Sponsors Link

Teori Tanggung Jawab dalam Psikologi

Sponsors Link

1. Pengertian Teori Tanggung Jawab Menurut Psikologi

ads

Tanggung jawab menurut psikologi menurut kamus bahasa indonesia adalah, kondisi wajib menaggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut psikologi menurut kamus umum bahasa indonesia adalah berkewajiban dalam psikologi menaggung, memikul,menanggung segala sesuatunya,dan menanggung akibatnya.

Tanggung jawab menurut psikologi adalah kesadaran orang akan tingkah laku atau perbuatannya yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja.tanggung jawab menurut psikologi juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban dalam psikologi.

Tanggung jawab menurut psikologi itu bersifat kodrati,artinya sudah menjadi bagian hidup orang ,bahwa setiap orang di bebani dengan tangung jawab.apabila di kaji tanggung jawab menurut psikologi itu adalah kewajiban dalam psikologi yang harus di pikul sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat. (Baca juga mengenai terapi kognitif pada lansia).

Tanggung jawab menurut psikologi adalah cirri orang yang beradab.orang merasa bertanggung jawab menurut psikologi karena ia menyadari akibat baik atau buruk perbuatannya itu, dan menyadari pula bahwa pihak lain memerlukan pengadilan atau pengorbanan . (Baca juga mengenai peran remaja dalam mengatasi ancaman).

2. Sebab Terjadinya Tanggung Jawab Menurut Psikologi

  • Standart nilai pribadi

Orang bertanggung jawab terhadap tindakan mereka. Orang menanggung akibat dari perbuatannya dan mengukurnya pada berbagai aturan. Di antaranya adalah nurani sendiri, standar nilai setiap pribadi. Aturan-aturan nilai ini dapat dibentuk dengan berbagai macam cara. (Baca juga mengenai contoh peran remaja dalam masyarakat).

  • Dampak kehidupan bersama

Kehidupan bersama antar orang membentuk aturan selanjutnya, yakni aturan-aturan, hukum-hukum yang dibutuhkan suatu masyarakat tertentu. Dalam negara-negara modern aturan-aturan atau hukum-hukum tersebut termaktub dalam sebuah sistem hukum dan sama bagi semua warga. (Baca juga mengenai peran remaja dalam perkembangan desa).

Apabila aturan-aturan ini dilanggar yang bersangkutan harus memperoleh hukuman atau sanksi. Jika ia misalnya merugikan hak milik orang lain maka ia menurut Kitab Hukum Federal Jerman wajib mengganti kerugian yang ditimbulkan. Pengadilan dapat menghukum sikap yang bersalah (pelanggaran) berdasarkan KUHP. (Baca juga mengenai peran dalam perkembangan emosi remaja).

3. Tanggung jawab dan Seseorang Menurut Psikologi

Pada hakikatnya hanya masing-masing seseorang yang dapat bertanggungjawab. Hanya mereka yang memikul akibat dari perbuatan mereka. Oleh karenanya, istilah tanggungjawab pribadi atau tanggungjawab sendiri sebenarnya “mubajir”. Suatu masyarakat yang tidak mengakui bahwa setiap seseorang mempunyai nilainya sendiri yang berhak diikutinya tidak mampu menghargai martabat seseorang tersebut dan tidak mampu mengenali hakikat kebebasan.

4. Tanggung Jawab Menurut Ahli Psikologi

  • Friedrich August von Hayek

Semua bentuk dari apa yang disebut dengan tanggungjawab kolektif mengacu pada tanggungjawab seseorang. Istilah tanggungjawab bersama umumnya hanyalah digunakan untuk menutup-nutupi tanggungjawab itu sendiri. Dalam tanggungjawab politis sebuah masalah jelas bagi setiap pendelegasian kewenangan (tanggungjawab).


Pihak yang disebut penanggungjawab tidak menanggung secara penuh akibat dari keputusan mereka. Risiko mereka yang paling besar adalah dibatalkan pemilihannya atau pensiun dini. Sementara sisanya harus ditanggung si pembayar pajak.

Karena itulah para penganut liberal menekankan pada subsidiaritas, pada keputusan-keputusan yang sedapat mungkin ditentukan di kalangan rakyat yang notabene harus menanggung akibat dari keputusan tersebut. Tanggungjawab dan kebebasan. Kebebasan dan tanggungjawab tidak dapat dipisahkan.

