Sponsors Link

13 Peran Psikologi dalam Dunia Teologi

Sponsors Link

Dear sobat semua.. seperti biasanya kali ini penulis membagikan wawasan yang bermanfaat untuk anda seputar dunia psikologi. Tema kali ini ialah mengenai dunia Teologi yang berhubungan dengan keagamaan. Apakah sobat sudah pernah mendengarnya? Apa hubungannya dan apa peran psikologi di dalamnya? Untuk memahaminya lebih lanjut, lanjut baca artikel ini hingga selesai ya sobat..

ads

Teologi ialah ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan Tuhan, yakni berhubungan dengan keyakinan beragama. Teologi sendiri berasal dari bahasa Yunani yang artinya wacana untuk melihat segala aspek lingkungan dilihat dari sisi agama. Teologi menjadi ilmu atau subjek utama di sekolah sekolah dan Uniersitas sebagai dasar yang membantu pemikiran seseorang berhubungan dengan agama.

Teologi jelas berhubungan dengan manusia dan sikapya berhubungan dengan agama serta memiliki peran psikologi dalam penerapannya dan dalam pemahamannya. Apa saja peran tersebut? Simak dalam artikel berikut, 13 peran psikologi dalam dunia Teologi.

1. Mengetahui Pendapat Rasional

Alasan seseorang untuk percaya pada suatu agama beserta segala kewajiban yang harus dilakukannya disebut dengan rasional, yakni pendapat seseorang yang mengenai agama yang diyakini serta alasannya, misalnya ialah mendapat ketenangan jiwa dan merasa segala urusan yang dilakukannya lebih lancar setelah melakukan segala yang diperintahkan dalam ajaran agama tersebut. (Baca juga mengenai peran psiklogi agama dalam proses mendidik anak).

2. Memahami Tradisi Keagamaan

Setiap agama tentu memiliki tradisi tertentu yang dianut sejak jaman dahulu dan tetap bertahan hingga jaman modern ini, hal itu secara psikologis terjadi karena adanya keyakinan dan kepercayaan yang diturunkan terus menerus dari orang tua ke anaknya dan seteusnya, psikologi berperan dalam memahami tradisi tersebut yakni apa manfaat yang didapat penganutnya secara khusus atau dari pengalaman religi masing masing. (Baca juga mengenai peran riset dalam psikologi pendidikan).

3. Membuat Perbandingan

Setiap ajaran agama tertentu bisa diperbandiingkan dengan ilmu psikologi, yakni dengan cara memahami tindakan atau ajaran yang dilakukan dan apa yang didapat penganutnya dalam menjalankan ajaran tersebut. Dari situ dapat didapatkan pengertian dan perbandingan mengenai tingkat ketenangan yang didapat oleh setiap penganut agama. (Baca juga mengenai peran metode kualitatif dalam analisis psikologi).

4. Memampukan Seseorang dalam Hal Agama

Kemampuan seseorang dalam beragama dapat ditingkatkan dengan pemberian ilmu atau pembelajaran yang memberikan ketenangan pada hati orang tersebut dan memberikan pengalaman pengalaman religi yang berpengaruh langsung kepada sisi psikologis di hatinya sehingga membuat seseorang menjadi lebih dalam pemahamannya terhadap agama yang dianutnya. (Baca juga mengenai peran psikologi dalam bisnis pariwisata).

5. Mempelajari Pelajaran yang Didapat

Setiap ajaran agama tentunya memiliki suatu cerita atau kewajiban yang dilakukan dan tersimpan pelajaran di baliknya, misalnya dalam ajaran agama kristen yang memberikan pelajaran ketenangan ketika jamaah melakukan ibadah secara rutin di gereja dengan menyanyikan lagu lagu religi yang berhubungan dengan pujian terhadap Tuhan yang diyakini oleh mereka. (Baca juga mengenai peran psikologi dalam seni visual).


6. Melestarikan Suatu Kebiasaan

Kebiasaan dalam suatu ajaran agama dapat menjadi lestari dan dilakukan terus menerus secara turun temurun karena adanya peran psikologi, yakni dilakukan dengan memberikan upaya pemahaman kepada generasi di bawahnya mengenai manfaat dilakukannya tradisi tersebut, misalnya ialah tradisi pembagian daging kurban di Hari Raya Idul Adha bagi umat islam karena memberikan pelajaran tentang kasih sayang terhadap sesamanya sehingga semua kalangan dari yang miskin hingga kaya dapat menikmati daging yang sama.

