Home » Ilmu Psikologi » Psikologi Sosial » 7 Cara Mendidik Anak Sanguinis

7 Cara Mendidik Anak Sanguinis

by Rahmati

Kepribadian sanguinis adalah tipe anak yang ramah, energik, ceria dan senang berbicara, entah itu tentang sesuatu yang serius atau hanya untuk mencairkan suasana. Anak sanguinis ini biasanya memiliki jiwa sosial yang tinggi. Mereka terbiasa mencari perhatian, dukungan atau pengakuan dari orang-orang di sekitar mereka.

Sanguinis juga merupakan karakter yang emosional, peka terhadap apa yang orang lain pikirkan tentang dirinya. Anak membutuhkan bimbingan dari orang tuanya, terutama dalam menghubungkan perasaan dan berpikir serta bertindak. Anak-anak sanguinis ini punya banyak ide, proporsi golongan sanguinis di seluruh populasi antara 25-30%, mereka aktif dan dekat dengan orang.

Artinya mereka sangat senang berkomunikasi dengan orang lain. Bagi anak sanguinis, berbicara dengan orang lain adalah pekerjaan mereka. Sanguinis adalah tipe anak yang sangat menginspirasi. Orang lain senang berinteraksi dengan anak sanguinis ini. Bagi mereka hidup adalah pengalaman yang sangat menyenangkan. Mereka selalu terlihat bahagia dan tersenyum. Dunia tampak begitu heboh dengan kehadiran sanguinis.

Berikut 7 cara mendidik anak sanguinis yang perlu diterapkan oleh orang tua yaitu:

1. Ciptakan suasana hangat

Anak dengan garis keturunan sanguinis adalah jenis anak yang ingin disayangi, lebih diperhatikan dan menyukai kenyamanan. Anak sanguinis membutuhkan suasana yang hangat terutama di lingkungan keluarganya, sehingga menciptakan suasana yang nyaman dan bersahabat, dan memiliki jiwa humor yang tinggi. Menciptakan suasana yang hangat terlebih dalam lingkungan keluarga merupakan aspek yang sangat penting diterapkan pada tipe anak sanguinis ini.

2. Belajar terbuka

Ajari anak sanguinis untuk belajar secara terbuka dan beri mereka kesempatan untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya untuk mengungkapkan sesuatu yang disukai atau tidak disukai. Ingatlah bahwa anak sanguinis sangat membutuhkan pendengar dan pemerhati yang baik bagi mereka. Dengan menerapkan pola asuh perkembangan anak seperti inilah yang mudah membuat anak terbuka dan merasa disayangi oleh keluarga.

3. Bantu anak mengubah kata menjadi tindakan

Dengan sabar bantu mereka mengubah kata menjadi tindakan. Ketika orang tua menyerahkan segalanya kepada anak sanguinis, orang tua seringkali kecewa. Ingatlah bahwa anak sanguinis bukan berarti bebas dari tanggung jawab, tetapi karena rentang perhatian mereka yang pendek, mereka sepertinya lupa dengan apa yang baru saja mereka katakan. Jadi pelan-pelan latih mereka untuk melakukan apa yang mereka katakan. Itu juga dapat memberi tahunya apa yang telah dilakukan orang lain.

4. Membuat kesepakatan dengan anak sanguinis

Buat kesepakatan dengan anak sanguinis dengan memberikan hadiah kecil, jangan paksa mereka untuk fokus pada satu aktivitas yang membutuhkan waktu lama untuk diselesaikan. Jika ini harus terjadi, pisahkan antara aktivitas yang berat dengan yang ringan sehingga anak dapat fokus pada aktivitasnya.

Misal anak sedang ada ujian umum dengan tenggat waktu 5 bulan lagi, jangan minta anak sanguinis untuk mempersiapkan diri untuk ujian dari sekarang. Ia tak akan termotivasi akan hal itu. Lebih baik tanpa diketahuinya, pecahlah kegiatan tersebut menjadi beberapa bagian yang tujuannya menguasai ulangan umum setelah itu.

