Home » Gangguan Psikologi » 5 Perbedaan Bipolar dan Borderline

5 Perbedaan Bipolar dan Borderline

by Khanza Savitra

Gangguan bipolar dan gangguan kepribadian borderline sebenarnya merupakan jenis gangguan yang berbeda. Namun sayangnya kebanyakan orang sulit membedakan kedua gangguan ini karena memang gejala-gejala yang diperlihatkan hampir sama. Namun sebenarnya kedua gangguan mental ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan meskipun sama-sama termasuk gangguan pada kondisi kesehatan mental.

Banyak orang yang merasa bingung karena karakteristik utama dari kedua penyakit ini terletak pada perubahan kondisi atau suasana hati dan perilaku impulsifnya. Akan tetapu menurut Manual Statistik Diagnostik, gangguan kepribadian borderline sebenarnya masuk ke dalam gangguan kepribadian dan sedangkan untuk gangguan bipolar tidak termasuk, namun dikategorikan sebagai sindrom klinis. Nah kali ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai perbedaan bipolar dan borderline.

1. Dilihat Dari Definisinya

Jika dilihat dari sisi definisinya maka gangguan bipolar termasuk dalam penyakit jiwa. Hal ini ditandai dengan adanya perubahan suasana hati dalam diri seseorang yang merasa bahagia namun disisi lain bisa merasakan sedih dan tidak ada harapan sama sekali. Hal ini lah yang menjadi karakteritik utama dari bipolar. Terdapat dua episode, yaitu maniak dan depresi. Dan dalam episode maniak, seseorang akan merasa sangat senang dan berenergi tiada henti. Mereka merasa jika dapat menaklukan dunia dan merasa sangat bersemangat. Bahkan mereka bisa mengalami delusional. Dan untuk episode depresi, seseorang akan mengalami sebaliknya. Mereka merasa sangat sedih hingga merasa depresi. Mereka merasa kekurangan energi dan tidak dapat melakukan hal apapun. Bahkan hingga memiliki pikiran bunuh diri hingga berulang-ulang kali.

Sedangkan untuk gangguan kepribadian ambang atau borderline diyakini sebagai penyakit jiwa yang ditandai dengan adanya perubahan suasana hati yang sangat ekstrim. Muncul ketidakstabilan kondisi hati serta adanya masalah dalam perilaku serta hubungan dengan orang lain. Mereka yang memiliki gangguan borderline  sangat sulit untuk mengatur emosi sehingga seringkali bertindak impulsif. Tak heran jika mereka memiliki hubungan yang kurang stabil dengan orang lain di sekitarnya.

2. Dilihat Dari Gejalanya 

Jika dilihat dari gejala-gejala yang terjadi, kedua penyakit ini memiliki perbedaan yang sangat terlihat. Untuk ciri ciri bipolar disorder, terjadi perubahan mood yang cukup ekstrem dengan adanya 2 episode yaitu maniak dan depresi. Untuk gejala-gejala yang timbul saat episode maniak adalah sebagai berikut:

  • Adanya rasa percaya diri yang sangat tinggi, bahkan terlalu berlebihan
  • Tidak bisa tidur, bahkan hanya tidur selama 3 jam dalam sehari
  • Sangat aktif berbicara
  • Sering berbicara topik yang berbeda beda
  • Perhatiannya sangat mudah teralihkan
  • Gejala muncul minimal selama 1 minggu dan menybabkan terganggunya hubungan sosial dan keseharian seseorang.

Dan untuk episode depresi, akan muncul gejala-gejala berikut ini:

  • Merasa tidak bersemangat
  • Mengalami penurunan berat badan yang signifikan meskipun sedang tidak diet
  • Lelah sepanjang hari
  • Merasa diri tidak berguna
  • Muncul niat untuk bunuh diri

Sedangkan untuk gangguan borderline, seseorang merasa sangat kesulitan dalam mengontrol emosinya. Hal ini karena perubahan mood yang sangat cepat, merasa tidak percaya diri, serta sulit berhubungan sosial dengan orang lainnya. Nah berikut ini beberapa gejala-gejala yang diperlihatkan:

  • Mood yang tidak stabil, muncul perasaan cemas dan merasa tidak nyaman. Kadang terjadi selama beberapa jam namun tak jarang dapat terjadi hingga dalam beberapa hari
  • Perasaan hampa
  • Sulit mengontrol emosi dan sering marah dan terlibat pertikaian
  • Sulit menjalin hubungan sosial dengan orang lainnya
  • Sering melakukan tindakan yang berbahaya untuk dirinya sendiri
  • Memiliki rasa takut untuk ditolak dan merasa kesepian

3. Dilihat Dari Intensitas

Memang secara sekilas akan terlihat jika kedua gangguan ini sangat mirip, namun ada hal yang sangat membedakan antara borderline dan bipolar yaitu pada intensitas gejala yang muncul. Pada orang yang memiliki gangguan bipolar, akan ada masa dimana mereka sama sekali tidak merasakan gejala, baik itu maniak maupun depresif. Mereka bisa menjadi orang yang tenang sama dengan orang lain pada umumnya. Sedangkan untuk orang yang memiliki gangguan borderline, mereka akan merasa perubahan mood yang terjadi secara terus menerus.

4. Dilihat Dari Letak Gangguan

Perbedaan lainnya terlihat dari letak gangguan kedua penyakit ini. Pada orang yang menderita bipolar, letak gangguan berada pada bagian otak tepatnya berada di anterior limbik dan prefrontal subkortikal. Sedangkan pada gangguan borderline disorder, letak gangguan terjadi di bagian lobus frontolimbik. Pada bagian tersebut terjadi defisit di bagian prefrontal serta hiperaktif di bagian sistem limbik. Adanya defisit, membuat orang tidak bisa mengontrol emosi negatif dalam dirinya. Gangguan ini akan memunculkan sifat agresif serta mood yang tidak stabil.

5. Dilihat Dari Cara Mengobatinya

Gangguan bipolar bisa ditangani namun sesuai dengan jenis episode yang sedang terjadi pada pasien. Jika pasien sedang mengalami episode mania, maka akan diberikan penanganan dengan obat litium. Sedangkan pada saat mengalami fase depresi akan diberikan jenis obat antidepresan. Berbeda dengan gangguan borderline yang ditangani secara koonseling dan psikoterapi. Pemberian obat-obatan juga dilakukan dengan tujuan mengatasi gangguan-gangguan lainnya yang muncul seperti depresi, kecemasan, dan gangguan impulsif.

Nah itu tadi perbedaan bipolar dan borderline yang dapat terlihat. Sehingga dapat disimpulkan jika kedua penyakit ini memang berbeda dan memiliki pola penanganan yang berbeda. Dan jangan sampai terjadi kesalahpahaman yang mengakibatkan kondisi seseorang malah bertambah parah karena telatnya penanganan. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk anda.

You may also like