Sponsors Link

10 Strategi Kelompok Dalam Psikologi Klinis

Sponsors Link

Teori dalam psikologis klinis merupakan ilmu psikologi yang memfokuskan oleh penanganan, penganalisaan dan juga diagnosa penyakit jiwa, ruang lingkup psikologi klinis  meliputi beberapa hal mulai dari emosi jangka pendek seperti yang terjadi di dalam konflik keluarga, sampai dengan sebuah kelainan mental yang cukup parah diantaranya penyakit schizophrenia hal ini diketahui perubahan dari sains, teori dan juga pengetahuan klinis.

ads

Strategi kelompok di dalam psikologi klinis bisa lebih dimengerti saat diujikan dalam beberapa perspektif yang berbeda-beda tergantung dari penekanan aspek lainnya. Di dalam psikologi klinis terdapat berbagai pendekatan yang merupakan psikodinamika di dalam psikoterapi diantaranya:

  1. Transference (transfer) yaitu dapat mengubah suatu isu dan juga dinamika diantara pasien dan juga figur yang cukup di dalam hidup mereka.
  2. Asosiasi bebas yaitu pengungkapan yang terdapat di dalam pikiran pasien tanpa disaring terlebih dahulu
  3. Insight (pengertian/pemahaman) dapat memahami untuk dampak serta pengaruh yang secara langsung tidak disadari sehingga membuat sesuatu yang tadinya tak disadari menjadi lebih disadari.
  4. Working through penggabungan dari pengertian baru ke dalam lingkungan sehari-hari.
  5. Analisa mimpi melihat sebab dari terjadinya mimpi tanpa disadari
  6. Countertransference yaitu mengarahkan dari hal yang umumnya diarahkan di dalam kebutuhan, harapan dan juga perlakuan kepada diri pasien.

Pendekatan kelompok memang merupakan bagian terpenting dari psikologi klinis dimana penggambaran psikologi klinis didasari dari pendekatan yang memiliki sifat spesifik, biasanya di dalam psikologi klinis memiliki fokus yang dimana kondisi diamati secara langsung.

Di dalam penerapan psikologi dalam dinamika kelompok terkandung makna yang bukan hanya dilakukan oleh individu tapi melalui kelompok juga, untuk itu dilakukan beberapa pendekatan kelompok yang dapat kita lihat dalam pendekatan psikologi klinis, dari pendekatan tersebut dilakukan penelitian pada fenomena yang di dalamnya terdapat kelompok dan terapi aktivitas kelompok pada lansia, diantara pendekatan-pendekatan tersebut diantaranya:

  1. Strategi behavioral dan kognitif behavioral

Dalam Strategi behavioral kognitif secara umum  digambarkan behaviorisme dalam psikologi kognitif,  kontemporer juga biasanya memakai pendekatan kognitif di dalam proses informasi untuk memperbanyak teori dan juga aplikasi mereka.

Dalam pencakupan prespektif kognitif behavioral terdapat juga di dalamnya perspektif behavioral klasik dan juga perspketif kognitif terkini. Cakupan teori ini juga mencakup dari prinsip kondisioning operan, kondisioning klasik, bejalar sosial dan juga atribusi

  1. Strategi Humanistik

Strategi humanistik diasumsikan sebagai phenomenological dimana penekanan setiap individu dipersepsikan dari pengalaman dunianya, dari perspektif teori psikologi humanistik tersebut cenderung melihat seseorang yang berfikiran kreatif, aktif dan juga pertumbuhan orientatif, sehingga para ahli humanistik juga mengasumsikan setiap orang tersebut dasarnya baik intensinya dan juga bekerja keras untuk ke arah pertumbuhan, cinta kretivitas dan juga aktualisasi diri

  1. Strategi komunikasi

Pada awalnya Strategi komunikasi dikenalkan oleh virginia satir pada tahun 1967 dan juga kolega di mental research institut di palo alto, Kalifornia. Dari pendekatan ini memberikan keyakinan dari pemecahan permasalahan dan juga kelainan fungsi tubuh, mengatur, memerintah dan menjadikan asumsi dimana anggota keluarga diharuskan untuk menghubungkan satu anggota ke anggota lainnya untuk mencontohkan berbagai jenis gaya komunikasi di alam kelompok keluarga.


