Sponsors Link

12 Bahaya Gangguan Mental

Sponsors Link

Kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin berada dalam keadaan tenteram dan tenang, sehingga memungkinkan untuk menikmati kehidupan sehari hari dan menghargai individu lain di sekitar. Individu yang memiliki mental sehat dapat menggunakan kemampuan atau potensi dirinya secara maksimal dalam menghadapi tantangan hidup, serta menjalin hubungan positif dengan individu lain.

ads

Sebaliknya, individu yang memiliki gangguan mental akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi yang pada akhirnya bisa mengarah pada perilaku buruk. Gangguan mental dapat menyebabkan masalah dalam kehidupan sehari hari, tidak hanya dapat merusak interaksi atau hubungan dengan individu lain dan berbagai masalah lainnya, berikut penjelasan selengkapnya mengenai 12 Bahaya Gangguan Mental.

1. Menyebabkan Stres

Stres mental adalah keadaan ketika individu mengalami tekanan yang sangat berat, baik secara emosi maupun mental. Individu yang stres mental biasanya akan tampak gelisah, cemas, dan mudah tersinggung. Stres mental juga dapat (Baca juga mengenai gangguan mental mayor pada kehamilan)

mengganggu konsentrasi, mengurangi motivasi, dan pada kasus tertentu, memicu depresi. Stres mental bukan saja dapat memengaruhi psikologi penderitanya, tetapi juga dapat berdampak kepada cara bersikap dan kesehatan fisik individu.

2. Bahaya Terhadap Perilaku Individu

  • Menjadi penyendiri dan enggan berinteraksi dengan individu lain. (Baca juga mengenai gangguan mental minor dalam kehamilan trimester 1)
  • Enggan makan atau makan secara berlebihan.
  • Marah marah, dan terkadang kemarahan itu sulit dikendalikan.
  • Menjadi perokok atau merokok secara berlebihan.
  • Mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
  • Penyalahgunaan obat obatan narkotika. (Baca juga mengenai manfaat tertawa untuk kesehatan mental)

3. Menyebabkan Kecemasan

Gangguan cemas pada mental adalah kondisi psikologis ketika individu mengalami rasa cemas berlebihan secara konstan dan sulit dikendalikan, sehingga berdampak buruk terhadap kehidupan sehari harinya. Bagi sebagian individu normal, rasa cemas biasanya timbul pada suatu kejadian tertentu saja,

misalnya saat akan menghadapi ujian di sekolah atau wawancara kerja. Namun pada penderita gangguan cemas pada mental, rasa cemas ini kerap timbul pada tiap situasi. Itu sebabnya individu yang mengalami kondisi ini akan sulit merasa rileks dari waktu ke waktu. (Baca juga mengenai manfaat shalat untuk kesehatan mental)

Selain gelisah atau rasa takut yang berlebihan, gejala psikologis lain yang bisa muncul pada penderita gangguan cemas pada mental adalah berkurangnya rasa percaya diri, menjadi mudah marah, stres, sulit berkonsentrasi, dan menjadi penyendiri.


4. Menyebabkan Depresi

Depresi mental merupakan gangguan suasana hati yang menyebabkan penderitanya terus menerus merasa sedih. Berbeda dengan kesedihan biasa yang umumnya berlangsung selama beberapa hari, perasaan sedih pada depresi mental bisa berlangsung hingga berminggu minggu atau berbulan bulan. (Baca juga mengenai manfaat menjaga kesehatan mental)

Selain memengaruhi perasaan atau emosi, depresi mental juga dapat menyebabkan masalah fisik, mengubah cara berpikir, serta mengubah cara berperilaku penderitanya. Tidak jarang penderita depresi mental sulit menjalani aktifitas sehari hari secara normal. Bahkan pada kasus tertentu, individu bisa menyakiti diri sendiri dan mencoba bunuh diri.

5. Merusak Kehidupan Sosial

  • Kehilangan ketertarikan atau motivasi untuk melakukan sesuatu.
  • Terus menerus merasa sedih, bahkan terus menerus menangis.
  • Merasa sangat bersalah dan khawatir berlebihan.
  • Tidak dapat menikmati hidup karena kehilangan rasa percaya diri.
  • Sulit membuat keputusan dan mudah tersinggung.
  • Tidak acuh terhadap individu lain.
  • Memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bunuh diri.