Buatlah kesepakatan dengan anak sanguinis seperti, ketika anak bisa menyelesaikan ulangannya dengan baik maka ia akan mendapat reward atau hadiah yang ia senangi. Tujuannya agar anak lebih semangat dalam belajar dan bersabar dalam menghadapi sesuatu hal kedepannya.

5. Tunjukkan rasa persahabatan dan keramahan

Biarkan anak-anak berbicara tentang diri mereka sendiri, pengalaman dan perasaan mereka. Orang tua harus bersikap santai dan ramah saat bersama anak sanguinis. Jika orang tua mendominasi percakapan, anak tidak akan merasa nyaman. Apabila sebaliknya, orang tua yang banyak bicara contohnya akan menjadikan anak dikelasnya dianggap sebagai biang onar. Anak akan mencari perhatian dari siapa pun ketika diluar rumah dan ini bisa saja mengarah pada hal-hal negatif.

6. Beri kesempatan anak berbicara

Beri kesempatan anak berbicara, karena anak sanguinis butuh didengarkan keluh kesahnya. Tertawalah ketika cerita mereka lucu. Tunjukkan antusiasme kita sebagai orang tua dengan mendengarkan cerita anak. Jangan membebani mereka dengan berbagai penjelasan, misalnya tentang masa depan yang masih terlalu jauh.

Kalau tidak, orang tua tinggal di rumah sendirian ketika anak-anak mereka beranjak remaja dan mencari orang lain untuk mendengarkan mereka. Do’akan agar dia menjadi anak yang baik dan dapat menjaga hubungan dengan teman sebayanya.

7. Pendekatan komunikasi secara kreatif

Model pendekatan psikologi dalam perkembangan manusia menjelaskan bahwa anak dengan sifat dan kepribadian sanguinis cenderung energik, lucu dan supel. Mereka juga ingin mencari perhatian, kasih sayang, dukungan dan persetujuan dari orang-orang di sekitar mereka.

Anak sanguinis ini hampir selalu membawa keceriaan dalam situasi apapun, suka menjadi pusat perhatian dan suka memotivasi orang lain. Merekalah yang berinisiatif untuk memulai percakapan dan langsung berteman baik dengan semua orang di anggota teman sebayanya.

Mereka biasanya optimis dan hampir selalu ceria. Tapi mereka juga bisa terganggu, emosional dan sangat sensitif terhadap apa yang dikatakan orang kepada mereka. Dalam menghadapi anak dengan karakter dan kepribadian sanguinis, orang tua perlu sekreatif mungkin, karena anak sanguinis menyukai keragaman dan ingin menjadi pusat perhatian.

Anak tipe ini merespons cinta, percakapan, dan perhatian pribadi. Saat orang tua meminta mereka menyelesaikan tugas, biarkan mereka berkreasi hanya dengan memberi mereka masukan atau saran. Ingatlah untuk memberi mereka struktur dan disiplin yang positif dan meneguhkan.

Dorong mereka untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kelompok dan bimbing anak-anak seusia mereka. Mereka juga tipe anak yang mandiri dan sangat antusias saat diperkenalkan kepada orang lain dengan cara yang menyenangkan dan mengasyikkan.

Seorang anak berkepribadian sanguinis memiliki kemampuan bawaan untuk mempengaruhi orang lain semaunya. Mereka cenderung optimis. Mereka adalah pembicara yang hebat dan dapat membuat kita percaya hampir semua yang mereka katakan.

Anak-anak sanguinis, ketika dimarahi, mereka akan menangis dan brutal, tetapi ketika diganggu, mereka dengan cepat kembali normal. Sisi positifnya, sanguinis biasanya ceria, jujur, bersemangat, antusias, ingin diperhatikan, menonjol dan suka menghidupkan suasana. Kelemahan tipe Sanguinis adalah mood swing, tidak rapi, tidak teratur, mudah patah semangat dan mudah mengingkari janji karena dapat berubah pikiran.

Ketika mereka tumbuh dewasa, anak jenis ini mampu memperoleh keterampilan dibidang marketing/pemasaran dan menjadi pengusaha sukses atau bisa juga terjun dibidang komunikasi, hubungan masyarakat, media, psikologi atau ilmu sosial lainnya karena memang latar belakang mereka yang aktif dan memiliki potensi yang mumpuni dibidang tersebut.

You may also like