Sponsors Link

8 Dampak Psikologis Cyber Bullying Bagi Korban

Sponsors Link

Bully atau penindasan merupakan salah satu fenomena sosial yang seringkali terjadi di antara kelompok sosial seperti sekolah, kampus, kantor, maupun pergaulan sehari-hari. Bully yang kebanyakan diartikan sebagai penindasan tentunya memberikan dampak yang tidak baik terhadap korban maupun pelaku.

ads

Apalagi di zaman serba canggih seperti ini bully tidak cukup dilakukan dengan cara menindas langsung tapi juga merambah pada penindasan yang dilakukan di jejaring sosial. Adalah cyber bullying sebutan untuk segala penindasan dan pengucilan yang dilakukan dengan bantuan perangkat jejaring sosial.

Secara umum cyber bullying memiliki bahaya yang lebih besar dari bully biasa. Sebab jejaring internet dengan mudah menyebarkan sebuah persoalan sehingga memicu lebih banyak orang yang memiliki kemungkinan untuk ikut menghakimi atau menindas si korban.

Selain itu cyber bullying juga memiliki rentan waktu yang lebih lama. Jika umumnya kasus bully hanya terjadi di lokasi tertentu seperti sekolah atau kampus, dengan cyber bullying si pelaku bisa membully korban kapan saja terlepas dari saat mereka bertemu.

Secara psikologi dampak dari cyber bullying ini tidak hanya menekan mental, korban juga akan merasa kesulitan untuk keluar dari masalahnya karena merasa tidak adanya dukungan dan teman untuk berbagi masalah mereka. Dilansir dari Bullying.co.uk berikut 8 dampak psikologi cyber bullying teradap korban.

1. Membuat Korban Tidak Percaya Diri

Cara Meningkatkan Rasa Percaya Diri banyak dilakukan oleh para remaja pada umumnya. Namun ini tidak diterapkan pada sebagian korban bullying. Umumnya pelaku cyber bullying adalah orang-orang yang menganggap orang lain lebih lemah dari mereka sehingga mudah untuk ditindas. Mereka mengincar orang atau target yang terlihat lemah dan juga sendirian. Biasanya tingkat sosial, standar cantik, atau orang-orang yang menutup diri dari lingkungan sosial merupakan target yang empuk untuk dijadikan sasaran bullying.

Para pelaku yang biasanya tidak sendiri akan terus melakukan perlawanan dalam bentuk serangan digital kepada korban bullying sehingga mereka merasa rendah diri dan tidak bahagia. Apalagi dengan adanya media sosial, para pelaku cyber bullying dengan mudah mengajak lebih banyak massa untuk ‘ikut berpesta’ bersama mereka menjatuhkan si korban.

2.  Menarik Diri Dari Lingkungan Sosial

Akibat dari rasa percaya diri yang rendah, korban cyber bullying akan mulai menarik diri dari lingkungan sosial maupun media sosial. Mereka merasa takut untuk digunjingkan apabila ikut berkumpul dengan orang-orang atau melakukan aktivitas di media sosial. Pada akhirnya korban cyber bullying akan menganggap semua orang sama dengan pelaku bullying dan tidak berani menampakkan diri mereka baik di media sosial atau pun di pergaulan sehari-hari. Ini juga bentuk dari salah satu Dampak Psikologis Media Sosial

3. Menutup Akses Sosial Media Mereka dari Keluarga dan Kerabat

Sebagai orang yang tertindas, korban cyber bullying tetap memiliki harga diri dan perasaan untuk menjaga orang-orang yang dicintainya. Mereka cenderung menutup rapat masalah mereka dari keluarga ataupun kerabat dengan tidak memberikan akses bagi orang-orang yang dicintainya untuk menemukan mereka di media sosial. Hal ini dimaksudkan agar keluarga atau orang-orang yang dicintainya tidak mengetahui atau ikut merasa terbebani dengan masalah mereka.


4. Menghabiskan Waktu Sendirian

Karena merasa tidak ada yang mengerti perasaan mereka, korban cyber bullying menjadi lebih senang menghabiskan waktu mereka sendirian. Mereka cenderung tertutup dan membiarkan diri mereka menanggung sakit sendirian. Sambil meratapi nasib, korban cyber bullying lebih fokus pada setiap rasa sakit yang mereka terima dibanding mencari solusi atau mengumplkan keberanian untuk meawan.

5. Menghilang Dari Aktivitas Sosial

Jika dibiarkan terus-menerus dampak cyber bullying akan menjadikan korban memiliki keinginan yang tinggi untuk menghilang dari segala bentuk aktivitas sosial. Sebab para korban cyber bullying merasa takut untuk diperhatikan dan merasa dunia luar bukanlah tempat yang aman untuk mereka menunjukkan diri. Akibatnya mereka cenderung untuk memiliki pemikiran bunuh diri lebih banyak dari orang biasa.

