Home » Ilmu Psikologi » Psikologi Komunikasi » 13 Penggunaan Psikologi Komunikasi Dalam Konseling

13 Penggunaan Psikologi Komunikasi Dalam Konseling

by Arby Suharyanto

Hello sobat semua, masih setia ya dengan penulis yang selalu setia juga memberikan artikel yang menarik untuk anda ya sobat. Pada kesempatan kali ini, penulis masih akan membahas mengenai psikologi, namun yang akan kita bahas adalah mengenai penggunaan psikilogi komunikasi dalam konseling.

Nah jadi jika sobat semua inngin melakukan konseling terhadap seorang psikologi ada baiknya anda mengetahui penggunaan psikologi komunikasi ini nih sobat. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak ulasan berikut ini, karena penulis akan membahasnya secara gamblang. Check it out !

Adapun psikologi dan komunikasi sangat erat kaitannya namun kedua hal ini adalah dua hal yang tentunya sangat berbeda satu dengan yang lainnya. Adapun pengertian komunikasi adalah kegiatan bertukar informasi yang dilakukan oleh manusia untuk mengubah pendapat atau perilaku manusia yang lainnya.

Sedangkan psikologi adalah sebuah cabang ilmu pendiikan yang mempelajari tentang proses perubahan sikap, perilaku, mental, karakter dalam hubungannya dengan lingkungan sosialnya. Atau dengan kata lain komunikasi juga diartikan sebagai proses pembinaan informasi yang telah dilakukan oleh dua orang manusia atau lebih, dan biasanya konsleing tersebut menggunakan simbol –  simbol yang sama. Komunikasi sendiri merupakan dasar bagi seseorang untuk bisa menyampaikan perasaan atau apa yang sedang dirasakannya.

Selain membahas mengenai komunikasi, kita juga akan membahas mengenai konseling ya sobat, karena sesungguhnya komunikasi dan konseling tersebut saling berhubungan. Salah satu hubungan dari keduanya adalah bahwasanya di dalam melakukan konseling tentunya menggunakan psikologi komunikasi agar konselingnya bisa berlangsung secara efektif.

Selain itu, kegiatan konseling tersebut tentunya pasi membutuhkan komunikasi, dan yang perlu anda igat adalah konselor bukanlah cenayang. Untuk itu mereka juga membutuhkan adanya komunikasi secara verbal dan non verbal secara jelas dan terperinci. Adapun penggunaan psikologi komunikasi dalam konseling adalah sebagai berikut :

1. Kejujuran

Ketika komunikasi berjalan dengan baik maka konseling akan dipenuhi dengan kejujuran. Konselor selaku komunikator yang tepat dan mediator yang netral harus mampu menunjukkan kejujurannya, sehingga kliennnya juga akan menunjukkan sisi jujur mereka sepenuhnya dari hatinya. (Baca juga mengenai manajemen konflik dalam psikologi komunikasi)

2. Empati

Empati merupakan cara yang bisa anda gunakan dalam psikologi komunikasi ketika melakukan konseling. Ketika seorang klien datang untuk konseling, tentunya mereka bertujuan untuk menjelaskan permasalahan mereka. Nah sobat semua, konselor memiliki peranan penting dan rasa empati mempunyai makna sebagai suatu kesediaan untuk memahami orang lain. (Baca juga mengenai konsep diri pada psikologi komunikasi)

3. Merangkum

Psikologi komunikasi selanjutnya memiliki peranan untuk merangkum ketika sedang melakukan konseling. Adanya penyampaian yang berbeda akan mewujudkan hasil yang berbeda juga. Sehingga dalam konseling yang merupakan salah satu aspak dalam proses komunikasi konseling baik dalam memulai, sedang dalam proses konseling, ataupun pada saat berakhinya konseling tersebut. (Baca juga mengenai peranan psikologi komunikasi dalam hubungan antar manusia)

