Sponsors Link

17 Cara Meningkatkan Harga Diri Pada Anak yang Perlu Dilakukan Orang Tua

Sponsors Link

Memiliki rasa percaya diri yang rendah adalah sesuatu yang sangat mengganggu. Seseorang dengan kepercayaan diri yang rendah akan menjalani hidup dengan merasa tidak berharga, tidak dapat memenuhi kewajiban dan pekerjaannya, tidak memiliki hubungan yang berarti, dan tidak bahagia. Citra yang positif mengenai diri sendiri adalah salah satu hal berharga yang dapat diajarkan orangtua kepada anak. Anak – anak dengan rasa percaya diri tinggi akan merasa dicintai dan merasa kompeten, sehingga mengembangkan perasaan bahagia dan menjadi orang yang  produktif.

ads

Terkadang mudah untuk melihat ketika anak sedang merasa baik terhadap dirinya sendiri dan kapan ketika mereka tidak sedang berada pada mood yang baik. Ketika anak merasa puas dengan dirinya sendiri, hal tersebut berkaitan dengan tingkat kepercayaan dirinya. Kepuasan dengan diri sendiri tersebut akan mendorong anak untuk mudah meraih sukses dalam segala hal. Perasaan positif seperti penerimaan diri atau kepercayaan diri akan membantu anak – anak untuk menerima tantangan baru, berurusan dengan kesalahannya, dan mencoba lagi.

Meningkatkan Harga Diri Anak

Kebanggaan terhadap kemampuan dirinya dan pencapaiannya akan membantu anak melakukan hal yang terbaik. Sebaliknya, anak yang percaya dirinya rendah akan merasa tidak aman dan tidak yakin akan dirinya sendiri. Jika mereka berpikir orang lain tidak menerima, maka mereka tidak akan berpartisipasi lebih sering. Bahkan anak mungkin akan menerima perlakuan buruk dan tidak dapat membela diri sendiri. Cara meningkatkan harga diri pada anak adalah:

1. Jangan Ikut Campur

Terkadang, cara paling baik untuk meningkatkan harga diri anak adalah dengan mengetahui kapan waktunya untuk mundur. Sebagai orang tua, tentu saja Anda tidak ingin membiarkan buah hati mengalami kesusahan. Akan tetapi, terkadang Anda perlu mundur dan membiarkan anak belajar agar dirinya semakin berkompeten di dunia ini.

Biarkan anak mengambil resiko, membuat pilihan, memecahkan masalah dan konsekuen dengan apa yang telah dimulainya. Ketahuilah apa saja gangguan psikologis pada anak usia sekolah dan  bagaimana cara penerapan disiplin pada anak usia dini.

2. Jangan berlebihan memberikan pujian

Memberikan pujian secara berlebihan pada anak akan membawa lebih banyak keburukan daripada kebaikan. Seberapapun kita menginginkannya, pujian tidak akan membawa anak kepada sikap kompeten begitu saja. Karena itulah, sebaiknya orang tua tidak sembarangan mengumbar pujian sebab akan mengakibatkan anak merasa tidak perlu berusaha lebih keras atau lebih baik lagi.

Misalnya, memberikan pujian ketika anak belum lancar membaca dengan mengatakan bahwa yang dilakukannya tersebut sudah benar, padahal pada kenyataannya apa yang dibaca anak sama sekali tidak jelas. Kita dapat memberikan pujian untuk usaha yang sudah dilakukannya, namun tanpa mengatakan berlebihan bahwa tindakannya sudah benar ketika sebenarnya bacaannya belum dapat dimengerti sama sekali.

3. Biarkan anak mengambil resiko

Untuk membangun rasa percaya dirinya, anak perlu mengambil kesempatan yang ada, membuat pilihan dan bertanggung jawab terhadap pilihannya sendiri. Terlalu banyak orang tua yang mencoba menyelamatkan anak dari kesalahan yang dibuatnya sendiri sepanjang waktu. Padahal,anak perlu diberi kesempatan untuk belajar memecahkan masalahnya sendiri, sebagai cara meningkatkan harga diri pada anak dengan baik. Ketahuilah bagaimana cara mendidik anak usia 3 tahun dan penyebab anak telat bicara.

