Home » Psikologi Remaja » 13 Faktor Penglibatan Remaja dalam Vandalisme

13 Faktor Penglibatan Remaja dalam Vandalisme

by Derina Asta

Masa remaja merupakan masa dimana terjadi perubahan transisi dari anak-anak ke masa dewasa, sehingga masa remaja ini merupakan masa yang harus lebih mendapatkan perhatian lebih dari orang tua, karena masa ini bisa dikatakan masa-masa dimana seorang anak masih labil dalam mendapatkan sebuah keputusan. dan tidak jarang jika sedikit salah salah langkah malah akan berakibat fatal pada anak tersebut nantinya.

Masa remaja juga seringkali disebut sebagai masa dimana orang berusaha untuk mencari ati dirinya sendiri, sehingga apabila idak bisa menjaga masa-masa yang demikian malah akan berakibat terjadinya tindakan-tindakan yang tidak diinginkan, misalnya saja terjadi perbuatan kriminal.

Karena masa tersebut dimana ank tersebut tengah mengalami yang namanya pemberontakan, perubahan emosi dan juga rasa  yang sanat bergejolak.

Salah satu yang perlu dikhawatirkan orang tua adalah sifat vandalisme yang terjadi pada anak remaja, sigat ini bisa dikatakan sebagai sebuah tindakan kriminal dimana pelakunya sendiri masih berusia pelajar bahkan masih sangat aktif di sekolahnya. biasanya ada beberapa faktor juga dimana terjadinya penglibatan remaja pada vandalisme tersebut. diantaranya;

  1. Pengaruh lingkungan

Lingkungan merupakan hal yang paling sering melatarbelakangi dari penglibatan vandalism pada remaja, karena dengan lingkungan yang buruk malah akan sangat membuat kehiduoan remaja terpengaruh dengan vandalism.

Untuk itu lah pentingnya lingkungan baik agar nantinya para remaja ini juga memiliki sifat yang baik untuk kehidupannya kelak. Karena banyak kasus juga dikalangan remaja yang banyak meniru atau terpengaruh dengan lingkungan sekitarnya.

  1. Keluarga

Keluarga merupakan factor paling besar terjadinya vandalism di kalangan remaja, hal ini juga dikarenakan dari kebiasaan keluarga yang melakukan hal-hal negative atau tidak baik, sehingga hal tersebut membuat remaja tersebut merasa tertekan dan penat, atau bisa juga kondisi rumah yang sangat berpengaruh pada kehidupan remaja yang membuatnya depresi.

  1. Media masa

Faktor yang paling sering dihilangkan adalah media masa, karena factor ini akan sangat sulit dihindarkan, mislanya saja seorang anak remaja yang melihat adegan di televisi yang memiliki unsur kekerasan dan sangat mempengaruhi kehidupan remaja tersebut, ditambah lagi dengan kurangnya bimbingan dari orang tua mebuat vandalism sulit dihindrkan.

  1. Media social

Saat ini media social merupakan sumber paling besar yang bisa mempengaruhi perilaku anak, untuk itu sebaiknya jauhkan anak dari media social yang hanya bisa menghancurkan kehidupannya kelak, apalagi media social saat ini sangat mudah diakses, sehingga bisa dilihat oleh siapa saja, bahkan etrmasuk pada kalangan remaja sekalipun.

  1. Lingkungan masyarakat

Lingkungan masayarakat merupakan suatu ancaman sebagai salah satu factor dari keterlibatan remaja pada vandalism, untuk itu hal tersebut juga bisa mendorong remaja melakukan kerusakan atau vandalism pada berbagai fasilitas.

Untuk itu sebaiknya diberikan pengarahan yang baik. Bukan hanya dari orang tua saja, namun sangat penting juga diberikan pengertian dari masayarakat dan juga lingkungan sekitar. karenabegitu pentingnya peran remaja dalam pembangunan masyarakat 

  1. Teman sebaya

Peran sahabat dalam perkembangan emosi Remaja umumnya memang masih sangat mudah terpengaruh oleh hal-hal di sekelilingnya, terutama pada teman sebaya yang sering bermain dengan nya, untuk itulah seharusnya benarbenar memperhatikan berbagai kehidupan anak remaja jaman sekarang dna juga melihat lingkungan teman sebaya dimana mereka melakukan aktivitas social, peran orang tua sangatlah besar dalam hal ini tentunya.

