Sponsors Link

12 Perbedaan Boss dan Leader Menurut Psikologi

Sponsors Link

Boss dan leader adalah dua kata sebutan untuk sosok atasan. Namun ternyata, keduanya memiliki makna yang berbeda. Biasanya kata boss memunculkan kesan yang negatif. Saat sobat menyebut sosok tertentu dengan ‘boss’ atau ‘bossy’, sobat menyiratkan individu tersebut berperilaku kurang baik.

ads

Nah, menurut KBBI sendiri, boss adalah individu yang berkuasa mengawasi dan memberi perintah kepada para karyawan atau  leader dalam perusahaan. Berdasarkan pengertian di atas, boss adalah individu dengan status tertentu yang memegang posisi lebih tinggi dibandingkan individu individu yang ia tangani di dalam sebuah organisasi.

Menjadi boss mengacu pada posisi kekuasaan tertentu dan sosok boss akan memiliki kekuasaan atas bawahannya karena peran ini. Singkatnya, sosok  leader sudah pasti bisa menjadi boss, tetapi boss belum tentu bisa menjadi  leader. Yuk, sekarang sobat kenali perbedaan karakter dari keduanya secara lebih lanjut, 12 Perbedaan Boss dan Leader Menurut Psikologi.

1. Leader Memandu, Boss Memerintah

Leader biasanya mempunyai kesan yang lebih positif. Sobat sering memuji sesosok dengan kalimat, “Dia adalah  leader yang hebat dan cerdas”. Nah, kata  leader di sini lebih bermakna positif dan sering digunakan dalam konteks individu yang sobat hormati. Tidak seperti boss,

sosok  leader dianggap sebagai individu yang memberi nasehat kepada bawahannya dan tidak hanya memberikan perintah. Sosok  leader bukan sekadar menginstruksikan dan menggunakan kekuatan dari posisinya. Dia akan memandu dan mendukung karyawannya untuk mencapai tujuan. (Baca juga mengenai teori tanggung jawab dalam psikologi)

2. Leader Memotivasi, Boss Mengawasi

Sosok  leader akan memberi tahu, yang lebih penting menunjukkan arah dan menjadi bagian dari perjalanan bawahannya untuk sampai ke tujuan. Penekanan dari sosok  leader tidak semata mata pada hasil tetapi juga proses. Peran  leader lebih kepada memotivasi dibandingkan pengawasan, dalam hal menyelesaikan sebuah pekerjaan. (Baca juga mengenai hubungan kecerdasan emosional dengan kepemimpinan)

3. Leader Mendengarkan, Boss Berbicara

Coba Sobat ingat ingat, berapa lama Sobat berbicara dalam sebuah rapat? Bandingkan dengan lamanya Sobat mendengarkan dalam sebuah pertemuan yang sama. Jika Sobat lebih sering berbicara, maka Sobat lebih mirip dengan karakter sosok boss. Namun, jika Sobat lebih sering mendengarkan dan memberikan waktu kepada bawahan untuk mengemukakan pendapatnya, maka Sobat telah memiliki kapasitas sebagai sosok  leader. (Baca juga mengenai gaya kepemimpinan dalam psikologi industri)

4. Leader Melatih, Boss Menyuruh

Apakah selama ini Sobat kerap kali menyuruh bawahan melakukan sesuatu yang bahkan belum pernah mereka kerjakan sebelumnya? Atau parahnya sampai menilai performa kerja dan kemampuan mereka dari pekerjaan yang pertama kali mereka lakukan? Perilaku tersebut menggambarkan Sobat sebagai boss. Namun, jika Sobat lebih suka melatih bawahan melakukan sesuatu yang baru, atau setidaknya mencontohkan terlebih dahulu apa yang perlu mereka kerjakan, maka Sobat telah menjadi  leader yang baik. (Baca juga mengenai penerapan psikologi dalam kepemimpinan)

5. Boss Says Go, Leader Says Let’s Go

Boss akan mengatakan “kerjakan” karena dia merasa berkuasa. Kata ini memiliki kesan menyuruh dan biasanya digunakan oleh sosok yang bossy. Namun, sosok  leader akan mengatakan “ayo kerjakan” karena ia memiliki tanggung jawab atas setiap apa yang dikerjakan oleh tim dan bawahannya. Sosok  leader juga akan mengedepankan kerjasama tim dan lebih mengikat antar satu sama lain. (Baca juga mengenai macam macam kepemimpinan)