4. Biarkan anak membuat pilihannya sendiri

Orang tua terkadang tidak dapat mempercayai anak untuk membuat pilihan sendiri karena merasa anak belum banyak mengetahui berbagal hal. Padahal, anak perlu diberi kebebasan untuk menentukan pilihannya sendiri dalam beberapa kesempatan. Misalnya, beri kebebasan anak untuk memilih sendiri baju yang ingin ia pakai setelah mandi, atau memilih mainan apa yang akan ia bawa ketika akan bepergian. Keyakinan bahwa ia bisa membuat keputusan untuk dirinya sendiri akan menjadi cara meningkatkan harga diri pada anak dengan baik.


5. Biarkan anak membantu di rumah

Rasa kasihan dan tidak tega membuat orang tua banyak yang tidak memberikan tanggung jawab kepada anak untuk ikut memelihara rumah tempat tinggalnya. Akibatnya, anak tidak akan mengetahui caranya mengerjakan berbagai pekerjaan rumah, dan ia juga tidak akan memiliki pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukungnya menjadi orang yang mandiri. Berilah anak tugas yang disesuaikan dengan usianya, misalnya merapikan kamar, mainan, menyapu atau mencuci piring jika anak sudah agak besar.

6. Menyemangati anak untuk melakukan minatnya

Walaupun masih anak – anak, ada saja anak yang sudah terlihat menonjol dalam satu bidang tertentu. Mereka bahkan ada yang sudah menunjukkan kecenderungan untuk menyukai satu bidang tertentu.. Dukunglah anak untuk mendalami minat yang mereka sukai dan beri semangat anak agar ia dapat mengembangkan potensinya dengan baik sebagai cara meningkatkan harga diri pada anak.

7. Mengetahui apa yang harus dilakukan saat anak gagal

Ketika anak mengalami kegagalan, ia akan mencari dukungan pada orang tua sebagai orang terdekatnya. Anda perlu memberikan dukungan yang sepantasnya agar harga diri anak tetap terjaga . Misalnya, dengan memberikan kata – kata penyemangat pada anak dan tidak memarahi anak karena kegagalannya tersebut, karena hal itu bisa menjatuhkan rasa percaya diri anak.

8. Tunjukkan kasih sayang kepada anak

Cara meningkatkan harga diri pada anak akan efektif dilakukan apabila orang tua melakukannya dengan penuh kasih sayang. Anak akan merasakan ikatan kasih sayang tersebut dengan orang tua dan membuatnya merasa aman.

Orang tua yang enggan menunjukkan rasa sayang pada anak dapat membuat anak kelak mengalami rasa tidak aman yang menggerogoti harga diri dan kepercayaan dirinya.

9. Pastikan anak memiliki tujuan yang mudah diraih

Agar harga diri anak dapat berkembang dan meningkat, anak perlu memiliki tujuan tertentu yang mudah ia capai. Misalnya, mampu membersihkan kamarnya sendiri, mampu membantu ibu memasak di dapur, dan mampu mandi sendiri serta beragam hal lainnya. Memberi target terlalu besar kepada anak hanya akan membebani dirinya dan justru merusak harga diri anak yang sedang berkembang.

10. Berikan reward yang pantas

Ketika anak mencapai keberhasilan tertentu, pastikan agar Anda memberikan penghargaan yang semestinya ia terima. Penghargaan itu bisa berupa kalimat positif, pujian, atau kesempatan untuk melakukan suatu hal yang ia sukai. Misalnya, diizinkan menonton televisi selama setengah jam lebih lama, waktu tidur yang lebih larut pada satu hari saja, dan lain sebagainya.

