Model pembelajaran cooperative learning dalam psikologi merupakan suatu proses pembelajaran dengan sistem pembentukan kelompok dengan jumlah peserta didik 2 sd 5 angggota dengan gagasan untuk saling memotivasi antara anggotanya untuk saling membantu agar tercapainya suatu tujuan pembelajaran yang maksimal.
Dalam Model pembelajaran cooperative learning menekankan pada pemahaman suatu materi dengan cara diskusi kelompok untuk meningkatkan peran masing masing anggota terhadap pemahaman materi yang diberikan, diharapkan dengan diterapkannya Model Pembelajaran Cooperative Learning dapat menjadi jalan untuk peserta didik memahami segala materi secara mandiri dan merata. Berikut ulasan selengkapnya.
1. Pengertian
Model pembelajaran cooperative learning dalam psikologi adalah suatu strategi belajar mengajar yang diterapkan oleh pengajar atau pendidik yang menekankan pada sikap atau perilaku bersama dalam bekerja atau sikap saling membantu diantara peserta didik dalam struktur kerjasama proses pembelajaran yang teratur dalam kelompok tersebut, yang terdiri dari 2 sd 5 peserta didik. (Baca juga mengenai cara mencari bakat dalam diri kita)
Dimana pada anggota di tiap kelompok tersebut terdiri dari peserta didik berbagai tingkat kemampuan sehingga dapat berbaur dan menjadi satu serta memahami satu sama lain, melakukan berbagai kegiatan belajar untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang materi pelajaran yang sedang dipelajari atau meningkatkan pemahaman dengan cara diskusi. (Baca juga mengenai teori bakat dalam psikologi)
Setiap anggota kelompok yakni peserta didik masing masing bertanggung jawab untuk tidak hanya belajar apa yang diajarkan tetapi juga untuk membantu rekan dalam belajar dan mengerti secara menyeluruh, sehingga bersama sama mencapai keberhasilan dan pemahaman. Semua peserta didik harus berusaha sampai semua anggota kelompok berhasil memahami dan memiliki pengetahuan yang sama. (Baca juga mengenai hambatan dalam menyalurkan bakat)
2. Fungsi
Model pembelajaran cooperative learning dalam psikologi tentunya memiliki fungsi untuk pengajar atau pendidik dalam melakukan tugasnya sebagai pengajar dan fungsi untuk peserta didik dalam belajar dimana peserta didik dapat belajar menjelaskan atau menerangkan apa yang dipahami dan apa yang kurang dipahami dan belajar membantu sesama untuk mencapai tujuan bersama.
Belajar mengajar yang dilalui dengan proses satu arah seperti pengajar atau pendidik menjelaskan dan peserta didik mendengarkan jika dilakukan terus menerus tentu akan terasa sangat membosankan bagi pengajar atau pendidik maupun bagi peserta didik. Peserta didik menjadi sosok yang cenderung pasif sebab hanya mendengarkan semata dan tidak berusaha memahami sendiri.
Sedangkan jika dilakukan dengan cara diskusi atau dengan Model pembelajaran cooperative learning dalam psikologi tentu akan terjalin suasana belajar mengajar yang lebih bersemangat dimana peserta didik secara mandiri bersama anggota kelompoknya mampu memahami materi tanpa pengajar atau pendidik harus menjelaskan panjang lebar.
Tentunya dalam Model pembelajaran cooperative learning akan saling menjelaskan dan saling bertanya antara peserta didik sehingga terjalin kecerdasan untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain dan lama kelamaan timbul rasa percaya diri pada peserta didik untuk menyampaikan segala sesuatu yang ada di pikirannya.
Peserta didik yang saling membantu untuk memahami materi tentu akan lebih dekat satu sama lain karena merasa terbantu dalam proses pembelajaran, hal ini akan menguatkan rasa kebersamaan anatar peserta didik sehingga terdapat persatuan dan kerjasama yang kuat dan saling empati ketika ada peserta didik kurang dalam memahami materi.
3. Penerapan
Model pembelajaran cooperative learning dapat diterapkan secara langsung dalam jenjang pendidikan apapun, berikut langkah langkah penerapannya :
Demikian yang dapat penulis sampaikan, semoga menjadi wawasan yang bermanfaat dan dapat menjadi inspirasi untuk proses pembelajaran dalam jenjang pendidikan apapun, sampai jumpa di artikel berikutnya ya sobat, Terima kasih.
Cognitive inclination in dynamic framework architecture Interactive systems influence everyday experiences of millions of individuals…
Cognitive tendency in dynamic framework design Interactive frameworks shape daily experiences of millions of users…
Costruzione grandiosa dedicata al tempo ozioso in Italia L'Italia mantiene un eredità straordinario di costruzioni…
Il funzione delle mercati antiche nelle attività ludiche Le mercati antiche costituivano istanti vitali per…
Cultura urbana e spazi di intrattenimento nel XIX secolo Il diciannovesimo secolo rappresentò un epoca…
Il compito delle mercati antiche nelle attività ricreative Le mercati antiche costituivano momenti vitali per…