Sponsors Link

12 Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perilaku Seksual

Sponsors Link

Masa remaja merupakan suatu tahap dengan perubahan yang cepat dan penuh tantangan yang sulit. Pemahaman tentang perilaku seksual yang kurang pada masa remaja sangat merugikan bagi remaja sendiri termasuk keluarganya. Salah satu faktor penting yang berhubungan dengan perilaku seksual adalah pola asuh orang tua.

ads

Interaksi antara remaja dengan orang tua menunda bahkan mengurangi perilaku hubungan seksual pada remaja. Orang tua yang kurang memberikan perhatian kepada remaja akan mempercepat remaja tersebut untuk melakukan hubungan seksual dan begitu pula sebaliknya. Berikut 12 Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perilaku Seksual.

1. Orang tua salah satu faktor pengetahuan seksual remaja

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Nursal (2008), ada beberapa faktor yang mempengaruhi seorang remaja untuk melakukan hubungan seksual sehingga pemerintah harus mengeluarkan kebijakan untuk meminimalisasi perilaku seks bebas,

faktor faktor tersebut yaitu meliputi jenis kelamin, usia pubertas, pengetahuan, sikap, status perkawinan orang tua, pola asuh orang tua, jumlah pacar, lama pertemuan dengan pacar, paparan media elektronik dan media cetak. Baca juga mengenai : konsep citra dalam psikologi politik

2. Salah pola asuh orang tua memiliki resiko yang tinggi

Berdasarkan uraian di atas salah satu faktor penting yang berhubungan dengan perilaku seksual adalah pola asuh orang tua. Berdasarkan analisa World Health Organization (WHO) pada berbagai literatur kesehatan reproduksi dari seluruh dunia yang menyatakan bahwa pola asuh adalah merupakan faktor risiko perilaku seksual risiko berat. Interaksi antara remaja dengan orang tua menunda bahkan mengurangi perilaku hubungan seksual pada remaja. Baca juga mengenai : konsep fitrah dalam psikologi islam

3. Orang tua sebagai pengawas

Pengawasan dari orang tua yang kurang akan mempercepat remaja melakukan hubungan seksual. Pengawasan orang tua merupakan faktor penting yang mempengaruhi perilaku seksual remaja. Remaja yang diawasi orang tuanya akan menunda bahkan menghindari hubungan seksual sedangkan pada remaja tanpa pengawasan orang tua akan melakukan hubungan seksual pertama pada usia lebih dini (Nursal, 2008).  Baca juga mengenai : konsep sabar dalam psikologi

4. Perilaku seksual berhubungan dengan kepribadian dari pola asuh

Pola asuh orang tua juga memiliki pengaruh yang amat besar dalam membentuk kepribadian anak yang tangguh sehingga anak berkembang menjadi pribadi yang percaya diri, berinisiatif, berambisi, beremosi stabil, bertanggung jawab, mampu menjalin hubungan interpersonal yang positif dan lain lain. Kepribadian tersebut dapat dikembangkan dalam keluarga. Pola asuh yang salah dapat menyebabkan seorang anak melakukan perilaku agresif (Taganing & Fortuna, 2008). Baca juga mengenai : gangguan konsep diri

5. Laki laki rentan salah pola asuh

Penelitian Suwarni (2009), ditemukan bahwa dari hasil penelitiannya didapatkan persentase responden laki laki dibandingkan dengan perempuan yang melakukan seks pranikah (kissing, necking, petting, dan intercourse) persentasenya lebih banyak laki laki dibandingkan perempuan. Berdasarkan penelitian Taufik dan Anganthi (2005), Baca juga mengenai : konsep sensasi dalam psikologi

menyatakan bahwa terdapat perbedaan pendapat yang mencolok antara subjek yang tidak melakukan hubungan seksual dan subjek perempuan yang melakukan hubungan seksual dengan pendapat subjek laki laki yang melakukan hubungan seksual. Kelompok subjek perempuan berpendapat bahwa hubungan seksual di luar nikah itu adalah perbuatan haram dan berdosa, sedangkan pada subjek laki laki yang melakukan hubungan seksual berpendapat bahwa hal itu boleh saja dilakukan asalkan dilandasi suka sama suka.

6. Pola asuh autoritatif

Pola asuh yang paling banyak dimiliki oleh responden adalah pola asuh autoritatif yaitu sebanyak 52 responden (57,1%). Hasil penelitian Hanif (2005), menyatakan bahwa pola asuh sangat penting bagi anak karena anak dapat belajar tentang sesuatu yang hasilnya akan dapat diharapkan oleh masyarakat sekitarnya.


