Sponsors Link

Konsep Cinta Dalam Psikologi

Sponsors Link

Siapa yang tidak mengenal cinta? Dalam setiap kehidupan manusia, pasti kita akan mengalami berbagai jenis emosi dalam hidup mulai dari emosi benci, emosi sedih, senang termasuk pada emosi cinta. Kita ada dan lahir karena cinta. Orang tua kita menangis dan tersenyum saat kita lahir, itu adalah cinta.

ads

Hubungan ibu dan anak, dengan saudara dan juga teman adalah cinta. Banyak pula lagu-lagu yang membahas tentang cinta, baik itu lagu Indonesia, mancanegara, korea dan lagu dari negara lainnya. Bisa dibilang bahwa cinta adalah hal yang paling penting dalam kehidupan manusia. Tidak ada definisi yang pasti, karena cinta adalah sesuatu yang tidak bisa diefinisikan. Namun, berikut adalah beberapa pengertian tentang cinta menurut beberapa ahli :

  1. Menurut Jalaludin Rumi – Cinta adalah suatu kekuatan yang memunculkan dunia dan kehidupannya atau bisa disebut bahwa cinta adalah segala bentuk kehidupan di dunia.
  2. Menurut Erich Fromm – Cinta adalah seni yang membutuhkan pengetahuan serta latihan. Esensi dari cinta adalah kreativotas dalam diri yang bukan hanya sekedar memberi melainkan juga menerima
  3. Menurut Swihart – Cinta adalah usaha produktif yang membutuhkan komitmen, penghargaan, perhatian dan penyatuan.
  4. Menurut Abraham Maslow – Dalam teorinya yaitu Hierarki Maslow, cinta adalah kebutuhan pada manusia. Cinta adalah kasih sayang dan rasa terikat satu sama lain. Ia mengatakan setiap manusia memiliki rasa ingin diterima oleh orang lain dimana mereka biasanya memenuhi kebutuhan tersebut melalui berteman, berkeluarga atau berorganisasi.
  5. Menurut Carl Rogers – Cinta adalah keadaan dimengerti secara mendalam yang diterima sepenuh hati
  6. Ericch Fromm Berlawanan dengan psikolog lain tentang pemahamannya mengenai cinta, menurut Erich Fromm, cinta yg sebenarnya adalah cinta yang dewasa. Cinta ini merupakan penyatuan di dalam kondisi yang terpelihara secara integritas dan individualitas. Cinta bisa diibaratkan sebagai kekuatan aktif  yang dapat meruntuhkan manusia dari sesamanya, menyatukan dirinya dengan orang lain, mengisolasi dirinya dari keterpisahan, namun tetap mempertahankan diri dan integritasnya (Fromm, 25).

Dari beberapa definisi di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa cinta adalah emosi yang menimbulkan ketertarikan, hasrat seksual dan perhatian. Seseorang yang mengalami jatuh cinta akan berkeinginan untuk memiliki hubungan dengan seseorang melalui cara-cara tertentu seperti :

  • Hubungan secara fisik

Jika seseorang mencintai orang lain, maka akan timbul rasa ingin dekat dengan orang tersebut. Apabila kita jatuh cinta dengan seseorang, maka kita akan senantiasa ingin sellau dekat secara fisik dengannya. Apabila orang tersebut jauh, maka kita aka selalu meridukannya. Adanya keinginan kedekatan fisik tersebut biasanya juga menimbulkakn keinginan behubungan seksual dengannya. Timbul hasrat seksual dalam cinta.

  • Hubungan pengalaman dan emosional

Apabila kita jatuh cinta kepada seseorang, maka kita ingin memiliki pengalaman bersamanya. Kita ingin membagi pengalaman atau menjadi bagian dari pengalaman yang dimilikinya. Jika ada seseorang yang membicarakan hal buruk tentangnya, maka kita akan cenderung tidak suka dengan pembicaraan tersebut.

  • Hubungan keintiman

Jika kita mencintai seseorang, maka hubungan selanjutnya yang ingin kita habiskan bersama adalah hubungan keintiman dengan orang yang kita cintai. Kita akan selalu ingin pergi dengannya atau bahkan mengahbiskan waktu berdua dengannya.

Maka sudah jelas bahwa cinta adalah sesuatu yang emnagndung perhatian, kelekatan dan keintiman. Jika salah satu hubungan di atas tidak ada, maka itu bukan cinta.


Konsep Cinta Menurut Fromm

Pengelompokkan yang umum tentang gambaran cinta adalah :

  1. Altruisme – Adalah hubungan cinta yang saling tolong menolong
  2. Persahabatan – Adalah suatu bentuk hubungan dekat yang saling menerima, mempercayai, menghormati, saling menyayangi dan saling mendukung satu sama lain.
  3. Cinta yang romatis dan bergairah – Cinta yang romantis atau cinta yang bergairah adalah cinta dengan elemen seksual dan kekanak kanakan.
  4. Cinta penuh afeksi atau kebersamaan – Cinta yang tidak hanya sekedar gairah namun juga penuh dengan kebersamaan. Cinta seperti ini adalah cinta ketika individu selalu berhasrat ingin bersama dengan orang lain.

