Sponsors Link

7 Jenis Emosi pada Anak Usia Dini

Sponsors Link

Kata ’jenis emosi pada anak usia dini’ berasal dari bahasa latin yang artinya ’mengeluarkan (to move out), menstimulasi juga memotivasi (to excite). Arti yang sering digunakan oleh para psikolog anak yaitu emosi (affect, feeling), yang dihubungkan dengan kognisi (cognition) ataupun tindakan (action). Menurut Lindgren, pada dasarnya jenis emosi pada anak usia dini ialah keadaan antusiasme umum yang diekspresikan dengan perubahan pada jiwa juga keadaan tubuh.

ads

Jenis emosi pada anak usia dini berperan penting bagi anak usia dini . Pada usia dini, anak usia dini telah belajar tentang jenis emosi pada anak usia dini, walaupun di usia tersebut anak usia dini belum dapat menginterpretasi serangkaian jenis emosi pada anak usia dini buruk yang diekspresikan individu lain. Emosi menunjukkan keadaan emosi anak usia dini. Anak usia dini yang mungkin sedang gembira akan menunjukkan jenis emosi pada anak usia dini dengan cara tertawa ataupun tersenyum.

Anak usia dini yang mungkin sedang sedih akan menunjukkan jenis emosi pada anak usia dini dengan menangis ataupun merengutkan wajah. Berbagai jenis emosi pada anak usia dini yang diekspresikan anak usia dini menunjukkan pada individu lain, apa yang anak usia dini rasakan ataupun anak usia dini inginkan pada saat tertentu. Ciri jenis emosi pada anak usia dini sendiri ialah sebagai berikut : (Baca juga mengenai peran orang tua dalam perkembangan sosial emosional anak usia dini)

  • Jenis emosi pada anak usia dini bersifat tidak tetap / sering berubah ubah
  • Jenis emosi pada anak usia dini lebih berkaitan dengan pengenalan panca indera
  • Jenis emosi pada anak usia dini berlangsung singkat juga berakhir secara tiba tiba
  • Jenis emosi pada anak usia dini lebih sering diketahui dengan jelas dari tingkah lakunya.
  • Jenis emosi pada anak usia dini bersifat sementara juga sering terjadi

Lalu apakah sobat pembaca tahu ada berapa macam Jenis Emosi pada Anak Usia Dini ? Ada beberapa macam jenis emosi pada anak usia dini yang dapat sobat ketahui, antara lain : (Baca juga mengenai cara mengatasi anak stres pada anak usia dini)

1. Senang

Senang ialah jenis emosi anak usia dini saat keinginannya terpenuhi ataupun senang terhadap sesuatu yang membuat anak bahagia. Contoh dalam kehidupan sehari hari : anak usia dini mendapat nilai baik di sekolah juga mendapat suatu barang yang di senanginya dari individu lain (Baca juga mengenai metode dalam pendidikan karakter sejak usia dini)

atau orang tuanya pasti anak usia dini merasa senang, selain anak usia dini sendiri juga senang sebab mendapat nilai baik, anak usia dini juga merasa senang sebab juga mendapat bonus dari yaitu suatu keinginannya juga terpenuhi berupa hadiah. (Baca juga mengenai manfaat psikologi pendidikan bagi anak usia dini)

2. Takut

Takut ialah jenis emosi anak usia dini ketika mendapat sesuatu yang membuatnya merasa membahayakan untuk anak seperti sesuatu yang membuat mereka kaget tentang peristiwa yang pernah anak lalui. Contoh dalam kehidupan sehari hari : anak usia dini mendengarkan cerita dari tetangganya bahwa ada pencurian anak usia dini. Anak usia dini jadi takut dengan peristiwa tersebut. (Baca juga mengenai perkembangan emosi anak tunanetra sejak usia dini)


3. Marah

Marah ialah jenis emosi anak usia dini ketika meluapkan rasa kecewa atau sedih. Biasanya disebabkan oleh tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh kata hatinya. Contoh dalam kehidupan sehari hari : anak usia dini perempuan ingin membeli mainan boneka barbie dan ayah ibunya menganjurkan boneka lain.

Anak usia dini jadi marah sebab tidak sesuai yang diinginkan olehnya. Walaupun anak usia dini lelaki juga ingin boneka robot tetapi ayah ibunya menganjurkan yang lain juga anak usia dini tidak mau, saat itu juga anak usia dini akan marah, sebab tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.

4. Ingin tahu

Ingin tahu ialah jenis emosi anak usia dini untuk meningkatkan keingintahuan tentang hal hal yang baru yang ada di sekitarnya. Contoh dalam kehidupan sehari hari : anak usia dini belum tahu sepenuhnya macam macam binatang yang jarang di ketahuinya, juga pada saat itu pula sang anak usia dini lagi jalan jalan ke taman dan anak usia dini melihat capung beterbangan di taman.

Pada saat itu juga pasti anak usia dini akan bertanya tanya, itu hewan apa ibu, bapak ? juga pasti akan bertanya tanya lagi sampai anak mengerti . itu menunjukkan bahwa anak usia dini sedan ingin tahu tentang hal baru yang dilihat di sekitarnya dna hal itu adalah wajar sebab jika anak usia dini tidak ingin tahu berarti ada yang tidak wajar dalam perkembangan dirinya.

5. Sedih

Sedih ialah jenis emosi anak usia dini ketika melihat sesuatu yang membuat hatinya luluh juga timbul kesedihan juga merasa kehilangan sesuatu yang di senangi ataupun tidak terpenuhi apa yang diinginkan. Contoh dalam kehidupan sehari hari : sang anak usia dini mempunyai hewan kesayangan kelinci, diberi makan setiap hari dan kelinci itu tiba tiba hilang. Disitulah anak usia dini pasti merasa kehilangan juga timbul kesedihan.

6. Afeksi

Afeksi ialah jenis emosi anak usia dini yang diwujudkan dalam bentuk kasih sayang. Contoh dalam kehidupan sehari hari : anak usia dini mendapat ranking di sekolah , ayah dan ibunya pasti bangga dengan prestasi yang diperoleh sang anak usia dini secara tidak langsung ayah dan ibunya memeluk juga mencium sang anak usia dini juga itu bukti kasih sayang ayah dan ibunya terhadap anak usia dininya.

7. Malu

Malu ialah jenis emosi anak usia dini yang timbul saat anak usia dini ragu akan kemampuan yang dimilikinya. Contoh dalam kehidupan sehari hari : anak usia dini suka menyanyi, juga setiap hari sang anak usia dini menyanyi di rumah. Seketika anak usia dini akan mengikuti lomba sebab ia ragu akan kemampuannya, maka sang anak usia dini merasa malu seakan akan anak tidak bisa melakukannya, padahal anak bisa melakukannya dengan kemampuan yang dimilikinya.

Nah sobat, demikian yang dapat penulis sampaikan, semoga bisa menjadi wawasan untuk lebih banyak memahami anak anak usia dini di sekitar kita sehingga tercipta rasa kasih sayang satu sama lain. Sampai jumpa di artikel berikutnya, Terima kasih.

Sponsors Link
, , , , ,




Oleh :
Kategori : Psikologi Anak