7. Pola asuh menimbulkan reaksi perilaku

Pola asuh juga akan berpengaruh dalam perilaku anak. Pola asuh orang tua dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu kesamaan disiplin yang digunakan orang tua, penyesuaian dengan cara yang disetujui kelompok, usia orang tua, pendidikan orang tua, jenis kelamin orang tua, keadaan sosial ekonomi, konsep mengenai peran orang tua, jenis kelamin anak, usia anak, dan situasi (Hurlock, 2007).

8. Orang tua mengarahkan pengetahuan seksualitas anak

Orang tua sebagai pemberi pengasuhan kepada anak sangat berperan dalam mengarahkan dan menanamkan perilaku anak dalam kehidupan sehari hari dimana sikap, perilaku, dan kebiasaan orang tua selalu dilihat, dinilai, dan ditiru oleh anaknya yang kemudian semua itu secara sadar atau tidak sadar diresapi oleh anak dan bisa berkembang menjadi suatu kebiasaan bagi anak. Penerapan pola asuh tertentu dapat membentuk perilaku anak yang berbeda beda.

9. Orang tua membentuk aturan

Sikap orang tua dalam menerapkan pola asuh kepada anak dapat meliputi cara orang tua memberikan aturan aturan, hadiah, maupun hukuman, cara orang tua menunjukkan otoritasnya, dan cara orang tua memberikan perhatian serta tanggapan terhadap anaknya (Aisyah, 2010).   Penelitian ini juga menggambarkan karakteristik berdasarkan perilaku seksual pranikah dengan hasil bahwa dari 91 responden, sebagian besar responden mempunyai perilaku seksual pranikah dengan kategori tidak wajar yaitu sebanyak 65 responden (71,4%).

10. Orang tua menjadi cermin

Perilaku seksual pranikah menurut Sari (2007) adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual dengan lawan jenisnya melalui perbuatan yang tercermin dalam tahap tahap perilaku seksual yang paling ringan hingga tahap yang paling berat. Perilaku seksual pranikah pada remaja tidak terjadi dengan sendirinya,

melainkan ada yang memotivasinya baik dari internal seperti kelalaian, gairah, perasaan, maupun dari eksternal seperti sumber informasi, pergaulan, lingkungan fisik, kurang kontrol orang tua, perekonomian orang tua, restu orang tua, kelebihan pacar, latar belakang pacar, dan sifat negatif pacar (Palupi & Ulliya, 2008).

11. Pola asuh tidak sesuai berdampak pada sikap

Pola asuh yang tidak sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak, misalnya orang tua yang permisif, otoriter dan masa bodoh. Berdasarkan beberapa penelitian ditemukan bahwa salah satu faktor penyebab timbulnya kenakalan remaja adalah tidak berfungsinya orang tua sebagai figur tauladan bagi anak.

Suasana keluarga yang menimbulkan rasa tidak aman dan tidak menyenangkan serta hubungan keluarga yang kurang baik dapat menimbulkan bahaya psikologis bagi setiap usia terutama pada masa remaja (Sumiati et al, 2009). Berdasarkan pendapat Sarwono (1998) dalam Taufik dan Anganthi (2005) menyatakan bahwa perilaku yang tidak sesuai dengan tugas perkembangan remaja pada umumnya dapat dipengaruhi orang tua.

Orang tua yang mampu memberikan pemahaman mengenai perilaku seks kepada anak anaknya, maka anak anaknya cenderung mengontrol perilaku seksnya itu sesuai dengan pemahaman yang diberikan orang tuanya. Hal ini terjadi karena pada dasarnya pendidikan seks yang terbaik adalah yang diberikan oleh orang tua sendiri, dan dapat pula diwujudkan melalui cara hidup orang tua dalam keluarga sebagai suami istri yang bersatu dalam perkawinan.


12. Seksual anak berhubungan dengan pengawasan orang tua

Hubungan seksual pertama mereka kebanyakan terjadi setelah lepas dari sekolah menengah atas. Remaja dalam penelitiannya, sebagian besar (lebih dari 50% responden) bertempat tinggal terpisah dari orang tua

untuk melanjutkan belajar atau bekerja. Temuan ini memperkuat pandangan bahwa kurangnya pengawasan dari orang tua memperbesar kemungkinan terjadinya hubungan seksual pranikah (Suryoputro et al, 2006).

Sponsors Link
, , , , ,
Oleh :
Kategori : Ilmu Psikologi