  1. Orang tua

Peran orang tua dalam perkembangan remaja  merupakan  factor terpenting bagi kehidupan remaja, orang tua juga menjadi contoh bagi anak-anaknya, untuk itulah jika orang tua terbiasa untuk melakukan kegiatan negative, yang tanpa disadarinya akan sangat memepngaruh kehidupan anak remaja, sehingga anak akan mencontoh hal tersebut dan mmebuat anak remaja tersebut malah melakukan vandalisme yang sangat dilarang.

  1. Perpisahan

Perpisahan bisa menjaid salah satu pemicu dari anak remaja yang mengalami depresi, karena bisa saja ank tersebut mengalami goncangan jiwa yang membuatnya tidak bisa mengatur emosi jiwanya, sehingga anak tersebut menjadi pemberontak dan malah melakukan kegiatan yang tidak diinginkan, misalnya saja dengan melakukan kegiatan vandalism yang memang seharusnya tidka dilakukannya.

  1. Sikap diri sendiri

Tidak jarang diri sendiri juga merupakan sebuah pemicu yang sangat tinggi dari factor ketrlibatan seorang remaja dari kegiatan vandalism tersebut.anak tersebut biasanya memiliki sifat yang tidak acuh dan sangat akan mempengaruhi sifatnya kelak pada dirinya sendiri.

  1. Kurangnya pendidikan agama

Sgam merupakan hal penting yang bisa dijadikan sebagai pondasi drai kehidupan remaja, karena dengan memiliki pondasi yang kuat akan membuat remaja memiliki kehidupan yang baik pula. Untuk itulah pentingnya dari kehidupan religious atau pondasi agama dari setiap kehidupan remaja.

  1. Tekanan

Tekanan bisa saja datang dari manapun, mosalnya pada diri sendiri maupun orang lain, hal iijuga bisa berakibat dari terjadinya perlibatan seseorang remaja terkena vandalism, tentu hal tersebut bukanlah hal yang positif, apalagi dengan sifat vandalisme tersebut malah akan membuat kita menjadi seseorang yang secara sadar mengahancurkan kehidupn remajanya sendiri.

  1. Kondisi rumah

Kondisi di dalam rumah bisa saja menjadi factor pemicu dari adanya ketelibatan para remaja degan vandalism, karena hal tersebut akan sangat berpengaruh pada sifat dan juga perilaku anak tersebut, nantinya jika didiamkan secara terus menerus malah akan menimbulkan hal yang tidak diinginkan.

  1. Kondisi ekonomi

Kondisi ekonomi bisa saja menjaid latar belakang para remaja tersebut memiliki perilaku yang diluar batasan, sehingga tidak mustahil akan melakukan perilaku vandalism, hal tersebut juga dikarenakan tidak adanya pengawasan pada anak tesebut, sehingga membuat anak tersebut merasa perbuatannya tidak salah.

Dalam kehidupan para remaja memang sangat dibutuhkan peran orang tua dalam pembinaan remaja, sehingga dengan adanya pengawasan yang ketat nantinya para remaja tersebut juga tidak akan melakukan hal yang diluar batasan, beberapa aspek juga bisa saja dilakukan dan sangat memepnagruhi dari perkembangan kehidupan remaja tersebut, misalnya saja

  • Perkembangan fisik
  • Aspek intelektual
  • Cara berfikir
  • Kemampuan anak dalam berfikir dan hipotesi
  • Aspek emosi
  • Kemampuan seorang anak untuk melakukan eksplorasi

Selain peran penting orang tua dalam melakukan pengawasan anak tersebut, untuk itu peran lingkungan di sekitar juga memang sangat mempengaruhi dari kehidupan remaja tersebut, selain itu kesadaran dari anak tersebut juga tidak luput dari pentingnya pencegahan dari perilaku vandalisme di kalangan remaja.

You may also like