking-up, yaitu untuk memeriksa kemampuan dan kekurangan siswa selama mengikuti proses pembelajaran. Dalam hal ini, guru melakukan penilaian untuk mengetahui materi pembelajaran yang sudah dan belum dikuasai siswa.
  3. Finding-out, yaitu untuk mencari, menemukan dan mendeteksi kekurangan, kesalahan atau kelemahan siswa pada suatu materi yang diajarkan sehingga guru dapat segera mencari solusinya. Proses ini dilakukan selama proses belajar mengajar hingga mendapatkan hasil dari PR yang diberikan. Hasil dari proses ini nantinya akan digunakan untuk menentukan antara melanjutkan atau mengulang materi yang telah diberikan.
  4. Summing up, yaitu menyimpulkan tingkat penguasaan siswa atas seluruh materi yang diajarkan berdasarkan kompetensi yang telah ditetapkan. Penilaian ini adalah akumulasi dari seluruh hasil penilaian dari awal hingga akhir periode belajar. Berdasarkan hasil tersebut, guru menyusun laporan perkembangan belajar siswa yang diberikan pada pihak-pihak yang berkepentingan, seperti orangtua.

Fungsi Evaluasi

Selanjutnya, evaluasi juga memiliki fungsi psikologis baik bagi siswa, orangtua dan guru. Fungsi-fungsi tersebut, antara lain:

  1. Bagi siswa, evaluasi menjadi sangat penting karena siswa adalah makhluk yang belum dewasa sehingga penilaian atau pendapat orang lain tetang dirinya sangat diperlukan. Siswa memanfaatkan hasil evaluasi untuk mengetahui sejauh mana dirinya menguasai seluruh materi yang diajarkan selama periode belajar, yaitu 1 semester atau 1 tahun. Dari informasi tersebut, siswa diharapkan dapat mengetahui kemampuan akalnya dan tempatnya di antara teman-temannya. Selain itu, informasi tersebut juga dapat memberinya kepuasan atau pemicu untuk berkembang lebih baik lagi. Baca juga: cara belajar efektif menurut psikologi.
  2. Bagi orangtua, hasil evaluasi dapat memberikan gambaran apakah usaha dan tanggung jawab dirinya sebagai orangtua dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak sudah cukup atau masih perlu ditingkatkan lagi dengan mendaftarkan anak ke tempat les.
  3. Bagi guru, hasil evaluasi siswa tersebut dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan metode pengajarannya. Baca juga: konsep dasar belajar dalam psikologi pendidikan dan prinsip belajar menurut psikologi.

Itulah 7 tujuan dan fungsi evaluasi dalam psikologi belajar.

You may also like