Orang yang dapat bertanggungjawab terhadap tindakannya dan mempertanggungjawabkan perbuatannya hanyalah orang yang mengambil keputusan dan bertindak tanpa tekanan dari pihak manapun atau secara bebas. Liberalisme menghendaki satu bentuk kehidupan bersama yang memungkinkan orangnya untuk membuat keputusan sendiri tentang hidup mereka.

Karena itu bagi suatu masyarakat liberal hal yang mendasar adalah bahwa setiap seseorang harus mengambilalih tanggungjawab. Ini merupakan kebalikan dari konsep sosialis yang mendelegasikan tanggungjawab dalam ukuran seperlunya kepada masyarakat atau negara. Kebebasan berarti tanggungjawab; Itulah sebabnya mengapa kebanyakan orang takut terhadapnya.

  • George Bernard Shaw

Persaingan yang merupakan unsur pembentuk setiap masyarakat bebas baru mungkin terjadi jika ada tanggungjawab seseorang. Seorang orang baru akan dapat menerapkan seluruh pengetahuan dan energinya dalam bentuk tindakan yang efektif dan berguna jika ia sendiri harus menanggung akibat dari perbuatannya,

baik itu berupa keuntungan maupun kerugian.  Justru di sinilah gagalnya ekonomi terpimpin dan masyarakat sosialis: secara resmi memang semua bertanggungjawab untuk segala sesuatunya, tapi faktanya tak seorangpun bertanggungjawab. Akibatnya masih kita alami sampai sekarang.

Tanggungjawab sosial. Dalam diskusi politik sering disebut-sebut istilah tanggungjawab sosial. Istilah ini dianggap sebagai bentuk khusus, lebih tinggi dari tanggungjawab secara umum. Namun berbeda dari penggunaan bahasa yang ada, tanggungjawab sosial dan solidaritas muncul dari tanggungjawab pribadi dan sekaligus menuntut kebebasan dan persaingan dalam ukuran yang tinggi.

Untuk mengimbangi “tanggungjawab sosial” tersebut pemerintah membuat sejumlah sistem, mulai dari Lembaga Federal untuk Pekerjaan sampai asuransi dana pensiun yang dibiayai dengan uang pajak atau sumbangan-sumbangan paksaan. Institusi yang terkait ditentukan dengan keanggotaan paksaan.

Karena itu institusi-institusi tersebut tidak mempunyai kualitas moral organisasi yang bersifat sukarela.  Orang yang terlibat dalam organisasi-organisasi seperti ini adalah mereka yang melaksanakan tanggungjawab pribadi untuk diri sendiri dan orang lain. Semboyan umum semua birokrat adalah perlindungan sebagai ganti tanggungjawab.

  • Carl Horber

Pada akhirnya tidak ada yang bertanggungjawab atas dampak-dampak dari penagaruh politik terhadap keamanan sosial. Akibatnya ditanggung oleh pembayar pajak dan penerima jasa. Tanggungjawab terhadap orang lain Setiap orang mempunyai kemungkinan dan di banyak situasi juga kewajiban dalam psikologi moral atau hukum untuk bertanggungjawab terhadap orang lain.

Secara tradisional keluarga adalah tempat dimana orang saling memberikan tanggungjawabnya. Si orang tua bertanggungjawab kepada anaknya, anggota keluarga saling tanggungjawab. Anggota keluarga saling membantu dalam kondisi susah, saling mengurus di usia tua dan dalam kondisi sakit.

Ini khususnya menyangkut orang yang karena berbagai alasan tidak mampu atau tidak mampu lagi bertanggungjawab terhadap dirinya sendiri secara penuh. Ini terlepas dari apakah kehidupan itu berbentuk perkawinan atau tidak.

Tanggungjawab terhadap orang lain seperti ini tentu saja dapat diterapkan di luar lingkungan keluarga. Bentuknya bisa beranekaragam. Yang penting adalah prinsip sukarela – pada kedua belah pihak.  Pertanggungjawaban orang terhadap dirinya sendiri tidak boleh digantikan dengan perwalian.

Tanggungjawab dan risiko. Dalam masyarakat modern orang berhadapan dengan berbagai risiko. Risiko itu bisa membuat orang sakit dan membutuhkan penanganan medis yang sangat mahal. Atau membuat orang kehilangan pekerjaan dan bahkan harta bendanya.

Demikian yang dapat disampaikan penulis, semoga menjadi wawasan yang berkualitas dan bermanfaat. Terima kasih.

Sponsors Link
, , , , ,




Oleh :
Kategori : Ilmu Psikologi