Home » Ilmu Psikologi » Psikologi Anak » 13 Prosedur Metode Assesmen Dalam Psikologi Anak Secara Singkat

13 Prosedur Metode Assesmen Dalam Psikologi Anak Secara Singkat

by Devita Retno

Assesmen adalah metode pengumpulan informasi yang biasanya digunakan untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan yang kelak akan disampaikan kepada pihak – pihak terkait oleh pihak asesor. Dengan kata lain, assesmen adalah suatu proses mengumpulkan informasi yang akan digunakan sebagai dasar yang akan menegakkan diagnosa. Assesmen pada anak usia dini digunakan untuk mengumpulkan dan menyediakan informasi kepada pendidik, orang tua, dan keluarga mengenai perkembangan dan pertumbuhan anak. Dalam psikologi anak, metode assesmen berarti penilaian terhadap suatu situasi pada kehidupan anak – anak.

Dalam konteks ini yaitu proses pengumpulan informasi mengenai seorang anak, meninjau informasi yang didapat, dan menggunakan informasi tersebut untuk merencanakan aktivitas pendidikan yang berada pada tingkatan yang dapat dipahami anak dan mudah untuk dipelajari. Metode assesmen dalam psikologi anak merupakan bagian kritis dari program anak usia dini yang berkualitas tinggi. Ketika para pendidik melakukan assesment, mereka mengamati seorang anak untuk mendapatkan informasi mengenai apa yang diketahui anak dan apa yang bisa dilakukan oleh anak.

Pentingnya Metode Assesmen Pada Psikologi Anak

Mengamati dan mendokumentasikan hasil pekerjaan dan penampilan anak dalam waktu satu tahun akan memungkinkan seorang pendidik untuk mengakumulasikan catatan mengenai pertumbuhan dan perkembangan anak. Dengan informasi yang ada, melalui penggunaan asesmen dalam praktek psikologi, para pendidik dapat mulai merencanakan kurikulum yang tepat dan efektif untuk setiap anak. Catatan assesment ini juga merupakan suatu alat penting yang dapat dibagi dengan orang tua sehingga dapat mengikuti kemajuan anak di sekolah, mengerti tantangan dan kekuatan yang dihadapi anak, dan merencanakan bagaimana mereka dapat membantu anak di rumah.

Metode assesmen dalam psikologi anak memiliki kemiripan tujuan asesmen dalam psikologi klinis yang memiliki macam – macam asesmen dalam psikologi klinis untuk menyediakan para pendidik, orang tua, dan keluarga dengan informasi kritis mengenai perkembangan dan pertumbuhan anak. Pentingnya metode assesmen dalam psikologi anak antara lain:

  • Menyediakan catatan pertumbuhan anak dalam semua bidang yaitu kognitif, fisik atau motorik, bahasa, sosial emosional, dan pendekatan belajar.
  • Mengidentifikasi anak yang mungkin membutuhkan dukungan tambahan dan menentukan apakah perlu ada intervensi atau penyediaan dukungan tambahan.
  • Membantu para pendidik merencanakan instruksi individu untuk anak atau kelompok anak yang berada dalam tahap perkembangan yang sama.
  • Mengenali kekuatan dan kelemahan dalam program dan mendapatkan informasi mengenai sebaik apa program tersebut memenuhi tujuan dan kebutuhan anak.
  • Menyediakan pengertian bersama diantara para pendidik dan orang tua atau keluarga untuk digunakan sebagai strategi untuk mendukung anak.

Prosedur Metode Assesmen Pada Anak

Metode assesmen dalam psikologi anak menggunakan beberapa langkah dan tahapan yang merupakan prosedur yang perlu dilakukan pada bidang psikologi anak sebelum memulai metode assesmen dan dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Melakukan pendekatan kepada klien

Tujuan pendekatan ini dilakukan agar dapat mengenai sifat dan karakter klien lebih dulu agar ketika tiba waktunya untuk melakukan proses pengambilan informasi, maka antara klien dan psikolog telah memiliki hubungan saling mempercayai. Rasa saling percaya ini penting untuk dibentuk antara psikolog dan klien sehingga klien tidak akan merasa canggung untuk terintimidasi oleh pertanyaan yang akan diajukan.

