Sponsors Link

12 Hubungan Sistem Endokrin dengan Psikologi

Sponsors Link

Sistem endokrin yang terletak di dasar tengkorak memegang peranan amat penting bagi tubuh, mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki yang berpengaruh pada fisik dan jiwa. Ketika sistem endokrin terganggu maka bisa menyebabkan suatu penyakit baik penyakit fisik maupun jiwa.

ads

Mengapa begitu?  Sistem endokrin merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa jaringan atau organ dalam tubuh yang saling berkaitan, mengatur metabolisme tubuh supaya senantiasa seimbang.  “Pusat kontrolnya adalah hipotalamus dan hipofisis atau pituitary gland. Ini adalah sistem utama dari pusat endokrin.

Artinya di otak kita, di tengah itu ada satu jaringan atau organ yang disebut sebagai sistem, itu akan memproduksi hormon. Semua hormon yang berkaitan dengan metabolisme tubuh dan hormon tersebut juga akan berpengaruh pada jiwa manusia yakni meliputi cara berfikir, kecerdasan, tingkat stres, cara bersosialisasi, kemampuan menyelesaikan maslaah, dsb. Sebab itu, jelas terdapat 12 Hubungan Sistem Endokrin dengan Psikologi yakni sebagai berikut.

1. Berhubungan Dengan Stres

Stres secara psikologi merupakan sebuah terminology yang sangat popular dalam percakapan sehari hari. Stres secara psikologi adalah salah satu dampak perubahan sosial dan akibat dari suatu proses modernisasi yang biasanya diikuti oleh perkembangan teknologi, (Baca juga mengenai gangguan kesehatan mental di sekolah)

perubahan tatanan hidup, perubahan kondisi jiwa atau psikologis, serta kompetisi antar individu yang  makin berat. Stres bisa mempengaruhi sistem hormon endokrin seseorang dan juga bisa mempengaruhi reaksi fisiologis dan psikologis dari seseorang. (Baca juga mengenai hubungan kesehatan mental dengan ilmu lain)

2. Sistem Endokrin Merangsang Perubahan Tubuh Secara Psikologis

Sistem hormon endokrin adalah zat kimia yang disekresikan dalam cairan tubuh oleh suatu sel atau kelompok sel dan menimbulkan efek pengaturan psikologis pada sel sel lain tubuh. Sistem hormon endokrin dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu. Kelenjar ini merupakan kelenjar yang tidak mempunyai saluran (Baca juga mengenai hubungan psikologi dengan genetika)

sehingga sekresinya akan masuk aliran darah dan mengikuti peredaran darah ke seluruh tubuh. Apabila sampai pada suatu organ target, maka sistem hormon endokrin akan merangsang terjadinya perubahan baik itu secara psikologis maupun fisik seseorang. (Baca juga mengenai proses terjadinya depresi)

3. Mengatur Mekanisme Berfikir

Sistem hubungan hormon endokrin dengan psikologi terkait dengan system syaraf yang berarti sistem hubungan hormon endokrin dengan psikologial  terjadi tidak lepas dari adanya kerja sistem saraf. Misalnya kelenjar adrenal dan kelenjar hiposfisis akan mensekresi sistem hubungan hormon endokrin dengan psikologin hanya bila terdapat rangsangan dari sistem syaraf yang sesuai yang nantinya akan berhubungan dengan mekanisme berfikir seseorang. (Baca juga mengenai hubungan psikologi dengan statistika)

4. Mengatur Aktifitas Fisik dan Psikis

Fungsi berbagai sistem hubungan hormon endokrin dengan psikologi adalah mengatur tingkat aktivitas jaringan sasaran, mengubah reaksi kimia dalam sel, mengatur permeabilitas membrane sel terhadap zat zat khusus dan mengaktifkan mekanisme seluler spesifik yang nantinya akan berhubungan dengan aktifitas fisik dan psikis manusia.

5. Berhubungan dengan Kecemasan

Stres secara psikologi adalah respon non spesifik dari badan terhadap setiap tuntutan yang dibuat atasnya. Reaksi pertama terhadap setiap jenis stres dalam psikologi adalah kecemasan. Selanjutnya, kecemasan itu akan diikuti oleh tahap perlawanan dan pengerahan kimiawi dari sistem pertahanan tubuh dari sistem endokrin. Bila ancaman terjadi secara berkepanjangan, maka tubuh akan kehabisan energi untuk melawan ancaman itu dan sistem pertahanan tubuh dari sistem endokrin akan berkurang.


