Sponsors Link

11 Cara Menumbuhkan Passion dalam Diri Menurut Psikologi

Sponsors Link

Keinginan atau passion yang membuat hidup terasa bergairah adalah salah satu alasan sehingga Sobat bersemangat bangun pagi. Passion akan membuat Sobat merasa bahagia dan tenang karena bisa menjalani hidup sesuai keinginan. Sobat akan larut dalam kebahagiaan hanya dengan memikirkan keinginan ini. Akan tetapi, tidak setiap orang tahu dengan tepat apa yang sesungguhnya mereka inginkan.

ads

Jangan khawatir! Entah dengan membangun karier baru di bidang lain, menekuni hobi, atau mencari kegiatan baru, Sobat bisa menemukan keinginan yang mengembalikan passion Sobat melalui berbagai cara. Berikut 11 Cara Menumbuhkan Passion dalam Diri Menurut Psikologi.

1. Temukan motivasi yang mendasari keputusan Anda

Beberapa orang membuat keputusan karena sangat terpengaruh oleh tuntutan dalam bersosialisasi, seperti kebutuhan untuk menyesuaikan diri, dinilai baik oleh orang lain, dan dianggap tahu aturan. Walaupun menjadi bagian dari komunitas adalah hal yang sangat baik, Sobat akan seperti orang yang kehilangan tujuan hidup jika selalu membuat keputusan hanya berdasarkan apa yang baik bagi Sobat menurut orang lain. Baca juga mengenai : alasan kenapa bernostalgia bisa menyehatkan mental

  • Keadaan ini bisa terjadi kapan saja, tetapi kaum muda biasanya lebih rentan mengalaminya sebab merasa harus patuh kepada orang tua atau kepada orang lain yang memiliki otoritas.
  • Berhentilah “mengharuskan” diri sendiri. Nasihat ini disampaikan oleh Clayton Barbeau, seorang psikolog yang mengemukakan gagasan untuk menjelaskan apa akibatnya jika Sobat membiarkan tekanan eksternal membentuk pola pikir tentang apa yang seharusnya Sobat lakukan. Baca juga mengenai : alasan pentingnya keluarga dalam menjaga kesehatan mental
  • Sobat akan merasa tidak bahagia dan tidak puas dengan keputusan Sobat sendiri karena keputusan ini dibuat atas dasar rasa bersalah dan rasa takut, bukan karena keinginan Sobat sendiri. Pikirkan apa yang ingin Sobat lakukan, bukan apa yang seharusnya Sobat lakukan karena diharuskan oleh orang lain. Baca juga mengenai : alasan tidak boleh mengabaikan gangguan mental
  • Keinginan yang lahir dari autentisitas akan membuat Sobat mampu menghargai diri sendiri karena Sobat bisa membuat keputusan sendiri, bukan karena ingin menjadi orang lain atau untuk memuaskan keinginan orang lain. Tidak seorang pun bisa menentukan apa yang “autentik” untuk Anda, kecuali Sobat sendiri. Baca juga mengenai : dampak prostitusi bagi kesehatan mental wanita

2. Temukan nilai-nilai keutamaan Anda

Nilai keutamaan adalah keyakinan dasar seseorang dalam menjalani hidupnya. Keyakinan ini bisa diwujudkan dalam kehidupan religius atau spiritual, tetapi bisa juga melalui cerminan kepribadian Sobat dan hal-hal yang paling memuaskan bagi Sobat. Baca juga mengenai : pentingnya olahraga untuk kesehatan mental

Riset membuktikan bahwa Sobat tidak bisa bahagia dan termotivasi jika kehidupan Sobat tidak selaras dengan nilai-nilai keutamaan yang Sobat yakini. Selain itu, Sobat juga akan cenderung menunda-nunda sebab aktivitas yang Sobat lakukan tidak terasa bermakna.

