Home » Ilmu Psikologi » Psikologi Perkembangan » 12 Peranan Psikologi Perkembangan dalam Perubahan Sikap dan Perilaku

12 Peranan Psikologi Perkembangan dalam Perubahan Sikap dan Perilaku

by Arby Suharyanto

Psikologi pendidikan mempunyai peranan sangat pentingbagi seorang guru dan diterapkan dalam proses belajarmengajar. Karena di dalam psikologi pendidikan ada materiyang memuat tentang segala aspek yang berhubungandengan kejiwaan dan pola fkir seorang anak.

Adanya psikologipendidikan guru lebih memahami bagaimana caranyamempengaruhi anak didik dalam mendidik sesuai dengan usiamereka,memahami cara – cara khusus dalam melakukanpendekatan dengan mereka. Sehingga seorang guru dapatdengan mudah mengetahui karakter dari masing – masing peserta didik.

Hukum perkembangan psikologi pendidikan antara lain :

1.Hukum Tempo Perkembangan.

Hukum ini mengatakan bahwa perkembangan jiwa tiapanak itu berlainan menurut temponya masing – masing & aday ang cepat dan ada yang lambat. Contoh : bayi A mengalami pertumbuhan yang lebihdominan pada sisi verbal, misal berbicara, sementara bayi B perkembanangan berbicaranya relatif lebih lambat. (Baca juga perubahan sikap dalam psikologi sosial)

2. Hukum Irama ritme Perkembangan.

Perkembangan berlangsung sesuai dengan iramanyaadakalanya naik ataupun turun. “ukum irama berlaku untukperkembangan setiapa orang, baik perkembangan jasmanimaupun rohani, tidak selalu dialami perlaha-lahan dengan urutan-urutan melainkan merupakan gelombang-gelombang besar dan kecil yang silih berganti. (Baca juga perbedaan sikap dan perilaku dalam ilmu psikologi)

Contoh : Anak yang sedang giat – giatnya belajar berjalan,kegiatan belajar berbicaranya mereda untuk sementara. !ilaia sudah dapat berjalan, kegiatan berjalan itu mereda pulauntuk sementara, kemudian seluruh perhatiannya dialihkanuntuk kegiatan berbicara.

3. Hukum  Konvergensi Perkembangan.

William Stern, hukum konvergensi mengatakan bahwapertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak adalahpengaruh dari unsur lingkungan dan unsur bawaan.Pengaruh unsur bawaan dan lingkungan bisa sama kuatnya,atau salah satu dari unsur itu lebih kuat pengaruhnyaterhadap perkembangan dibandingkan unsur yang lainnya. (Baca juga contoh indepedensi dalam sikap mental)

Contoh: Si A sangat suka menyanyi, hanya saja dilingkungan tidak ada satupun anak yang suka menyanyi,melainkan lebih suka melukis, dan lama kelamaan si Amenjadi ikut suka melukis &dikarenakan pengaruhlingkungan yang sangat kuat*.

4. Hukum Kesatuan Organ.

Tiap-tiap anak terdiri dari organ-organ atau anggota yangmerupakan satu kesatuan, di antara organ-organ tersebut. Antara fungsi dan bentuknya tidak dapat dipisahkan berdiriintegral. Contoh : seperti halnya perkembangan kaki yang semakinbesar dan panjang, harus diiringi oleh perkembangan otak,kepala, tangan dll. (Baca juga komponen kognitif dalam sikap)

5. Hukum Hirarki Perkembangan.

Bahwa perkembangan anak tidak mungkin akan mencapai suatu fase dengan cara spontan atau sekaligus, akan tetapimelalui tahapan-tahapan atau tingkatan-tingkatan tertentu yang telah tersusun sedemikian rupa. Semisal : perkembangan pikiran atau intelek anak mesti didahuluidengan perkembangan perkenalan dan pengamatan.

6. Hukum Masa Peka.

Masa peka adalah suatu masa dimana sesuatu berfungsi sedemikian baik perkembangannya. Masa peka merupakan suatu masa yang paling tepat untuk berkembang, suatu fungsi kejiwaan atau fsik seorang anak. Sebabperkembangan suatu fungsi tidak berjalan secara serempakatau bersamaan antara yang satu dengan yang lainnya.

Contoh: masa peka untuk berjalan bagi seorang anak itupada awal tahun kedua dan untuk berbicara sekitar akhirtahun pertama. Hal ini kalau kita cermati hamper mirip dengan hukum ritme perkembangan.

