Sponsors Link

15 Cara Membangun Sikap Toleransi

Sponsors Link

Apa yang anda pikirkan mengenai toleransi ? Indonesia merupakan negara yang benar-benar kaya dan juga negara yang terdiri dari banyak bahasa, suku, kebudayaan dan juga adat. Sedangkan anda tentu tahu bahwa adat sama halnya dengan hukum yang tidak tertulis secara resmi dipemerintahan.

ads

Namun banyak masyarakat yang tetap memegang teguh adat mereka dan melakukan apa yang boleh dilakukan dan tidak akan melanggarnya jika tidak boleh. Namun bagaimana membangun sikap yang toleransi dengan benar dan juga diterima oleh banyak orang, mengingat banyak orang yang sulit sekali menerima toleransi, berikut ini pilihannya.

  1. Pelajari perbedaan

Perbedaan memang ada dan bagaimanapun anda menolaknya hal tersebut tetap ada. Anda tidak bisa membunuh perbedaan, sehingga toleransi merupakan satu-satunya jalan yang bisa dibuat. Anda bisa mempelajari perbedaan dari apapun, tidak perlu dari hal yang sensitif namun hal kecil seperti anda lebih suka makanan asin dan anak anda suka makanan manis.

Maka anda tidak bisa selalu menyediakan kue karena anda sayang pada anak atau anda menyediakan makanan asin selalu karena anda suka. Anda harus bisa memberikan toleransi yang tepat dan mempelajari perbedaan. Tujuannya jelas untuk menjadi win win solution bagi banyak pihak, terkadang sulit namun harus bisa.

  1. Kenali diri sendiri

Anda harus mengenali diri sendiri untuk bisa membuat toleransi. Terkadang banyak orang yang tidak bisa memberi toleransi karena mereka tidak introspeksi akan apa yang mereka miliki. Dimana anda mengomentari atau merasa bahwa hal buruk ada pada orang lain dan tidak bisa memberikan batas toleransi yang baik.

Padahal anda sendiri bukan termasuk orang yang cukup baik atau benar-benar baik. Sebelum menjadi orang yang intoleran maka kenali diri sendiri, jika sudah bisa jadi pikiran anda berubah dan rasa toleransi anda benar-benar terbangun.

  1. Perbanyak teman

Toleransi hanya bisa dipahami jika anda mengenal atau mengetahui banyak hal. Anda bisa memperbanyak teman dengan berbeda karakter. Sehingga adanya mereka bisa mebantu anda untuk lebih mengerti seperti apa pemikiran orang lain. Seperti apa prinsip dan cara pandang orang lain, kemudian anda bisa mendiskusikan banyak hal.

Tak harus benar atau salah karena jika membicarakan hal tersebut pasti setiap orang merasa bahwa mereka benar. Namun yang terpenting adalah memperbanyak teman akan menambah rasa toleransi anda semakin tinggi.

Sehingga tidak takut bahwa prinsip atau dunia anda akan terganggu, dengan perbanyak teman maka cara pandang anda semakin luas. Jelas tanpa mengganggu apa yang sudah anda pilih atau anda tetapkan.

Sponsors Link

  1. Pelajari lingkungan sekitar

Mempelajari lingkungan sekitar akan membantu anda untuk bisa berpandangan dengan bijaksana, seperti halnya mencari Cara Mudah Beradaptasi dengan Lingkungan Kerja Baru Biasanya lingkungan merupakan refleksi yang jelas dan nyata dari sebuah kejadian. Tanpa ada paksaan, drama dan sebagainya.

Jika sebuah lingkungan penuh dengan orang yang berasal dari Sumatera dan kebetulan anda tinggal di area tersebut maka anda harus bisa toleransi dengan cara mereka berbicara yang menggunakan suara yang keras. Sedangkan anda terbiasa mendengar suara dengan volume yang biasa saja.

Jika menyalahkan lingkungan maka tidak bisa  Psikologi Lingkungan menjelaskan mengingat disana anda kalah suara dan bisa saja anda merupakan pendatang. Jika anda bisa bersikap baik dan meningkatkan toleransi, mungkin anda bisa mengatakan bahwa hal tersebut agak mengganggu dan diusahakan untuk tidak teriak di depan rumah anda.

Namun jika anda mencoba merubah total apa yang ada atau bagiamana mereka hidup, maka titik toleransi anda akan dipertanyakan dan justru anda yang harus pergi dari tempat tersebut. Begitulah lingkungan mengajarkan toleransi pada anda.

  1. Berpikir dengan bijaksana

Terkadang beberapa orang sudah langsung takut atau merasa khawatir. Dengan adanya toleransi maka apa yang mereka percaya akan terganggu dan juga apapun prinsip mereka akan terhapus dan memaksa untuk mengikuti tingkat toleransi tertinggi.

Padahal jawabannya salah, menghargai bukan berarti mengikuti. Anda bisa hidup dengan masing-masing saja, saling menghargai tanpa mengganggu dan menghasut pada hal buruk.

ads
Jika mereka tertarik dan berpikiran terbuka, maka cobalah sesekali memiliki diskusi berkualitas dengan mereka. Agar anda bisa membagikan apa yang anda pikirkan dengan mereka, dan mana tahu ternyata mereka setuju atau senang atas pemikiran anda. Jika tidak maka jangan dipaksakan, seolah mereka tidak memaksa anda. Hal tersebutlah yang disebut sebagai bijaksana.