6. Leader Mengambil Tanggung Jawab, Boss Menyalahkan

Saat tim melakukan kesalahan dan Sobat sebagai kepala mendapatkan teguran, apakah yang akan Sobat lakukan? Jika sikap yang Sobat lakukan lebih kepada menyalahkan bawahan yang dianggap bekerja kurang maksimal, maka Sobat cenderung menjadi sosok boss. Seorang leader pasti akan mengambil tanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan oleh tim.  leader akan mengajak duduk bersama dan fokus kepada menyelesaikan masalah.

7. Leader Mengembangkan, Boss Mengeksploitasi

Apakah Sobat memikirkan perkembangan dan karir bawahan? Jika Sobat terus menerus memberikan pekerjaan kepada bawahan tanpa mempedulikan apapun selain target pekerjaan, maka Sobat cenderung menjadi sosok boss. Berbeda halnya jika Sobat memberikan tugas dengan maksud untuk membantu mereka berkembang menjadi lebih baik, maka ada jiwa  leader dalam diri Sobat. Sosok  leader tahu bagaimana caranya mengembangkan potensi dari karyawannya.

8. Boss Selalu Berkata untuk ‘Saya’, Leader Selalu Berjuang untuk ‘Bersama’

Tak jarang atasan sobat memberi sebuah tugas atau tanggung jawab. Sosok  leader adalah dia yang selalu mengerjakan dari titik nol bersama sama dan menghasilkan sebuah hasil bersama sama pula. Sedangkan, tindakan boss ialah dia yang memberi tugas hanya untuk kepentingan sendiri yang terkadang bisa dilakukannya sendiri.

9. Leader Selalu Membangun Individu Lain untuk Maju, Boss Hanya ‘Menggunakan’ Individu Lain

Melalui berbagai pekerjaan dan tanggung jawab masing masing, seluruh lapisan yang bekerja semestinya diberdayakan dengan baik agar merasa nyaman. Sosok  leader akan selalu mengajak rekan dan bawahannya untuk berkembang dan bertumbuh melalui tantangan pekerjaan. Bukan menjadi pemimpin yang asal menyuruh dan terima beres dengan masing masing pekerjaan yang diberikan.

10. Boss Membangkitkan Rasa Takut Bawahannya, Leader Adalah Dia yang Saling Menghargai

Adanya perbedaan jabatan terkadang akan menimbulkan kesenjangan antara satu dengan lainnya. Bahkan, tak jarang antara atasan dan bawahan tidak saling mengenal. Nah, sosok boss biasanya menciptakan rasa takut kepada karyawannya. Konon, hal ini agar membuat karyawan lebih menghargai dia sebagai boss. Sedangkan,  leader yang baik adalah mereka yang saling tahu dan mengerti posisi serta saling menghargai agar tercipta suasana kerja yang kondusif.

11. Leader Selalu Memberi Apresiasi dan Boss Selalu Melihat Prestasi

Perbedaan kali ini adalah mengenai sebuah penghargaan. Boss meminta sebuah penghargaan dari bawahannya, apa saja yang selama ini pernah ia capai. Hal ini digunakan sebagai tolak ukur apakah kemampuannya baik atau tidak. Sedangkan, sosok  leader akan memberi kesempatan bagi mereka yang mau berusaha dengan keras. Dan di setiap titik pekerjaan yang dilakukan, seberapa kecil itu, sang  leader akan menghargainya dengan sebuah penghargaan moril atau materi.

12. Boss Berpikir Jangka Pendek, Leader Berpikir Jangka Panjang

Perbedaan kali ini berada pada jangka pemikiran. Jika sosok boss, dia akan berpikir asal cepat dan asal jadi. Sehingga hasil yang dituai pun kebanyakan tidak maksimal. Berbeda dengan sosok  leader yang berpikir jangka panjang, dia berpikir mengenai resiko yang dialami. Dan sosok  leader yang baik akan selalu memiliki rencana A, B, C, D, dan lain lain.

Nah sobat, demikian yang dapat penulis sampaikan, semoga bermanfaat, sampai jumpa di artikel berikutnya, terima kasih.

Sponsors Link
, , , , ,




Oleh :
Kategori : Ilmu Psikologi