Sponsors Link

15 Ciri-Ciri Perhatian Dalam Psikologi

Sponsors Link

Setiap orang pasti ingin diperhatikan. Terutama perempuan yang katanya “gak butuh apa-apa, tapi cuma perlu diperhatikan.” Nah, sebenarnya apa sih makna dari perhatian? Jika dikaji dari ilmu psikologi, perhatian dapat didenifinisikan sebagai tindakan memusatkan konsentrasi atau pikiran terhadap objek tertentu baik secara intensif ataupun tidak intensif.

ads

Berikut beberapa definisi perhatian menurut pakar bahasa:

  • Aryan Ardhana: Perhatian adalah suatu kegiatan jiwa, yakni proses pemusatan phase-phase atau unsur-unsur pengalaman dan mengabaikan yang lainnya.
  • Dakir (1993 : 114): Perhatian adalah keaktifan peningkatan kesadaran seluruh fungsi jiwa yang dikerahkan dalam pemusatannya kepada barang sesuatu baik yang ada di dalam maupun yang ada di luar individu.
  • Bimo Walgito: Perhatian merupakan pemusatan atau konsentrasi dari seluruh aktivitas individu yang ditujukan kepada sesuatu atau sekumpulan objek.
  • Ramayulis (1994:175), bahwa perhatian adalah merupakan salah satu faktor psikologis yang dapat membantu terjadinya interaksi dalam proses belajar mengajar. Kondisi psikologis ini dapat terbentuk melalui dua hal, yaitu pertama, yang timbul secara intrinsik, dan yang kedua melalui bahan pelajaran.
  • Sumadi Suryabrata (1989:14): Perhatian adalah perumusan tenaga psikis yang tertuju pada suatu obyek, atau banyak sedikitnya kesadaran yang menyertai sesuatu aktivitas yang dilakukan.
  • Jalaludin Rahmat (2000:52): Perhatian adalah proses mental ketika stimuli atau rangkaian stimuli menjadi menonjol dalam kesadaran pada saat stimuli lainnya melemah. Hal itu dapat terjadi saat kita mengkonsentrasikan diri pada salah satu alat indera kita, dan mengesampingkan masukan-masukan melalui alat indera yang lain.

Nah, setelah mempelajari definisi perhatian, sekarang akan dijelaskan tentang ciri-ciri perhatian dalam psikologi. Berikut ulasannya!

  1. Bertindak Secara Spontan

Perhatian seringkali terlihat secara spontan atau tidak disengaja. Misalnya saat Anda terjatuh dan berteriak, tiba-tiba ada seseorang yang segera datang menolong. Meskipun Anda hanya terpeleset, namun orang itu berusaha membuat Anda merasa lebih baik. Maka tindakan orang tersebut dapat dikatakan sebagai perhatian.

  1. Didasari Oleh Niat

Perhatian juga bisa timbul karena niat dalam hati. Ini akan mewujudkan suatu tindakan yang didasari oleh kesadaran. Maksudnya, perhatian itu diberikan secara sengaja dan didorong oleh kemauan orang tersebut. Misalnya saja nih, ada pria yang menyukai Anda. Maka pria tersebut akan terus-menerus menghubungi Anda, baik lewat telepon atau sms untuk menanyakan kabar Anda. Bahkan jika Anda tidak membalas, dia akan merasa resah. Tindakan tersebutlah yang disebut sebagai perhatian.

  1. Bersifat Statis

Perhatian yang datang secara tulus dari hati biasanya akan bersifat statis. Maksudnya perhatian itu tidak mudah hilang ataupun berkurang walaupun dalam waktu cukup lama. Perhatian yang demikian ini hanya dimiliki oleh pribadi yang benar-benar mencintai. Biasanya ia akan rela berkorban dan berjuang demi menyenangkan orang yang disanyangi. Perhatian statis umumnya bentuk perhatian yang diberikan oleh anak kepada ibu, istri kepada suami atau sebaliknya.