Unsur-Unsur Cinta

Selain memberi, sudah tergambar jelas bahwa cinta selalu menggambarkan unsur-unsur cinta tertentu. Unsur-unsur tersebut adalah perhatian, tanggung jawab, rasa hormat dna pengetahuan (Fromm, 2005)

  • Perhatian

Cinta akan diwujudkan dalam bentuk perhatian aktif pada kehidupan orang yang kita cintai. Praktek berupa perhatian yang sangat amat tulus adalah perhatian seorang ibu terhadap anaknya.

  • Tanggung jawab

Cinta juga harus diwujudkan dalam bentuk tanggung jawab dimana hal ini dilakukan atas dasar keinginannya sendiri atau sepenuhnya adalah sukarela.

  • Rasa hormat

Rasa hormat disini bukan hanya memfokuskan pada satu definisi seperti rasa takut. Namun rasa hormat adalah emampuan manusia untuk melihat seseorang dengan sebagaimana adanya.

  • Pengetahuan

Peengetahuan yang menunjukkan satu aspek cinta adalah pengetahuan bukan eksternal, namun dapat menembus hingga ke akar pembahasannya.

Konsep Cinta Stenberg

Berbeda dengan Fromm yang menekan sebab, akibat dan aspek cinta dan penjelasan teori cinta, maka Stenberg lebih cenderung menekan hal-hal pembentuk cinta dan beragam jenis cinta yang berasal dari beberapa pengalaman. Tori cinta mengandung komponen cinta diantaranya :

  • Keintiman (intimacy) – Adalah emosi yang mengandung kehangatan, kepercayaan dan keinginan untuk membina hubungan
  • Gairah (passion) – Gairah merupakan elemen motivasional yang didorong dari dalam diri bersifat seksual
  • Komitmen – Adalah elemen kognitif atau keputusan sinambung yang menjalankan kehidupan bersama (Tambunan, 2001)

Ketiga unsur cinta di atas akan membentuk 8 pola hubungan cinta sebagai berkut :

  1. Liking (suka) artinya hanya merasakan keintiman tanpa ada unsur gairah dan komitmen
  2. Infatuated (tergila-gila) artinya hanya merasakan gairah tanpa ada unsur keintiman dan komitmen
  3. Empty love artinya terdapat unsur komitmen tanpa ada unsur gairah dan keintiman
  4. Romantic love artinya kombinasi keintiman dan gairah tanpa ada unsur komitmen
  5. Companionat love artinya kombinasi keintiman dan komitmen tanpa ada unsur gairah
  6. Fatuous love artinya kombinasi gairah dan komitmen tanpa ada unsur keintiman
  7. Non love artinya kettiga komponen cinta di atas tidak ada yang biasanya hanya muncul dalam hubungan sekitar yang tidak menetap
  8. Consummate love artinya kombinasi dari ketiga komponen di atas dan sering disebut sebagai cinta yang utuh

Pada hakekatnya, cinta adalah kekuatan positif pada individu yang dapat berpengaruh pada penyatuan dan pembentukan tingkah laku dan jiwa positif. Kita harus percaya bahwa dalam diri manusia terdapat satu kekuatan yang indah, tidak terlihat namun dirasa yaitu cinta.

Perilaku Dalam Cinta

Orang yang sedang mengalami jatuh cinta  akan bisa tercermin dari banyak hal seprti wajah dan tindakan verbal maupun non verbal. Berikut adalah prilaku  yang mencerminkan sebuah cinta :

  • Ekspresi fisik

Orang yang sedang mengalami jatuh cinta akan menujukkan eksprsi wajah yang selalu bahagia. Mereka sering tersenyum, mata berbinar dan terlihat cerah.

  • Tindakan verbal

Tindakan verbal yang paling terlihat adlaah pengucapan kata “Aku cinta kamu” “I love you” dan kata mesra lainnya yang diucapkan penuh dengan perasaan. Mereka juga akan sering menulis nama-nama orang yang mereka cintai di dinding, buku atau barang pribadinya yang lain.


  • Tindakan non verbal

Tindakan ini dilakukan oleh orang yang mencintai. Pertama mereka akan bereaksi penuh cinta yaitu menunjukkan kepercayaan, kejujuran, penghormatan, memberikan semangat dan sebagainya. Kedua, mereka yang mencintai akan membuka diri seluas-luasnya dengan memberikan segala informasi kepada orang yang mereka cintai.

Ketiga, mereka akan memberi materi berupa hadiah. Terkahir, mereka akan menunjukkan rasa santai dan nyaman bila sedang bersama dengan orang yang mereka cintai.

Demikian konsep cinta menurut psikologi. Tingkatkan pengetahuan kita dengan mempelajari psikologi perkembangan anak usia dini, psikologi agamapsikologi olahragapsikologi komparatifpsikologi eksperimen, psikologi warnapsikologi diagnostikpsikologi cintapsikologi perkembanganpsikologi industri dan organisasi dan psikologi yang lain. Semoga bermanfaat.

Sponsors Link
, , , ,




Oleh :
Kategori : Psikologi Cinta