2. Perencanaan

Rencana yang matang diperlukan untuk menentukan prosedur yang tepat yang dapat digunakan dalam pengambilan data. Untuk itu harus ditetapkan pedoman, garis besar, dan petunjuk yang harus disiapkan agar hasil assesment akan sesuai dengan yang diinginkan. Ada beberapa kerangka dasar yang perlu diperhatikan dalam perencanaan yaitu:

  • What – Merupakan kerangka pertanyaan yang akan diajukan dan mengenai apa yang akan dicapai dalam proses assesmen tersebut.
  • Why – Psikolog harus dapat menjelaskan alasan mengapa ia menggunakan metode tertentu untuk melakukan assesmen dengan kalimat yang singkat dan jelas serta tepat sasaran.
  • Where – Suatu langkah yang perlu dilakukan berupa penentuan lokasi atau tempat akan dilakukannya assesmen oleh psikolog. Tempat tersebut harus dapat memberi dukungan kepada klien dan memudahkan bagi psikolog untuk mendapatkan hasil assesmen dengan akurat.
  • When – Mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukan assesmen.
  • How – Bagaimana cara melakukan serangkaian cara dan metode untuk assesmen tersebut.

3. Observasi

Proses ini perlu dilakukan agar dapat melihat secara langsung pada sasaran atau subjek assesmen, dan juga menjadi kelebihan untuk menggeneralisasikan suatu hipotesis atau ide. Dengan observasi, diharapkan para psikolog dapat mengetahui apa aktivitas dan apa saja yang dilakukan hingga mengalami apa yang dikeluhkan dengan lebih realistis dan menjadi cara untuk menjawab pertanyaan yang lebih spesifik. Observasi dapat dilakukan dengan interupsi minimal atau tidak sama sekali dalam aktivitas anak. Para pendidik dapat mengamati semua aspek dalam perkembangan, termasuk intelektual, linguistik, sosial emosional, dan perkembangan fisik dalam kehidupan sehari – hari.

4. Wawancara

Wawancara secara keseluruhan adalah dasar untuk melakukan metode assesmen dalam psikologi anak , dan juga merupakan inti dari prosedur untuk assesmen terhadap klien. Psikolog harus dapat memberikan pertanyaan cerdas dan singkat yang tidak bertele – tele untuk menghindari terjadinya klien yang merasa jenuh ketika sedang berlangsung proses pengambilan informasi.

5. Prosedur Tes

Tes ini dilakukan hampir seperti wawancara yaitu dengan memberikan contoh dari tingkah laku klien. Metode assesmen dalam psikologi anak dengan menggunakan prosedur tes akan membuat proses wawancara menjadi lebih tajam, lebih tajam dari serangkaian hasil yang telah ada sebelumnya. Tes – tes ini dibuat secara standar untuk mencocokkan, mengatur dan menilai anak dalam standar nilai dasar tertentu dan sering digunakan untuk mengakses penampilan anak dalam satu program.

6. Mengumpulkan Portofolio

Portofolio adalah rekaman atau catatan data yang dikumpulkan selama kegiatan yang dilakukan atau dihasilkan anak selama periode waktu tertentu. Kumpulan catatan kegiatan ini dapat menunjukkan dengan jelas kemajuan dari perkembangan seorang anak. Portofolio dapaat menjadi alat yang penting dalam membantu kerja sama antara guru dan orang tua.

7. Peringkat Guru

Metode ini berguna dalam proses assesmen kognitif anak dan kemampuan berbahasanya sebagaimana perkembangan sosial emosional anak. Peringkat ini dapat dihubungkan kepada metode assesmen lainnya, seperti tes standar atau peralatan assesmen lainnya.