Sponsors Link

  1. Terkadang juga Dinamis

Sifat sebuah perhatian terkadang juga bisa berubah bergantung pada objeknya. Kepada siapakah perhatian tersebut dipusatkan? Apabila perhatian itu diberikan untuk benda-benda atau konten tertentu maka sifatnya bisa menjadi dinamis, yakni berubah-ubah. Misalnya saja, bila sekarang Anda sangat menyukai drama Korea dan sangat perhatian dengan para bintang K-POP, di 10 tahun kedepan perhatian Anda bisa saja menghilang dipengaruhi oleh lingkungan.

Selain itu, perhatian juga bisa berubah disebakan hal-hal yang bersifat subjektif. Jadi semisal ada orang yang baik dengan Anda, maka otomatis Anda juga akan bersikap perhatian. Namun bila suatu hari nanti orang itu berubah sikap jadi cuek maka perhatian Anda juga akan luntur. 

  1. Mampu Mengusir Kebosanan

Seseorang yang perhatian dengan Anda biasanya sanggup mendengar keluhan Anda selama berjam-jam tanpa merasa bosan. Sebaliknya, jika orang tersebut tidak memiliki rasa cinta, maka percayalah dia akan langsung bosan mendengar curhatan Anda walau hanya dalam 20 menit.

ads
  1. Tutur Kata Ramah

Seseorang yang perhatian biasanya akan menunjukkan sikap yang baik dengan diikuti penuturan kata yang ramah. Jadi gak mungkin bentak-bentak. Sebaliknya, mereka selalu berucap lemah lembut dan berusaha untuk tidak menyakiti perasaan orang yang disayang.

  1. Diikuti Pengorbanan

Suatu perhatian yang tulus biasanya akan dibarengi dengan pengorbanan. Maksudnya perhatian itu tidak cukup hanya diucapkan lewat mulut. Tapi juga harus didasari dengan tindakan nyata. Misalnya saja pasangan Anda menunjukkan sikap rela menelfon Anda hingga malam.

Berarti ia telah mengorbankan waktu tidurnya, maka itu disebut perhatian. Contoh lain, suami yang membantu istrinya melakukan pekerjaan rumah (misalnya mencuci piring, mengepel atau menjemur) perbuatan-perbuatan tersebut juga termasuk perhatian. Orang yang perhatian dapat menunjukkan cara menjadi pribadi yang dewasa.

  1. Lebih Peka

Sikap lain yang menujukkan wujud dari perhatian adalah kepekaan. Jadi seseorang yang punya rasa perhatian biasanya memiliki rasa peka tinggi terhadap apa yang dicintai. Ia tidak butuh penjelasan detail untuk memahami perasaan orang lain. Cukup memperhatikan mimik wajah dan sikap, ia sudah mampu mengerti orang itu sedang sedih, kesal atau senang.

  1. Senyum Menjadi Unsur Pengikutnya

Sebuah perhatian juga kerapkali diikuti oleh senyuman. Pastinya bila ada orang yang perhatian dengan Anda maka ia tak akan pelit membagi senyuman. Bahkan setiap kali bertemu, mungkin ia bakal menyunggingkan bibirnya. Kondisi demikian biasanya dilakukan oleh orang yang suka dan cinta dengan Anda. Intinya, perhatian itu dilengkapi dengan ucapan, perilaku dan mimik wajah. Perhatian akan menimbulkan sesuatu yang menyenangkan hati.

  1. Jujur

Tidak ada perhatian yang diberikan lewat sebuah kebohongan. Kalaupun ada itu adalah perhatian palsu, yang sekedar diucapkan atau dilakukan tanpa perasaan. Dan tidak menutup kemungkinan perhatian yang sama juga diberikan pada banyak orang. Sebaliknya, perhatian yang tulus selalu diikuti oleh kejujuran. Orang yang mencintai Anda pastinya akan bersikap terbuka. Sekalipun kenyataan itu menyakitkan tapi ia berani berkata jujur. Tidak menutupi apapun sebab ia tahu itulah yang terbaik untuk Anda.

  1. Rendah Hati

Ciri perhatian lainnya adalah sikap rendah hati. Jadi seseorang yang perhatian, bila ia menghadapi pasangannya, orang tua atau sosok lain yang dicintainya, maka ia selalu menunjukkan sikap rendah hati. Tidak sombong dan biasanya mudah mengalah.

