Sponsors Link

12 Jenis Gangguan Abnormalitas pada Anak

Sponsors Link

Selama masa pertumbuhan, anak akan cenderung mengalami beberapa  jenis gangguan abnormalitas pada anak yang dapat menghambat perkembangannya. Ayah dan ibu dari anak yang mengalami gangguan abnormalitas sebaiknya lebih peka terhadap  Jenis Gangguan Abnormalitas pada Anak yang dialami anaknya agar anak memiliki perilaku dan mental yang baik ketika dewasa. Berikut selengkapnya.

ads

1. Gangguan Stres

Jenis gangguan abnormalitas pada anak berupa stres tentu suatu usaha yang dilakukan anak untuk mengalahkan rasa tidak nyamannya. Beberapa  jenis gangguan abnormalitas pada anak yang berhubungan dengan rasa stres yang paling sering terjadi ialah mengisap ibu jari, menggigit kuku, membenturkan kepala, menggigit atau memukul dirinya sendiri, menggoyangkan tubuh dsb. (Baca juga mengenai jensi emosi pada anak usia dini)

Semua anak yang mengalami  jenis gangguan abnormalitas pada anak dengan menunjukkan perilaku aneh, namun tergantung juga pada seringnya dari gangguan abnormalitas itu. Sebagai perumpamaan atau contoh di dalam kehidupan sehari hari, anak kadang mengisap jempol (Baca juga mengenai contoh egosentrisme pada anak)

yang merupakan fenomena pertumbuhan yang biasa, tapi jika terus berlanjut hingga usia tertentu, tentu menjadi tanda peringatan terhadap  jenis gangguan abnormalitas pada anak yang berhubungan dengan mental dan stres. (Baca juga mengenai cara mengatasi rasa takut pada anak)

2. Gangguan Psikologis

Jenis gangguan abnormalitas pada anak berupa masalah psikologis pada anak meliputi  jenis gangguan abnormalitas pada anak berupa emosi, fungsi fisik, perilaku dan kinerja mental. Permasalahan  jenis gangguan abnormalitas pada anak berupa masalah psikologis tersebut dapat dikarenakan oleh alasan alasan seperti gaya pengasuhan, masalah keluarga, kurangnya perhatian, penyakit kronis atau cedera, dan rasa kehilangan atau perpisahan. (Baca juga mengenai contoh modifikasi perilaku anak tunalaras)

Anak seringnya atau kebiasaan dalam sehari hari tidak langsung bereaksi ketika masalah terjadi, namun akan menunjukkan reaksi kemudian hari. Bimbingan yang tepat dapat membantu anak dapat mempersiapkan diri jika dihadapkan pada masalah yang sifatnya traumatis pada anak. Ayah dan ibu dari anak yang mengalami gangguan abnormalitas sebaiknya dapat memotivasi anak agar lebih ekspresif menghadapi ketakutan dan kecemasannya. (Baca juga mengenai peran orang tua pada anak retardasi mental)

3. Gangguan Perilaku

Perilaku tertentu adalah normal terjadi pada anak anak, namun jika masih tetap berlanjut hingga kemudian hari tentu mengundang pertanyaan.  jenis gangguan abnormalitas pada anak berupa gangguan perilaku pada anak dapat ditunjukkan seperti suka melampiaskan amarah karena frustrasi atau kesal terhadap suatu hal.

Orang tua bisa mengontrol perilaku anak dengan menjauhkan anak dari hal hal yang membuat anak bertindak demikian. Sementara perilaku anak yang mencuri atau berbohong tentu umum pada tahap awal perkembangannya, pastikan gangguan abnormalitas tersebut tidak berlanjut dengan penanganan dan pendidikan karkater yang tepat.

4. Gangguan Tidur

Masalah tidur termasuk jam tidur yang terlalu banyak atau terlalu sedikit pada anak.  jenis gangguan abnormalitas pada anak saat tidur pada tahap petumbuhan tentu memiliki efek yang merugikan pada kemampuan kognitif anak. Ayah dan ibu dari anak yang mengalami gangguan abnormalitas sebaiknya tentu mendorong anak untuk tidur pada waktu yang teratur setiap harinya.


