Sponsors Link

10 Penerapan Psikologi dalam Pendidikan Inklusi

Sponsors Link

Terdapat penerapan psikologi dalam pendidikan inklusi yang bisa kita pelajari sebagai bagian dari psikologi pendidikan. Pendidikan inklusi merupakan salah satu jenis pendidikan yang khas, dimana di dalamnya menggunakan prinsip tidak membeda-bedakan peserta didiknya. Mudahnya, seorang individu yang memiliki disabilitas atau berkebutuhan khusus, akan dicampur dengan individu lainnya. Pendidikan ini tentu saja akan memberikan suatu kesempatan yang lebih bagi para penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus, untuk tetap merasa nyaman dan tidak dibeda-bedakan dengan yang lainnya. (Baca juga: Ruang lingkup psikologi pendidikan)

ads

Psikologi sangat berperan juga di dalam proses pendidikan inklusi. Pendekatan yang ada mungkin akan sedikit berbeda dengan pendidikan formal lainnya. Dalam pendidikan inklusi, peranan penting psikologi adalah mengedepankan sikap yang tidak mendiskriminasi peserta didik. Oleh karenanya, perlu perhatian yang lebih pula pada aspek psikologi ini supaya setiap peserta didik merasa nyaman dan target atau tujuan dari pembelajaran bisa tercapai dengan baik. Berikut ini adalah beberapa macam penerapannya:

  1. Perumusan Tujuan Pembelajaran yang Sesuai

Tujuan pembelajaran yang sesuai bisa digunakan setelah adanya penerapan psikologi pendidikan yang tepat dalam pendidikan inklusi. Tujuan dan sasaran pembelajaran tentunya akan disesuaikan dengan kondisi lapangan siswa yang ada. Dengan melihat aspek psikologi ini, masing-masing siswa akan mencapai tujuan dengan derajat yang sesuai.

  1. Pemilihan Strategi Belajar yang Tepat

Psikologi juga mampu membantu dalam menetapkan strategi belajar yang sesuai. Individu berkebutuhan khusus ketika digabung ke dalam sekolah umum tentu saja akan membutuhkan penyesuaian-penyesuaian tertentu. Pemilihan strategi belajar yang tepat dan sesuai bisa digunakan berkat adanya pendekatan psikologi di dalamnya.

  1. Penyesuaian Metode Belajar

Hampir mirip dengan pemilihan strategi belajar, metode belajar yang tepat juga akan disusun sesuai dengan kemampuan peserta didik. Ini merupakan salah satu cara yang cocok untuk membuat jenis-jenis metode belajar yang sesuai bagi para peserta didik. Aspek psikologis perlu diperhatikan, terutama untuk melihat tingkat perkembangan masing-masing individu.

  1. Pemberian Bimbingan dan Konseling

Psikologi juga mampu memberikan bimbingan dan konseling yang sesuai bagi para peserta didik. Kita tahu bahwa pencampuran peserta didik yang umum dengan berkebutuhan khusus bisa saja menimbulkan konflik. Dengan adanya bimbingan dan konseling ini, diharapkan konflik-konflik tersebut bisa diminimalkan. Psikologi konseling biasanya sangat berperan di sini.

  1. Membuat Iklim Belajar Kondusif

Iklim belajar akan lebih kondusif berkat adanya pendekatan psikologi di dalam proses pembelajaran inklusi. Peserta didik bisa mendapatkan pengetahuan untuk saling menghargai kondisi sama lain dan tidak menciptakan permusuhan di dalamnya. Bila ada permasalahan pun, tentu bisa diselesaikan menggunakan pendekatan psikologi tersebut.

  1. Pengaturan Sistem Penilaian

Sistem penilaian yang adil juga bisa dibuat dengan melihat aspek psikologi tertentu. Kita tentu saja tidak bisa memukul rata hasil belajar siswa umum dengan yang berkebutuhan khusus. Dengan adanya psikologi, diharapkan sistem penilaian peserta didik juga akan dibuat seadil-adilnya sesuai dengan kemampuan masing-masing individu.

  1. Pengelolaan Interaksi Antar Siswa

Interaksi di antara siswa bisa diamati secara langsung. Pola-pola perilaku yang ada bisa dijadikan sebuah pengamatan tersendiri untuk kemudian dikelola dengan lebih baik. Tentu saja, penerapan psikologi dalam pendidikan inklusi ini memiliki tujuan yang baik terutama untuk menghindari adanya konflik-konflik tertentu di antara siswa.


  1. Pengelolaan Interaksi Siswa dan Guru

Tidak hanya antar siswa, interaksi antara siswa dan guru juga bisa ditengarai dengan menggunakan pendekatan psikologi pula. Guru atau pengajar bisa lebih cermat dan memperhatikan aspek ini sehingga interaksi yang terjadi akan berjalan dengan lebih baik. Siswa akan merasa nyaman dan lebih dipahami lagi.

  1. Pemberian Motivasi Belajar Peserta Didik

Psikologi dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Pemberian reinforcement atau penguatan tertentu akan meningkatkan motif belajar siswa. Ini jelas memberikan kesempatan yang baik bagi setiap peserta didik supaya bisa lebih aktif lagi dalam proses pembelajaran. Kita juga bisa mulai mencari tahu apa saja contoh motif dalam psikologi pendidikan.

  1. Memberikan Sarana dan Fasilitas yang Tepat

Kepekaan membuat sarana dan fasilitas yang tepat bisa diberikan pada para peserta didik dengan baik. Siswa yang berkebutuhan khusus akan diberikan sarana dan fasilitas supaya menunjang proses pembelajaran yang ada. (Baca juga: Cara menangani anak berkebutuhan khusus)

Pendidikan inklusi merupakan sebuah pendidikan yang sudah banyak sekali diterapkan saat ini. Ada banyak manfaat yang sangat baik, terutama untuk menghindari adanya proses diskriminasi dalam proses pendidikan. Mereka yang berkebutuhan khusus tidak akan merasa dibeda-bedakan dan memiliki kesempatan yang sama. Tak heran bila kemudian penerapan psikologi dalam pendidikan inklusi ini sangat penting dan perlu kita perhatikan.

Sponsors Link
, , ,




Oleh :