7. Hukum Memperkembangkan Diri.

Dalam perkembangan jasmani dan rohani terlihat hasratdasar untuk mengembangkan pembawaan. Contoh : Pada anak-anak dorongan untuk mengembangkan diri dari berbentuk hasrat mengenallingkungan, usaha belajar berjalan, kegiatan bermain dan lain-lain. Sedangkan saat dewasa timbul rasa persaingandan perasaan belum puas terhadap apa yang tercapai. Hal ini dapat dianggap sebagai dorongan mengembangkan diri.

8. Hukum Rekapitulasi.

Stanley Hall mengungkapkan hukum rekapitulasi inimenerangkan bahwa perilaku anak merupakan pengulangansejarah secara singkat yang dilakukan oleh kehidupan suatubangsa yang berlangsung dengan lambat dan berabad-abad. Hukum ini kelanjutan dari teori rekapitulasi yakni,perkembangan jiwa anak adalah ulangan kembali secarasingkat dari perkembangan manusia di dunia dari masa dulusampai sekarang.

Contoh : Seperti masa memburu dan menyamun, masa ini dialami ketika anak berusia 7 tahun, yaitu anak senang menangkap binatang, senang bermain kejar-kejaran,perang-perangan.

Berikut contoh dari tugas perkembangan di masa-masa sekolah dalam psikologi pendidikan :

9. Mulai Bersosialisasi dengan Lingkungan

Dalam psikologi pendidikan, salah satu perkembangan yang akan muncul adalah mulainya seorang anak usia sekolah untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Sekolah menjadi wadah dimana seorang anak bertemu dengan usia sebayanya. Mereka mulai belajar untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang-orang yang ditemuinya. Di sini, perkembangan individu merupakan gerbang awal untuk bersosialisasi dengan lingkungannya.

10. Menyesuaikan Diri dengan Lingkungan

Seorang anak usia sekolah yang mulai mengenal lingkungannya akan mulai beradaptasi. Tugas perkembangan ini akan tercapai terutama bila ada motivasi dan dukungan yang kuat dari diri anak tersebut baik secara internal maupun eksternal.

Kemampuan ini akan memberikan manfaat yang sangat baik terutama untuk mencapai pemenuhan kebutuhan diri untuk bersosialisasi. Gagalnya proses penyesuaian diri ini bisa menjadikan perkembangan seorang anak mungkin kurang bagus dalam proses pendirikan.

11. Melakukan Hal-hal Kecil Secara Mandiri

Tugas perkembangan lain yang juga terjadi pada anak usia sekolah di awal adalah kemampuan untuk melakukan hal-hal kecil secara mandiri. Seorang anak akan mulai belajar untuk mengenakan pakaiannya sendiri, makan sendiri dan memakai sepatu sendiri.

Dalam konsep psikologi pendidikan, ini menunjukkan kesiapan anak untuk melakukan tugas perkembangan selanjutnya. Indikator awal dari keberhasilan pencapaian tugas perkembangan sebelumnya akan ditunjukkan melalui transisi yang ada dalam perkembangan psikologi anak di awal-awal usia sekolah.

12. Membuat Kelompok dan Berorganisasi

Anak usia sekolah juga akan mulai membuat kelompok dan berorganisasi. Mereka akan membuat peer group berupa teman sebayanya untuk melakukan keterampilan-keterampilan tertentu. Tugas perkembangan ini akan berkembang menjadi lebih kompleks lagi, dimana proses sosialisasi juga berkembang di dalamnya. Tercapainya tugas perkembangan ini akan membuat seorang anak menjadi lebih percaya diri untuk meneruskan fase perkembangan di tahap usia selanjutnya.

13. Mencapai Peran Sosial

Karena anak sudah mulai bersosialisasi dan membuat kelompok hingga berorganisasi, maka peran sosial juga akan berkembang di sini. Seorang anak usia sekolah mampu mencapai peran sosial yang dimiliki dan menempatkan dirinya di lingkungan sosialnya.

Ini adalah bentuk dari perkembangan normal yang biasanya harus ada selama proses pendidikan. Seorang anak yang cenderung mengisolasi diri dari pergaulan ada baiknya didekati supaya kita bisa tahu apa yang menjadi permasalahan anak tersebut. Harapannya, tugas perkembangan tidak terlambat dan dia bisa menjadi pribadi yang memang baik.

You may also like