3. Lakukan refleksi diri dengan mengajukan beberapa pertanyaan

Banyak orang tidak punya waktu untuk benar-benar mencari tahu apa nilai keutamaan mereka. Sediakan waktu dan bertanyalah kepada diri sendiri apa yang Sobat anggap “benar” dan apa yang tidak sesuai dengan keinginan Sobat.

4. Temukan pola dan tema dari jawaban-jawaban Anda

Setelah memikirkan jawaban atas pertanyaan tadi (bahkan Sobat boleh membuat pertanyaan sendiri), mulailah mengamati jawaban Sobat. Apa yang membuat Sobat bahagia dan bermanfaat bagi kehidupan Anda? Apa yang Sobat anggap tidak memuaskan? Bacalah penjelasan tentang nilai-nilai keutamaan secara umum di situs MindTools agar Sobat bisa mendapatkan lebih banyak informasi.


5. Coba pikirkan apa yang ingin Sobat lakukan

Ajukan pertanyaan kepada diri sendiri, apakah selama ini Sobat menjalani hidup dengan melakukan apa yang Sobat sukai, tetapi tidak bisa sering-sering? Cobalah menggali keinginan terdalam dengan berusaha mencari tahu kegiatan yang benar-benar Sobat ingin lakukan dan menyalurkannya secara produktif sehingga Sobat merasa bergairah menjalani hidup. Cobalah mengajukan beberapa pertanyaan berikut kepada diri sendiri:

  • Apa tujuan hidup saya?
  • Apa yang paling sering saya lakukan?
  • Apa yang berulang kali saya coba lakukan?
  • Apa yang menarik perhatian saya?
  • Seandainya hanya ada satu hal yang bisa saya lakukan seumur hidup, apa itu?
  • Apa kegiatan yang saya sukai?
  • Apa kegiatan yang akan saya lakukan meskipun tidak dibayar?
  • Hal apa yang bisa membuat saya rela mengabaikan segalanya demi bisa melakukannya?
  • Kegiatan apa yang membuat saya merasa sepenuhnya menjadi diri sendiri?
  • Apa yang sedang saya lakukan saat merasa diri “benar”, “cantik”, atau “terhubung”?

6. Coba pikirkan kegiatan apa yang selalu ingin Sobat lakukan

Berbeda dengan membuat catatan tentang semua hal yang membuat Sobat bahagia, kali ini Sobat harus menulis semua hal yang selalu Sobat impikan, tetapi belum pernah terlaksana karena tidak sempat, keterbatasan dana, tidak bisa, atau bahkan karena agak menakutkan. Ajukan beberapa pertanyaan berikut kepada diri sendiri:

  • Apa yang selama ini paling saya impikan, tetapi tidak pernah bisa terlaksana?
  • Apa yang ingin saya lakukan waktu masih kecil?
  • Apakah saya pernah memimpikan hal yang mustahil sehingga saya abaikan?
  • Apa bacaan atau khayalan yang paling saya sukai?
  • Apakah ada yang tidak saya coba karena harus meninggalkan zona kenyamanan?
  • Apakah ada yang ingin saya lakukan, tetapi belum terlaksana karena khawatir dengan masalah keuangan?
  • Apakah selama ini ada yang ingin saya lakukan, tetapi tidak pernah saya mulai karena takut gagal atau khawatir hasilnya kurang baik?
  • Apakah ada yang orang lain lakukan yang membuat saya sangat bersemangat?
  • Apa yang akan saya lakukan jika tidak ada kendala?

7. Tentukan tujuan

Tujuan bisa sangat besar, misalnya “mencari pekerjaan baru” atau kecil, misalnya “mengikuti kursus seni”. Agar Sobat bisa menentukan tujuan yang mungkin tercapai.