  1. Strategi struktural

Awalnya Strategi ini dikembangkan oleh  salvador minuchin pada tahun 1974. Pendekatan struktural memfokuskan dan juga mengubah pola dari hubungan anggota keluarga pada tingkat adaptif dari pembedaan, enmeshment dan juga kelepasan dari ikatan antara anggota keluarga.

  1. Strategi Milan

Pendekatan milan dipandang oleh para akhli sebagai satu integral bagian yang di dapat dari sistem keluarga atau unit.  Pendekatan ini menghargai netralitas dan juga penerimaan rasa hormat dalam sistem keluarga. Dalam pendekatan milan digunakan hipotesa yang positif, arti tambahan logis untuk membantu dinamika keluarga untuk memahami lebih baik, dalam hipotesa ini juga untuk membantu perbaikan dan pemahaman fungsi dan juga dinamika keluarga.

  1. Strategi strategis

Pada awalnya pendekatan ini dikembangkan oleh jay haley pada tahun 1973 dalam membantu para ahli untuk efektif dengan resistensi di dalam pekerjaan. Di dalam pendekatan ini digunakan keterlibatan yang aktif dan secara langsung dalam mempertahankan usaha dalam mengubah sekumpulan kelompok maupun lingkungan keluarga.

Maka dari itu beberapa ahli diharuskan untuk menemukan jalan untuk dapat melawan resistensi dengan mengarahkan pengubahan perilaku keluarga ataupun kelompok, biasanya yang paling umum dikenal dengan satu intervensi startegis pencekupan teknik paradoxical.

  1. Strategi naratif

Pada awalnya strategi pendekatan naratif dikenalkan oleh M putih dan epston pada tahun 1990 yang berasumsi  anggota keluarga di dalamnya terdapat konsep permasalahan dan juga perhatian dari satu rangkaian cerita menangani hidup mereka dan juga dari sistem anggota keluarganya, dari teknik yang digunakan antara lain eksternalisasi dan tanya jawab yang relatif dalam menghubungkan suatu cerita dalam cara yang obyektif.

  1. Strategi sosiokultural

Di dalam teori sosiokultural terdapat 2 tokoh yang mendasari dari terbentuknya teori tersebut diantaranya teori piaget yang berpendapat bahwa belajar ditentukan dari adanya karsa individu, yang dimaksud disini adalah sebuah pengetahuan  didasarkan dari individu yang berinteraksi dengan lingkungan sosialnya di bandingkan dengan orang-orang yang lebih dewasa.

Sedangkan teori kedua vygotsky berpendapat bahwa melalui jalan pikiran seseorang dapat dipahami dengan cara penelusuran asal usul sebuah tindakan sadarnya dari interaksi sosial yang didasari dari sejarah hidupnya.


  1. Strategi sistem keluarga

Dari permasalahan yang di dapat di dalam psikologi kelompok, dalam pendekatan sistem keluarga juga sangat penting untuk dilakukan, karena permasalahan setiap orang pada dasarnya berbeda-beda sehingga hal ini merupakan cara yang baik dalam penelaahan masalah psikologi yang terjadi

  1. Strategi psikodinamika

Strategi ini merupakan pendekatan psikoterapi yang di kenalkan oleh sigmund freud. Phares dan trull di tahun 2001, dalam pendekatan ini menyatakan bahawa pendekatan psikodinamika memfokuskan pada motif ketidaksadaran dan juga konflik dalam mencari akar perilaku.

Strategi psikodinamika yang difokuskan pada analisis pengalaman masa lalu, dan juga sasaran terapi dari psikodinamika dalam membantu motif-motif yang secara tidak sadar terdapat dalam diri seseorang dengan menyadari motif dalam dirinya sendiri serta individu yang mendapatkan pilihan. Pendekatan ini juga diklasifikasikan dalam kategori perspektif traditional freudian (psikoanalitik) perspektif pembaharu ( neo freudian) dan juga perspektif modern (relasi objek).

Sponsors Link
, , , ,
Oleh :
Kategori : Psikologi Klinis