Semisal ia terjebak dalam pertengkaran maka ia memilih sikap mengalah untuk menghindari situasi yang rumit. Itu karena ia menempatkan orang yang dicintai lebih tinggi daripada egonya semata. Ia lebih memilih menyelesaikan perkara dengan jalan damai, misalnya lewat perlakuan yang lembut daripada harus ikut marah-marah juga.

  1. Adanya Pemberian Dukungan

Selanjutnya perhatian juga diikuti pemberian dukungan. Jadi semisal orang tersebut benar-benar menyayangi Anda maka ia selalu mendukung dan memotivasi Anda untuk menjadi lebih baik. Bukannya malah menjatuhkan ataupun menyudutkan.

Di saat Anda merasa terpuruk, orang tersebut juga akan datang memberikan semangat sehingga Anda tidak putus asa. Tak menutup kemungkinan juga dukungan itu diwujudkan lewat tindakan nyata. Seperti memberikan bantuan ide, dana, atau sebagainya. Yang jelas ia akan selalu berusaha menjadi sosok yang selalu ada di samping Anda.

  1. Menjadikan Objek yang Dicintai Sebagai Prioritas

Dalam ilmu psikologi, apabila seseorang perhatian dengan Anda maka ia akan menjadikan Anda sebagai prioritas dalam kehidupannya. Tidak peduli seberapa sibuk rutinitasnya, ia selalu ingat Anda dan berusaha memberikan kabar. Begitupun dengan caranya menepati janji. Anda selalu berada di posisi penting di hatinya. Dan pastinya Anda selalu disebut dalam doa-doanya setiap hari.

Namun demikian, Anda juga harus tahu bahwa prioritas bukanlah sesuatu yang membutakan. Sikap baik yang ditunjukkan kepada Anda murni dari hati tapi didasari pula oleh logika. Ia mementingkan Anda bukan berarti ia menjadi ‘budak’.

Oleh sebab itu, hargailah jika ada orang yang baik kepada Anda. Jangan menyia-nyiakannya. Entah itu orang tua ataupun pasangan sah Anda. Sayangi mereka yang menjadikan Anda sebagai prioritas, namun jangan juga melupakan Tuhan. Sebab Tuhan tetap prioritas yang pertama.

Sponsors Link

  1. Menjaga Secara Baik

Ketika seseorang perhatian dengan suatu hal, maka tentunya ia akan berusaha menjaga objek tersebut secara baik. Baik itu manusia, benda ataupun sesuatu lainnya. Yang jelas ia mencoba untuk tidak menyakitinya. Jika itu manusia, maka ia akan berbicara dan bersikap yang baik terhadapnya.

Namun bila itu benda pastilah dirawat serta disimpan dengan aman. Semua perlakuan tersebut semata-mata adalah wujud dari perhatian yang mendalam. Ia tidak rela jika harus kehilangan objek yang dicintainya, oleh sebab itu ia akan berusaha menjaganya.

  1. Mampu Mengendalikan Emosi

Ciri perhatian yang terakhir adalah mampu mengendalikan emosi. Ya, jadi seseorang yang perhatian kepada Anda pastinya ia mampu mengendalikan emosinya di depan Anda. Kenapa? Karena ia mencintai Anda. Karena ia menyayangi Anda. Cinta dan sayang tentunya harus diwujudkan oleh hal-hal yang baik. Termasuk sikap yang tidak pemarah. Ia memiliki cara mendewasakan diri dalam menghadapi masalah serta cara meredam emosi menurut psikologi.

Selain itu, orang yang perhatian juga tidak tega melihat Anda bersedih, apalagi sampai menangis. Ia akan berusaha membuat Anda tersenyum. Oleh sebab itu ia mencoba mengendalikan egonya. Sebab perasaannya yang teramat cinta dengan Anda.

Jadi itulah beberapa ciri-ciri perhatian dalam psikologi. Intinya perhatian diwujudkan dalam sikap yang positif, baik secara ucapan ataupun perilaku. Semoga bermanfaat!

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Psikologi Cinta