6. Dampak Dari Cyber Bullying Lainnya adalah Perubahan Kepribadian

Akibat penekanan dan penindasan yang dilakukan berulang-ulang, korban cyber bullying tidak hanya merasa rendah diri tapi juga memiliki perubahan kepribadian lainnya.

Mereka yang merasa tidak tahan dengan tekanan yang datang dari sekitar mereka tapi tidak berani melawan akan berujung pada depresi, ketidak stabilan emosi, sampai amarah yang terpendam. Korban cyber bullying juga berpotensi untuk menyakiti diri mereka sendiri atau self injury sebagai bentuk pelampiasan kemarahan mereka yang tidak bisa mereka sampaikan kepada para pelaku cyber bullying.

7. Turunnya Berat Badan

Tidak ada korban cyber bullying yang merasa bahagia. Tekanan yang mereka dapatkan secara perlahan merenggut kebahagiaan mereka. Para korban umumnya tidak bisa menikmati hidup mereka. Hal ini berpengaruh pada pola makan dan gaya hidup mereka.

Tidak adanya selera makan dan gairah dalam menjalani kehidupan membuat korban cyber bullying mengalami penurunan berat badan yang ekstrem.

8. Terlihat Aneh

Banyak masyarakat umum yang secara tidak langsung ikut membully korban cyber bullying hanya karena mereka nampak berbeda. Perbedaan ini dikarenakan korban cyber bullying  yang merasa malu dan menarik diri dari lingkungan sosial. Hingga akhirnya mereka berusaha untuk tidak mencolok dan menarik perhatian banyak orang dengan memakai jaket atau pakaian panjang dan bergerak tergesa-gesa yang justru membuat mereka menjadi pusat perhatian karena dianggap aneh.

Cara Membantu Korban Cyber Bullying

Jika kamu melihat orang di sekitarmu yang mendapat perlakuan tidak menyenangkan seperti cyber bully maka ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menolong mereka sebelum mereka benar-benar merasa sendirian dan melakukan tindakan yang membahayakan diri mereka sendiri terlebih orang lain:

  1. Mereka tidak sendiri

Langkah pertama yang bisa kamu lakukan adalah dengan memeberikan dukungan kepada korban cyber bullying. Apapun asumsi atau keanehan yang kamu lihat jangan menjadikan kamu untuk ikut-ikutan menghakimi orang lain. Percaya bahwa ada sebab dibalik ‘keanehan’ orang lain dan berikan dukungan moral kepada mereka agar mereka mau terbuka dan tidak menjalani masalah mereka seorang diri.

  1. Berani menunjukkan sikap pada dunia

Tidak mudah berada di pihak korban cyber bullying, kamu bisa saja berpotensi menjadi korban juga dan mengalami penindasan yang sama karena membela si korban. Namun hal ini tidak lantas membuat kamu mundur. Tunjukkan pada dunia bahwa tidak ada orang yang pantas mengalami penindasan. Karena pada hakikatnya semua manusia itu sama terlepas dari penampilan maupun status sosial.

  1. Berikan dukungan

Tidak hanya menemani mereka, kamu juga bisa memberikan bantuan lebih dengan membantu korban cyber bullying untuk kembali ke lingkungan sosial. Ajak mereka bergabung di lingkungan sosial dan temani mereka.

Kamu juga bisa mendorong mereka untuk terbuka agar mau menceritakan masalah mereka kepada orang tua, kerabat, dan teman-teman mereka agar lebih banyak orang yang dapat membantu mereka. Yakinkan pula mereka untuk berani melawan pembullyan dan bahwa apa yang mereka alami bukanlah aib melainkan pelajaran bagi orang lain agar tidak mengalami hal buruk seperti yang telah mereka lalui.

  1. Laporkan seluruh kegiatan cyber bullying

Hal terakhir yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi dampak cyber bullying adalah dengan melaporkan segala aktivitas cyber bullying  yang kamu temukan. Pada beberapa platform media sosial terdapat fitur ‘Report’ yang bisa membantu kamu untuk mengurangi tindakan cyber bullying. Kamu juga bisa turut serta membuat campaign dan mengajak orang-orang untuk ikut memerangi segala tindakan bullying yang terjadi di dunia digital.

Demikian penjelasan terkait apa saja Dampak Psikologis Cyber Bullying yang bisa dialami para korban Cyber bullying.

Sponsors Link
, , , , ,




Oleh :
Kategori : Psikologi Sosial