6. Penyebab Stres Berhubungan dengan Sistem Endokrin

  • Penyebab stres fisik biologis atau sistem endokrin adalah yang bersumber dari fisik seseorang. Misalnya dingin, panas, infeksi dan rasa nyeri.
  • Penyebab stres psikologis adalah penyebab stres yang bersumber dari psikis, misalnya takut, khawatir, cemas, marah, kesepian dan lain lain.
  • Penyebab stres sosial budaya adalah penyebab stres yang bersumber dari kultur yang melatarbelakangi kehidupan seseorang, misalnya perceraian, perselisihan, pengangguran dan lain lain.

7. Metabolisme Manusia Berhubungan dengan Sistem Tubuh dan Kondisi Psikologi

Penyebab metabolisme manusia dapat dibagi menjadi dua, yaitu penyebab eksternal dan internal. Penyebab eksternal misalnya kondisi fisik yang kurang baik dan lingkungan yang tidak menyenangkan. Sedangkan penyebab internal dapat berhubungan dengan kondisi fisik maupun psikis.

Kondisi fisik yang dapat menjadi penyebab metabolisme manusia antara lain infeksi, radang. Sedangkan kondisi psikis yang dapat menyebabkan metabolisme manusia misalnya kecemasan yang berlebihan terhadap suatu keadaan, baik yang sudah terjadi maupun yang akan mungkin terjadi.

8. Respon Perilaku Berhubungan dengan Sistem Endorin

Saat seseorang mempersepsikan sesuatu sebagai respon perilaku, maka bagian otak yang akan menangani pikiran akan mengirimkan sinyal ke sistem syaraf pusat melalui Hipotalamus. Selanjutnya sistem syaraf akan mempersiapkan tubuh untuk menghadapi respon perilaku tersebut. Akibatnya terjadi perubahan perubahan pada keadaan tubuh, misalnya terjadi perubahan tekanan darah, detak jantung, pupil melebar dan disekresikannya beberapa hormon yang dipersiapkan untuk memberikan respon terhadap respon perilaku.

9. Penyakit Jiwa Berhubungan dengan Sistem Endokrin

Akibat penyakit jiwa, dapat terjadi beberapa penyakit fisik yang terkait dengan kondisi stres, misalnya penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) akibat peningkatan tekanan darah serta peningkatan kadar gula darah yang dapat merusak jantung dan

pembuluh darah. Selain itu stres secara psikologi juga dapat mengakibatkan ganggguan pada saluran pernapasan, saluran pencernaan, pertumbuhan jaringan dan tulang, nyeri kepala, ketegangan otot dan penurunan sistem kekebalan tubuh yang dapat mengakibatkan tubuh menjadi rentan terhadap infeksi.

10. Sistem Endokrin Berhubungan dengan Emosi

Akibat emosional secara psikologi, dapat terjadi kecemasan akibat terus menerus mempersepsikan akan adanya ancaman atau bahkan depresi dari kelenjar otak yang berhubungan dengan sistem endokrin, dimana orang yang bersangkutan cenderung mengisolasi diri dan menarik diri dari lingkungan sosialnya.

11. Sistem Endokrin Berhubungan Dengan Kontrol Manusia

Akibat pada perilaku yang berhubungan dengan sistem endokrin dan psikologi, dapat mengakibatkan orang yang bersangkutan mengalihkan perhatian pada hal yang merugikan, misalnya merokok, menggunakan obat obatan terlarang, mengkonsumsi alkohol, makan berlebihan tanpa kontrol yang semuanya dapat berakibat buruk bagi tubuh dimana orang tersebut hanya menginginkan kepuasan secara psikologi namun berdampak pada kontrol dirinya sendiri.

12. Kondisi Jiwa Seseorang Berhubungan dengan Sistem Endokrin

Kondiis tersebut misalnya ialah,

  • Kondisi jiwa yang tidak sehat menyebabkan peningkatan aliran darah ke otak, jantung dan otot rangka yang meningkatkan resiko stroke dan gangguan jantung.
  • Kondisi sedih atau stres secara psikologi menyebabkan relaksasi otot polos usus yang menyebabkan konstipasi.

  • Kondisi jiwa yang tidak tenang atau depresi meningkatkan pemecahan cadangan energi sehingga membuat lebih kurus.
  • Peningkatan denyut dan kontraktilitas jantung yang memberikan keluhan dada berdebar debar terjadi karena kondisi jiwa tertentu misalnya dalam ketakutan, terlalu senang, dsb.

Memang segala sesuatu dalam jiwa dan sistem tubuh manusia tidak bisa dipisahkan, sehingga jelas bahwa kondisi jiwa atau psikologis seseorang mempengaruhi kondisi tubuh atau sistem endokrinnya begitu juga sebaliknya, sebab itu, untuk memiliki tubuh yang sehat harus didahului dengan jiwa yang sehat. Demikian yang dapat penulis sampaikan, sampai jumpa di artikel berikutnya, terima kasih.

Sponsors Link
, , , , ,




Oleh :
Kategori : Ilmu Psikologi