5. Gangguan Kecemasan

Kecemasan dan ketakutan normal terjadi pada anak di dalam masa perkembangan, namun jika terus berlanjut di dalam waktu yang lama, tentu akan melumpuhkan kondisi sosial anak.  jenis gangguan abnormalitas pada anak berupa kecemasan dapat dikelola dengan cara dan terapi psikologis mengobati kondisi kejiwaan anak seperti terapi keluarga.

6. Mudah Marah

Jenis gangguan abnormalitas pada anak yang berkaitan dengan perilaku paling mudah ditemukan melalui aktivitas sehari hari mereka. Ada beberapa  jenis gangguan abnormalitas pada anak pada perilaku dan kepribadian anak anak. Orang tua tentu menyadari anaknya perlahan lahan cenderung menjadi kasar, sering bertengkar dan menggunakan senjata secara mengehrankan dan marah lebih sering, atau bahkan mengatakan perkataan yang menyakitkan orang lain. Mereka mudah marah dan frustrasi pada orang lain.

7. Gangguan Mood

Mood pada anak anak cenderung berubah secara dan dibutuhkan terapi psikologis konstan dan tiba tiba untuk mengatasinya. Perasaan sedih dapat berlangsung setidaknya 2 minggu, dan menyebabkan masalah pada hubungan dengan teman dan keluarga.  jenis gangguan abnormalitas pada anak berupa gangguan mood adalah gejala umum dari depresi atau kelainan bipolar.

8. Kesulitan Berkonsentrasi

Anak anak yang menderita dari penyakit mental sulit fokus atau memperhatikan di dalam waktu yang lama. Selain itu, mereka juga memiliki kesulitan untuk duduk diam dan membaca. Gejala ini dapat menyebabkan performa di sekolah yang menurun, serta perkembangan otak yang ikut menurun.

9. Penurunan Berat Badan

Tidak hanya penyakit fisik yang menyebabkan penurunan berat badan, masalah mental juga dapat menyebabkan efek negatif yang serius pada kesehatan anak anak. Gejala umumnya meliputi kehilangan nafsu makan yang berlanjut, muntah, dan  jenis gangguan abnormalitas pada anak makan.

10. Gangguan Fisik

Penyakit mental dapat menyebabkan sakit kepala atau sakit perut pada anak anak. Anak anak ini juga lebih mudah mengalami flu, demam, atau penyakit lainnya dibanding dengan anak anak yang normal dan sehat. Kadang kala, kondisi kesehatan mental menyebabkan anak melukai diri sendiri, seperti memotong atau membakar diri sendiri. Pada kasus yang serius, anak tentu memiliki pikiran untuk bunuh diri atau bahkan mencoba untuk bunuh diri.

11. Perasaan Takut tanpa Alasan

Anak anak kadang menghadapi perasaan ketakutan yang berlebihan tanpa alasan. Tanda tandanya meliputi menangis, berteriak atau mual disertai dengan perasaan yang sangat sering. Hal ini merupakan tanda tanda umum dari depresi atau kecemasan. Perasaan yang aneh dapat menyebabkan beberapa efek fisik, seperti kesulitan bernapas, jantung yang berdebar atau bernapas dengan cepat, yang dapat mengganggu aktivitas sehari hari.

12. Gangguan Bicara

Gagap adalah jenis gangguan abnormalitas pada anak untuk bicara dimana  anak kesulitan  atau sering terganggu bicaranya. Perilaku gagap dapat mengembang dan bervariasi sepanjang rentang kehidupan. Bagi mereka yang terus gagap selama akhir masa kanak kanak, remaja, dan dewasa, gagap bisa menjadi masalah kronis.

Anak yang gagap mungkin mengalami kesulitan tertentu di berbagai bagian dalam  hidupnya. Oleh karena itu, gagap sering digambarkan dan terkait dengan beberapa faktor dan memiliki kemungkinan beberapa penyebab. Gagap sering disebabkan oleh faktor genetik.

Demikian yang dapat disampaikan penulis, semoga dapat menjadi perhatian lebih untuk anak anak di sekitar kita semua agar terhindar dari segala gangguan abnormalitas yang dapat mengganggu masa depan dan perkembangannya. Sampai jumpa di artikel berikutnya, terima kasih.

Sponsors Link
, , , , ,




Oleh :
Kategori : Psikologi Anak