8. Peringkat Orang Tua

Prosedur ini berguna untuk mengintegrasikan orang tua kepada prosedur metode assesmen dalam psikologi anak. Orang tua yang didorong untuk mengamati dan mendengarkan anak mereka dapat membantu mendeteksi dan menentukan pencapaian penting dan perilaku pada perkembangan anak mereka. Dengan demikian, orang tua juga akan dapat berperan aktif dalam membantu proses assesmen pada anak mereka agar dapat membuahkan hasil yang sesuai dengan apa yang diinginkan.

9. Pengolahan Data 

Data yang terkumpul kemudian akan diolah hingga pemeriksa data akan mampu menginterpretasikan atau menerjemahkan hasil assesmen sesuai dengan tujuannya. Dibutuhkan ketelitian dan kecermatan dalam mengolah hasil atau data yang sudah terkumpul dari seorang pengolah data, agar tidak terjadi kesalahan dalam mengartikan data yang terkumpul. Adanya kesalahan dalam pengumpulan dan pengolahan data akan membuat serangkaian prosedur yang telah dijalani menjadi sia – sia.

10. Hipotesis

Hipotesis adalah hasil dari data yang sudah diolah dan diubah menjadi kesimpulan yang berhubungan dengan tujuan metode assesmen dalam psikologi anak. Hipotesis ini penting agar psikolog dapat bekerja lebih terarah dalam cara menangani klien. Anda juga perlu mengetahui tentang gangguan psikologis pada anak usia sekolah, pendekatan psikologi dalam membentuk pribadi anak, dan perkembangan psikologi anak.

11. Anamnesis

Proses yang dilakukan psikolog untuk menanyakan kepada klien mengenai persoalan atau masalah yang pernah dialami serta riwayat hidup klien dinamakan anamnesa. Ada dua jenis anamnesa yaitu anamnesa yang disampaikan atau dilakukan secara langsung kepada klien ( auto anamnesa ) dan anamnesa yang tidak dilakukan secara langsung kepada klien melainkan kepada keluarga terdekat yang mengetahui banyak hal tentang klien sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai latar belakang dan karakter klien ( allo anamnesa ).

12. Laporan Pemeriksaan

Laporan ini dilakukan untuk keperluan akademik dan dilakukan setelah semua prosedur pemeriksaan selesai. Laporan metode assesmen dalam psikologi anak yang sudah diverifikasi dapat digunakan untuk diskusi kasus, penelitian, contoh kasus, bahan acuan dan sebagainya. Pengarsipan pada hasil laporan diperlukan untuk menyimpan data – data klien dan untuk menjadi bahan referensi dari kasus setelahnya.

13. Menyampaikan Hasil

Prosedur metode assesmen dalam psikologi anak ini dilakukan untuk menyampaikan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan kepada pihak – pihak klien secara lisan dan tertulis. Hasil pemeriksaan harus disampaikan tanpa ada manipulasi data atau hal apapun agar dapat disampaikan dengan sebenar – benarnya kepada klien untuk mengetahui langkah apa saja yang harus dilakukan setelah berkonsultasi dengan psikolog.

Beberapa anak akan melalui proses metode assesmen dalam psikologi anak hanya dengan psikolognya saja, atau juga bersama dengan ahli psikometrik. Anak lain bisa menjalani assesemen dengan psikolog yang bekerja dengan tim yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu, dan karena itu mungkin juga akan menemui para ahli lain ketika melakukan proses assesment tersebut. Jenis assesment yang akan diterima oleh anak akan tergantung kepada program dimana ia terlibat, agar perilaku belajar dan tingkah laku anak dapat diuji dalam konteks status medisnya dan mengetahui alasan untuk melakukan rujukan setelah menjalani assesment.

You may also like