Sponsors Link

15 Gangguan Mood Pada Anak yang Harus Diwaspadai

Sponsors Link

Gangguan mood diartikan sebagai emosi negatif intens yang terjadi dalam waktu lama mencakup depresi, despair dan juga putus asa. Gangguan ini juga diikuti dengan beberapa gejala yang akan mempengaruhi fungsi dari keseharian dan juga pada pertemanan anak. Gejala yang paling umum terjadi adalah sangat mudah tersinggung, merasa tidak berdaya, lesu dan juga kelelahan. Beberapa gejala tersebut nantinya akan terlihat dari kurangnya minat anak pada beberapa aktivitas yang menyenangkan sekaligus menyebabkan menurunnya performa akademik anak. Untuk beberapa anak, periode mood normal dan juga depresi akan berlawanan dengan episode mania yakni fase mood abnormal dan akan semakin meningkat atau sangat mudah marah. Sedangkan untuk kasus serius, gangguan mood ini bisa terjadi sampai dewasa dan berujung pada tindakan bunuh diri. Lalu, apa saja gangguan mood pada anak?, berikut ulasan selengkapnya untuk anda.

ads
  1. Gangguan Depresi Mayor

Gangguan depresi mayor adalah timbulnya satu atau bahkan lebih episode depresi yang setiap jenisnya akan berlangsung selama sekitar 2 minggu. Pada awalnya akan terasa sulit untuk menentukan apakah seorang anak memang mengalami episode depresi tunggal atau episode rutin sebab gejala yang ditimbulkan cenderung fluktuatif sehingga bisa saja tidak menimbulkan gejala apapun. Gejala utama yang terjadi pada anak dengan gangguan depresi mayor umumnya sama dengan anak anak dan remaja adalah lebih cepat marah dan memperlihatkan ciri ciri emosi dalam psikologi, penurunan minat hampir di segala hal, berat badan yang menurun meski anak tidak diet, insomnia atau hipersomnia hampir setiap hari, cepat lelah dan kehilangan energi setiap hari, merasa tidak berguna dan selalu merasa bersalah terlalu berlebihan, tidak bisa berkonsentrasi dan sebagainya.

  1. Distimia

Distimia disebut juga dengan ciri ciri depresi berat atau rendah sebab anak akan mengalami gejala yang tidak terlalu parah akan tetapi terbilang lebih kronis jika dibandingkan dengan gangguan depresi mayor. Gangguan ini biasanya akan terjadi sekurang kurangnya selama satu tahun namun dalam waktu beberapa bulan tidak akan terlihat peningkatan mood yang signifikan. Seorang anak dengan distimia akan lebih cepat marah dan depresi dan beberapa gejala lainnya seperti kehilangan energi, memiliki gangguan tidur dan makan, menurunnya minat termasuk pada hal hal yang ia sukai, pesimis, tidak bisa mengambil keputusan dan selalu putus asa.

  1. Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar adalah terjadinya satu atau lebih episode manik dimana beberapa episode tersebut adalah fase gembira ekstrem yang juga bercampur dengan sifat mudah marah dan aktivitas terlalu berlebihan. Seorang anak dengan gangguan bipolar akan bergantian antara periode mania dan juga suasana hati depresi. Meskipun masih anak remaja akan terlihat bersemangat dan gembira dalam periode manik. Manik sendiri merupakan suasana hati atau mood abnormal yang bisa berisiko pada anak atau remaja yang terkena sebab emosi yang ia rasakan tidak sesuai dengan apa yang sedang terjadi dalam kehidupan mereka sehingga akan memisahkan mereka dengan orang yang mereka cintai atau bahkan melakukan sesuatu yang berbahaya sehingga sangat membutuhkan cara menyembuhkan bipolar disorder.

  1. Gangguan Siklotimik

Ini merupakan gangguan mood kronis yang meliputi beberapa episode hipomanik dan juga beberapa periode mood tertekan atau hilangnya minat dan kesenangan pada beberapa kegiatan. Namun, tingkat keparahan dalam gangguan mood ini tidak separah gangguan depresi mayor dan perubahan mood yang terjadi lebih ringan dibandingkan dengan gangguan bipolar. Gangguan siklomitik ini umumnya berawal dari masa akhir anak remaja atau masa awal dewasa yang akan terjadi selama beberapa tahun. Beberapa bentuk gangguan siklotimik ini akan diawali dengan gangguan bipolar ringan yang akhirnya akan berkembang menjadi gangguan bipolar utama.

  1. Gangguan Kecemasan

Gangguan mood berikutnya yang sering terjadi pada anak adalah gangguan kecemasan sehingga membuat anak tidak bisa menemukan cara menghilangkan kecemasan seperti contohnya gangguan obsesif kompulsif, gangguan stres pasca trauma, fobia sosial dan juga gangguan kecemasan umum. Anak anak nantinya akan mengalami kecemasan secara terus menerus sehingga mengganggu aktivitas sehari hari. Kecemasan sendiri sebenarnya merupakan hal normal yang terjadi pada anak yang didapat dari setiap pengalaman. Akan tetapi jika rasa khawatir atau stress akan menyulitkan anak dalam beraktivitas secara normal, maka gangguan kecemasan tersebut harus segera diperiksakan ke dokter spesialis.

  1. Gangguan Hiperaktif

Gangguan hiperaktif atau ADHD yang terjadi pada anak umumnya akan menyebabkan kesulitan untuk memperhatikan, hiperaktif dan juga perilaku impulsif pada anak. Beberapa anak yang menderita ADHD tersebut biasanya memiliki gejala dari setiap gangguan mood dan sebagian lagi kemungkinan hanya memperlihatkan gejala dalam satu kategori saja.