6. Menyebabkan Masalah Fisik

  • Gangguan tidur dan badan terasa lemah.
  • Berbicara atau bergerak menjadi lebih lambat.
  • Perubahan siklus menstruasi pada wanita.
  • Libido turun dan muncul sembelit.
  • Nafsu makan turun atau meningkat secara drastis.
  • Merasakan sakit atau nyeri tanpa sebab.

7. Menyebabkan Bipolar

Gangguan bipolar mental merupakan salah satu jenis gangguan mental yang ditandai dengan perubahan atau gangguan suasana hati (mood) yang ekstrem. Perubahan atau gangguan ini bisa berupa depresi (sedih yang berlebihan) dan manik (kegirangan yang berlebihan) yang terjadi secara bergantian.

8. Menyebabkan Skizofrenia

Skizofrenia adalah gangguan mental berat, dimana penderita menginterpretasi realita secara abnormal. Gangguan mental ini dapat menyebabkan gejala halusinasi, delusi, serta pola pikir dan perilaku yang dapat mengganggu fungsi sehari hari. Skizofrenia adalah kondisi jangka panjang yang membutuhkan penanganan seumur hidup.

9. Menyebabkan Anoreksia

Yaitu sebuah gangguan makan yang ditandai dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan yang dianggapnya sehat. Penderita juga mengalami rasa takut yang berlebihan terhadap peningkatan berat badan akibat pencitraan diri

yang menyimpang. Pencitraan diri pada penderita anorexia nervosa dipengaruhi oleh pola penyimpangan dalam menilai suatu situasi. Kondisi ini mempengaruhi cara individu dalam berpikir serta mengevaluasi tubuh dan makanannya.

10. Menyebabkan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

PTSD adalah gangguan mental yang dapat terjadi setelah individu mengalami kejadian yang traumatis seperti pelecehan seksual, perang, bencana alam, serangan teroris, kecelakaan berat, dan lain lain. Tak semua individu yang mengalami kejadian traumatis akan mengalami PTSD. Tapi ada beberapa kejadian yang memberikan kecenderungan PTSD, seperti pelecehan seksual dan kekerasan pada masa kanak kanak.

11. Menyebabkan Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

OCD adalah gangguan perilaku kronis yang menyebabkan penderita tidak punya kontrol atas pikiran pikiran obsesif dan perilaku kompulsif atau berulang ulang. Gangguan mental ini pernah dikategorikan dalam gangguan kecemasan, tapi sekarang telah menjadi kategori sendiri.

Bentuk kompulsif yang sering ditemukan adalah membersihkan diri, mengecek, menghitung, mengatur objek, menyentuh sesuatu, mengumpulkan benda tertentu, serta membuat daftar. Semua ini biasanya dilakukan secara berulang ulang untuk meredakan kecemasan atau obsesi yang muncul.

12. Meninggal Dunia

Berdasarkan data dari World Federation of Mental Health, setiap 40 detik individu di suatu tempat di dunia meninggal dunia akibat gangguan mental. Bahkan, 1 dari setiap 4 individu dewasa akan mengalami masalah kesehatan mental pada suatu saat dalam hidupnya.

Sayangnya, individu ini hanya menerima sedikit perhatian. Bahkan sering pula tidak mendapatkan dukungan psikologis jika gangguan tersebut terjadi dalam keadaan darurat. Menurut sebuah pernyataan dari Kementerian Kesehatan RI, hingga kini kesehatan mental sering kali kurang mendapat perhatian karena beberapa hal ini:


  • Ketidaktahuan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental
  • Kurangnya kepedulian masyarakat
  • Masih adanya stigma dan diskriminasi pada individu dengan masalah mental (ODMK)

Tiga kondisi di atas berakibat individu sering tidak menerima pelayanan kesehatan mental sesuai kebutuhan. Tentu saja situasi ini tidak dapat dibiarkan sebab Indonesia berkeyakinan bahwa “tidak ada kesehatan tanpa kesehatan mental” atau “no health without mental health” sebab harus harus dibiasakan mental yang sehat agar jauh dari segala masalah.

Demikian yang dapat penulis sampaikan, semoga menjadi wawasan bermanfaat, sampai jumpa di artikel berikutnya, terima kasih.

Sponsors Link
, , , , ,