Sponsors Link

5 Perbedaan Motif dan Motivasi dalam Psikologi

Sponsors Link

Motif dan motivasi adalah dua kalimat yang sering didengar dalam istilah psikologi, yang berhubungan dengan sikap dan perilaku seseorang atau tujuan dalam suatu organisasi. Dalam pandangan awam, kedua hal tersebut diangggap sama sebab dianggap berasal dan memiliki kesamaan dari segi hasil akhir atau dari segi jalan dalam melakukannya

ads

dimana motif dan motivasi memang sama sama dilakukan dalam beragam hal baik itu positif dan negatif serta memiliki daya tuju. Nah sobat, agar mengetahui lebih detail mengenai perbedaannya, simak selengkapnya dalam ulasan berikut, Perbedaan Motif dan Motivasi dalam Psikologi.

Motif dalam ilmu psikologi  berasal dari bahasa latin movene yang berarti bergerak atau to move (Branch: 1964). Sedangkan menurut Alex Sobur dalam buku Ilmu psikologi Umum (2009:267) motif dalam ilmu psikologi  merupakan dorongan, hasrat, keinginan, dan tenaga penggerak lainnya yang berasal dari dalam dirinya. Karena itulah motif dalam ilmu psikologi diartikan sebagai kekuatan yang terdapat dalam diri organisme yang mendorong untuk berbuat sesuatu atau driving force.

Sedangkan, (Baca juga mengenai perbedaan takut dan cemas)

Motivasi dalam ilmu psikologi merupakan keadaan dalam diri individu atau organisme yang mendorong perilaku ke arah tujuan. Adapun definisi lain mengenai motivasi dalam ilmu psikologi dari Alex Sobur (2009: 268) motivasi dalam ilmu psikologi berarti membangkitkan motif dalam ilmu psikologi, membangkitkan daya gerak, atau menggerakkan seseorang/ diri sendiri untuk berbuat sesuatu dalam rangka mencapai suatu kepuasan/ tujuan.

1. Motif dan Motivasi Saling Mempengaruhi

Motif dalam ilmu psikologi merupakan dorongan untuk melakukan sesuatu atau bisa disebut driving force. Sedangkan motivasi dalam ilmu psikologi adalah kekuatan yang mengarahkan atau menyalurkan motif dalam ilmu psikologi untuk perilaku dalam ilmu psikologi yang memiliki tujuan instrumental behavior.  (Baca juga mengenai perbedaan sikap dan perilaku dalam psikologi)

motivasi dalam ilmu psikologi (instrumental behavior) memicu perilaku dalam ilmu psikologi tertuju pada tujuan (goal). Perilaku dalam ilmu psikologi tertuju tersebut dapat berhenti tetapi akan kembali ke keadaan semula apabila ada sesuatu kebutuhan lagi.

Motif dalam ilmu psikologi sebagai pendorong pada umumnya tidak dapat berdiri sendiri, tetapi saling kait mengait dengan faktor-faktor lain. Hal-hal yang dapat mempengaruhi motif dalam ilmu psikologi tersebut adalah motivasi dalam ilmu psikologi. (Alex Sobur: 220) (Baca juga mengenai teori psikologi dalam kriminologi)

2. Motif adalah Daya, Motivasi adalah Proses

Motif dalam ilmu psikologi adalah daya dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu, atau keadaan seseorang atau organisme yang menyebabkan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan. Sedangkan mmotivasi dalam ilmu psikologi adalah proses untuk menggiatkan motif dalam ilmu

psikologi-motif dalam ilmu psikologi menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu. (Baca juga mengenai dampak psikologis dari penderita kanker)

3. Motif adalah Kebutuhan, Motivasi adalah Keinginan


Motivating (motivasi dalam ilmu psikologi) menurut Prof.Dr.Husaini Usman, M.Pd, M.T dalam Manajemen, Teori, Praktek dan Riset Pendidikan, Bumi Aksara, Edisi 3, 2011 ialah keinginan untuk berbuat sesuatu, sedangkan motif dalam ilmu psikologi adalah kebutuhan (need), keinginan (wish), dorongan (desire) atau impuls. Motivasi dalam ilmu psikologi

merupakan keinginan yang terdapat pada seorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan atau sesuatu yang menjadi dasar atau alasan seseorang berprilaku. Motivasi dalam ilmu psikologi kerja dapat diartikan sebagai keinginan atau kebutuhan yang melatarbelakangi seseorang sehingga ia terdorong untuk bekerja. Motivasi dalam ilmu psikologi seseorang ditentukan oleh intensitas motif dalam ilmu psikologinya. (Baca juga mengenai makna hujan dalam psikologi)

