Home » Teori Psikologi » 5 Teori Psikologis Kepribadian Menurut Abraham Maslow

5 Teori Psikologis Kepribadian Menurut Abraham Maslow

by Rahmati

Teori psikologi humanistik memiliki asumsi dasar tentang manusia sebagai pencari makna hidup manusia. Berbeda dengan tokoh-tokoh dari dua mazhab lainnya, penelitian Abraham Maslow berfokus pada orang-orang yang mengaktualisasikan diri dan merupakan dasar dari psikologi yang lebih universal. Maslow memiliki sikap yang sangat positif terhadap orang.

Maslow menjadi pemimpin aliran psikologi humanistik yang muncul pada 1950-an dan 1960-an, yang disebutnya “kekuatan ketiga” di luar teori psikoanalisis dan behaviorisme. Maslow menjadi profesor di  Brandeis University dari tahun 1951 sampai 1969, kemudian menjadi anggota Laughlin Institute di California. Dia meninggal karena serangan jantung pada 8 Juni 1970. Pada tahun 1967, American Humanist Association menamainya Humanist of the Year.

Maslow membuat ide hierarki kebutuhan ini menjadi sangat terkenal. Menurutnya, kebutuhan manusia memiliki lima lapisan, yaitu: kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman, kebutuhan cinta dan memiliki, kebutuhan Penghargaan dan kebutuhan aktualisasi diri. Penjelasan tentang hirarki kebutuhan Maslow adalah sebagai berikut:

1. Kebutuhan Fisiologis

Kebutuhan Fisiologis adalah kebutuhan dasar manusia, kebutuhan ini menyangkut kebutuhan akan oksigen, air, protein, garam, gula, kalsium, serta mineral dan vitamin, termasuk juga  kebutuhan untuk menjaga keseimbangan pH (terlalu asam atau basa). Suhu (98,6 atau mendekati itu).  

Selain itu, manusia juga membutuhkan aktivitas, istirahat, tidur, pembuangan limbah (CO2, keringat, urin dan feses), menghindari rasa sakit dan kebutuhan akan seks. Maslow percaya pada penelitian yang menunjukkan bahwa kebutuhan ini benar-benar individual. Kekurangan vitamin C menyebabkan kelaparan vitamin C yang sangat spesifik  misalnya jus jeruk.

2.  Kebutuhan Keamanan

Ketika sebagian besar kebutuhan fisiologis terpenuhi, lapisan  kebutuhan lainnya muncul. Konsep manusia  semakin tertarik untuk menemukan keadaan yang aman, stabil, dan nyaman. Manusia mungkin perlu  mengembangkan struktur, keteraturan, dan rutinitas.  

Sekarang kebutuhannya bukan lagi lapar dan haus, tapi kebutuhan mencari perlindungan dari rasa takut dan cemas. Dalam kehidupan sehari-hari, kebutuhan ini dinyatakan sebagai keinginan untuk hidup di lingkungan yang aman, jaminan pekerjaan, program pensiun, asuransi, dan lain sebagainya.

3. Kebutuhan akan Cinta

Ketika kebutuhan fisiologis dan kebutuhan keamanan sebagian besar terpuaskan, kebutuhan lapisan ketiga  adalah proses intrapersonal dalam psikologi kepribadian mulai muncul. Kita mulai merasakan kebutuhan untuk memiliki teman, kekasih, anak, kasih sayang yang dalam, dan hubungan sosial.  

Kita mulai merasa rentan terhadap kesepian dan kecemasan sosial. Dalam kehidupan sehari-hari, kita mengungkapkan kebutuhan ini sebagai keinginan untuk menikah, berkeluarga, menjadi bagian dari  komunitas, menjadi bagian dari keluarga besar, menjadi bagian dari klub. Itu juga  bagian dari apa yang kita cari dalam profesi kita.

4. Kebutuhan Penghargaan

Pada tahap selanjutnya kita mulai mencari penghargaan. Maslow mengidentifikasi dua versi  kebutuhan penghargaan, yaitu kebutuhan yang lebih rendah dan  lebih tinggi. Kebutuhan  rendah adalah kebutuhan  akan penghargaan, status, ketenaran, kehormatan, pengakuan, perhatian, ketenaran, martabat, bahkan dominasi oleh orang lain.  

Kebutuhan  tinggi adalah kebutuhan  harga diri, termasuk perasaan seperti kepercayaan diri, kompetensi, prestasi, penguasaan, kemandirian, dan kebebasan. Kebutuhan akan penghargaan ini tergolong “tinggi” karena  tidak menunjukkan rasa hormat terhadap orang lain.  

Ketika seseorang memiliki harga diri,  sulit untuk menyalahkan diri sendiri. Versi negatif dari kebutuhan ini adalah harga diri yang rendah  dan rasa rendah diri. Maslow percaya bahwa pendapat Adler benar  bahwa inilah penyebab sebagian besar masalah psikologis kita.

5. Aktualisasi Diri

Tingkat kebutuhan yang terakhir  dan  sedikit berbeda adalah aktualisasi diri. Maslow menggunakan  istilah yang berbeda untuk menggambarkan level ini. Maslow menyebut pertumbuhan motivasi ini (berlawanan dengan defisit motivasi) karena kebutuhan aktualisasi diri adalah kebutuhan B, bukan kebutuhan D.  

Kebutuhan berprestasi adalah kebutuhan yang tidak melibatkan keseimbangan atau homeostatis, tetapi  keinginan  terus-menerus untuk memenuhi potensi seseorang, “menjadi semua yang kita bisa”. Itu menjadi masalah yang paling sempurna karena diri kita optimal.  

Menurut teori ini, jika kita ingin benar-benar memenuhi diri sendiri, kita setidaknya harus memenuhi kebutuhan yang lebih rendah. Masuk akal jika kita lapar, kita berusaha mendapatkan makanan. Jika kita tidak aman, kita harus waspada. Ketika kita terisolasi dan tidak dicintai, kita harus memenuhi kebutuhan itu. Ketika kita memiliki harga diri yang rendah, kita harus melindungi diri kita sendiri atau memberi kompensasi.  

Jika kebutuhan yang lebih rendah tidak terpenuhi, kita tidak dapat sepenuhnya berkomitmen untuk mewujudkan potensi kita. Tidak mengherankan jika di dunia yang begitu kompleks hanya sebagian kecil  dari populasi dunia yang benar-benar mencapai realisasi diri. Menurut Maslow, hanya sekitar dua persen.

You may also like