7. Menyebarkan Suatu Tradisi

Tradisi dalam agama yakni yang berhubungan dengan teologi atau keyakinan dalam suatu ajaran agama dapat disebarkan dengan menggunakan peran dari nilai nilai psikologi, seperti mengajarkan kepada anak atau generasi selanjutnya tentang apa yang didapat dalam menjalankan tradisi tersebut sehingga setiap ajaran agama dapat terus diterapkan dan dilanjutkan.

8. Sumber dari Suatu Situasi

Setiap situsasi atau kondisi yang dilakukan oleh seseorang tentu memiliki alasan atau sumber dilakukannya hal tersebut, ilmu psikologi memiliki peran dalam mempelajari sumber tindakan seseorang hubungannya dengan ajaran agama. Misalnya ialah kitab suci yang menjadi dasar dari semua kebiasaan agama yang dilakukan.

9. Nalar Tentang Berbagai Macam Agama

Peran psikologi dalam dunia teologi yang selanjutnya ialah mempelajari mengenai nalar tentang ajaran agama yang dilakukan sehubungan dengan kehidupan di dunia modern. Dalam hal ini perlu pembuktian secara pribadi atau secara langsung, misalnya ialah mengenai kewajiban beribadah yang dapat memberikan ketenangan bagi seseorang, dan dapat dibuktikan secara langsung ketika penganut agama tersebut melakukannya.

10. Membahas Keseluruhan Ajaran

Keseluruhan ajaran agama dapat dibahas dan dipelajari dengan menggunakan ilmu psikologi, hingga diketahui bagaimana sikap seserang dapat terbentuk dan berpengaruh terhadap kehidupan kesehariannya. Pengaruh tersebutlah yang menimbulkan keyakinan dalam beragama, karena telah mendapatkan pengalaman religi secara langsung.

11. Membahas Praktiknya

Dunia teologi tentu berhubungan dengan praktik agama yang dilakukan, apa saja manfaat praktik tersebut bagi penganutnya dan bagaimana praktik tersebut dapat mempengaruhi keyakinan seseorang, misalnya ilah praktik memuji nama Tuhan ketika umat kristen menjalankan ibadah di gereja dan ternyata bagi penganutnya praktik tersebut benar benar memberikan rasa tenang ketika mereka melakukannya.

12. Dasar Pemikiran

Dalam setiap agama tentu ada dasar pemikiran atau acuan yang digunakan sebagai panduan dalam beribadah dan tindakan yang dilakukan, contohnya ialah dasar pemikiran dari agama islam yang menggunakan Al Qur’an serta hadist dalam menjalankan perintah untuk umat islam, dasar pemikiran tersebut yang dikaji dan dipelajari secara psikologi apa saja dampaknya pada umat muslim. Misalnya ialah tentang penelitian di jiwa seseorang yang membaca Al Qur’an terasa jauh lebih damai dan tenang daripada yang tidak melakukan.

13. Menjelaskan Hal Hal yang Tidak Diketahui

Tidak semua hal dalam ajaran agama diketahui dan dipahami oleh penganutnya, ada beberapa hal yang tidak diketahui misalnya ialah mengenai hal gaib yang tidak semua orang memahaminya, secara psikologi hal hal yang tidak diketahui akan memberikan pandangan yang salah dan membuat perbedaan sikap, sebab itu segala hal yang tidak diketahui dapat dijelaskan dan diberi pendekatan pemahaman kepada orang lain melalui ilmu psikolodi.

Demikian artikel kaii ini, semoga bermanfaat untuk sobat pembaca semua.. jangan lupa selalu memperbanyak wawasan anda dengan membaca artikel artikle di website kami agar memilki ilmu dan pengetahuan yang luas serta mengisi waktu anda dengan hal yang bermanfaat. Terima kasih sudah membaca. Salam hangat dari penulis.

Sponsors Link
, , , , ,




Oleh :
Kategori : Psikologi Agama