4. Kekuatan Motif dapat Menurun, Motivasi dapat Menjadi Dorongan

Motivasi dalam ilmu psikologi merupakan proses psikis yang mendorong orang untuk melakukan sesuatu. Motivasi dalam ilmu psikologi dapat berasal dari dalam diri maupun dari luar diri seseorang. Motif dalam ilmu psikologi cenderung menurun kekuatannya apabila sudah terpenuhi atau terhambat pemenuhannya. Pemuasan terhadap suatu kebutuhan mungkin terhambat dan orang itu kemudian putus asa (frustasi). Akan tetapi ada pula yang ulet untuk mengatasi hambatan itu dan akhirnya berhasil.

5. Motif dan Motivasi Sama Sama Dimiliki Seseorang

Setiap orang memiliki dorongan yang banyak dalam dirinya. Berubah-ubah, kadang apa yang menjadi faktor pendorong dalam diri orang berubah-ubah. Berbeda-beda bagi orang, setiap orang dengan keinginan yang berbeda-beda juga cenderung memiliki dorongan yang berbeda-beda juga. Tidak disadari oleh orang, adakalanya orang tidak menyadari bahwa ada sesuatu yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu. Motivasi adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan orang untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai tujuan.

Contoh Kasus Perbedaan Motif dan Motivasi dalam Kehidupan

Motivasi dalam ilmu psikologi dalam ilmu psikologi merupakan salah satu alat atasan agar bawahan mau bekerja keras dan bekerja cerdas sesuai dengan yang diharapkan. Pengetahuan tentang pola motivasi dalam ilmu psikologi dalam ilmu psikologi membantu para manajer memahami sikap kerja pegawai masing-masing. Manajer dapat memotivasi dalam ilmu psikologi dalam ilmu psikologi pegawainya dengan cara berbeda-beda sesuai dengan pola masing-masing yang paling menonjol.

Bawahan perlu dimotivasi dalam ilmu psikologi dalam ilmu psikologi karena ada bawahan yang baru mau bekerja setelah dimotivasi dalam ilmu psikologi dalam ilmu psikologi atasannya. Motivasi dalam ilmu psikologi dalam ilmu psikologi yang timbul dari luar disebut motivasi dalam ilmu psikologi dalam ilmu psikologi ekstrinsik. Dipihak lain, ada pula bawahan yang bekerja atas motivasi dalam ilmu psikologi dalam ilmu psikologi dari diri sendiri.

Motivasi dalam ilmu psikologi dalam ilmu psikologi yang timbul dari dalam diri sendiri disebut motivasi dalam ilmu psikologi dalam ilmu psikologi intrinsik. Motivasi dalam ilmu psikologi dalam ilmu psikologi intrinsik biasanya lebih bertahan lama dan efektif dibanding motivasi dalam ilmu psikologi dalam ilmu psikologi ekstrinsik.

Jika seseorang berhasil mencapai motivasi dalam ilmu psikologi dalam ilmu psikologinya, maka yang bersangkutan cenderung untuk terus termotivasi dalam ilmu psikologi dalam ilmu psikologi. Sebaliknya, jika seseorang sering gagal


mewujudkan motivasi dalam ilmu psikologi dalam ilmu psikologinya, maka yang bersangkutan mungkin tetap ulet terus berusaha dan berdoa sampai motivasi dalam ilmu psikologi dalam ilmu psikologinya tercapai atau justru menjadi putus asa (frustasi).

Demikian yang dapat penulis sampaikan, semoga menjadi wawasan bermanfaat dan dapat memberikan pemahaman, sampai jumpa di artikel berikutnya ya sobat, Terima kasih.

Sponsors Link
, , , , ,




Oleh :
Kategori : Ilmu Psikologi