4. Menghindari Persepsi

Ketika sedang melakukan konseling dengan klien, maka sudah pasti akan ada banyak persepsi yang terdapat selama konsleing tersebut ya sobat. Padahal sesungguhnya kejadiaanya tidak mesti seperti itu, maka komunikasi yang baik seharusnya menghidari persepsi diantara keduanya agar konseling tersebut bisa berlangsung dengan baik. (Baca juga mengenai prinsip komunikasi dalam psikologi untuk terapi)

5. Pemecahan Masalah

Dengan menggunakan pemakaian komunikasi yang  tepat, maka diantara konselor dan orang yang konseling akan menemukan titik temu dalam menyelesaikan masalah yang sedang di konsultasikan, karena komunikasi mereka berjalan dengan baik. (Baca juga mengenai klasifikasi kelompok dalam psikologi komunikasi)

6. Adanya Perasaan Sensitif / Peka

Apabila dalam sebuah konsleing terdapat komunikasi yang baik, maka masalah akan mudah untuk ditelaah. Adapun sikap sensitif ini merupakan tindakan yang memberikan respon pada tindakan pihak lain atau orang lain yang ada dalam bentuk mempertahankan hak asasinya sendiri dalam konseling tersebut.

7. Menyimak

Menyimak merupakan salah satu psikologi komunikasi yang baik ketika anda sedang berbicara dengan lawan bicara. Adapun kebiasaan atau perilaku menyimak ini menjadi keterampilan yang sangat diperlukan terutama mereka yang biasanya menjadi seornag konselor.

Dengan menyimak pembicaaraan mereka maka merak akan merasa dianggap dan didengarkan keluh kesahnya, untuk itu kebiasaan memotong pembicaraan lawan bicara adalah hal yang tidak boleh dilakukan ya sobat.

8. Asertif

Asertif ini merupakan tindakan dasar konsleor dengan cara memberikan respon terhadap tindakan orang lain seperti mempertahankan hak azasi orang lain, dan komunikasi yang tepat akan membimbing anda untuk bersikap asertif.

9. Keefektifan Pembicaraan

Keefektifan pembicaran akan bisa anda dapatkan jika memang komunikasi antar pribadi konselor dan orang yang konseling dapat terjalin dengan baik diantara keduanya. Pada umumnya keefektifan ini akan dipengaruhi oleh faktor kejujuran, keterbukaan, dan juga pemikiran positif.

10. Kontak Mata

Komunikasi bukan hanya berbcara mengenai suara ya sobat, namun kontak mata secara langudung diantara konselor dan kliennya pun bisa menyampaikan isi hati sebagai bentuk komunikasi. Kontak mata dengan klien ini harus dilakukan dengan netral dan sewajarnya.

11. Membuka Diri

Psikologi komunikasi yang baik tentunya akan menghasilakn komunikasi yang baik pula. Membuka diri akan menjadi cara utama yang bisa anda lalukan untuk mewujudkan komunikasi antar pribadi sehingga tidak ada penafsiran yang salah dalam konseling tersebut.

12. Duduk dengan Baik dan Sopan

Seorang konselor yang baik tentunya memiliki sikap yang baik dan menghormati kliennya tentunya. Apabila anda sedang berbicara dengan klien, maka seabiknya anda membungkukkan badan kearah kilen anda agar klien anda merasa bahwasanya anda benar –   benar serius mendengarkan apa yang dibicarakan atau disampaikan oleh klien anda, sehinga klien anda merasa bahwa anda adalah orang yang tepat sebagai konselornya.

13. Pastikan Posisi Anda Wajar

Posisi wajar dalam psikologi komunikasi maksudnya adalah pastikan raut muka anda dalam posisi tenang dan santai. Karena pada umumnya seorang klien sering kali merasa cemas atau tegang ketika ingin bertemu dengan seorang konselor dan akhirnya enggan atau takut untuk menceritakan apa yang sebenarnya mereka rasakan. Jadi buat anda sobat konselor tetap pasang smile pada klien anda.

Sekian informasi yang penulis share pada kesempatan kali ini ya sobat. Semoga artikel ini bermanfaat bagi sobat semua yang sudah membacanya. Sampai ketemu diartikel selanutnya ya sobat. Salam hangat, salam psikologi komunikasi selalu.

You may also like