8. Buatlah komitmen untuk menghindari perilaku “siap-tetapi”

Martha Beck, pengajar teknik memotivasi diri sendiri, menggunakan frasa ini untuk menggambarkan ketakutan yang menghambat seseorang saat ia ingin mencoba hal-hal baru. Kata “siap” berarti ada kegembiraan atau inspirasi yang mendorong Sobat mengejar keinginan. Kata “tetapi” adalah munculnya ketakutan yang mencegah Sobat sehingga tidak mau lagi berusaha mengejarnya.

9. Lakukan latihan menenangkan pikiran

Salah satu hambatan terbesar yang bisa memadamkan gairah hidup Sobat adalah ketakutan. Jika ketakutan mengendalikan Sobat saat membuat keputusan, Sobat akan selalu menghindari risiko atau tidak mau mengalami kerentanan. Padahal, mengalami kerentanan dan kesediaan untuk membuka diri adalah cara menjalin hubungan, baik dengan diri sendiri maupun dengan orang lain.

Rasa takut biasanya muncul saat Sobat terlalu berfokus pada apa yang mungkin terjadi, sehingga tidak bisa menerima keadaan yang sedang terjadi. Sobat bisa mengatasi hal ini dengan berlatih menenangkan pikiran.

10. Bersabarlah menghadapi diri sendiri

Menemukan apa sumber gairah hidup Sobat berarti melakukan eksperimen yang membutuhkan waktu. Mungkin Sobat harus mencoba berbagai ide sebelum menemukan apa yang paling Sobat sukai. Banyak orang yang gagal menemukan gairah mereka sebab sudah langsung menyerah saat keadaan terasa sulit.


11. Ambil kesimpulan

  • Cobalah meliburkan diri selama satu hari tanpa melakukan apa pun. Asingkan diri dari dunia luar untuk sejenak. Habiskan waktu sehari penuh tanpa teknologi, pekerjaan rumah, mencuci, teman, kenalan, bahkan keluarga. Matikan TV, ponsel, dan telepon rumah. Bayangkan Sobat hidup tanpa tenggat, utang hipotek, dan tugas-tugas lain. Rilekskan diri untuk beberapa saat lalu perhatikan pikiran Sobat. Apakah Sobat bisa membayangkan gadget yang lebih canggih? Apakah Sobat bisa melihat diri sendiri yang sedang membangun bisnis pribadi atau merancang rumah Dymaxion berikutnya? Apakah Sobat merasa seperti sedang memulai sebuah proyek yang sudah terpikirkan sejak lima tahun yang lalu?
  • Sobat bebas berlama-lama mengamati pikiran. Sobat mungkin tidak bisa langsung mendapatkan ide, tetapi pada akhirnya, akan muncul kesadaran bahwa Sobat sangat menginginkan sesuatu. Jadi, percayalah pada insting Sobat. Jika rasanya baik, lakukan saja!
  • Jika Sobat tidak bisa lagi menikmati hobi yang selama ini Sobat lakukan, tidak apa-apa. Sebagai manusia, kita selalu berkembang dan berubah. Kita tidak pernah berada dalam kondisi yang sama untuk waktu yang lama.
  • Buatlah buku harian dan tulislah pikiran atau keinginan yang muncul. Tulislah apa yang terasa sangat menyenangkan, lalu pilihlah salah satu yang bisa Sobat kejar dan bisa tercapai. Buatlah rencana untuk meraih keberhasilan dan menyiapkan perjalanan Sobat meraih keinginan ini.
  • Pekerjaan yang berasal dari hobi bisa tidak menyenangkan lagi. Jika Sobat tidak lagi menyukai kegiatan ini karena dilakukan penuh waktu, coba lakukan lagi kegiatan Sobat sebelumnya. Liburkan diri sejenak dari kegiatan yang sebelumnya membuat Sobat bergairah, lalu lakukan lagi untuk mencari tahu apakah Sobat masih menyukai kegiatan ini.

Nah sobat, semangat untuk menemukan passion, sampai jumpa di artikel berikutnya, terima kasih.

Sponsors Link
, , , , ,




Oleh :
Kategori : Ilmu Psikologi