11. Jadilah panutan yang baik

Anak yang harga dirinya terjaga bisa mendapatkannya dari contoh baik yang diberikan orang tua. Apabila orang tua tidak dapat memberikan contoh yang baik, maka akan sulit untuk melakukan cara meningkatkan harga diri anak dengan mantap. Sebab, anak yang tidak memiliki panutan yang baik akan kesulitan untuk mencari contoh baik dari apa yang seharusnya ia lakukan dengan benar.

12. Jangan mengkritik terlalu keras

Kritik berguna untuk mencegah anak merasa terlalu percaya diri dan tidak mungkin melakukan kesalahan. Memberi kritik pada anak sangat baik untuk membiasakannya menerima koreksi dari banyak orang. Namun untuk cara meningkatkan harga diri pada anak, kritik yang disampaikan tentunya harus membangun dan dengan menggunakan bahasa yang baik. Ketahui cara mendidik anak usia 2 tahun dan cara mendidik anak yang keras kepala.

13. Berikan contoh lebih dulu

Apabila Anda ingin anak bisa melakukan sesuatu hal, paling penting untuk memberinya contoh lebih dulu. Dengan memberi contoh, anak akan tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara yang benar untuk melakukan sesuatu hal tersebut. Dengan demikian, harga diri anak juga akan ikut terangkat dan rasa percaya dirinya juga akan berkembang.

14. Bantu anak mempelajari berbagai hal

Cara meningkatkan harga diri pada anak akan bisa dilakukan jika anak memiliki pengetahuan yang luas akan berbagai hal. Menjaga minat anak untuk selalu tertarik pada berbagai hal baru merupakan tugas para orang tua, karena dengan demikian anak akan membangun cara berpikir kritis yang akan meneguhkan rasa percaya diri dan keyakinannya pada berbagai bidang.

15. Fokuskan pada kelebihan anak

Setiap anak tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan masing – masing. Terlalu berfokus pada kekurangan anak akan menjatuhkan harga dirinya. Memang kekurangan tersebut akan perlu diperbaiki, namun tidak perlu dijadikan suatu hal yang besar. Alihkan fokus untuk meningkatkan kelebihan anak agar ia dapat membangun harga diri yang baik. Ketahuilah fakta kepribadian anak usia 4 tahun dan  cara mendidik anak usia 8 tahun agar disiplin dan mandiri.


16. Perkuat ikatan dengan anak

Memperkuat ikatan dengan anak bisa dilakukan jika orang tua sering meluangkan waktu dengan anak. Sediakan waktu untuk bersama anak setiap harinya di tengah kesibukan Anda untuk mempererat hubungan dengan anak.  Misalnya, mengajak anak berdiskusi mengenai berbagai hal, membacakan dongeng sebelum tidur, bercerita mengenai hari Anda, mengajak anak berjalan – jalan dan lain sebagainya.

17. Perbaiki bahasa tubuh anak

Cara meningkatkan harga diri anak juga dapat dilakukan melalui bahasa tubuh anak. Apabila sikap tubuh anak terlihat percaya diri dan tegar tentunya ia juga akan merasakan harga diri yang tinggi. Perbaiki postur tubuh anak dengan baik agar ia tampak percaya diri dengan baik.

Tidak semua orang dapat memasang wajah ceria setiap waktu, akan tetapi ketidak bahagiaan yang tampak pada orang tua akan dapat mempengaruhi seorang anak. Anak akan melihat pada orang tua sebagai cermin akan perasaan mereka sendiri. Jika orang tua selalu cemas dan tidak bahagia, maka Anda tidak akan dapat merefleksikan perasaan yang positif.

Padahal, perasaan yang positif adalah salah satu kunci untuk cara meningkatkan harga diri anak, sebab ia akan merasa aman dan nyaman dengan aura positif yang kental di sekelilingnya. Anak akan merasa bertanggung jawab terhadap ketidak bahagiaan orang tuanya. Maka, agar harga diri anak dapat terbangun dengan baik, seharusnya orang tua juga berusaha membangun aura positif pada dirinya.

Demikianlah yang dapat disampaikan, semoga artikel ini bermanfaat.

Sponsors Link
, , ,




Oleh :
Kategori : Psikologi Sosial