  1. Gangguan Spektrum Autisme

Gangguan spektrum autisme adalah gangguan mood dalam hal perkembangan serius yang bisa terjadi pada anak usia dini seperti usia 3 tahun dan bisa berkembang menjadi gejala depresi pada anak. Meski gejala dan juga tingkat keparahan cukup bervariasi, akan tetapi anak dengan gangguan spektrum autisme biasanya akan berpengaruh pada kemampuan anak dalam berkomunikasi dan juga berinteraksi dengan orang lain.

  1. Gangguan Makan

Gangguan makan seperti bulimia, nervosa dan anorexia merupakan gangguan mood serius baik pada anak maupun orang dewasa yang bahkan bisa mengancam jiwa. Anak anak bisa hanya fokus pada makanan dan berat badan sehingga tidak memperdulikan urusan lainnya.

  1. Gangguan Suasana Hati

Gangguan bipolar yang merupakan salah satu gangguan jiwa pada anak bisa menyebabkan perubahan suasana hati dan energi terjadi yang bersifat berat dan tidak biasa sehingga bisa mempengaruhi seorang anak dalam melakukan tugas sehari hari seperti sekolah. Gangguan suasana hati atau cyclothymic sering dianggap sebagai gangguan bipolar riang. Gangguan ini terdiri dari kelas rendah atau hypomanias dan juga periode singkat yang berlangsung sekitar 2 minggu. Hipomanis merupakan gangguan suasana hati yang hampir sama seperti bipolar namun tidak akan berkembang menjadi mania mayor.

Anak nantinya bisa merasakan sensasi produktivitas atau kekuatan yang terlalu berlebihan namun tidak sampai kehilangan hubungan dengan kenyataan. Baik anak laki laki atau wanita memiliki risiko sama terkena gangguan suasana hati tersebut. Akan tetapi hal ini biasanya dipengaruhi dengan faktor genetik sehingga biasanya terjadi pada anak yang juga memiliki keluarga dengan gangguan mood. Gejala ringan yang ditimbulkan membuat gangguan mood ini seringkali sulit untuk diprediksi kapan hal tersebut mulai terjadi.

  1. Takut dan Cemas Berlebihan

Rasa takut dan cemas umumnya menjadi gangguan pada anak di usia dini yang biasa terjadi. Anak anak bisa dikatakan normal jika takut dengan suasana gelap, membayangkan monster atau takut saat akan ditinggal orang tua. Selain itu, anak yang takut dan cemas saat akan tampil di sekolah atau takut jika tidak diterima teman teman sebaya juga menjadi respon yang baik dan sehat. Namun jika rasa takut dan cemas yang terjadi pada anak terlalu berlebihan, maka hal tersebut bisa mengganggu aktivitas anak anak sehingga membutuhkan penanganan khusus seperti terapi gangguan emosi pada anak.

  1. Gangguan Perilaku

Gangguan perilaku yang berubah drastis seperti membangkang sebenarnya merupakan tahap yang biasa dilewati dalam perkembangan emosional anak sebagai tahapan menuju kemandirian. Namun jika perilaku membangkang tersebut sudah ekstrem, maka disebut dengan OOD. Umumnya gangguan ini akan mulai terjadi saat anak berusia 8 tahun atau ketika memasuki usia remaja. Salah satu contoh gangguan perilaku ini diantaranya adalah membeli beberapa barang namun tidak disertai dengan minat untuk memiliki barang tersebut. Gangguan mental ini sangat berhubungan dengan perubahan perilaku seperti depresi, ADHD, kecemasan dan juga gangguan bipolar.

  1. Konsentrasi Berkurang

Gangguan mood dalam psikologi selanjutnya yang sering terjadi baik pada anak maupun orang dewasa adalah kesulitan untuk berkonsentrasi. Hal ini bisa terlihat seperti ketika anak sedang menonton televisi berupa acara favoritnya tetap tidak bisa berkonsentrasi, tidak bisa fokus pada saat guru sedang mengajar dan lain sebagainya. Tidak mampunya seorang anak untuk berkonsentrasi pada beberapa hal bahkan tugas sederhana sekalipun merupakan gejala dari depresi atau ADHD yang juga bisa disebabkan karena pikiran anak anak terpusat pada rasa bersalah, malu atau kematian seseorang atau hewan kesayangannya yang nantinya akan terlihat jelas dalam nilai akademik atau pergaulan.

  1. Depresi Ringan

Depresi ringan atau depresi minor adalah perasaan melankolis yang umumnya terjadi tidak terlalu lama yang bisa disebabkan karena sebuah kejadian tragis, mengandung sebuah ancaman atau baru saja kehilangan sesuatu yang penting dalam kehidupan seorang anak. Anak yang mengalami depresi ringan ini biasanya akan memiliki dua gejala dari gejala lain dan juga dua hingga tiga gejala dari gejala utama.

  1. Depresi Sedang

Karakteristik gangguan mood berupa depresi sedang umumnya akan dialami anak anak selama dua minggu yang biasanya akan mengalami kesulitan saat akan melakukan kegiatan sosial atau bersekolah. Seorang anak dengan depresi sedang ini setidaknya akan memiliki dua hingga tiga gejala utama dan juga tiga hingga empat dari gejala utama.

  1. Gangguan Mood Kosong

Gangguan mood terakhir yang bisa dialami oleh anak anak maupun orang dewasa adalah gangguan mood kosong yang menyebabkan seorang anak tidak bisa mengekspresikan sesuatu baik dalam hal positif maupun negatif.

Sponsors Link
, ,
Oleh :
Kategori : Psikologi Anak