Sponsors Link

15 Pentingnya Psikologi Dalam Bimbingan dan Konseling

Sponsors Link

Bimbingan dan konseling sebagai kajian ilmiah tidak bisa berdiri sendiri tanpa adanya ilmu pendukung. Konsep dari bimbingan dan konseling dalam sekolah tertuju pada kebutuhan siswa dan juga tugas perkembangan yang harus diselesaikan serta sudah menjadi sahabat dari para siswa untuk mengetahui sisi psikologis dan juga perkembangan siswa pada masa remaja yang fluktuatif. Psikologi sosial menjadi ilmu pendukung dalam bimbingan dan konseling yakni konseli sebagai bagian masyarakat mempunyai karakteristik tersendiri. Konseling berperan dan berfungsi secara otomatis dalam menentukan perilaku dari lingkup sosialnya. Pengaruh yang didapat dari lingkungan sosial tersebut nantinya bisa menyumbang untuk bimbingan dan konseling ketika menjalankan proses agar bisa lancar. Seperti yang kita ketahui, psikologi merupakan disiplin ilmu yang mempelajari mengenai gejala jiwa manusia. Kajian psikologi adalah kajian mengenai tingkah laku individu dimana dalam bimbingan dan konseling berarti memberikan pemahaman mengenai tingkah laku individu yang disasar. Pentingnya psikologi dalam bimbingan dan konseling tentunya sangatlah banyak dan akan kami jelaskan secara lengkap dalam ulasan berikut ini.

ads
  1. Merumuskan Tujuan Pembelajaran yang Tepat

Psikologi dalam bimbingan dan konseling sangat penting bagi konselor atau guru agar nantinya bisa lebih tepat sasaran untuk menentukan perubahan perilaku yang diinginkan untuk tujuan pembelajaran dan juga jenis jenis metode pembelajaran. Sebagai contoh, dengan mengaplikasikan pemikiran dari Bloom mengenai taksonomi perilaku individu dan menghubungkannya dengan perkembangan dari masing masing individu.

  1. Memilih Strategi Pembelajaran yang Sesuai

Psikologi dalam bimbingan dan konseling juga berguna agar setiap guru bisa menentukan strategi atau metode pembelajaran apa saja yang paling tepat dan sesuai sekaligus bisa menghubungkannya dengan karakteristik serta keunikan dari setiap individu, jenis belajar, gaya belajar dan tingkat perkembangan yang sedang dilakukan para siswa di sekolah.

  1. Memfasilitasi dan Motivasi Belajar Peserta Didik

Memfasilitasi atau memberikan fasilitas adalah berusaha untuk mengembangkan semua potensi yang ada dalam diri siswa seperti kecerdasan, bakat dan juga minat. Sementara memotivasi atau memberikan motivasi diartikan sebagai upaya memberikan dorongan pada setiap siswa untuk melakukan hal atau perbuatan tertentu terutama dalam hal belajar sehingga cara belajar efektif menurut psikologi bisa diterapkan. Tanpa memahami dan mendalami psikologi, maka guru atau konseli akan berhadapan dengan kesulitan untuk membuat diri mereka sebagai fasilitator atau motivator kegiatan belajar siswa.

  1. Menciptakan Suasana Belajar Kondusif

Tingkat efektivitas dalam belajar membutuhkan suasana belajar yang kondusif. Dengan pahamnya guru akan psikologi dalam bimbingan dan konseling akan memungkinkan untuk menciptakan suasana sosio emosional yang kondusif di dalam kelas. Dengan ini, maka siswa bisa belajar lebih nyaman dan aktivitas belajar juga akan terasa jauh lebih menyenangkan.

  1. Melakukan Interaksi Dengan Siswa Secara Tepat

Pentingnya psikologi dalam bimbingan dan konseling berikutnya adalah untuk memungkinan perwujudan interaksi dengan siswa secara lebih bijak, penuh dengan empati dan juga menjadi sosok yang jauh lebih menyenangkan untuk para siswa di sekolah dalam menerapkan macam macam teori belajar dalam psikologi.

  1. Menilai Hasil Pembelajaran Adil

Psikologi nantinya juga bisa membantu para guru untuk bisa mengembangkan penilaian pembelajaran siswa secara lebih adil baik untuk teknik penilaian, pemenuhan dari prinsip prinsip penilaian dan juga menentukan hasil dari sebuah penilaian.

  1. Membantu Dalam Pengantaran

Proses pengantaran merupakan proses mengantarkan klien untuk memasuki kegiatan konseling dengan berbagai pengertian, tujuan dan juga asas yang mengikuti. Dalam proses pengantaran ini akan dilakukan dengan kegiatan penerimaan yang memiliki suasana hangat, permisif dan juga KTPS serta terstruktur. Jika proses awal ini berjalan dengan baik, maka klien nantinya akan bisa menjalani proses konseling serta mendapatkan hasil yang lebih baik sehingga disinilah psikologi konseling sangat berperan untuk membantu kelancaran dalam pengantaran tersebut.

  1. Mendukung Proses Penjajakan

Proses penjajakan bisa diartikan sebagai membuka serta memasuki sebuah ruangan yang sesak atau hutan rimbun yang berisikan dengan gatra klien berkaitan dengan perkembangan dan juga masalah yang sedang dihadapinya di sepanjang sejarah bimbingan konseling. Tujuan dari penjajakan ini adalah hal yang akan diutarakan klien dan hal lain yang harus dipahami mengenai diri dari klien sehingga seorang konselor harus mendalami ilmu psikologi dengan sangat baik. Sasaran tersebut akan berada dalam lingkup likuladu, masidu dan juga pancadaya yang akan tergambarkan dalam pengalaman klien ketika mengalami proses perkembangan. Semua sasaran penjajakan tersebut terdiri dari berbagai gatra yang selama ini hanya terpendam, disalahartikan atau mengalami hambatan di dalam diri klien.

