Home » Ilmu Psikologi » Psikologi Pendidikan » 3 Jenis Kesulitan Belajar Dalam Psikologi Pendidikan

3 Jenis Kesulitan Belajar Dalam Psikologi Pendidikan

by Agil Antono

Dalam dunia psikologi, kita akan menemukan banyak cabang ilmu yang membagi psikologi dalam berbagai hal yang salah satunya berkaitan dengan pendidikan. Psikologi pendidikan merupakan bagian dari ilmu psikologi yang secara khusus mempelajari kondisi psikologi seseorang terkait aktivitas belajar dan mengajar. Kesulitan belajar merupakan salah satu konsen dalam psikologi pendidikan yang perlu dipahami. Berikut beberapa jenis kesulitan belajar dalam psikologi pendidikan yang dijelaskan di bawah ini.

  • Kesulitan membaca atau disleksia

Jenis kesulitan belajar dalam psikologi pendidikan yang pertama adalah disleksia. Secara umum, disleksia diartikan sebagai keadaan dimana seorang anak memiliiki kemampuan yang lemah untuk membaca. Membaca sendiri merupakan aktivitas audiovisual yang dilakukan untuk mendapatkan makna dari sebuah tulisan, kata, huruf, maupun simbol. Kesulitan membaca dapat terjadi pada 10% anak di negara maju yang merupakan faktor penghambat utama dalam pembelajaran karena membaca merupakan salah satu ilmu dasar untuk dapat belajar dengan baik.

Disleksia sebagai gangguan dalam anak membaca yang dapat menyebakan lambatnya anak dalam menerima pelajaran tersebut tidak dapat dideteksi sejak dini sehingga baru akan terlihat ketika anak sudah masuk di usia sekolah. Ciri ciri disleksia pada anak dapat diketahui ketika ia sulit untuk membaca kata demi kata dalam sebuah tulisan, mengeja huruf dalam kata, dan bahkan memahami arti atau makna dari kata tersebut.

  • Kesulitan menulis atau Disgrafia

Jenis kesulitan belajar lainnya dalam ilmu psikologi pendidikan disebut dengan istilah disgrafia yang merupakan ketidakmampuan atau kesulitan anak untuk menulis sebagai salah satu dasar kemampuan dalam belajar. Sama halnya dengan disleksia, anak dengan kondisi disgrafia juga kerapkali memiliki keterlambatan dalam pejalarannya meskipun terutama dalam mengerjakan pekerjaan rumah atau tugas sekolah yang mengharuskannya untuk menulis.

Kondisi disgrafia pada anak anak dapat dikenali melalui ciri dan karakteristik anak disgrafia diantaranya seperti seorang anak yang sering tidak konsisen dengan bentuk tulisan huruf yang sama, mencampur pemakaian huruf besar dan kecil secara tidak beraturan, kesulitan memegang alat tulis dengan baik yang terkadan sering terlihat terlalu menekan, sulit menyalin contoh tulisan yang sudah ada sekalipun,  serta ukuran dari setiap tulisan yang berbeda beda.

  • Kesulitan menghitung atau Diskalkulia

Kesulitan menghitung atau yang disebut diskalkulia merupakan jenis kesulitan belajar lain dalam psikologi pendidikan yang perlu diperhatikan dengan baik. Seorang anak yang mengalami diskalkulia akan sulit menghitung atau memiliki kemampuan dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan angka. Anak dengan diskalkulia akan mengalami kesulitan untuk dapat menerima pelajaran matematikan dan segala bentuk ilmu yang berkaitan dengan aritmatika.

Ciri ciri anak diskalkulia dapat dikenali dari beberapa kondisi yang dialaminya sejak usia sekolah. Beberapa ciri dan karakteristik dari anak yang mengalami disklakulia adalah lambat untuk menghitung 1 – 10 dan kerapkali tertukar urutannya, menghitung sejumlah angka, dan menyelesaikan tugas tugas perhitungan lainnya.

Itulah beberapa penjelasan mengenai kesulitan belajar dalam psikologi pendidikan yang perlu dipahami terutama ciri ciri dari setiap jenis kesultan belajar tersebut. Dengan mengetahui lebih dini kondisi anak yang kesulitan belajar maka dapat membantu mengatasi keadaan tersebut dengan baik.

You may also like