  1. Jangan berpikiran sempit

Biasanya mereka yang tidak bisa toleransi karena mereka berpikiran sempit. Padahal toleransi merupakan hal yang luas makna dan pengertiannya. Jelas jika membicarakan mengenai pikiran sempit maka anda tidak akan bisa menerima apapun, bahkan toleransi yang sederhana saja seperti halnya makanan beraneka ragam bisa anda terima kenapa hal yang besar tidak.

Harus anda pikir kembali bahwa toleransi tidak berarti memaksa anda untuk paham bahkan mengikutinya. Namun cukup menghargai prinsip masing-masing. Sehingga anda akan tetap nyaman dan juga merasa senang dengan toleransi tersebut.

  1. Hindari Memfitnah

Satu hal yang sering terjadi di lingkungan masyarakat, mereka mengatakan bahwa mereka menerapkan prinsip yang ada namun disertai dengan fitnahan atau tuduhan pada lain pihak yang bersebrangan dengan mereka. Nyatanya itu bukan sikap toleransi dan bukan hal yang benar. Anda harus bisa membedakan mana toleransi, mana menegakan prinsip dan sesuai dengan aturan dan mana yang memfitnah atau menuduh hal yang memang tidak ada buktinya. Jangan karena anda ingin menunjukan sesuatu yang berkaitan dengan toleransi dan ingin dianggap benar maka jangan memfitnah atau menuduh. Dengan begitu sikap toleransi tidak akan pernah terbangun.

  1. Buat batasan jelas

Toleransi merupakan hal yang penting sehingga anda harus bisa menerapkan sikap toleransi di berbagai lingkungan dan keadaan. Ketika anda menghargai orang lain maka orang lain akan melakukan hal yang sama. Namun anda harus membuat batasan yang jelas, mengingat banyak orang yang juga bisa mempengaruhi anda dengan sikap atau hal buruk.

Misalnya anda memiliki seorang teman di tempat kerja yang senang pergi ke tempat hiburan malam, batas toleransi anda akan diuji dimana anda mencoba menasihatinya dan membujuknya. Jika tidak berhasil maka anda cukup diam selama hal tersebut tidak mengganggu pekerjaan dan profesionalitas orang tersebut. Mengingat itu adalah hal pribadi dan bukan menjadi urusan anda.

Namun anda harus membuat batasan yang jelas, diam bukan berarti mengizinkan orang tersebut menghasut anda dan bisa mengajak anda atau melakukan hal buruk dengan perlindungan anda. Seringkali banyak orang salah paham karena sudah diam maka mereka menganggap anda merupakan orang yang berada pada kubu yang sama atau bagian yang sama. Jika hal tersebut terjadi, mainkan batasan anda dan jelaskan bahwa anda hanya menghormati. Begitulah cara yang tepat membangun sikap toleransi.

  1. Belajar

Peran Sekolah dalam Pendidikan Karakter Anak banyak termasuk toleransi. Seringkali untuk memahami apa yang orang lain rasakan kita harus merasakannya terlebih dahulu untuk bisa mengerti. Jika tidak maka kita akan menganggap bahwa hal tersebut sepele adanya. Hal ini bisa berkaitan dengan masalah toleransi. Ketika anda menemukan pandangan yang berbeda, tak masalah untuk mempelajarinya.

Mencari tahu mengapa mereka berpikiran seperti itu dan mencari tahu apakah yang mereka pikirkan benar sehingga bisa ditarik kesimpulan seperti itu. Jika sudah anda bisa menyimpulkan apakah toleransi anda sudah cukup baik pada mereka atau belum. Dengan belajar khususnya belajar mengenai orang lain toleransi akan mudah diterapkan.

  1. Manusia terlahir berbeda

Terkadang ada banyak orang yang memaksakan kehendak mereka untuk orang lain. Padahal batasan dan limit setiap manusia jelas berbeda-beda. Anda tidak bisa memaksakan apa yang anda bisa kepada orang lain, begitupun sebaliknya. Untuk itulah adanya toleransi, anda bisa memahami dimana batas orang lain dan tidak memaksakannya untuk sama dengan anda.

Jika anda bisa memahami bahwa Tuhan menciptakan manusia memang berbeda, pasti anda akan mudah mebangun sikap toleransi dalam diri anda. Manusia hidup dengan cara yang berbeda jelas itu diluar kuasa anda, dan anda tidak bisa membentuk dan memaksakan mereka sama. Maka toleransi menjadi solusi satu-satunya.

  1. Introspeksi

Cara mudah selanjutnya untuk membangun sikap toleransi adalah dengan introspeksi. Anda bisa saja intoleran terhadap orang lain dan menuntut hal A, B dan banyak lagi. padahal orang lain sudah bekerja dan menunjukan usaha terbaik mereka untuk anda. namun coba anda introspeksi kembali diri anda, apakah anda juga sudah sesempurna yang diharapkan.

Para ahli mungkin bisa berkomentar untuk juniornya yang masih awam dan tidak memiliki toleransi yang tinggi untuk mereka namun seorang pemain piano jelas tidak akan mengomentari dan memiliki toleransi yang rendah terhadap seorang chef.

Demikian beberapa cara membangun sikap toleransi yang bisa kamu lakukan dengan menyesuaikan situasi dan kondisi yang ada.

Sponsors Link
, , ,
Oleh :
Kategori : Psikologi Sosial