  1. Membantu Klien Untuk Berjuang

Baik itu pada siswa atau klien, teori psikologi dalam bimbingan konseling tetap sangat dibutuhkan dimana pembimbing nantinya bisa membantu mereka agar bisa menghadapi segala masalah pribadi yangs edang terjadi seperti kehilangan pekerjaan, tertinggal kelas, perceraian dan masih banyak lagi dan ini bisa menjadi waktu yang sangat menegangkan untuk siapa saja. Seorang konselor nantinya bisa membantu klien atau seorang siswa agar bisa kembali berdiri, merasa lebih kuat dari sebelumnya dan lebih diberdayakan. Konselor juga akhirnya akan bisa membantu seseorang untuk terlepas dari masa lalu kemudian melanjutkan hidupnya kembali tanpa harus merasa bersalah.

  1. Mempelajari Gejala Manusia Lebih Baik

Untuk kepentingan bimbingan dan konseling, kajian psikologi harus dikuasai oleh para konselor agar bisa menangani masalah atau kasus pada diri seseorang atau kelompok sehingga bisa melihat sekaligus mempelajari gejala manusia lebih baik dari segi fisik dan juga psikis. Dengan ini para konselor akan lebih mudah dalam mengambil tindakan yang harus dilakukan berikutnya dan bisa mempengaruhi klien agar bisa merubah tingkah lakunya supaya klien bisa memecahkan permasalahan lewat ilmu psikologi. 


  1. Membantu Permasalahan Karir

Selain bimbingan dan konseling di sekolah, psikologi dalam bimbingan dan konseling juga sangat penting dalam membantu permasalahan karir seorang klien. Beberapa manfaatnya adalah:

  • Memberikan pemahaman diri seperti kemampuan, minat dan juga kepribadian yang berhubungan dengan pekerjaan yang sering menggunakan pendekatan kognitif dalam bimbingan konseling.
  • Memberikan pengetahuan lebih tentang dunia kerja dan juga informasi karir yang berguna untuk menunjang kematangan kompetensi dalam karir.
  • Memberikan sikap positif terhadap dunia kerja sehingga klien bisa bekerja dalam semua bidang tanpa perlu merasa rendah diri asalkan memberi makna untuk klien dan masih sesuai dengan norma agama.
  • Memberikan pemahaman relevansi kompetensi belajar yakni kemampuan untuk menguasai pelajaran dengan persyaratan keahlian dalam bidang yang diinginkan untuk masa depan.
  • Memberikan kemampuan pada klien untuk membentuk identitas karir dengan cara membantu klien dalam mengenali ciri ciri pekerjaan, kemampuan atau persyaratan yang diperlukan, lingkungan sosiopsikologis pekerjaan, prospek kerja dan juga kesejahteraan dalam bekerja.
  • Memberikan kemampuan klien sehingga bisa merancang masa depan yakni menyusun kehidupan dengan rasional agar nantinya bisa didapatkan peran yang sesuai dengan kemampuan, minat dan juga kondisi sosial ekonomi.
  • Bisa membentuk pola karir yakni kecenderungan arah karir klien seperti jika bercita cita menjadi seorang guru, maka akan diarahkan pada kegiatan yang berhubungan dengan karir tersebut.
  1. Membantu Memberikan Pemahaman

Seorang konselor juga harus mendalami ilmu psikologi agar nantinya bisa mempunyai pemahaman terhadap diri atau potensi dan juga lingkungan seperti pendidikan, pekerjaan dan juga norma norma agama. Berdasarkan hal tersebut, maka seorang konselor diharapkan bisa lebih mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal sekaligus menyesuaikan diri sendiri dalam lingkungan secara dinamis dan juga konstruktif dengan cara belajar ilmu psikologi lebih baik seperti dalam teknik dasar psikologi konseling dalam wawancara.

  1. Membantu Konselor Menghadapi Masalah

Seorang konselor nantinya juga akan berfungsi preventif yakni fungsi yang berhubungan dengan usaha seorang konselor dalam mengantisipasi segala masalah yang mungkin saja terjadi dan selalu berusaha untuk mencegah hal tersebut agar tidak terjadi pada konselor dimana pendalaman psikologi sangat dibutuhkan. Dengan mendalami psikologi, maka seorang konselor nantinya bisa memberikan bimbingan pada konseli mengenai cara agar bisa menghindar dari sebuah kegiatan atau perbuatan yang bisa membahayakan diri klien.

  1. Membantu Dalam Pengembangan

Bimbingan dan konseling bersifat proaktif dibandingkan dengan fungsi lainnya. Seorang konselor harus selalu berusaha untuk menghasilkan lingkungan belajar yang kondusif untuk memfasilitasi perkembangan para konseli dimana psikologi juga sangat berperan penting dalam urusan tersebut.

  1. Membantu Klien Bermasalah

Fungsi dari bimbingan dan konseling juga bersifat kuratif yakni berhubungan erat dengan memberi bantuan pada klien yang sedang mengalami masalah dari segi pribadi, belajar, sosial dan juga karir dimana teknik yang bisa digunakan adalah konseling dan remedial teaching dimana ini sangat membutuhkan pedalaman ilmu psikologi yang baik agar hasilnya bisa membantu klien lebih maksimal. Selain itu, mendalami psikologi juga akan membantu para klien agar nantinya bisa menyesuaikan diri mereka masing masing terhadap lingkungan yang dinamis sekaligus konstruktif dengan cara seperti penggunaan psikologi komunikasi dalam konseling.

Sponsors Link
, , ,




Oleh :
Kategori : Psikologi Sosial